<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kediri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kediri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 14:57:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kediri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mas Dhito Berangkatkan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri dari Kawasan Simpang Lima Gumul</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul</link>
					<comments>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232569</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jamaah haji (CJH) dari kawasan Simpang Lima Gumul. Ribuan calon jamaah haji yang tergabung dalam 4 Kloter itu, diberangkat secara bertahap. Diketahui, calon jamaah haji tertua, adalah Mbah Marsiyah berusia 105 tahun dan tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan, Rabu (20/05/2026) siang. Adapun 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jamaah haji (CJH) dari kawasan Simpang Lima Gumul. Ribuan calon jamaah haji yang tergabung dalam 4 Kloter itu, diberangkat secara bertahap.</p>



<p>Diketahui, calon jamaah haji tertua, adalah Mbah Marsiyah berusia 105 tahun dan tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan, Rabu (20/05/2026) siang. Adapun 3 Kloter lain, telah diberangkatkan sehari sebelumnya.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sebelum proses pemberangkatan Kloter 112, pun menyempatkan diri untuk menyapa para calon jamaah haji yang sudah bersiap di dalam bus. &#8220;Meski sudah ada petugas pendamping haji dari daerah, ketika berada di Tanah Suci, para jamaah diharapkan untuk tetap saling menjaga dan tolong menolong,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat menyapa CJH yang sudah bersiap berangkat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bagi jamaah yang usianya lebih muda, tambah Mas Dhito, agar bisa membantu jamaah lain yang sudah Lansia. &#8220;Tadi dalam satu bus, ada yang usianya 105 tahun dan ada yang usianya 22 tahun. Artinya, yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun, semisal kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi,&#8221; tambah Mas Dhito, mencontohkan.</p>



<p>Calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan siang itu, keseluruhan ada 148 orang calon jamaah. Sedang, 3 Kloter lain, meliputi Kloter 109 sejumlah 322 jamaah, Kloter 110 sejumlah 373 jamaah dan Kloter 111 sejumlah 370 jamaah telah diberangkatkan dahulu, Selasa (19/05/2026) kemarin.</p>



<p>Selain menitipkan pesan untuk saling menjaga, Mas Dhito juga menitipkan pesan untuk tetap mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Kediri. &#8220;Minta didoakan supaya Kabupaten Kediri tetap guyub rukun ayem tentrem,&#8221; imbuh Mas Dhito-sapaan. <strong>(pan/gie/kom)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Hulu, Mas Dhito Usulkan Pembangunan 2 TPST di Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/ingatkan-pentingnya-pengelolaan-sampah-dari-hulu-mas-dhito-usulkan-pembangunan-2-tpst-di-kediri</link>
					<comments>https://memontum.com/ingatkan-pentingnya-pengelolaan-sampah-dari-hulu-mas-dhito-usulkan-pembangunan-2-tpst-di-kediri#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232572</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sekoto dan Branggahan, kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui rencana pembangunan TPST itu, diharapkan menjadi solusi untuk menangani masalah sampah yang volumenya selalu meningkat setiap tahun. Seperti halnya, yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sekoto dan Branggahan, kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui rencana pembangunan TPST itu, diharapkan menjadi solusi untuk menangani masalah sampah yang volumenya selalu meningkat setiap tahun. Seperti halnya, yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto.</p>



<p>&#8220;Kondisi TPA Sekoto yang dilaunching pada Oktober 2021 lalu, umur teknisnya pada 2027 rawan overload. Sehingga, harus ada penyiapan TPA lebih lanjut,&#8221; kata Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, Senin (18/05/2026) tadi.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, tambah Putut, persoalan timbunan sampah sejauh ini yang dapat dikelola baru 58,18 persen perhari dan yang tidak terkelola 40,82 persen. Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini melarang pembuangan sampah di area terbuka (open dumping). Open dumping sendir, dinilai bisa berdampak pada pencemaran maupun kerusakan lingkungan.</p>



<p>Dua TPST yang diusulkan dibangun tersebut, lanjut Putut, berbeda dengan TPA Landfill yang ada selama ini. Sebab, timbunan sampah akan diolah menggunakan teknologi untuk dijadikan sebagai produk Refuse Derived Fuel (RDF) yang bernilai ekonomi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sekarang tidak lagi dikembangkan TPA Landfill, seperti yang sudah ada sebelumnya. Jadi, harus ada teknologi pengolahannya yang ramah lingkungan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Adapun rencana lokasi pembangunan TPST Sekoto di Kecamatan Badas, berada disebelah TPA Sekoto dengan luasan 0,68 hektare. Sedang, untuk TPST Branggahan di Kecamatan Ngadiluwih, dengan luasan lahan 0,29 hektare.</p>



<p>Melihat kondisi TPA Sekoto saat ini dan terlepas dari usulan pembangunan TPST tersebut, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meminta DLH Kabupaten Kediri bisa memetakan dan mengaudit tumpukan sampah per kecamatan. Dirinya juga mengingatkan, akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari hulu. Untuk itu, DLH diharapkan bisa mendorong desa-desa yang mau dijadikan percontohan dan berkomitmen melakukan pengolahan sampah bahkan zero sampah.</p>



<p>&#8220;Kita harus sentuh hulunya dahulu dan cari 5 hingga 10 desa yang mau serta berkomitmen untuk zero waste,&#8221; papar Mas Dhito. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ingatkan-pentingnya-pengelolaan-sampah-dari-hulu-mas-dhito-usulkan-pembangunan-2-tpst-di-kediri/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum Sri Aji Jayabaya</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-kantor-baru-disparbud-bupati-kediri-beri-masukan-operasional-museum-sri-aji-jayabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[masukan]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang sebelumnya berlokasi di Kota Kediri, kini menempati komplek Museum Sri Aji Jayabaya di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Dalam momen itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan dan menyampaikan bahwa sebagai dinas yang mengelola dan kini berkantor dalam satu tempat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang sebelumnya berlokasi di Kota Kediri, kini menempati komplek Museum Sri Aji Jayabaya di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Dalam momen itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan dan menyampaikan bahwa sebagai dinas yang mengelola dan kini berkantor dalam satu tempat, Disparbud diharapkan untuk dapat mengawasi jalannya museum.</p>



<p>&#8220;Nanti secara berkala, saya akan cek museum ini seperti apa kekurangan dan sebagainya,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat mengunjungi Kantor Disparbud di komplek Museum Sri Aji Jayabaya, Rabu (08/04/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungannya di Kantor Disparbud, Mas Dhito menyempatkan diri menguji edukator museum dalam menjalankan tugasnya sebagai penutur koleksi artefak kepada pengunjung. Keberadaan edukator sendiri, dinilai dapat menjembatani pengunjung untuk memahami koleksi museum. Sehingga, pengunjung selain mendapatkan pengalaman, maka sekaligus mendapat pengetahuan baru mengenai sejarah Kediri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Petugas yang menceritakan itu (edukator), diharapkan bisa lebih interaktif lagi. Tujuannya, supaya orang datang ke museum tidak kapok dan itu menjadikan sebuah hal yang menyenangkan datang ke museum,&#8221; papar Mas Dhito.</p>



<p>Selain itu, Mas Dhito juga menyarankan kepada Disparbud, agar supaya artefak-artefak koleksi museum yang asli, diletakkan dalam lemari kaca. Hal itu, bertujuan untuk melindungi benda bersejarah dari kerusakan fisik, semisal karena sentuhan pengunjung maupun faktor lain.</p>



<p>Begitu pula dengan deskripsi mengenai artefak yang ukuran tulisan (font) masih sangat kecil, diharapkan untuk lebih diperbesar. Sehingga, lebih jelas ketika dibaca pengunjung. &#8220;Hal seperti ini mungkin sepele tapi manfaatnya besar bagi masyarakat,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kapasitas Kader Srikandi Biru, Ketua TP PKK Kediri Minta Jangan Sampai Anak Diasuh Gadget</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kapasitas-kader-srikandi-biru-ketua-tp-pkk-kediri-minta-jangan-sampai-anak-diasuh-gadget</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diasuh]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[jangan]]></category>
		<category><![CDATA[kapasitas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<category><![CDATA[Srikandi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231531</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyoroti fenomena penggunaan gadget berlebih pada anak dan Balita. Hal ini disampaikannya, saat acara peningkatan kapasitas Kader Srikandi Biru di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (08/04/2026) tadi. Mbak Cicha-sapaan Ketua TP PKK Kediri, mengingatkan agar seluruh Kader Srikandi Biru untuk aktif terjun ke masyarakat, mendampingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyoroti fenomena penggunaan gadget berlebih pada anak dan Balita. Hal ini disampaikannya, saat acara peningkatan kapasitas Kader Srikandi Biru di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (08/04/2026) tadi.</p>



<p>Mbak Cicha-sapaan Ketua TP PKK Kediri, mengingatkan agar seluruh Kader Srikandi Biru untuk aktif terjun ke masyarakat, mendampingi ibu hamil hingga tumbuh kembang anak. Terlebih, pemantauan terhadap fenomena penggunaan gadget pada anak.</p>



<p>Menurutnya, lanjut Mbak Cicha, saat ini masih banyak ditemukan orang tua yang cenderung memilih untuk memberikan keleluasaan berlebih penggunaan gadget kepada anaknya. Sehingga, hal ini dikhawatirkan bisa mengganggu pertumbuhan anak. “Fenomena anak yang terlalu sering diasuh oleh handphone, salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bisa menyebabkan keterlambatan berbicara,” kata Mbak Cicha.&nbsp;</p>



<p>Selain fenomena itu, dirinya juga meminta, agar seluruh tenaga kesehatan bisa berkolaborasi bersama Kader Srikandi Biru untuk menyelesaikan persoalan ibu dan anak, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta stunting. Menurutnya, tiga hal tersebut perlu digenjot untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun AKI di Kabupaten Kediri pada 2024 dan 2025, berada di angka 11 kasus, sedangkan pada 2026 hingga April ini sudah terjadi 3 kasus kematian ibu. Sedangkan AKB pada 2024 hingga April 2026, ini setiap tahunnya masing-masing 62 kasus, 62 kasus dan 12 kasus.</p>



<p>Di sisi lain, prevalensi Stunting menunjukkan penurunan yang signifikan dimana pada 2024 berada diangka 8,4 persen dan hingga April 2026 ini menurun menjadi 7,65 persen. Meski telah berada di 1 digit stunting, Mbak Cicha melihat prevalensi stunting masih berpotensi untuk terus membaik. Untuk itu diharapkan Kader Srikandi Biru bisa lebih optimal dalam mendampingi masyarakat.</p>



<p>“Mendekatkan diri kepada masyarakat, lebih sabar dalam mengedukasi dan lebih peka terhadap kondisi di sekitar kita,” jelas Mbak Cicha.</p>



<p>Sebagai informasi, Kader Srikandi Biru ini lahir dari program kerjasama antara TP PKK Kabupaten Kediri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang bertugas hingga tingkat keluarga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231531</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tasyakuran Sederhana di Hari Jadi Kabupaten Kediri, Ini Harapan Mas Dhito</title>
		<link>https://memontum.com/tasyakuran-sederhana-di-hari-jadi-kabupaten-kediri-ini-harapan-mas-dhito</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyakuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231491</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar tasyakuran Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri, dengan mengusung tema &#8216;Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya&#8217; di lapangan belakang komplek kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (04/04/2026) tadi. Pelaksanaan prosesi ini, diikuti seluruh jajaran pegawai di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat di Kabupaten Kediri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar tasyakuran Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri, dengan mengusung tema &#8216;Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya&#8217; di lapangan belakang komplek kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (04/04/2026) tadi. Pelaksanaan prosesi ini, diikuti seluruh jajaran pegawai di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam pelaksanaan kali ini, prosesi digelar di komplek Kantor Pemkab dan bukan di Pendopo Panjalu Jayati. &#8220;Pelaksanaan ini ditempatkan di Kantor Pemkab, supaya orang yang mau bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang hari ini saya rasa sudah semakin baik. Bahkan, bangunan juga sudah kembali berdiri,&#8221; kata Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bangunan gedung di komplek perkantoran Pemkab Kediri sebelumnya hangus terbakar akibat aksi anarkis massa pada Agustus 2025. Melalui momentum Hari Jadi ini, menjadi penyemangat baru untuk guyub rukun dan bangkit tanpa meninggalkan jati diri.</p>



<p>Dalam prosesi tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri sendiri, diawali dengan penyerahan santunan kepada disabilitas dan anak yatim yang dipimpin langsung oleh Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, bersama istri, Eriani Annisa atau Mbak Cicha dan diikuti Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, serta Forkopimda. Pelaksanaan itu, meski digelar sederhana, menurut Mas Dhito yang terpenting prosesi tersebut tidak meninggalkan esensi Hari Jadi Kabupaten Kediri. Dalam prosesi ini, diadakan pembacaan Prasasti Harinjing yang menjadi cikal bakal Hari Jadi Kabupaten Kediri.</p>



<p>Setelah pembacaan Prasasti Harinjing, diadakan pula penyerahan bagian dari gunungan hasil bumi oleh Bupati Kediri kepada wakilnya sebagai simbol sinergitas dan kerukunan pimpinan daerah. &#8220;Harapan kami di ulang tahun Kabupaten Kediri ke-1222 ini tetap menjadi kabupaten yang guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,&#8221; imbuh Mas Dhito. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231491</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Kaji dan Belum Tetapkan WFH untuk ASN Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-kaji-dan-belum-tetapkan-wfh-untuk-asn-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[tetapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231488</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tengah mengkaji dan belum menetapkan hari pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam pelaksanaan WFH atau tugas kedinasan dari rumah itu, bupati lebih memilih untuk tidak terburu-buru meski pemerintah pusat telah menetapkan pelaksanaannya setiap hari Jumat di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tengah mengkaji dan belum menetapkan hari pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam pelaksanaan WFH atau tugas kedinasan dari rumah itu, bupati lebih memilih untuk tidak terburu-buru meski pemerintah pusat telah menetapkan pelaksanaannya setiap hari Jumat di tiap pekannya.</p>



<p>&#8220;Untuk WFH kita akan melihat dahulu. Kalau kita tetapkan di Jumat, maka sejauh mana efisiensinya (penggunaan BBM, red). Jadi, nanti kita lihat,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p>Bupati Kediri juga menyebut, bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengikuti arahan pusat yakni pada Jumat. Namun, untuk sementara pihaknya belum menetapkan secara resmi.</p>



<p>&#8220;Kita akan evaluasi per dua Minggu atau sebulan. Kalau ternyata pengurangan penggunaan BBM tidak signifikan, maka kita akan coba konsultasi dengan Kemendagri,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Dhito juga menegaskan, bahwa meskipun nantinya kebijakan WFH tersebut resmi dijalankan, namun akan tetap melakukan evaluasi rutin. Bahkan, untuk memastikan ASN bekerja di rumah, absensi bakal dilakukan 3 hingga 4 kali dan diwajibkan selfie atau swafoto.</p>



<p>Untuk foto yang diambil, pun menggunakan ponsel dan dikirimkan ke kepala OPD yang bersangkutan untuk diteruskan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Selain itu, ponsel juga diwajibkan selalu dalam kondisi aktif.</p>



<p>&#8220;Kalau (foto, red) nggak ada, ya kita anggap tidak absen. Sementara untuk handphone, juga harus aktif dan 5 menit tidak angkat teleponnya, maka kita kasih surat peringatan,&#8221; terang Mas Dhito.</p>



<p>Berdasarkan SE Mendagri Nomor 800.1.5/3349.SJ tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah tersebut, selain WFH juga diatur mengenai pembatasan perjalanan dinas baik itu dalam maupun luar negeri. &#8220;Kalau luar negeri, saya rasa Pemkab tidak pernah melakukan. Kalau dalam negeri, kita akan lihat penyesuaian-penyesuaian dan kita telah lakukan ini dari awal 2026 ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231488</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Besar ASN Pemkab Kediri Pasca Libur Lebaran, Momentum Kebangkitan Semangat Pelayanan</title>
		<link>https://memontum.com/apel-besar-asn-pemkab-kediri-pasca-libur-lebaran-momentum-kebangkitan-semangat-pelayanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 07:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (25/03/2026) tadi. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, menekankan bahwa apel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (25/03/2026) tadi.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, menekankan bahwa apel tersebut menjadi momentum kebangkitan semangat kerja pasca Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus refleksi dalam memperingati usia Kabupaten Kediri yang ke-1222 tahun. “Ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan lamanya waktu di kantor. Melainkan, sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Wabup membacakan sambutan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa pasca libur panjang, masyarakat membutuhkan pelayanan yang sigap dan optimal. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan hingga perizinan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta bisa langsung bekerja maksimal tanpa penyesuaian yang berlarut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diungkapkan pula, sejumlah isu strategis daerah, diantaranya penanganan kemiskinan yang masih berada di angka 9,81 persen serta upaya penurunan stunting. Kedua hal tersebut, membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.</p>



<p>Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi layanan yang kurang optimal, khususnya di fasilitas kesehatan.</p>



<p>Sebagaimana tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, yaitu &#8216;Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya&#8217;, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai budaya, serta diperkuat oleh persatuan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.</p>



<p>Mbak Dewi-sapaan Wabup Kediri, menegaskan bahwa apel ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru, serta penguatan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik. “Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” paparnya. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[akhirnya]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[templek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sumur bor di Dusun Templek, Kabupaten Kediri, yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), kini mulai mengeluarkan air bersih setelah proses pengeboran mencapai kedalaman sekitar 100 meter, Senin (02/03/2026) tadi. Keberhasilan keluarnya air bersih dari sumur bor tersebut, menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan kualitas air. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sumur bor di Dusun Templek, Kabupaten Kediri, yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), kini mulai mengeluarkan air bersih setelah proses pengeboran mencapai kedalaman sekitar 100 meter, Senin (02/03/2026) tadi.</p>



<p>Keberhasilan keluarnya air bersih dari sumur bor tersebut, menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan kualitas air. Pelaksanaan program ini, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri.</p>



<p>Kepala Dusun Templek, Asik, mengatakan lokasi pembangunan sumur bor sebelumnya merupakan sumur lama peninggalan warga yang sudah puluhan tahun tidak dimanfaatkan. &#8220;Dahulu ini sumur tua peninggalan Mbah Wo. Sumur ini sudah lama tidak dipakai dan tempatnya sempat rimbun serta sempat dijadikan tempat pembuangan sampah,&#8221; kata Asik.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, sumur lama tersebut hanya memiliki kedalaman sekitar 6 hingga 8 meter. Sehingga, menjadikan kualitas air yang dihasilkan kurang baik. Selain itu, kondisi lingkungan sekitar yang pernah dipenuhi timbunan sampah serta kedekatan sumber air dengan sanitasi rumah tangga membuat air yang digunakan masyarakat sering keruh dan berbau.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui Program TMMD, sumur tersebut kemudian dibor lebih dalam hingga mencapai sekitar 100 meter. Dari kedalaman tersebut, air yang keluar tampak lebih jernih dan diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik untuk kebutuhan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sekarang airnya sudah keluar dan terlihat lebih bersih. Harapannya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Meski demikian, proses pengerjaan sumur bor tersebut hingga kini masih terus berlangsung dan diperkirakan telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen. Keberadaan sumur bor ini juga disambut antusias oleh warga. Banyak masyarakat yang datang melihat langsung proses pembangunan hingga keluarnya air dari sumur tersebut.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat, Very Anggun, mengatakan keberadaan sumur bor tersebut memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. &#8220;Airnya sekarang terlihat jernih. Semoga bisa membantu kebutuhan warga sehari-hari,&#8221; kata Very.</p>



<p>Dengan mulai mengalirnya air bersih dari sumur bor tersebut, warga berharap persoalan ketersediaan air yang selama ini mereka alami dapat segera teratasi. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir</title>
		<link>https://memontum.com/anggota-satgas-tmmd-kediri-beri-materi-wawasan-kebangsaan-untuk-siswa-mi-al-munir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[al-munir]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[materi]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230567</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Anggota Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri dari Yonif 512/QY, Praka Dodik, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Munir, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan itu, merupakan bagian dari program non fisik TMMD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Anggota Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri dari Yonif 512/QY, Praka Dodik, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Munir, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan itu, merupakan bagian dari program non fisik TMMD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah sasaran program.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Praka Dodik menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghormati perbedaan. Termasuk, menumbuhkan semangat kebhinekaan sejak usia dini.</p>



<p>Disampaikannya, pembekalan wawasan kebangsaan kepada pelajar merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. &#8220;Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini. Dengan memahami wawasan kebangsaan, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa nasionalisme dan semangat menjaga persatuan bangsa,&#8221; kata Dodik.</p>



<p>Dalam penyampaian materi itu, disampaikan secara sederhana dan komunikatif. Sehingga, mudah dipahami oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak berdialog serta menjawab pertanyaan seputar nilai-nilai kebangsaan sehingga suasana belajar berlangsung lebih interaktif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127 dari Brigif 16 Wira Yudha, Lettu Inf Sunarno, mengatakan bahwa kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan merupakan bagian dari upaya pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di desa lokasi TMMD. Sementara TMMD sendiri, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti infrastruktur desa, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan edukasi.</p>



<p>&#8220;TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat. Melalui materi wawasan kebangsaan ini, kami berharap anak-anak memiliki semangat nasionalisme dan kedisiplinan sejak dini,&#8221; ujar Lettu Inf Sunarno.</p>



<p>Sementara itu, Kepala MI Al-Munir Desa Gadungan, Triono, menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukatif yang dilakukan oleh Satgas TMMD di sekolahnya. &#8220;Kehadiran anggota TNI memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena mereka dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai nilai-nilai kebangsaan dari prajurit TNI,&#8221; urainya.</p>



<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Dengan materi ini, siswanya mendapatkan tambahan wawasan tentang nasionalisme dan cinta tanah air yang sangat penting bagi pembentukan karakter.</p>



<p>Dirinya berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Sehingga, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik di sekolah, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal di masa depan. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230567</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
