<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kedungkandang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kedungkandang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 10:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kedungkandang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-peresmian-sppg-kedungkandang-wali-kota-wahyu-sebut-sppg-di-kota-malang-minim-permasalahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[permasalahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang disebut minim permasalahan. Hal itu, sebagaimana diungkapkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kedungkandang, Kamis (07/05/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program prioritas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang disebut minim permasalahan. Hal itu, sebagaimana diungkapkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kedungkandang, Kamis (07/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program prioritas Presiden, melalui pengawasan ketat serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). “Pak Direktur tadi juga menyampaikan, bahwa Kota Malang termasuk daerah yang minim permasalahan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau saya lihat, memang tidak ada sama sekali. Ini menjadi satu bukti kekompakan, kesadaran dari SPPG untuk bisa melangkah sesuai dengan SOP yang sudah diberikan oleh BGN,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa Pemkot Malang membentuk Satgas khusus untuk melakukan pemantauan seluruh SPPG di Kota Malang. Satgas tersebut, dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang dan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kami terus memantau dan Ketua Satgas kami Pak Sekda. Mereka keliling dan selalu melaporkan perkembangan SPPG yang ada di Kota Malang,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut disampaikan, bahwa untuk pengawasan dilakukan secara acak melalui Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk memastikan seluruh dapur MBG menjalankan SOP dengan baik. “Kalau tidak Sidak, mereka bisa menyiapkan dahulu. Karena itu kami lakukan random,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain melakukan pengawasan langsung ke SPPG, ujarnya, Pemkot Malang juga meminta sekolah memberikan laporan terkait kualitas layanan MBG yang diterima siswa. “Sekolah yang merasakan dan mengetahui hasil dari SPPG. Jadi, kami minta mereka juga memberi respons kepada Satgas,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panen Cabai di Kedungkandang, Wali Kota Malang Soroti Selisih Harga dari Petani hingga Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/panen-cabai-di-kedungkandang-wali-kota-malang-soroti-selisih-harga-dari-petani-hingga-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[selisih]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231725</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan panen cabai sekaligus menyerahkan Bantuan Sarana Produksi (Saprodi) kepada 12 kelompok tani di lahan Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (16/04/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan panen cabai sekaligus menyerahkan Bantuan Sarana Produksi (Saprodi) kepada 12 kelompok tani di lahan Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (16/04/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa panen cabai tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, mengingat komoditas cabai masih menjadi penyumbang utama kenaikan harga di Kota Malang. Menurutnya, tanaman cabai di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi tersebut mampu dipanen hingga 15 kali dalam setahun dengan estimasi produksi mencapai enam ton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Cabai ini baru empat bulan sudah panen dan dalam setahun bisa sampai 15 kali panen. Harapannya produksi lokal ini bisa membantu memenuhi kebutuhan cabai masyarakat dan menekan harga di pasaran,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Wali Kota Wahyu juga menyoroti adanya selisih harga cukup besar antara harga yang diterima petani dan harga jual di pasar. Itu karena, petani menjual cabai di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu perkilogram, sementara harga di pasar masih berada di atas harga tersebut. Sehingga, kondisi itu dinilai menunjukkan adanya rantai distribusi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kita akan cek jalur distribusinya, mulai dari pembelian di petani, masuk ke Pasar Induk, hingga ke distributor dan pasar-pasar. Karena ada selisih harga yang cukup tinggi, ini yang akan kita telusuri,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain panen cabai, Pemkot Malang juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada 12 kelompok tani, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah perkotaan. Meski berstatus kota, namun masih memiliki potensi produksi bahan pangan seperti cabai, padi dan jagung yang dapat mendukung ketahanan pangan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diharapkan mampu menyerap hasil pertanian lokal secara langsung dari petani. Meski begitu, Pemkot Malang tetap fokus mengendalikan harga cabai di pasar umum agar inflasi daerah tetap terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau untuk MBG bisa langsung dari petani. Tetapi yang kita petakan sekarang adalah harga di pasar yang masih tinggi, supaya daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi Kota Malang bisa dikendalikan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231725</post-id>	</item>
		<item>
		<title>6 Kali Beraksi di Kedungkandang, Residivis Curanmor Kota Malang Berhasil Dibekuk</title>
		<link>https://memontum.com/6-kali-beraksi-di-kedungkandang-residivis-curanmor-kota-malang-berhasil-dibekuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[residivis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230573</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pelaku Curanmor berinisial MNU dan YW, keduanya warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil diringkus petugas Polsek Kedungkandang Polresta Malang Kota. Tidak tanggung-tanggung, dalam beberapa bulan ini, keduanya telah berhasil mencuri motor sebanyak enam kali di kawasan Kedungkandang, Kota Malang. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pelaku Curanmor berinisial MNU dan YW, keduanya warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil diringkus petugas Polsek Kedungkandang Polresta Malang Kota. Tidak tanggung-tanggung, dalam beberapa bulan ini, keduanya telah berhasil mencuri motor sebanyak enam kali di kawasan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, melalui Kapolsek Kedungkandang, Kompol Roichan, mengatakan bahwa salah satu aksi pelaku yakni mencuri motor Honda Beat di kawasan Kelurahan Kedungkandang pada Jumat (13/02/2026) siang. &#8220;Saat itu, korban berinisial S sedang berada di Kekurahan Kedungkandang, mengantar anaknya melaksanakan PKL. Saat itu, motor di parkir di samping rumah dalam kondisi terkunci stang stir. Namun 30 menit kemudian, saat hendak pulang, motor Honda Beat miliknya telah hilang,&#8221; ujar Kompol Roichan, saat rilis pada Jumat (27/02/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian ini, tambahnya, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas segera melakukan penyelidikan. Dari rekaman CCTV, diketahui bahwa pelaku berjumlah 3 orang dengan mengendarai motor Honda Supra.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari hasil penyelidikan ini, petugas berhasil menangkap MNU dan YW di warung kopi di kawasan Buring, Kecamatan Kedungkandang, pada Sabtu (21/02/2026) malam,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepada petugas, kedua tersangka mengaku telah mencuri motor Honda Beat tersebut. Sebelum dijual, Nopol motor telah dilepas dan dibuang di Sungai Cemplong Kedungkandang. Selanjutnya, motor dijual di kawasan Pasuruan seharga Rp 2,8 juta. Sementara uang hasil penjualan, kemudian dibagi tiga atau masing-masing Rp 700 ribu. Sedangkan sisanya yakni Rp 400 ribu, dibuat untuk bayar hutang dan Rp 300 ribu untuk pesta Miras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk barang bukti, tambahnya, yakni unit motor Honda Beat, salah satu hasil kejahatan pelaku sebelumnya. &#8220;Untuk satu pelaku masih DPO. Sedangkan dua tersangka sudah berhasil ditangkap dan kami kenakan Pasal 477 Ayat I UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara. Para tersangka adalah residivis, kami masih melakukan pengembangan, termasuk mencari barang bukti,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230573</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bersenjatakan Clurit Rampas Motor, Dua Rampok Wagir Dibekuk Polsek Kedungkandang</title>
		<link>https://memontum.com/bersenjatakan-clurit-rampas-motor-dua-rampok-wagir-dibekuk-polsek-kedungkandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersenjatakan]]></category>
		<category><![CDATA[clurit]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[polsek]]></category>
		<category><![CDATA[rampas]]></category>
		<category><![CDATA[rampok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226154</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pelaku begal yakni MA alias Mawan (26) dan RCS (25), keduanya warga kawasan Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berhasil diringkus petugas Polsek Kedungkandang. Keduanya adalah pelaku perampokan yang telah merampas motor Mio di kawasan belakang Kantor BPBD Kota Malang, Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada 4 Mei [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pelaku begal yakni MA alias Mawan (26) dan RCS (25), keduanya warga kawasan Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berhasil diringkus petugas Polsek Kedungkandang. Keduanya adalah pelaku perampokan yang telah merampas motor Mio di kawasan belakang Kantor BPBD Kota Malang, Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada 4 Mei 2025 sekitar pukul 01.00.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Plh Kapolsek Kedungkandang, AKP Sugeng Iryanto, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika korban berinisial HNM (19), warga Jalan KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sedang bersama temannya sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian. &#8220;Korban dan dua temannya baru saja pulang dari melihat Bantengan di Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Tidak lama kemudian, muncul kedua pelaku mengendarai motor dan bersenjatakan clurit,&#8221; ujar AKP Sugeng, Senin (22/09/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat kebringasan pelaku, kedua teman korban memilih untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, korban masih mencoba mempertahankan motor Mio miliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun saat itu, tangan kanannya malah terkena sabetan clurit. Saat itulah, motor Mio miliknya berhasil dirampas oleh kedua pelaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengetahui identitas para pelaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pelaku MA berhasil kami tangkap di Wagir pada 7 September 2025. Kami kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap RCS di rumahnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas kemudian melakukan pengembangan, termasuk mencari barang bukti. Namun keduanya mengaku kalau motor Mio hasil rampasan telah dijual seharga Rp 2,5 juta kepada orang tak dikenal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kedua tersangka kami kenakan Pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan. Untuk barang bukti clurit dan motor Jupiter MX yang dipakai pelaku sebagai sarana sudah kami amankan. Sedangkan untuk motor korban masih dalam pencarian. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,&#8221; tegas AKP Sugeng. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226154</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Rakyat di Kedungkandang Kota Malang Akan Dibangun dengan Anggaran Rp 200 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-rakyat-di-kedungkandang-kota-malang-akan-dibangun-dengan-anggaran-rp-200-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223286</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun di atas lahan seluas 9 hektare di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, sepenuhnya akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini, disampaikan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun di atas lahan seluas 9 hektare di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, sepenuhnya akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini, disampaikan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa saat ini tengah proses administrasi pembangunan yang masih berjalan. Pembangunan nantinya, diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 200 miliar dan seluruhnya dibiayai pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semua dari pusat, jadi SR tidak ada yang dari daerah. Semuanya dari APBN. Nanti akan ada prototype dari Kementerian PU dan pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Sosial,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (24/06/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, bahwa lahan yang akan digunakan adalah milik Pemkot Malang dan sudah bersertifikat. Sebelumnya, hal ini telah dilakukan kunjungan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan lokasi tersebut telah dinilai layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Prototypenya sudah diberikan oleh PUPR. Konsepnya satu kesatuan bangunan sekolah, sarana-prasarana, hingga asrama jadi satu lokasi. Tidak hanya untuk SD dan SMP, tapi juga SMA. Jadi, nanti seluruh kegiatan dipusatkan di sana,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara menunggu pembangunan fisik dimulai, kegiatan belajar mengajar untuk calon siswa SR akan tetap berlangsung di Politeknik Malang (Poltekom). “Selama proses pembangunan, kita tetap menggunakan Poltekom. Untuk Juli nanti, seluruh calon siswa sudah siap masuk asrama. Kesiapan kami sudah 100 persen, kemarin juga sudah dicek langsung oleh Kepala KSP,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengenai tenaga pendidik menurutnya juga sudah diseleksi oleh Pemkot Malang, namun nantinya seluruh pembiayaan operasional sekolah akan ditanggung oleh pemerintah pusat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223286</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terpengaruh Miras, Dua Pria Diciduk Polsekta Kedungkandang Usai Gondol 480 Telur Omega</title>
		<link>https://memontum.com/terpengaruh-miras-dua-pria-diciduk-polsekta-kedungkandang-usai-gondol-480-telur-omega</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[diciduk]]></category>
		<category><![CDATA[gondol]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta]]></category>
		<category><![CDATA[terpengaruh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219674</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polsek Kedungkandang berhasil meringkus dua pelaku pencurian telur ayam kampung Omega. Keduanya tersangka itu, berinisial TP alias Yogi (32), warga Jalan Muharto, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan GS (17), seorang siswa Kelas 1 SMA. Keduanya sendiri, telah mencuri sebanyak 480 telur senilai sekitar Rp 1 juta, milik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polsek Kedungkandang berhasil meringkus dua pelaku pencurian telur ayam kampung Omega. Keduanya tersangka itu, berinisial TP alias Yogi (32), warga Jalan Muharto, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan GS (17), seorang siswa Kelas 1 SMA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya sendiri, telah mencuri sebanyak 480 telur senilai sekitar Rp 1 juta, milik Juliani (55), warga Jalan Lalsamana Martadinata, Gang IIB, Kelurahan Kota Lama, Jumat (21/02/2025) dini hari. Hanya saja, belum sempat menjual barang curiannya, TP dan GS sudah berhasil ditangkap polisi. Sedangkan Rn, atau pelaku lainnya masih berstatus buron.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Plt Kapolsek Kedungkandang, AKP Sugeng Iryanto, mengatakan bahwa sebelum kejadian, korban memesan telur dari Blitar. Telur tersebut kemudian diantar oleh penjual dan diletakkan di depan rumah korban pada Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 03.00.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Telur tersebut kemudian diletakkan di depan pintu rumah. Namun tidak lama kemudian, muncul tiga pelaku yang berboncengan mengendarai motor melintas di lokasi. Saat itulah pelaku mencuri telur tersebut dan segera kabur,&#8221; kata AKP Sugeng, saat rilis Rabu (26/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kejadian ini, lanjutnya, diketahui oleh korban pada keesokan paginya hingga melapor kejadian ke Polsek Kedungkandang. Aksi pelaku ini, terekam CCTV dan sempat viral di media sosial. Petugas sendiri, kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap TP pada Sabtu (22/02/2025) malam. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan GS. Sedangkan RN, masih buron.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Telur hasil curian belum dijual. Barang bukti kami amankan dari salah satu rumah pelaku. Atas perbuatannya, pelaku kami kenakan Pasal 364 KUHP,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena kerugiannya di bawah Rp 2,5 juta dan para pelaku ini baru sekali melakukan pencurian, maka akan mendapat Restorative Justice (RJ).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, TP mengaku perbuatannya itu dilakukan karena iseng sehabis pesta Miras. &#8220;Rencananya, hasil curian itu akan kami jual untuk beli Miras. Ini baru pertama kalinya dan sebelumnya saya tidak pernah mencuri,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219674</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Pembuangan Sampah Liar, Warga Kedungkandang Dirikan Pos Pantau di Jembatan Pasar Gadang</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-pembuangan-sampah-liar-warga-kedungkandang-dirikan-pos-pantau-di-jembatan-pasar-gadang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dirikan]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah seorang warga Kecamatan Kedungkandang, Moch Zainullah (42), berinisiatif untuk mendirikan pos pantau di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. Inisiatif itu dilakukan, guna mencegah pembuangan sampah liar di kawasan tersebut. Pria yang kerap disapa Zainul, itu menyampaikan bahwa ide mendirikan pos pantau ini bermula saat dirinya mencium bau menyengat di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah seorang warga Kecamatan Kedungkandang, Moch Zainullah (42), berinisiatif untuk mendirikan pos pantau di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. Inisiatif itu dilakukan, guna mencegah pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang kerap disapa Zainul, itu menyampaikan bahwa ide mendirikan pos pantau ini bermula saat dirinya mencium bau menyengat di rumahnya. Awalnya, dirinya mengira bau itu berasal dari septic tank yang bocor, namun setelah ditelusuri, ternyata sumbernya adalah tumpukan sampah di Jembatan Pasar Gadang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya cek ke lokasi setelah Salat Isya, ternyata sampahnya menumpuk di jembatan. Saya lihat, yang buang sampah di sini bukan warga sekitar, tetapi dari orang luar,&#8221; ujar Zainul, Sabtu (01/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zainul menambahkan, warga Kelurahan Bumiayu sebenarnya telah sepakat menggunakan jasa petugas kebersihan keliling untuk mengangkut sampah rumah tangga. Namun, justru banyak orang dari luar daerah yang membuang sampah sembarangan di Jembatan Pasar Gadang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi ada beberapa yang buang sampah itu dari Turen, Bululawang, Tajinan, Tlogowaru, Mburing. Ada satu warga Jalan Terong sisi utara sana. Kalau orang sini tidak ada, pedagang pasar sini pun juga tidak ada,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Menyadari situasi ini, Zainul sempat mengajukan permohonan bantuan tenda ke kelurahan, namun terkendala birokrasi. Akhirnya, dia mendapatkan bantuan tenda dari seseorang dan mendirikan posko pantau tersebut. Sejak saat itu, dirinya dan salah satu rekannya, Ambon rutin berjaga mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, ketika pulang untuk salat Subuh, masih ada oknum yang memanfaatkan momen tersebut untuk kembali membuang sampah di jembatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Begitu saya kembali ke posko setelah salat Subuh, sudah ada tumpukan sampah lagi. Itu yang bikin saya geregetan,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian seperti itu, menurutnya bukan hanya kali pertama saja. Bahkan, Zainul mengaku beberapa kali bersitegang dengan orang-orang yang tetap nekat membuang sampah di lokasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau tidak ada yang jaga di sini, pasti langsung ditaruh di situ,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak posko pantau didirikan, volume sampah di Jembatan Pasar Gadang berkurang signifikan. Jika sebelumnya diperlukan dua truk untuk mengangkut sampah setiap hari, kini cukup dengan satu truk, bahkan pernah hanya menggunakan kendaraan roda tiga jenis Tossa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Yang biasanya butuh dua truk, sekarang cukup satu truk. Kemarin malah cuma pakai Tossa,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zainul berharap, upayanya ini dapat menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dirinya menegaskan akan terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak akan mundur menghadapi para pembuang sampah liar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pelaku Curanmor Asal Kedungkandang dan Seorang Penadah Dibekuk Polresta Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pelaku-curanmor-asal-kedungkandang-dan-seorang-penadah-dibekuk-polresta-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Penadah]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pelaku Curanmor berinisial AR alias Restu (36) dan RW alias Rudi Wahyudi (33), keduanya warga Jalan Kyai Sofyan Yusuf, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil dibekuk petugas gabungan Polresta Malang Kota dan Polsek Kedungkandang. Keduanya, adalah terduga pelaku Curanmor spesialis pengincar motor yang dipakir di teras rumah. Selain menangkap kedua pelaku, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pelaku Curanmor berinisial AR alias Restu (36) dan RW alias Rudi Wahyudi (33), keduanya warga Jalan Kyai Sofyan Yusuf, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil dibekuk petugas gabungan Polresta Malang Kota dan Polsek Kedungkandang. Keduanya, adalah terduga pelaku Curanmor spesialis pengincar motor yang dipakir di teras rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menangkap kedua pelaku, petugas kepolisian juga berhasil menangkap YP alias Yunanta (33) warga Kesamben, Kabupaten Blitar. Seorang pelaku ini, adalah penadah motor curian dari hasil kejahatan Restu dan Yudi. Kini, ketiganya kompak berada di balik jeruji besi Polresta Malang Kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolresta Malang Kota, Kombespol Nanang Haryono melalui Kasat Reskrim, Kompol M Sholeh mengatakan bahwa dalam aksinya, kedua pelaku ini mencari sasaran motor yang di parkir dalam kondisi tak terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kedua pelaku ini berkeliling mencari sasaran motor yang terparkir dalam kondisi tak terjaga. Setelah menentukan sasaran, pelaku membagi tugas. Satu mengawasi dari kejauhan dan satu lagi perperan sebagai eksekutor yang bertugas merusak rumah kunci menggunakan kunci T,&#8221; ujar Kompol Soleh, saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Selasa (24/12/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya mencuri Motor Satria FU 150 di kawasan Jalan Martadinata, Gang V, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 23.00. Motor tersebut dipakir di depan gang yang jauh dari pengawasan pemiliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berbekal kunci T, para pelaku berhasil mencuri motor tersebut dan membawanya ke Kesamben, Kabupaten Blitar. Pelaku kemudian menjual Motor Satria FU tersebut kepada Yunanta seharga Rp 1,1 juta. Hasil dari penjualan motor, digunakan membayar sewa mobil seharga Rp 1 juta dan sisanya yakni Rp 100 ribu dibagi dua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian oleh Yunanta, motor tersebut dijual kepada orang tak dikenal seharga Rp 1,4 juta. Namun beberapa hari lalu, petugas Polresta Malang Kota dan Polsek Kedungkandang akhirnya mendapat informasi bahwa Restu dan Rudi adalah pelaku Curanmor yang telah mencuri motor Satria FU tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap Restu dan Rudi. Saat ditangkap keduanya mengaku sudah 2 kali melakukan aksi Curanmor di Kota Malang. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap Yunanta di rumahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami masih melakukan pengembangan. Kedua tersangka Curanmor kami kenakan Pasal 363 KUHP. Sedangkan penadahnya kami kenakan Pasal 480 KUHP. Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraanya. Pastikan dalam kondisi terjaga dan diberi juga dengan kunci ganda,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fatayat NU Kedungkandang Instruksikan Keluarga Ikut Dukung Penuh Abah Anton untuk Wali Kota Malang 2024</title>
		<link>https://memontum.com/fatayat-nu-kedungkandang-instruksikan-keluarga-ikut-dukung-penuh-abah-anton-untuk-wali-kota-malang-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[fatayat]]></category>
		<category><![CDATA[Instruksikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, dari nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatullah, mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan masyarakat. Hal ini, seperti yang terlihat dalam pertemuan rutin bulanan Fatayat NU Kedungkandang, Minggu (13/10/2024) tadi. Ratusan Fatayat NU dari seluruh ranting di Kedungkandang dan undangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, dari nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatullah, mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan masyarakat. Hal ini, seperti yang terlihat dalam pertemuan rutin bulanan Fatayat NU Kedungkandang, Minggu (13/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ratusan Fatayat NU dari seluruh ranting di Kedungkandang dan undangan pengurus kecamatan, memberikan dukungan penuh kepada Paslon Abadi (Abah Anton-Dimyati). Bahkan dalam sambutannya, Abah Anton menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta Fatayat NU untuk bersama-sama berjuang membangun dan memperbaiki Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita akan berjuang bersama ndandani (memperbaiki, red) kota ini. Fatayat, ayo semangat!. Sebentar lagi kita memasuki masa perjuangan dan 35 hari lagi kita akan memilih pemimpin. Karenanya, pastikan memilih yang benar-benar membawa kemajuan untuk Kota Malang. Abah Anton tidak mencari pekerjaan, tapi niat ibadah,&#8221; kata Abah Anton, yang disambut antusias oleh para peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abah Anton juga menegaskan, bahwa selama menjabat sebagai Wali Kota Malang sebelumnya, dirinya juga tidak pernah mengambil gajinya. Melainkan, menyumbangkan seluruhnya untuk fakir miskin, dhuafa dan anak yatim.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini bukti komitmen saya untuk terus berbuat demi masyarakat,&#8221; lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kedungkandang, Evi, menegaskan dukungan penuhnya untuk Abah Anton-Dimyati. Bahkan, keluarga besar Fatayat harus memberikan dukungan penuh untuk Abah Anton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Fatayat sudah saya instruksikan untuk mendukung Abah Anton. Bahkan, keluarga Fatayat pun juga diharapkan juga memberikan dukungan penuh semua. Beliau adalah warga NU dan telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang mampu membawa Kota Malang lebih maju saat menjabat dahulu,&#8221; ungkap Evi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan Evi, Ketua Fatayat NU Klojen, Rohmaniah, yang turut hadir sebagai undangan, menyampaikan kekagumannya kepada Abah Anton. &#8220;Beliau sosok pemimpin yang merakyat dan berkomitmen. Kami bangga bisa mendukungnya kembali,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Fatayat NU Kedungkandang, Abah Anton semakin optimis menghadapi Pilwali Kota Malang yang tinggal menghitung hari. Fatayat NU pun berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung kemenangan tokoh yang dianggap mampu membawa perubahan positif bagi Kota Malang. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215389</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
