<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kegemaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kegemaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2026 09:45:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kegemaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuk 16 Besar Jatim, Tingkat Kegemaran Baca Kota Malang Capai 59,08</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-16-besar-jatim-tingkat-kegemaran-baca-kota-malang-capai-5908</link>
					<comments>https://memontum.com/masuk-16-besar-jatim-tingkat-kegemaran-baca-kota-malang-capai-5908#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Kota Malang tahun 2025 tercatat berada di posisi ke-16 dari 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur. Kota Malang memperoleh skor 59,08, masih berada di bawah Kota Surabaya yang menempati posisi tertinggi dengan skor 79,42. Meski begitu, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Kota Malang tahun 2025 tercatat berada di posisi ke-16 dari 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur. Kota Malang memperoleh skor 59,08, masih berada di bawah Kota Surabaya yang menempati posisi tertinggi dengan skor 79,42.</p>



<p>Meski begitu, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang menilai capaian tersebut masih tergolong tinggi. Sebab, sistem penilaian TKM tahun ini mengalami perubahan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p>Pustakawan Muda Dispussipda Kota Malang, Santoso Mahargono, menjelaskan bahwa TKM merupakan indikator yang mengukur kebiasaan membaca masyarakat secara nyata, bukan sekadar minat membaca. “Kalau sudah gemar, berarti dia memang membaca. Beda dengan minat baca yang hanya sebatas suka atau tertarik,” ujar Santoso, Jumat (22/05/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, TKM juga menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Wali Kota Malang. Karena itu, pengukurannya dilakukan secara khusus melalui berbagai instrumen yang menilai perilaku membaca masyarakat selama satu tahun penuh.</p>



<p>Santoso menjelaskan, ada banyak komponen yang dinilai dalam TKM. Mulai dari frekuensi membaca, jumlah buku yang dibaca, kebiasaan membeli buku, lokasi membaca, hingga perilaku berbagi bacaan dengan orang lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Misalnya sehari membaca berapa jam, punya buku berapa di rumah, beli buku berapa kali, sampai apakah mengajak orang lain membaca, itu semua diukur,” katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, pola membaca masyarakat juga menjadi perhatian dalam penilaian. Termasuk kecenderungan membaca melalui ponsel, buku cetak, maupun buku digital.</p>



<p>“Perilaku membaca itu juga diukur. Misalnya dia lebih suka baca lewat HP, buku cetak, atau digital. Itu ada bobot penilaiannya,” ucapnya.</p>



<p>Santoso menyebut, sistem pengukuran TKM tahun 2025 berbeda dari sebelumnya. Jika dulu kajian dilakukan oleh pemerintah daerah dan provinsi sebelum dikirim ke pusat, kini seluruh proses dikendalikan langsung oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Akibat perubahan formula tersebut, kategori penilaian seperti baik, sangat baik, maupun istimewa kini sudah tidak digunakan lagi.</p>



<p>“Sekarang tidak ada kategori maupun peringkat resmi. Hanya skor saja,” tambahnya.</p>



<p>Meski Kota Malang berada di urutan ke-16, Santoso menilai posisi tersebut masih cukup kompetitif. Sebab, selisih skor antar daerah dinilai tidak terlalu jauh.</p>



<p>“Kalau dulu yang dilakukan provinsi, Kota Malang termasuk tinggi. Bahkan pernah di bawah Surabaya. Nah, sekarang karena formulanya berubah, kita masih coba melihat posisi berdasarkan skor,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/masuk-16-besar-jatim-tingkat-kegemaran-baca-kota-malang-capai-5908/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkat Kegemaran Membaca Kota Malang Duduki Peringkat II Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/tingkat-kegemaran-membaca-kota-malang-duduki-peringkat-ii-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[duduki]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kota Malang mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2024 Kota Malang mencatat nilai 83 dengan kategori sangat tinggi. Capaian ini, menempatkan Kota Malang di peringkat kedua se-Jawa Timur, setelah Kota Surabaya. Hasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kota Malang mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2024 Kota Malang mencatat nilai 83 dengan kategori sangat tinggi. Capaian ini, menempatkan Kota Malang di peringkat kedua se-Jawa Timur, setelah Kota Surabaya.</p>



<p>Hasil pencapaian sendiri, merupakan lonjakan besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, Kota Malang berada di posisi 22, lalu naik ke peringkat 14 pada tahun 2023, sebelum akhirnya melesat ke posisi dua besar pada tahun 2024.</p>



<p>Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah diterapkan. &#8220;Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai inovasi, mulai mobil baca keliling ke rumah pintar, layanan antar buku dengan sepeda motor, serta Gerakan Literasi Masyarakat Membaca (Gelis Maca),&#8221; kata Yayuk, Rabu (12/02/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Yayuk, bahwa penilaian TGM tersebut didasarkan pada beberapa indikator. Diantaranya, frekuensi membaca setiap minggu, jumlah bahan bacaan per triwulan, durasi membaca per hari, frekuensi akses internet per minggu, serta durasi akses internet per hari. Apalagi, dengan adanya program Gelis Maca menjadi salah satu inovasi unggulan dalam meningkatkan minat baca masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami juga mengoptimalkan pengelolaan rumah pintar yang sudah terbentuk, bantuan bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional pada rumah pintar, penggunaan buku digital pada Rumah Pintar (Sosialisas i-Pusnas dan Pemasangan QR-Code Pusat Baca Digido), pendampingan dari komunitas literasi pada pemustaka baru di rumah pintar, workshop menulis bagi pemustaka di rumah pintar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, lanjutnya, juga dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk, perguruan tinggi dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dalam mendukung produksi buku hasil workshop penulisan.</p>



<p>Di tahun 2025 ini, untuk mempertahankan capain TGM tersebut ada beberapa langkah yang dilakukan. Diantaranya, mempertahankan layanan baca di Perpustakaan Umum dan Pojok Baca Digital (POCADI) yang ada Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka, Malang Creative Center (MCC) dan Taman Trunojoyo. Kemudian, mengintensifkan kunjungan ke 15 rumah pintar yang ada di pinggiran kota serta bekerja sama dengan penerbit buku.</p>



<p>&#8220;Bahkan juga mengajukan bantuan 1.000 buku dan rak ke Perpusnas untuk perpustakaan kelurahan-kelurahan. Dari total 25 kelurahan yang diajukan, yang diterima 20 kelurahan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219209</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
