<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kekayaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kekayaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2025 09:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kekayaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lomba Inovasi Olahan, Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Manfaatkan Kekayaan Alam secara Kreatif dan Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-inovasi-olahan-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-manfaatkan-kekayaan-alam-secara-kreatif-dan-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif. Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif.</p>



<p>Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan Pisang dan Ubi Jalar, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Senin (20/10/2025) tadi. Lomba ini digagas, untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap potensi pangan lokal.</p>



<p>“Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan pangan tersedia, tapi bagaimana masyarakat mampu mengolah dan mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” kata Bunda Indah</p>



<p>Bupati Lumajang menilai, bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya ajang kompetisi kuliner, melainkan bentuk nyata dari gerakan kemandirian pangan berbasis potensi daerah. Dirinya juga menyebut, pisang dan ubi jalar merupakan dua komoditas unggulan Lumajang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Padahal, jika diolah secara kreatif, keduanya bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kita ingin masyarakat Lumajang punya kebanggaan terhadap hasil buminya sendiri. Dari dapur-dapur kecil di rumah tangga, bisa lahir inovasi yang memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada rantai distribusi besar atau impor, melainkan harus tumbuh dari kekuatan lokal yang mandiri. “Kalau kita bisa memanfaatkan hasil bumi sendiri, maka tidak akan ada kekhawatiran terhadap krisis pangan. Lumajang punya potensi besar untuk menjadi daerah yang mandiri pangan,” tegasnya.</p>



<p>Melalui inovasi olahan pangan, Bunda Indah berharap masyarakat semakin sadar bahwa pangan lokal adalah sumber daya strategis yang harus dijaga dan dikembangkan. Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan di tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, lomba olahan pangan seperti ini dapat menjadi ruang belajar dan berbagi inspirasi antar pelaku usaha kecil, komunitas perempuan, hingga generasi muda.</p>



<p>“Ketahanan pangan dimulai dari kesadaran rumah tangga. Dari dapur ibu-ibu di desa, lahirlah ketahanan ekonomi dan sosial kita,” ujarnya penuh semangat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rujak Soto dan Kue Bagiak Jadi Kekayaan Intelektual Komunal Asli Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/rujak-soto-dan-kue-bagiak-jadi-kekayaan-intelektual-komunal-asli-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[bagiak]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[komunal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222087</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kuliner khas Banyuwangi kembali mendapat pengakuan sebagai makanan asli dari Banyuwangi. Adalah Rujak Soto dan Kue Bagiak, yang telah mendapat surat pencatatan dari Kementerian Hukum sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham telah menyerahkan surat pencatatan KIK tersebut kepada Pemkab Banyuwangi, pada 24 Maret 2025. Sebelumnya, lima kuliner [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kuliner khas Banyuwangi kembali mendapat pengakuan sebagai makanan asli dari Banyuwangi. Adalah Rujak Soto dan Kue Bagiak, yang telah mendapat surat pencatatan dari Kementerian Hukum sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).</p>



<p>Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham telah menyerahkan surat pencatatan KIK tersebut kepada Pemkab Banyuwangi, pada 24 Maret 2025. Sebelumnya, lima kuliner Banyuwangi telah mendapatkan status sebagai KIK Pengetahuan Tradisional dari Kemenkumham. Lima kuliner itu, yaitu Sego Cawuk, Sego Tempong, Pecel Pitik, Ayam Kesrut dan Pecel Rawon.</p>



<p>“Alhamdulillah, Rujak Soto dan Kue Bagiak sudah sah diakui secara hukum berasal dari Banyuwangi. Ke depan kita akan terus memfasilitasi agar kuliner dan produk-produk Banyuwangi yang lain, untuk bisa mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum. Ini adalah salah satu upaya untuk menjaga warisan leluhur,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p>Keberadaan KIK, tambahnya, adalah cara pemerintah untuk melindungi keanekaragaman budaya dan hayati Indonesia. Kepemilikan KIK dapat mencegah pihak lain untuk membajak atau mencuri KIK Indonesia.</p>



<p>Bupati Ipuk juga menyebut, bahwa sejak tahun 2021 pemkab telah memfasilitasi 220 pengajuan produk asli Banyuwangi kepada Kemenkumham. Total 220 produk tersebut terdiri atas kuliner, kriya dan permohonan nama dagang. Dari semua produk tersebut, sebagian besar telah mendapatkan KIK, sedangkan beberapa diantaranya masih dalam proses.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita terus mendorong makanan dan budaya warisan leluhur lainnya, untuk dicatatkan sebagai &#8216;karya&#8217; dari Banyuwangi. Tahu Walik dan Pindang Koyong sudah kita ajukan tahun 2023 lalu,” jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, lanjutnya, di tahun ini pemkab kembali mengajukan enam produk kepada Kemenkumham untuk dicatatkan sebagai kekayaan Bumi Blambangan. Diantaranya, tagline Kabupaten Banyuwangi &#8216;The Sunrise of Java&#8217; dan event sport tourism Internasional Tour The Banyuwangi Ijen (ITDBI) sebagai ajang olah raga yang diinisiasi oleh Pemkab Banyuwangi.&nbsp;</p>



<p>Selain pengajuan kekayaan intelektual komunal (kelompok), Bupati Ipuk juga mendorong masyarakat agar mendaftarkan hak cipta atas karya intelektual pribadinya (KIP). “Sosialisasi terus dilakukan agar pelaku UMKM maupun masyarakat umum sadar untuk mendaftarkan hak cipta atas karya mereka. Pemkab juga memberikan fasilitasi bagi siapa saja yang ingin mengajukan permohonan kepada Kemenkumham. Prosesnya juga akan didampingi,” ujarnya.</p>



<p>Seperti tahun ini, pemkab fasilitasi pengajuan merek salon kecantikan dan merek dagang beras biofortifikasi yang dikembangkan perusahaan pertanian asli Banyuwangi PT Pandawa Agri Indonesia. “Dengan mendaftarkan KIP, masyarakat tak hanya mendapatkan jaminan hukum atas karya mereka, melainkan juga jaminan ekonomi. Karena sertifikat KIP bisa dijadikan sebagai jaminan fidusia untuk mengakses pendanaan,” papar Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222087</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Panen Raya Beras Sehat, Pj Bupati Pasuruan Turut Promosikan Kekayaan Ragam Potensi Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/apresiasi-panen-raya-beras-sehat-pj-bupati-pasuruan-turut-promosikan-kekayaan-ragam-potensi-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mengapresiasi upaya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Khususnya, dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan. Pernyataan itu, disampaikannya dalam agenda Panen Raya Beras Sehat di Lahan Padi Binaan LPPNU Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Dusun Suketi, Desa Kejayan, Kecamatan Kejayan, Kamis (09/01/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mengapresiasi upaya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Khususnya, dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan. Pernyataan itu, disampaikannya dalam agenda Panen Raya Beras Sehat di Lahan Padi Binaan LPPNU Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Dusun Suketi, Desa Kejayan, Kecamatan Kejayan, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan yang turut dihadiri Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih, Sobih Asrori, Pj Bupati juga menyampaikan beberapa hal penting. Diantaranya, bahwa produk pangan yang hari ini dipanen bersama memiliki prospek yang bagus ke depan. Sehingga, diharapkan dapat terus dikembangkan.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita hadir di sini untuk Panen Raya Padi Sehat LPPNU dan PCNU Kabupaten Pasuruan. Ini dalam rangka mendukung programnya Presiden Prabowo yakni program makan siang bergizi gratis. Tambahannya, hasil panen produk pertanian di sini adalah beras sehat,&#8221; kata Pj Bupati Pasuruan.</p>



<p>Masih di momen yang sama, Pj Bupati Nurkholis tidak lupa juga mempromosikan kekayaan ragam potensi pertanian Kabupaten Pasuruan, selain tanaman pangan. Diantaranya, seperti Buah Durian, tanaman hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan di beberapa Kecamatan. Seperti di Kecamatan Pasrepan, Lumbang, Puspo, Tutur, Purwodadi Purwosari dan Kecamatan Prigen.</p>



<p>&#8220;Di akhir bulan ada dua event yang sama-sama bagus. Pertama, ada Festival Durian di Rest Area Kecamatan Pasrepan. Kedua, Kenduri Durian di Desa Kronto Kecamatan Lumbang. Maturnuwun rawuhipun Bu Khofifah,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rencananya, event Festival dan Tumpeng Durian akan digelar di Rest Area Pasrepan pada tanggal 25 hingga 26 Januari 2025. Sedikitnya, akan diikuti 17 desa di Kecamatan Pasrepan dengan masing-masing hasil duriannya. Sebut saja Kasmin, Karim, Bawor dan Mrico yang dibudidayakan di Desa Tempuran, Ampelsari, Pohgedang, Mangguhan, Ngantungan, Nggalih, Klakah, Sibon, Petung, Lemahbang dan Tambakrejo. Tidak terkecuali di Desa Jogorepuh, Pohgading dan Rejosalam, Pasrepan.</p>



<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah, dalam sambutannya meyakini jika produk inovasi pertanian yang diinisiasi LPPNU Kabupaten Pasuruan tersebut bermanfaat untuk masyarakat. Utamanya, dalam menyediakan bahan pangan sehat dan berkualitas. Sekaligus, memberikan nilai keekonomian tersendiri bagi para petani, khususnya yang selama ini telah mengembangkannya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini akan kita panen bersama produk padi dengan menggunakan probiotik yang menurut informasinya low carbo dan low callories. Insyaallah akan membuat kita sehat. Mudah-mudahan yang menjadi ikhtiar LPPNU dan PWNU adalah ikhtiar yang dibutuhkan dunia. Bahwa, tren makanan ke depannya adalah makanan yang sehat. Dan inisiasi itu datangnya dari Kabupaten Pasuruan. Alhamdulillah, matur nuwun semuanya dan semoga sukses serta barokah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, mengatakan jika lokasi Panen Raya Beras Sehat dilakukan di areal sawah milik warga Desa Kejayan, Mahmud, yang berhasil membudidayakan Padi varietas Inpari 32. Ditanam di atas lahan 5 ribu meter persegi sejak tanggal 2 Oktober 2024, pemupukan tanaman menggunakan Bio Joss atau pupuk hayati LPPNU dan Asam Amino. Praktis, ini mampu memangkas penggunaan pupuk kimia jenis Urea dan Ponska yang sebelumnya banyak digunakan. Sehingga, menghasilkan padi sehat setara organik. <strong>(pro/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karnaval Budaya Jember Cerminkan Kekayaan Adat di Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/karnaval-budaya-jember-cerminkan-kekayaan-adat-di-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerminkan]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, berbaur bersama ribuan masyarakat guna mengikuti Karnaval Budaya yang diselenggarakan Pemkab Jember, Sabtu (07/09/2024) tadi. Karnaval Budaya ini, diikuti oleh masyarakat Jember, OPD Pemkab Jember, instansi pendidikan, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah horizontal lainnya di Jember. Dalam gelaran ini, seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat Nusantara yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, berbaur bersama ribuan masyarakat guna mengikuti Karnaval Budaya yang diselenggarakan Pemkab Jember, Sabtu (07/09/2024) tadi. Karnaval Budaya ini, diikuti oleh masyarakat Jember, OPD Pemkab Jember, instansi pendidikan, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah horizontal lainnya di Jember.</p>



<p>Dalam gelaran ini, seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat Nusantara yang beragam. Tak ayal, cerminan keberagaman adat budaya di nusantara dari pakaian yang dikenakan, nampak begitu nyata dan meriah.</p>



<p>Bupati Hendy Siswanto yang dalam kesempatan itu juga turun ke lintasan, berjalan titik depan Kantor Mall Pelayanan Publik hingga Alun-alun Kabupaten Jember. Sementara pakaian yang dikenakan Bupati Hendy, adalah bernuansa perpaduan adat Jawa dengan Madura.</p>



<p>Bahkan, dirinya juga mengenakan udeng atau ikat kepala yang unik. Sementara untuk baju yang dikenakan, bermotif lurik khas Jawa, dengan perpaduan warna merah marun dan hitam khas Madura, ditambah corak daun tembakau yang merupakan ciri khas Kabupaten Jember. Sedangkan untuk celana, berwarna hitam seperti celana Sakera, dibalut warna emas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Hendy Siswanto memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, selaku penyelenggara Karnaval Budaya, yang bertajuk &#8216;Nusantara Baru, Indonesia Maju&#8217; dalam rangka menyemarakkan HUT ke 79 Republik Indonesia. &#8220;Hari ini kita buktikan kepada dunia bahwa budaya kita akan terus lestari. Kita berjanji untuk terus mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita. Melalui Karnaval Budaya ini pula, ekonomi kerakyatan berjalan, para pengusaha sewa baju adat laku semua, para perias laku semua, UMKM jalan, kita semua bahagia,&#8221; kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Ke depan, Bupati Hendy meminta agar baju yang dikenakan para peserta Karnaval Budaya lebih menggambarkan kekayaan lokal Kabupaten Jember, suku Jawa dan Madura, kekayaan pertanian Jember, kopi, tembakau dan lainnya.</p>



<p>Dalam pelaksanan Karnaval Budaya ini, terdapat penampilan salah satu defile yang menarik perhatian, yakni drama kolosal perjuangan warga lokal Jember melawan penjajah. Ada juga literasi keuangan ditampilkan oleh defile OJK Jember dan Bank Indonesia cabang Jember, yang menyampaikan pesan untuk menjauhi judi online, serta Pinjol ilegal. Para defile juga menampilkan tarian adat beragam suku Nusantara. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Sumenep Siap Bersinergi Guna Optimalkan Kekayaan Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-sumenep-siap-bersinergi-guna-optimalkan-kekayaan-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bersinergi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera), Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan Pemprov Jatim, untuk lebih menghidupkan sektor pariwisata di areal Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (03/11/2023) tadi. Wakil Bupati Sumenep, Dewi Kholifah, saat membuka Festival Dewi Cemara, berkomitmen membangun sinergitas dalam pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera), Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan Pemprov Jatim, untuk lebih menghidupkan sektor pariwisata di areal Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (03/11/2023) tadi.</p>



<p>Wakil Bupati Sumenep, Dewi Kholifah, saat membuka Festival Dewi Cemara, berkomitmen membangun sinergitas dalam pengelolaan memajukan desa wisata di Jawa Timur. Sebab, sektor pariwisata sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah untuk kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>“Pengembangan desa wisata memang perlu digalakkan lantaran memegang peranan strategis. Tujuannya agar masyarakat termotivasi untuk terus berkiprah dan berkarya mendorong pembangunan. Baik di sektor wisata sejarah, budaya, bahari, maupun wisata pantai,” kata Wabup Sumenep ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Perempuan yang akrab dipanggil Nyai Eva ini menambahkan, melalui Festival Dewi Cemara dapat memunculkan inovasi, kreativitas dan kesenian baru. Itu dapat dimotori para generasi muda untuk mengembangkan desanya masing-masing.</p>



<p>“Tujuannya untuk pelestarian lingkungan dan budaya sebagai bentuk penerapan pariwisata berkelanjutan. Itu demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, maka perlu ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya melalui inovasi dan kreativitas,” terangnya.</p>



<p>Nyai Eva berharap kegiatan ini bisa memacu serta memotivasi semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama berupaya optimal dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan kepariwisataan di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Sementara itu, ada sebanyak 26 kabupaten atau kota di Jawa Timur, yang mengikuti Festival Dewi Cemara di Kabupaten Sumenep mulai 3 hingga 5 November 2023. Adapun rangkaian kegiatan antara lain, Pameran Desa Wisata se-Jawa Timur, Sarasehan Desa Wisata, Virtual Tour Desa Wisata, Pagelaran Seni dan UMKM. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200994</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
