<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kelautan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kelautan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Dec 2024 11:17:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kelautan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tangkap Manfaat, Kementrian Kelautan dan Perikanan Serahkan Dua Kapal Ikan ke Nelayan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/tangkap-manfaat-kementrian-kelautan-dan-perikanan-serahkan-dua-kapal-ikan-ke-nelayan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[kementrian]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217921</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Irjen Pol Lotharia Lati, menyerahkan dua kapal ikan kepada nelayan Banyuwangi. Penyerahan dua unit kapal ikan tersebut, merupakan kapal hasil dari rampasan ilegal fishing yang sudah ditetapkan pengadilan menjadi milik negara. Penyerahan tersebut, dilakukan di Pelabuhan Masami, PT Pasifik Masama Indonesia, Desa Ketapang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Irjen Pol Lotharia Lati, menyerahkan dua kapal ikan kepada nelayan Banyuwangi. Penyerahan dua unit kapal ikan tersebut, merupakan kapal hasil dari rampasan ilegal fishing yang sudah ditetapkan pengadilan menjadi milik negara.</p>



<p>Penyerahan tersebut, dilakukan di Pelabuhan Masami, PT Pasifik Masama Indonesia, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, yang dihadiri pula Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (27/12/2024) tadi. Dua kapal tersebut, diserahkan kepada KUD Mina Blambangan Muncar dan Koperasi Pemasar Pasir Mutiara Pancer, Kecamatan Pesanggaran. Adapun dua kapal ikan yang diserahkan itu, masing-masing berkapasitas 106,67 GT dan 60,05 GT.</p>



<p>Dirjen Latief membeberkan, jika kapal tersebut berasal dari barang rampasan yang sudah ditetapkan pengadilan menjadi milik negara. Agar barang rampasan dapat bermanfaat, KKP memiliki kebijakan &#8216;Tangkap-Manfaat&#8217;, yakni salah satunya dengan menyerahkan kapal tersebut kepada Pemkab Banyuwangi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan.</p>



<p>“Pak Menteri KKP telah mengeluarkan kebijakan agar kapal tangkapan ilegal fishing bisa digunakan bagi nelayan kita, agar meningkatkan produktifitas dalam menangkap ikan,” kata Dirjen Latief.</p>



<p>Dengan kapal tersebut, tambahnya, diharapkan nelayan bisa menangkap ikan dengan jarak yang lebih jauh dan daya tampung tangkapannya lebih banyak. “Kapal ini secara umum sudah siap digunakan dan sudah dilakukan perbaikan di Pontianak. Para nelayan mungkin di awal mendapatkan pendampingan dari kita, nantinya kalau masih ada kekurangan kita akan lakukan pembenahan,” ujar Dirjen Latief.</p>



<p>Banyuwangi, papar Latief menjadi salah satu prioritas yang mendapat hibah kapal hasil rampasan untuk diserahkan ke nelayan. KKP melihat pengelolaan kapal yang dilakukan nelayan Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi daerah lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya punya keyakinan Banyuwangi bisa menjadi contoh baik bagaimana pemanfaatan kapal ini kelak. Saya yakin pengelolaan kapal bantuan di Banyuwangi akan berjalan baik. KKP Akan terus melakukan pendampingan,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih kepada KKP yang telah memberikan bantuan kapal pada nelayan Banyuwangi. Bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi para nelayan Banyuwangi.</p>



<p>“Kami harap dengan kapal yang lebih besar, tentunya hasil tangkap nelayan lebih banyak. Yang ujungnya, pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Dan tentunya akan berdampak pada produksi perikanan tangkap,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Salah satu penerima, yakni Nurul Bahri dari Koperasi Pemasar Laut Pantai Mutiara Pancer, mengatakan bahwa kapal bantuan dari Kementrian tersebut akan digunakan bersama-sama dengan sejumlah nelayan lain yang tergabung dalam koperasinya. “Di koperasi kami ada lima kelompok usaha bersama (KUB) nelayan. Nantinya kapal tersebut akan digunakan secara bergantian,” ujar Bahri.</p>



<p>Bahri juga mengatakan, kapal bantuan tersebut memiliki ukuran yang lebih besar daripada kapal yang saat ini digunakan olehnya dan rekan-rekan. Sehingga, diharapkan bisa digunakan untuk menjangkau lebih luas dan lebih banyak ikan.</p>



<p>“Kapal kami kapasitasnya 30 GT dan kalau kapal bantuan ini 60 GT. Semoga dengan bantuan ini makin banyak ikan yang bisa kami tangkap di laut,” paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217921</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Pasar Murah Produk Kelautan dan Perikanan, Pj Wali Kota Malang Harapkan Tekan Angka Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-pasar-murah-produk-kelautan-dan-perikanan-pj-wali-kota-malang-harapkan-tekan-angka-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202130</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, menggelar pasar murah produk kelautan dan perikanan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (24/11/2023) tadi. Dalam pantauan Memontum.com, terlihat antusiasme masyarakat Kecamatan Lowokwaru, yang begitu tinggi. Karena hanya dalam waktu satu jam, beberapa produk ikan dan olahan ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, menggelar pasar murah produk kelautan dan perikanan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (24/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, terlihat antusiasme masyarakat Kecamatan Lowokwaru, yang begitu tinggi. Karena hanya dalam waktu satu jam, beberapa produk ikan dan olahan ikan yang dijualkan pun ludes terjual.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut diharapkan nantinya masyarakat bisa gemar untuk mengonsumsi ikan. Sehingga bisa meningkatkan gizi dan menekan angka stunting.</p>



<p>“Saya lihat beberapa produk perikanan ini pengolahannya cukup bagus dan cukup banyak. Tadi aja baru saya buka, bahkan saya belum datang, sudah habis beberapa produk ikan dan produk frozennya itu,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika gelaran tersebut juga akan terus dimasifkan di masing-masing Kecamatan Kota Malang. Sebab, nantinya beberapa produk selain ikan juga akan dijualkan. Seperti kebutuhan bahan-bahan pokok, gula, beras dan sebagainya</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Inikan Pasar Murah di Kecamatan Lowokwaru nanti juga akan di yang lainnya juga, jadi kerjasama antara Dispangtan dengan Diskopindag Kota Malang untuk bisa menekan harga. Terutama harga bahan pokok. Tadi ada beberapa, seperti cabe yang langsung habis dan beras SPHP juga tinggal sedikit,” tambahnya.</p>



<p>Terlebih, menurutnya hasil dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dengan Mendagri, harga gula, beras dan cabe cukup tinggi. Sehingga, itu akan terus diintervensi untuk menekan harga.</p>



<p>“Ini yang akan kita intervensi terus untuk bisa menekan terkait dengan harga yang tidak terkendali, supaya inflasi itu juga bisa turun,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan jika penyelenggaraan kegiatan tersebut juga kolaborasi bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Dengan tujuan menjaga stabilisasi pasokan bahan pangan dan mencegah stunting di Kota Malang.</p>



<p>“Kegiatan ini sampai akhir Desember nanti akan terus kita laksanakan. Sementara yang dari Provinsi tahun ini ada 4 lokasi di Kabupaten dan Kota yang dipilih Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, termasuk di Kota Malang. Hari ini di Kecamatan Lowokwaru, insyaallah minggu depan di Kecamatan Sukun dan Klojen,” jelas Slamet.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk harga produk yang dijualkan melalui pasar murah tersebut, memiliki selisih Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu dengan yang ada di pasaran. Seperti harga cumi yang dijualkan Rp 30 ribu, ikan tongkol kenyar Rp 28 ribu, ikan nila Rp 20 ribu, dan sebagainya.&nbsp;<strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202130</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
