<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kekinian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kekinian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jul 2025 05:34:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kekinian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan HUT RI, Tanggul Tempoe Doeloe Suguhkan Nostalgia Budaya Masa Lalu dan Sentuhan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ri-tanggul-tempoe-doeloe-suguhkan-nostalgia-budaya-masa-lalu-dan-sentuhan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[doeloe]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<category><![CDATA[tempoe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224344</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama masyarakat sangat antusias sambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, berbagai kegiatan telah dilakukan, yang salah satunya bertajuk &#8216;Tanggul Tempo Doeloe&#8217; yang diselenggarakan oleh jajaran Kecamatan Tanggul dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025. Kegiatan tersebut, tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama masyarakat sangat antusias sambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, berbagai kegiatan telah dilakukan, yang salah satunya bertajuk &#8216;Tanggul Tempo Doeloe&#8217; yang diselenggarakan oleh jajaran Kecamatan Tanggul dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025.</p>



<p>Kegiatan tersebut, tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan. Namun, juga mengajak masyarakat untuk bernostalgia menikmati suasana budaya masa lampau dengan sentuhan kekinian.</p>



<p>Acara yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Tanggul, itu menyuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan permainan rakyat yang membangkitkan kenangan masa kecil. Termasuk, mendorong geliat ekonomi lokal melalui bazar makanan dan jajanan jadul.</p>



<p>Tercatat, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan. Mulai Pencak Silat, Tari Ganongan, Tari Celeng, Tari Leak dan Jaranan, yang akan digelar Jumat (25/07/2025) tadi. Kemudian, menyusul Reog &amp; Ganongan, Kreasi Pecut, Can Macanan, Tari Leak, Tari Jaok/Yakso, Janger Campursari LKJ, Tari Jaran Goyang, Tari Margoati dan Janger Berdendang, yang akan digelar Sabtu (26/07/2025) besok. Di hari penutup, ada perlombaan permainan rakyat, senam bersama dengan kostum tempo dulu dan puncak perayaan kemerdekaan, Minggu (27/07/2025) lusa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam serangkaian itu, tidak hanya penampilan seni, namun daya tarik utama dari Tanggul Tempo Doeloe adalah atmosfer tempo dulu yang dihadirkan secara menyeluruh. Para peserta, pelaku seni hingga pengunjung, turut mengenakan busana jadul. Hadir pula aneka permainan anak tradisional dan berbagai kuliner khas masa lalu, yang semakin menambah nuansa nostalgia.</p>



<p>Camat Tanggul, Hanifah, menyampaikan bahwa Tanggul Tempo Doeloe adalah bentuk penghormatan kepada sejarah dan budaya. Selain mengenang perjuangan para pendahulu, acara ini juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai lokal.</p>



<p>&#8220;Kami bersyukur, antusiasme warga sangat tinggi. Dari target 200 pengunjung, tercatat lebih dari 300 orang hadir di hari pertama. Ini membuktikan, bahwa masyarakat rindu dengan suasana kebersamaan khas zaman dulu,&#8221; katanya, Jumat (25/07/2025) tadi.</p>



<p>Acara ini, merupakan yang perdana dan telah dirancang sejak tahun lalu. Rencananya, bakal menjadi agenda tahunan Kecamatan Tanggul dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan cara yang unik dan membumi. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Pasar Bareng untuk Tampilkan Sentra Kuliner Tematik dan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pasar-bareng-untuk-tampilkan-sentra-kuliner-tematik-dan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan mengembangkan dan merombak Pasar Bareng agar menjadi pasar tujuan seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo. &#8220;Rencananya seperti Pasar Bareng, itu akan menjadi salah satu pasar tujuan karena lokasinya sangat strategis,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, saat bersama Forkopimda Plus di Pasar Oro-Oro Dowo, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Selain Pasar Bareng, Wali Kota Wahyu juga ingin pasar-pasar tradisional lainnya bakal ditingkatkan seperti Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Saya sudah meminta Pak Kadis (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, untuk melihat pasar lainnya guna ditingkatkan seperti ini. Pergerakan ekonomi masyarakatnya berputar, pedagang dan pembelinya merasa senang,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menata Pasar Bareng agar bisa mengikuti kesuksesan Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Nanti konsepnya akan kita sesuaikan. Karena lantai bawahnya sepi dan pedagangnya sedikit. Padahal Pasar Bareng memiliki lokasi yang strategis,&#8221; urainya.</p>



<p>Eko akan membuat konsep-konsep yang terbaik agar Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya dengan membuat sentra kuliner tematik. &#8220;Saya ingin Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang menyenangkan dan ramai dikunjungi masyarakat. Nantinya kulinernya akan kita buat tematik. Apakah makanan nusantara, atau kolaborasi Adia dan Timur Tengah. Nanti akan kita coba bermacam-macam kuliner,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena juga menyasar anak-anak muda untuk datang ke pasar, nantinya Pasar Bareng akan dikonsep kekinian. &#8220;Selain kulinernya yang tematik, konsep pasarnya harus kekinian. Harus bisa menarik para pelaku usaha dan pengunjungnya ramai. Seperti yang bisa kita lihat di Pasar Oro-Oro Dowo ini, UKMnya dan pertumbuhan ekonominya jalan, pengunjungnya meningkat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keberagaman Kuliner Kekinian dan Nyaman Jadikan Pasar Klojen sebagai Destinasi Favorit Gen Z</title>
		<link>https://memontum.com/keberagaman-kuliner-kekinian-dan-nyaman-jadikan-pasar-klojen-sebagai-destinasi-favorit-gen-z</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[jadikan]]></category>
		<category><![CDATA[keberagaman]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasar Klojen di Jalan Cokroaminoto, Kota Malang, kini tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan kebutuhan pokok, tetapi juga destinasi favorit bagi generasi Z (Gen Z). Itu karena, dengan banyaknya keberagaman kuliner kekinian dan suasana yang nyaman, membuat pasar semakin ramai dikunjungi muda-mudi yang ingin menikmati. Salah satu pengunjung, Santi Wahyu (25), mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasar Klojen di Jalan Cokroaminoto, Kota Malang, kini tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan kebutuhan pokok, tetapi juga destinasi favorit bagi generasi Z (Gen Z). Itu karena, dengan banyaknya keberagaman kuliner kekinian dan suasana yang nyaman, membuat pasar semakin ramai dikunjungi muda-mudi yang ingin menikmati.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Santi Wahyu (25), mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik untuk mengunjungi pasar tersebut, karena ada beragam kuliner yang sudah viral di media sosial. Terlebih, saat ini sedang di musim libur panjang.</p>



<p>&#8220;Mumpung ponakan lagi libur sekolah, jadi sekalian mampir ke Pasar Klojen karena juga sering muncul di sosial media. Suasananya hari ini ramai sekali, tempatnya bersih, antrean di stand makaman panjang banget, terutama di kuliner yang sering direkomendasikan warganet. Bisa sampai sejam antre,&#8221; ujar Santi, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Santi, dibandingkan dengan Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen menawarkan lebih banyak pilihan kuliner. &#8220;Kalau soal variasi kuliner, Pasar Klojen lebih banyak pilihannya. Tapi kalau dari segi parkir, mungkin lebih leluasa di Pasar Oro-Oro Dowo karena lahannya lebih luas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, pengunjung lainnya Eddy (24), warga asal Bandung mengaku jika dirinya sering datang ke Pasar Klojen, hanya untuk berburu kuliner khas maupun kekinian. Dirinya juga mengapresiasi kemudahan transaksi di beberapa stand, yang sudah menerapkan pembayaran non tunai.</p>



<p>&#8220;Kebetulan suka hunting kuliner, terus ketemulah pasar ini. Tadi udah antre pesen gyoza, pisang wijen, sama niatnya mau ngopi-ngopi di warung kopi depan. Meskipun tidak bawa uang tunai, tapi disini bisa memanfaatkan pembayaran non tunai karena dibeberapa stand telah menyediakan dan sangat memudahkan,&#8221; imbuh Eddy. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218787</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
