<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kelayakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kelayakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 13:48:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kelayakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Periksa Kelayakan Bus, Terminal Arjosari Rutin Ramp Check Bus Minimal 35 Unit Tiap Hari</title>
		<link>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari</link>
					<comments>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[minimal]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus dilakukan secara rutin di Terminal Arjosari, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kepala UPT Terminal Arjosari, Malang, Mega Perwira Donowati. Perempuan yang akrab disapa Mega, itu mengatakan bahwa setiap harinya petugas melakukan pemeriksaan terhadap minimal 35 unit bus. Pemeriksaan tersebut dilakukan, secara acak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus dilakukan secara rutin di Terminal Arjosari, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kepala UPT Terminal Arjosari, Malang, Mega Perwira Donowati.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Mega, itu mengatakan bahwa setiap harinya petugas melakukan pemeriksaan terhadap minimal 35 unit bus. Pemeriksaan tersebut dilakukan, secara acak sehingga tidak semua bus diperiksa.</p>



<p>“Kalau yang hari ini random, tidak semuanya. Tetapi per hari, minimal ada 35 unit bus yang kami cek,” kata Mega, Selasa (10/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa ramp check dilakukan setiap hari terhadap kendaraan yang akan keluar dari Terminal Arjosari. Pemeriksaan tersebut dilakukan, sebagai upaya memastikan setiap bus dalam kondisi laik jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penguji kami sudah kami instruksikan untuk setiap hari rutin melakukan ramp check terhadap kendaraan yang akan keluar dari Arjosari. Jadi bukan hanya saat momen besar saja, tetapi setiap hari merupakan kewajiban rutin penguji kami untuk memastikan kendaraan sudah laik jalan,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, pihak Terminal Arjosari juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan indikasi bus yang tidak laik jalan. Laporan dapat disampaikan melalui media sosial Terminal Arjosari maupun nomor pengaduan Nawa Arjosari.</p>



<p>“Penumpang AKAP maupun AKDP bisa langsung DM Instagram kami atau ke nomor pengaduan Nawa Arjosari. Bisa juga lewat WhatsApp dengan menyertakan bukti dokumentasi seperti foto, video, serta kronologinya,” tambahnya.</p>



<p>Mega menambahkan, laporan tetap dapat disampaikan meskipun kejadian terjadi di luar area terminal, selama disertai bukti pendukung yang jelas. “Kami pasti akan tindak lanjuti dan evaluasi. Asalkan bukti-bukti pendukungnya ada, baik foto, video, maupun kronologi kejadiannya,” imbuh Mega. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kelayakan Hewan Kurban, Mas Dhito Terjunkan Tim DKPP Kediri ke Kandang Peternak</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kelayakan-hewan-kurban-mas-dhito-terjunkan-tim-dkpp-kediri-ke-kandang-peternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[terjunkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, untuk melakukan monitoring hewan kurban. Dalam kegiatan monitoring itu, petugas mendatangi kandang milik peternak yang menyediakan hewan untuk kurban. Selama pelaksanaan, hewan ternak di sejumlah kandang peternak, kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan dalam kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, untuk melakukan monitoring hewan kurban. Dalam kegiatan monitoring itu, petugas mendatangi kandang milik peternak yang menyediakan hewan untuk kurban.</p>



<p>Selama pelaksanaan, hewan ternak di sejumlah kandang peternak, kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan dalam kondisi sehat dan sudah cukup umur. &#8220;Lewat monitoring ini, kami dari DKPP memastikan keterkaitan kesehatan dan kondisi hewan yang akan dijadikan kurban,&#8221; kata Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, meski beberapa bulan terakhir tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, namun hal ini diakui tetap masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Selain kegiatan vaksinasi yang masih berjalan, lewat kegiatan monitoring itu petugas juga melakukan edukasi kepada peternak.</p>



<p>Edukasi ini, supaya para peternak menjaga kondisi kesehatan hewan ternak dan kebersihan kandang. Di sisi lain, melalui kegiatan monitoring yang dilakukan, petugas juga mendata populasi hewan ternak yang siap kurban.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, dari data DKPP pada 2025 ini, jumlah sapi yang siap kurban sebanyak 12 ribu ekor, kambing kurang lebih 46 ribu dan domba 6.600 ekor. &#8220;Hasil monitoring selama 10 hari ini, permintaan (hewan kurban) baik dari masyarakat Kabupaten Kediri maupun luar kabupaten betul-betul luar biasa,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingginya permintaan hewan kurban dari luar daerah, menurut Tutik, patut menjadi perhatian pelaku usaha ternak supaya mengetahui harapan konsumen. Pasalnya, pembeli saat ini lebih selektif dalam memilih hewan yang akan dijadikan kurban.</p>



<p>Untuk memastikan hewan ternak yang keluar kandang dalam kondisi sehat menjelang Idul Adha, Tutik mengaku meminta dokter hewan yang terjun ke lapangan untuk membuatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). &#8220;Jadi, nanti yang menerima sudah tahu ada SKKH. Minimal sudah dicek dokter hewan dan tidak ada indikasi penyakit hewan menular,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kegiatan monitoring hewan kurban yang dilakukan petugas dari DKPP tersebut, mendapatkan sambutan positif dari peternak. Salah satunya, Wahyu Widianto. Pemilik kandang ternak di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih tersebut mengaku SKKH saat ini sangat dibutuhkan para peternak.</p>



<p>&#8220;Seperti tempat kami ini, pembeli kebetulan juga minta SKKH. Alhamdulilah adanya kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pemerintah ini sangat membantu kami para peternak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wahyu Widianto menambahkan, di kandang miliknya terdapat 20 ekor sapi dan hampir semua telah dipesan konsumen untuk kurban. Selain sapi, dia juga mengembangkan ternak domba yang populasinya kini sekitar 200 ekor. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kelayakan Kendaraan Guna Dukung Pelayanan Masyarakat, Bupati Jember Cek Kendaraan Dinas</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kelayakan-kendaraan-guna-dukung-pelayanan-masyarakat-bupati-jember-cek-kendaraan-dinas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Apel Tertib Aset Kendaraan Dinas Operasional dan Kendaraan Jabatan Roda Empat, di pelataran GOR PKPSO dan Gedung Serba Guna, Kaliwates, Rabu (05/03/2025) tadi. Apel ini dilakukan, guna mengetahui sejauh mana kelayakan kendaraan dalam menunjang pelayanan masyarakat. Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Apel Tertib Aset Kendaraan Dinas Operasional dan Kendaraan Jabatan Roda Empat, di pelataran GOR PKPSO dan Gedung Serba Guna, Kaliwates, Rabu (05/03/2025) tadi. Apel ini dilakukan, guna mengetahui sejauh mana kelayakan kendaraan dalam menunjang pelayanan masyarakat.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Karenanya, aset kendaraan sebagai penunjang perlu diperiksa.</p>



<p>&#8220;Untuk itu, kami menggelar apel besar untuk meninjau SDM dan kini kendaraan operasionalnya,&#8221; kata Bupati Jember.</p>



<p>Dalam apel itu, dirinya mengakui bahwa ada sejumlah kendaraan yang masih belum bisa dihadirkan karena banyak sebab. Seperti, tengah dipakai untuk perjalanan dinas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti akan kami pastikan menggelar apel lagi. Pelat merah harus dipakai sesuai fungsinya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menggandeng akademisi untuk memastikan apakah kebijakan provinsi lebih efisien dari pada daerah. Hal itu, merujuk pada efisiensi penggunaan aset kendaraan.</p>



<p>&#8220;Provinsi sudah melakukan sewa mobil, nanti kami hitung dengan cermat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai kendaraan yang tidak layak, Bupati Jember menjelaskan akan melakukan pengkajian. &#8220;Akan kami jadikan temuan lalu dikaji. Apakah harus pengadaan baru atau menerapkan sistem sewa seperti pihak provinsi,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat Desa Ranupani, Bunda Indah Siap Dorong Kelayakan Sarana dan Prasarana untuk Warga</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-desa-ranupani-bunda-indah-siap-dorong-kelayakan-sarana-dan-prasarana-untuk-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[prasarana]]></category>
		<category><![CDATA[ranupani]]></category>
		<category><![CDATA[sarana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216298</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Calon Bupati Lumajang dari nomor urut 2, Indah Amperawati Masdar atau Bunda Indah, mendatangi warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jumat (08/11/2024) tadi. Dalam momen itu, Bunda Indah serap aspirasi dengan bertemu dan bercengkrama dengan penuh keakraban bersama warga masyarakat. Dalam pertemuan yang juga dihadiri para tokoh masyarakat dan pemangku adat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Calon Bupati Lumajang dari nomor urut 2, Indah Amperawati Masdar atau Bunda Indah, mendatangi warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jumat (08/11/2024) tadi. Dalam momen itu, Bunda Indah serap aspirasi dengan bertemu dan bercengkrama dengan penuh keakraban bersama warga masyarakat.</p>



<p>Dalam pertemuan yang juga dihadiri para tokoh masyarakat dan pemangku adat ini, Bunda Indah juga menyampaikan visi misinya. Menurutnya, letak geografis Desa Ranupani, menjadikan perhatian khusus untuk perkembangan potensi ke depannya. Sehingga, selain potensi yang ada di desa terangkat, juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.</p>



<p>&#8220;Saya ingin Ranupani ini yang secara geografisnya sangat potensial untuk pengembangan, bisa mendapat support positif. Tidak hanya dalam mendukung potensi alamnya, namun juga sarana dan prasarana. Senduro memang jauh dari kota, karenanya perlu perhatian serius. Saya sudah janji, nanti kalau Tuhan takdirkan saya jadi Bupati Lumajang, maka akan saya minta tambahan khusus. Salah satunya juga, seperti untuk kuota pupuk subsidi, termasuk pembangunan sekolah yang ada di Ranupani,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui langkah ini, paparnya, maka hak anak-anak yang ingin bersekolah, akan terakomodir. Sehingga, cita-cita dan harapan masa depan anak-anak bisa tercapai. Minimal, sudah barang tentu tidak tertinggal dari kecamatan lain,&#8221; papar Bunda Indah, saat menyapa warga.</p>



<p>Keinginan Bunda Indah ini, tentunya juga berkesesuaian dengan harapan para pemuda setempat, yang selama ini ingin adanya support dari pemerintah. Diantaranya, agar meningkatkan Sumber Daya Masyarakat (SDM), sehingga berimbang dengan infrastruktur yang ada.</p>



<p>Bunda Indah yang berpasangan dengan Mas Yudha sebagai Calon Bupati dan Calon Bupati Lumajang 2024 &#8211; 2029, kali ini betul-betul menjadi harapan warga. Sejumlah kalangan muda-mudi Desa Ranupani, pun menyerukan pilihan pada Bunda Indah &#8211; Mas Yudha. &#8220;Anak muda pilih Bunda Indah &#8211; Yudha. Nomor 2 Menang! Menang! Menang!,&#8221; teriak para pemuda sembari acungkan dua jari. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasuruan Sebar Petugas Pemeriksa Kelayakan Konsumsi Daging Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-peternakan-dan-kesehatan-hewan-pasuruan-sebar-petugas-pemeriksa-kelayakan-konsumsi-daging-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksa]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain. Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain.</p>



<p>Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban sebelum dikonsumsi. Petugas melakukan pemeriksaan dengan teliti memastikan daging kurban layak dikonsumsi.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pemeriksaan post mortem pada hewan kurban berupa organ dan jerohan seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa dan limfoglandula. Masing-masing organ tersebut diperiksa satu-satu untuk memastikan keamanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila ditemukan hal yang mencurigakan, ujarnya, maka petugas berhak untuk menguji daging atau jeroan hewan qurban. Tujuannya, untuk kemudian dilakukan langkah tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>



<p>&#8220;Kita kasih contoh, kalau warna dagingnya pucat atau kotor, atau pas kita iris hatinya kemudian ternyata berpasir, maka sudah pasti terinfeksi cacing hati. Kalau paru-paru biasanya ujung-ujungnya runcing, kalau gak sehat pasti bentuknya berbeda dan agak bau,&#8221; kata Alfiah, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid Subulus Salam, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Selasa (18/06/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Alfiah, total ada 514 titik penyembelihan hewan Qurban di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1318 ekor sapi yang disembelih, ditambah 3995 kambing dan 1610 domba, dan pemotongan akan dilakukan sampai dua hari ke depan. &#8220;Kami terus berkeliling ke semua tempat penyembelihan hewan kurban selama 4 hari berturut-turut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari data yang masuk, masih belum ditemukan adanya organ dalam maupun daging yang tidak layak dikonsumsi. Alfiah menegaskan bahwa ada temuan sedikit cacing hati pada salah satu sapi milik masyarakat. Namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan segera. &#8220;Kami menyampaikan kepada panitia kurban sebaiknya dalam penggunaan pembungkus daging sebaiknya yang berwarna bening supaya jelas warna dagingnya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kelayakan Hewan Kurban di Pedagang Musiman, Dinas Pertanian Kota Batu Siapkan Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kelayakan-hewan-kurban-di-pedagang-musiman-dinas-pertanian-kota-batu-siapkan-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[musiman,]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191573</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pertanian Kota Batu segera turun lapangan untuk memeriksa kelayakan hewan kurban di beberapa titik di Kota Batu. Rencananya, mereka bakal menyasar hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang musiman. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengetahui kelayakan hewan yang akan disembelih dan selanjutnya dikonsumsi oleh manusia. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pertanian Kota Batu segera turun lapangan untuk memeriksa kelayakan hewan kurban di beberapa titik di Kota Batu. Rencananya, mereka bakal menyasar hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang musiman. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengetahui kelayakan hewan yang akan disembelih dan selanjutnya dikonsumsi oleh manusia.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru Yulianto, menjelaskan kegiatan pemeriksaan terhadap hewan kurban tersebut merupakan program tahunan menjelang Hari Raya Idul Adha. &#8220;Menjelang Idul Adha ini, kami secepatnya turun lapangan melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di pedagang musiman. Selain itu, juga ke beberapa kelompok peternak ataupun di kandang milik masyarakat,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (22/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memaksimalkan pemeriksaan itu, ujarnya, Dinas Pertanian akan dibantu oleh tenaga dari perguruan tinggi. Petugas gabungan ini, akan berkeliling mengecek kesehatan seluruh hewan kurban milik pedagang dan peternak di antaranya sapi dan kambing.</p>



<p>Usia dilakukan pemeriksaan, imbuhnya, nantinya akan diberikan tanda berupa stiker. Yakni, stiker yang menjelaskan bahwa hewan tersebut sudah layak dijual. Serta, akan diberikan tanda juga yang menunjukkan hewan itu sehat dan dinyatakan aman untuk disembelih serta dikonsumsi.</p>



<p>&#8220;Jadi, tujuan dari pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan kurban yang akan dijual. Karena, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjual hewan kurban. Bahwa di antaranya hewan sudah berusia dua tahun, tidak sakit dan sudah terverifikasi oleh tenaga medik veteriner,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191573</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
