<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kehidupan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kehidupan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 04:50:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kehidupan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Malang Dorong Semangat Kepahlawanan Diterapkan di Lini Kehidupan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-pahlawan-bupati-malang-dorong-semangat-kepahlawanan-diterapkan-di-lini-kehidupan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 04:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diterapkan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kepahlawanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227570</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (10/11/2025) tadi. Gelaran yang dipimpin Bupati Malang, HM Sanusi, diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkup Pemkab Malang, serta personil Polri dan TNI. Turut hadir, Forkopimda, Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (10/11/2025) tadi. Gelaran yang dipimpin Bupati Malang, HM Sanusi, diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkup Pemkab Malang, serta personil Polri dan TNI. Turut hadir, Forkopimda, Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, Kepala OPD hingga camat se-Kabupaten Malang.</p>



<p>Rangkaian pelaksanaan upacara sendiri, diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan komandan, pengibaran bendera Merah Putih disertai lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Dilanjutkan, dengan pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan nasional yang mengingatkan akan pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa.</p>



<p>Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, yang dibacakan oleh Bupati Malang, menyampaikan pesan penting mengenai keteladanan dari para pahlawan bangsa. Poin utama yang ditekankan adalah kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, dan pandangan jauh ke depan demi generasi masa depan Indonesia. Amanat tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan saat ini dilanjutkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat memperkuat ketahanan nasional serta memajukan pendidikan dan keadilan sosial.</p>



<p>Bupati Malang juga mengingatkan, akan pentingnya untuk merenungkan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Perjuangan tersebut, dimotivasi dengan perasaan cinta tanah air dan sikap yang penuh pengorbanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, termasuk bumi Raja Ampat tempat kita berpijak, para pahlawan berjuang bukan demi diri sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang hari ini berdiri di sini,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Bupati Sanusi juga mengajak semua pihak, untuk meneladani semangat para pahlawan yang rela berjuang secara total untuk kepentingan bangsa dan negara. Perjuangan para pahlawan ini, dilakukan demi generasi mendatang agar bisa menikmati kemerdekaan.</p>



<p>Generasi saat ini, kata Bupati Malang, tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata. Namun, dengan jalan ilmu, empati, dan pengabdian. Perjuangan kini adalah membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan bahwa tidak ada satu anak bangsa pun yang tertinggal dari arus kemajuan.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa semangat kepahlawanan harus diterapkan di semua lini kehidupan, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan, guna mendukung visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni menuju masyarakat yang Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif (SERASI). <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227570</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Jembatan Bailey Kalibiru, Pj Bupati Lumajang Tekankan Aktivitas Ekonomi dan Kehidupan</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-jembatan-bailey-kalibiru-pj-bupati-lumajang-tekankan-aktivitas-ekonomi-dan-kehidupan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bailey]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kalibiru,]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meresmikan Jembatan Bailey Kalibiru yang menghubungkan Dusun Darungan, Desa Pronojiwo dengan Dusun Kebonsenin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (01/06/2024) tadi. Melalui peresmian itu, Pj Bupati berharap bahwa pelaksanaan itu bukan hanya sekadar tanda kelulusan untuk proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai sebuah tonggak penting dalam perjalanan pemulihan bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meresmikan Jembatan Bailey Kalibiru yang menghubungkan Dusun Darungan, Desa Pronojiwo dengan Dusun Kebonsenin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (01/06/2024) tadi. Melalui peresmian itu, Pj Bupati berharap bahwa pelaksanaan itu bukan hanya sekadar tanda kelulusan untuk proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai sebuah tonggak penting dalam perjalanan pemulihan bencana dan pembangunan daerah.</p>



<p>Jembatan Kalibiru sendiri, mulai dibangun kembali setelah mengalami kerusakan akibat banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, pada 7 Juli 2023. Kini, jembatan tersebut telah menjadi simbol keteguhan dan keuletan masyarakat setempat.</p>



<p>Dengan dukungan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), proyek tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Dalam momen peresmian yang sarat makna itu, Pj Bupati Yuyun-sapaan Pj Bupati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja sama semua pihak yang telah memungkinkan jembatan ini kembali berfungsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, dengan doa dan dukungan masyarakat serta seluruh pihak, Jembatan Kalibiru yang kita nanti-nantikan sudah dapat digunakan oleh masyarakat,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun.</p>



<p>Seiring peresmian ini, Pj Bupati berharap bahwa jembatan tersebut akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan memudahkan kehidupan sehari-hari bagi warga Desa Pronojiwo dan Desa Sidomulyo. Dengan peresmian Jembatan Bailey Kalibiru, harapan akan lancarnya akses dan mobilitas masyarakat semakin menggelora. Lebih dari sekadar sebuah konstruksi fisik, jembatan tersebut melambangkan semangat kebersamaan dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan alam.</p>



<p>“Peresmian ini tanpa diragukan lagi, bukan hanya merayakan pencapaian infrastruktur. Tetapi juga, menandai langkah penting dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Kerukunan dalam Kehidupan Bermasyarakat, Wawali Pesan Langkah-langkah Antisipasi</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-kerukunan-dalam-kehidupan-bermasyarakat-wawali-pesan-langkah-langkah-antisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bermasyarakat,]]></category>
		<category><![CDATA[ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[langkah-langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya penguatan terjadinya gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum), terus dilakukan Pemkot Malang. Salah satunya, seperti kegiatan sosialisasi menciptakan kerukunan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, yang digelar di Aula Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (10/07/2023) tadi. Dikatakan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang didapuk menjadi keynote speaker, menegaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya penguatan terjadinya gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum), terus dilakukan Pemkot Malang. Salah satunya, seperti kegiatan sosialisasi menciptakan kerukunan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, yang digelar di Aula Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p>Dikatakan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang didapuk menjadi keynote speaker, menegaskan bahwa wilayah Kecamatan Klojen, tidak boleh lengah atau terlalu bangga dengan predikat minim tindak kriminal. Sehingga, langkah-langkah perkuatan harus tetap diambil.</p>



<p>“Karena memang dari sisi geografi, kawasan Kecamatan Klojen luasnya terkecil, tetapi sangat strategis ada di pusat Kota. Dari sisi populasi penduduk, juga paling sedikit dari lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Tetapi, aktivitas penduduk setiap hari tertinggi karena pusat kota. Nah, ini karakter di wilayah Kecamatan Klojen, maka hari ini dilakukan kegiatan tersebut supaya antisipasi dan kondisi yang sudah ada tetap dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan,” jelas Bung Edi-sapaan akrab Wawali Kota Malang.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada warga yang ada di lingkungan tersebut, untuk selalu beraktivitas yang positif. Baik keagamaan, pertanian, maupun program pemerintah. Sebab, wilayah-wilayah itu sendiri yang menjadi titik pemicu kerawanan tindak pidana kriminal.</p>



<p>“Membaca wilayah dengan baik itu bagian untuk antisipasi supaya kita tahu persis titik-titik kerawanan itu. Kemudian, budayakan kegiatan yang bersifat silahturahmi yang mengajak semuanya. Tidak hanya kegiatan yang bersifat formal, seperti rapat-rapat, tetapi aktivitas sehari-hari, atau aktivitas mingguan,” katanya.</p>



<p>Untuk kerawanan yang perlu diantisipasi, menurutnya ada banyak hal. Namun, terutama tentunya adalah hal-hal yang pada akhirnya membuat situasi tidak aman dan tidak tertib.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya kasih contoh beberapa kelurahan mengadakan kegiatan tetapi akhirnya ada korban, nah itu harus diantisipasi. Selalu diawali dengan suatu kondisi main hakim sendiri, itu tidak boleh,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga berharap kegiatan tersebut nantinya bisa dicontoh oleh kecamatan lain yang ada di Kota Malang. Karena, untuk menjaga ketentraman dan keamanan di wilayah Kota Malang, dibutuhkan peran dari semua pihak yang ada.</p>



<p>“Saya kira ini bagus bisa di contoh oleh kecamatan lain, karena ini memang kewajiban kita untuk mewujudkan satu kondisi tatanan masyarakat yang aman dan tertib. Sekali bukan karena sesuatu hal, tapi ini adalah satu kegiatan yang menjadi kewajiban kita bersama, ya pak camat, pak lurah, porpimcam termasuk lembaga-lembaga kemasyarakatan RT/RW rutin supaya kita tidak lengah dengan kondisi itu,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Klojen, Kota Malang, Heri Sunarka, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif atau pencegahan kemungkinan terjadinya peristiwa tindak kejahatan di wilayah tersebut. &#8220;Lebih baik kita preventif daripada kuratif. Karena itu, saya punya inisiatif ini saya kumpulkan teman-teman lurah di Kecamatan Klojen, tokoh masyarakatnya, kemudian teman-teman jajaran samping, Polsek maupun Koramil. Harapannya, jika terjadi gejala yang mengarah ke gangguan tantribum, itu bisa diantisipasi dari bawah, kalau bisa sedini mungkin bisa dicegah,” ucap Heri.</p>



<p>Lebih lanjut, saat disinggung mengenai tantangan yang dihadapi di wilayah tersebut, pihaknya mengatakan jika tantangannya adalah waspada. Karena menurutnya deteksi dini akan lebih berat, dan unsur pengamanan harus selalu siap siaga.</p>



<p>“Padahal Klojen ini aktifitasnya dibanding kecamatan lain itu luar biasa. Kuncinya adalah kita bisa membersamai masyarakat, saling paham, pemerintah hadir, negara hadir, mereka merasa diayomi dan mereka ikut tata tertib,” imbuh Heri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192910</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
