<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kelapa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kelapa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 12:35:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kelapa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungi Dirjen PEID Kemendes, Wabup Lathifah Bahas Potensi Program Hilirisasi Kelapa di Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-dirjen-peid-kemendes-wabup-lathifah-bahas-potensi-program-hilirisasi-kelapa-di-kabupaten-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/kunjungi-dirjen-peid-kemendes-wabup-lathifah-bahas-potensi-program-hilirisasi-kelapa-di-kabupaten-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lathifah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229948</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (03/02/3026) tadi. Dalam kunjungan itu, Wabup Lathifah diterima langsung Dirjen PEID di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), H Tabrani. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (03/02/3026) tadi. Dalam kunjungan itu, Wabup Lathifah diterima langsung Dirjen PEID di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), H Tabrani.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, Dirjen PEID juga siap untuk menjembatani ke Kementerian Pertanian untuk Program Hilirisasi Kelapa untuk wilayah Kabupaten Malang. &#8220;Alhamdulillah, tadi Pak Dirjen menyampaikan siap untuk mengakseskan beberapa program. Salah satunya, hilirisasi kelapa di Kementerian Pertanian RI,&#8221; kata Wabup Lathifah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti yang diketahui, Kemendes merupakan kementerian yang muaranya bermitra dengan beberapa kementerian teknis lain. Salah satunya, seperti Kementerian Pertanian. Sedangkan untuk Kabupaten Malang sendiri, mempunyai potensi kelapa yang luar biasa, namun selama ini stagnan.</p>



<p>Tidak terkecuali, Program Replanting (peremajaan) sebagai upaya proses penggantian tanaman lama atau tua, yang tidak produktif dengan bibit baru unggul untuk memulihkan produktivitas. Langkah ini krusial, untuk menjaga hasil Tandan Buah Segar (TBS) dan mempermudah pemanenan. Prosesnya, meliputi tumbang chip, land clearing dan penanaman ulang.</p>



<p>&#8220;Salah satu wujud program tersebut, diantaranya replanting atau peremajaan kelapa tua dan rusak. Nantinya akan ada kemitraan dimana program tersebut akan ada pendampingan dan berakhir dengan adanya off taker kelapa untuk memastikan kelapa hasil petani diserap dengan harga layak. Bahkan jika perlu, pengadaan pengolahan bahan baku kelapa. Sehingga, kelapa bisa menjadi coconut milk dan nilai jual semakin baik,&#8221; ungkap Wabup Malang. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kunjungi-dirjen-peid-kemendes-wabup-lathifah-bahas-potensi-program-hilirisasi-kelapa-di-kabupaten-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229948</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Ketahanan Pangan, 3.331 Bibit Pohon Kelapa Ditanam di SAE L’Sima Ngajum</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-ketahanan-pangan-3-331-bibit-pohon-kelapa-ditanam-di-sae-lsima-ngajum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ditanam]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[l’sima]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225876</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon kelapa di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, naungan Lapas Kelas I Malang, Selasa (09/09/2025) tadi. Kegiatan ini, merupakan bagian dari gerakan serentak jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Indonesia yang dipusatkan di Pulau Nusakambangan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon kelapa di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, naungan Lapas Kelas I Malang, Selasa (09/09/2025) tadi. Kegiatan ini, merupakan bagian dari gerakan serentak jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Indonesia yang dipusatkan di Pulau Nusakambangan.</p>



<p>Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bahkan memimpin langsung acara tersebut tersebut sebagai simbol penguatan ketahanan pangan nasional. Penanaman pohon kelapa dipilih, karena memiliki nilai ekonomi sekaligus ekologis yang tinggi.</p>



<p>Dengan adanya langkah ini, diharapkan peran pemasyarakatan dapat semakin nyata dalam mendukung program pemerintah. Sementara pelaksanaan kegiatan di SAE L’SIMA, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, dengan dihadiri jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Jawa Timur. Hadir pula Forkopimda Jawa Timur, Kota Malang, dan Kabupaten Malang sebagai bentuk dukungan lintas sektor.</p>



<p>Penanaman bibit sendiri, dilakukan secara simbolis sebanyak 50 batang pohon yang dipimpin oleh Kakanwil bersama para kepala UPT, tamu undangan dan warga binaan pemasyarakatan. Antusiasme peserta, terlihat jelas dari keterlibatan aktif seluruh unsur dalam acara ini. Hal tersebut, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemasyarakatan dan masyarakat dapat berjalan harmonis.</p>



<p>Dalam sambutannya, Kakanwil, Kadiyono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon kelapa menjadi momentum penting dalam menyatukan kekuatan jajaran Kemenimipas di Jawa Timur.</p>



<p>“Hari ini kita membuktikan bahwa seluruh jajaran Kemenimipas Jatim bisa bersinergi, bekerja sama dan bergerak bersama mendukung 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Kadiyono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, bahwa kegiatan ini sejalan dengan Program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam hal ketahanan pangan. Kadiyono berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pemasyarakatan dan masyarakat luas.</p>



<p>&#8220;Sebagai bentuk tindak lanjut, total 3.331 bibit pohon kelapa ditanam di SAE L’Sima mulai hari ini. Bibit tersebut merupakan hasil sumbangan dari seluruh UPT Kemenimipas Jawa Timur yang berkomitmen mendukung kegiatan ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pohon kelapa sendiri dipilih, karena dinilai mampu memberikan hasil jangka panjang yang bermanfaat. Baik dari sisi pangan maupun nilai ekonominya. “Bibit-bibit ini kelak akan menjadi sumber daya produktif yang mendukung kemandirian pangan pemasyarakatan,” ujar Kakanwil. Dirinya berharap, SAE L’Sima diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ketahanan pangan pemasyarakatan Jawa Timur yang berdaya saing.</p>



<p>Sementara itu, Kalapas Malang, Teguh Pamuji, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Dirinya menegaskan, bahwa dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi modal besar dalam mengoptimalkan pengelolaan SAE L’Sima.</p>



<p>“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh jajaran, baik dari Kanwil, UPT, maupun Forkopimda. Kehadiran ini adalah bukti nyata bahwa pemasyarakatan tidak berjalan sendiri,” ungkap Teguh Pamuji.</p>



<p>Teguh berharap, agar SAE L’Sima dapat terus berkembang dan optimal sebagai pusat ketahanan pangan pemasyarakatan Jawa Timur. Menurutnya, momentum ini menjadi langkah berharga yang akan memberi manfaat luas bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Limbah Tempurung Batok Kelapa Jadi Briket Ekspor, Warga Gucialit Sukses Dulang Cuan</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-limbah-tempurung-batok-kelapa-jadi-briket-ekspor-warga-gucialit-sukses-dulang-cuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[dulang]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Gucialit]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tempurung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya. Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya.</p>



<p>Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya juga mampu dikembangkan sehingga menjadi ekspor. Dan sudah barang tentu, kini dari setiap transaksi briketnya itu, pun menghasilkan cuan.</p>



<p>&#8220;Kebetulan di Gucialit (Desa, red), limbah tempurung kelapa melimpah ruah. Kalau itu, tidak ada yang memanfaatkan, sehingga saya kumpulkan. Saya cari manfaatnya dan akhirnya terpikir membuat arang briket,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi di rumah produksinya di Desa Gucialit, Sabtu (12/10/2024) tadi.</p>



<p>Nur Hasan juga menjelaskan, kali pertama mengawali usahanya itu, yakni dengan cara manual. Hingga akhirnya, dalam setahun terakhir berbuah manis. Salah satunya, mendapatkan pembeli dari produknya tersebut dengan jumlah 20 hingga 30 ton perdua bulan untuk di ekspor ke Turki.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya promosikan kok alhamdulillah. Ketemu buyer dari Turki dan dia minat. Bahkan datang ke saya, hingga akhirnya produk saya kirim ke negara mereka dan mereka cocok. Alhamdulillah, permintaan sekarang melebihi 2 kontainer atau sekitar 36 ton,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Arang briket sendiri, tambahnya, kini makin menjadi pilihan utama dan banyak orang berganti dari arang konvensional. Kelebihan arang ini, dari berbagai aspek adalah ramah lingkungan, tahan lama, hasil pembakaran lebih bersih, penggunaan mudah dan praktis untuk aktivitas outdoor.</p>



<p>Karenanya, ujar Nur Hasan, tidak heran kalau kemudian arang jenis ini memiliki permintaan tinggi dari negara tetangga. Arang briket juga semakin populer penggunaannya di dunia kuliner.</p>



<p>&#8220;Semoga usaha ini semakin berkembang. Sehingga, nanti bisa mengajak masyarakat pemuda sekitar yang pengangguran bisa bekerja dan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215300</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
