<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kejadian Luar Biasa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kejadian-luar-biasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2020 12:29:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kejadian Luar Biasa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jember KLB, Tutup Akses Masuk, Pembatasan Jam Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/jember-klb-tutup-akses-masuk-pembatasan-jam-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2020 11:23:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian Luar Biasa]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[Physical Distancing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110105</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Memasuki Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Covid 19, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah dengan (Pemkab) memperketat akses masuk ke kota Kabupaten Jember dan mengendalikan atau berlakukan pembatasan pasar tradisional. Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMr, penyebaran virus covid 19, di Kabupaten jember sudah berstatus KLB, maka dari itu Bupati yang berlatar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Memasuki Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Covid 19, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah dengan (Pemkab) memperketat akses masuk ke kota Kabupaten Jember dan mengendalikan atau berlakukan pembatasan pasar tradisional.</p>
<p>Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMr, penyebaran virus covid 19, di Kabupaten jember sudah berstatus KLB, maka dari itu Bupati yang berlatar belakang dokter ini mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bekerjasama agar masalah ini segera teratasi dan tidak meluas lebih lanjut.</p>
<div id="attachment_110107" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-110107" decoding="async" class="size-full wp-image-110107" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200329-WA0053-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Forkopimda menutup sejumlah akses berkumpulnya masyarakat. (ist) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200329-WA0053-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200329-WA0053-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200329-WA0053-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200329-WA0053-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-110107" class="wp-caption-text">Forkopimda menutup sejumlah akses berkumpulnya masyarakat. (ist)</p></div>
<p>&#8220;Karena jember berstatus KLB, maka tempat keramaian mulai saat ini dikendalikan, mulai besok, kita akan mengendalikan pasar tradisional, baik kota maupun desa, bahkan, seluruh pasar hewan kita instruksikan untuk ditutup,&#8221; tegas Bupati saat penutupan Jalan Sultan Agung, Sabtu (28/3/2020) siang.</p>
<p>Bupati perempuan pertama di Kabupten jember ini juga menjelaskan, tentang pengaturan atau pembatasan Jam bagi pasar tradisional, seperti penjual sembako, sayur, buah, daging dan makanan basah, sedangkan bagi yang berjualan bahan kering diinstruksikan untuk ditutup.</p>
<p>Disamping itu Bupati menghimbau agar pedagang untuk mengatur jarak, mengikuti prosedur kesehatan, dirinya meminta masyarakat untuk disiplin, agar masalah ini segera teratasi supaya tidak berkepanjangan,<br />
sampai ada perkembangan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Saya berharap, ini tidak sampai berkepanjangan, tidak sampai lockodown dan menutup segala aktifitas, kalau kita setengah -setengah, maka hal ini ( Wabah Virus Corona) akan berkepanjangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/KrNev0by6n4" width="750" height="350" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br />
<strong>VIDEO DR HJ FAIDA MMR BERI PENJELASAN. (MEMONTUM.COM)</strong></p>
<p>&#8220;Termasuk, bagi masyarakat yang hendak masuk ke Jember, dari 5 pintu yang ada di Jember semua akan dimulai screening ketat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Begitu juga bupati juga berlakukan pembatasan masuk warga orang yang berasal dari zona merah, terpaksa akan di karantina di tempat tertentu sampai terbukti sehat, supaya ketika masuk ke Kabupaten Jember sudah terdeteksi dengan jelas.</p>
<p>&#8220;Karantina salah satu langkah terbaik buat semuanya, karena lebih baik dipastikan sehat, dari pada belum ada kepastian sama sekali, Jember kita kelola bersama-sama, kita atasi bersama urusan covid 19,&#8221; pungkasnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110105</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebijakan WFH Tak Pengaruhi Sistem Lelang Proyek DPKPCK Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kebijakan-wfh-tak-pengaruhi-sistem-lelang-proyek-dpkpck-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 04:03:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[DPKPCK Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian Luar Biasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Merebaknya wabah Covid-19 atau yang biasa disebut virus corona membuat Pemerintah mengambil langkah tegas demi memutus rantai penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan menginstruksikan agar seluruh pekerja bisa bekerja di rumah atau biasa disebut Work From Home (WFH). Terlebih setelah ditetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Merebaknya wabah Covid-19 atau yang biasa disebut virus corona membuat Pemerintah mengambil langkah tegas demi memutus rantai penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan menginstruksikan agar seluruh pekerja bisa bekerja di rumah atau biasa disebut Work From Home (WFH).</p>
<p>Terlebih setelah ditetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) juga mengeluarkan kebijakan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah. Tak terkecuali untuk Pemerintah di Kabupaten Malang.</p>
<p>Namun ternyata, kebijakan tersebut tidak mempengaruhu kinerja para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dimana di dalamnya juga termasuk untuk proses leang proyek yang bersumber pada dana APBD 2020. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan seluruh proses lelang tetap berjalan sesuai jadwal.</p>
<p>&#8220;Proses lelang tidak ada masalah, kan sistemnya sudah online. Jadi tidak berpengaruh berjalan sesuai dengan jadwal pelaksanaan lelalang,&#8221; ujar Wahyu Senin (23/3/2020).</p>
<p>Menurut Wahyu, saat ini sudah memasuki proses perencanaan, dan dalam waktu 1,5 bulan mendatang sudah bisa mengerjakan sesuai dengan konsep yang sebelumnya telah dilelang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh Pemkab Malang.</p>
<p>“Pihak ketiga dalam waktu dekat sudah bisa melakukan kegiatan. Jika ingin berkonsultasi bisa langsung secara online. Tidak harus ketemu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wahyu mengatakan, saat ini Pemkab Malang memang sedang dalam tahap perencanaan pembangunan Mall Pelayanan Terpadu (MPT), proyek sanitasi dan proyek pipanisasi. Dimana dalam proyek tersebut nantinya akan dikonsep One Stop Service.</p>
<p>&#8220;Proyek MPT kita alokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar dari APBD 2020 untuk bangunan dua lantai di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, dengan konsep One Stop Service atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Di MPT rencananya ada pelayanan pembayaran rekening tagihan PLN, BPJS, Imigrasi, dan Samsat Polres Malang. Kami targetkan pembangunannya selesai di tahun ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, tambah Wahyu, di tahun ini, dirinya juga telah merencanakan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) atau pusat konvensi, yang saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dengan menyedot anggaran sebesar Rp 2,5 miliar dari APBD Kabupaten Malang 2020.</p>
<p>“Jadi kebijakan Pemerintah Pusat tentang Work From Home pada ASN dilingkungan Pemkab Malang, tentunya tidak ada masalah. Roda pemerintahan tetap jalan sesuai dengan program yang sudah direncanakan oleh Bupati Malang,” pungkasnya.<strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dr Umar Usman, Imbau Jaga Tubuh Tetap Fit untuk Antisipasi Corona</title>
		<link>https://memontum.com/dr-umar-usman-imbau-jaga-tubuh-tetap-fit-untuk-antisipasi-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 11:57:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dr Umar Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian Luar Biasa]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Merebaknya virus Covid-19 atau yang lebih sering disebut virus corona, saat ini masih menjadi persoalan. Tidak terkecuali di Indonesia. Terlebih saat Pemerintah Pusat menetapkan bahwa peristiwa tersebut menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dimana hal itu hingga kini juga masih menjadi kecemasan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun peristiwa tersebut telah ditetapkan sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Merebaknya virus Covid-19 atau yang lebih sering disebut virus corona, saat ini masih menjadi persoalan. Tidak terkecuali di Indonesia. Terlebih saat Pemerintah Pusat menetapkan bahwa peristiwa tersebut menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dimana hal itu hingga kini juga masih menjadi kecemasan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.</p>
<p>Meskipun peristiwa tersebut telah ditetapkan sebagai KLB, Pemerintah pun juga menghimbau agar masyarakat tidak merasa panik secara berlebihan. Pasalnya, hal tersebut dapat dikhawatirkan dapat membuat kondisi semakin keruh.</p>
<p>Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, dr Umar Usman mengatakan bahwa, salah satu langkah antisipasi yang paling ampuh untuk dapat menangkal virus tersebut adalah menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi fit dan selalu membiasakan untuk hidup bersih dan sehat. Salah satunya yaitu rajin mencuci tangan setelah melakukan aktifitas sosial ataupun aktifitas di luar ruangan.</p>
<p>&#8220;Virus Covid-19 itu sebenarnya tidak lebih berbahaya dari virus SARS yang pernah lebih dulu pernah menyerang banyak masyarakat. Dan untuk tubuh dengan antibodi yang full, dengan badan yang fit, maka virus itu pun juga Insha Alloh tidak mudah masuk. Maka dari itu kematian corona sekitar 2-3 persen. Kalau sampai ada yang meninggal itu karena yang antibodinya sudah lemah. Kalau untuk orang yang tubuhnya fit, setelah 14 hari akan lewat saja,&#8221; ujar Dr Umar.</p>
<p>Maka dari itu, ia menyarankan agar seluruh masyarakat bisa menjaga agar tubuh tetap berada kondisi yang fit. Bahkan ia menyebut, hal itu sebagai langkah antisipasi yang utama dan satu-satunya.</p>
<p>&#8220;Pembentukan antibodi pertama, mungkin butuh waktu sampai 7 hari, dan akan mengimbangi proses masuknya virus. Dan jika staminanya bagus, mudah-mudahan bisa mengatasi. Serangan kedua setelah itu, antibodi kita malah punya penangkal langsung. Dan antibodi kita sudah siap. Corona seperti itu, karena penyebarannya yang luar biasa,&#8221; kata pria yang juga sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, sebagai langkah pencegahan yang tidak kalah penting yaitu dengan mencuci tangan bersih dengan menggunakan sabun.</p>
<p>&#8220;Cuci tangan ini Insha Allah 80% memotong mata rantai penyebaran virus ini. Dan cuci tangan tidak harus menggunakan hand sanitizer yang mahal, tapi cukup dengan sabun. Karena sebenarnya virus ini kecil dan ringkih. Dan selaputnya itu terdiri dari protein, yang kalau kena cairan sabun itu akan larut dan hancur. Jadi seringlah cuci tangan, karena setelah kita beraktifitas, kita ini tidak tahu, apa yang kita bawa pada tangan setelah kita menyentuh sesuatu,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dr Umar Usman Apresiasi Langkah Pemda Dalam Sikapi Corona</title>
		<link>https://memontum.com/dr-umar-usman-apresiasi-langkah-pemda-dalam-sikapi-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2020 11:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[dr Umar Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian Luar Biasa]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, Dr Umar Usman mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang mengambil langkah tegas dalam menyikapi penetapan peristiwa virus Covid-19 sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk diketahui, Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar bersama jajaran Forpimda dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Malang pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, Dr Umar Usman mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang mengambil langkah tegas dalam menyikapi penetapan peristiwa virus Covid-19 sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).</p>
<p>Untuk diketahui, Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar bersama jajaran Forpimda dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Malang pada Senin (16/3/2020), Walikota Malang telah mengambil sikap untuk menunda kegiatan-kegiatan yang pesertanya berjumlah di atas 30 orang. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi potensi berkumpulnya massa demi memutus rantai penyebaran virus covid-19.</p>
<p>Sebelumnya, Pemkot Malang juga telah memutuskan agar seluruh satuan pendidikan di Kota Malang untuk libur. Hal itu juga sebagai tindak lanjut hasil Rapat Sektor Pendidikan dari Satuan Tugas Keadaan Darurat Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jatim yang digelar pada Minggu (15/3/2020) lalu.</p>
<p>&#8220;Tindakan-tindakan dari masing-masing daerah yang melakukan semi lockdown hampir di seluruh daerah, termasuk Kota Malang juga seperti itu. Dan itu perlu kita apresiasi sebagai langkah antisipatif,&#8221; ujar Dr Umar.</p>
<p>Menurut dia, keputusan tersebut merupakan langkah yang sulit untuk diambil oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, hal itu dapat berdampak pada aktifitas perekonomian di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Apapun keputusan itu, entah lockdown ataukah semi lockdown, itu pastinya keputusan yang sulit. Karena kaitannya pasti komplek. Kita ini ekonomi juga baru lagi berkembang. Sehingga kalau memang kita lockdown, kegiatan ekonomi kita mati, ya juga pasti berdampak apda masyarakat. Tapi dengan lockdown yang sekarang diberlakukan tetap perlu diapresiasi, karena hanya sebagian yang dibatasi aktifitas sosialnya,&#8221; imbuh pria yang juga sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang ini.</p>
<p>Sementara itu, ia menjelaskan untuk di RSUD Kota Malang, hingga saat ini masih belum ada laporan pasien yang memiliki gejala yang mendekati dengan gejala virus convid-19. Namun begitu bukan berarti pihak RSUD Kota Malang hanya berdiam diri dalam menyikapi peristiwa ini.</p>
<p>&#8220;Kita sudah membantu beberapa rumah sakit lain, dengan meminjamkan beberapa alat kita, dan sudah dibawa kesana. Seperti salah satunya di RST Dr Seopraoen kemarin sudah kami kirim tiga bed, untuk dapat menunjang kesiapsiagaan RST. Sementara untuk di RSUD Kota Malang sendiri kami juga sudah membuat protap tentang bagaimana penanganan corona. Beberapa hal juga sudah kami modifikasi, seperti alat pelindung diri (APD). Tentunya juga berdasarkan arahan dari Kemenkes,&#8221; pungkasnya.<strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108660</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
