<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kelestarian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kelestarian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Oct 2024 11:16:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kelestarian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jaga Kelestarian Lingkungan, Plt Bupati Malang Tanam Pohon hingga Ikrar Peduli Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kelestarian-lingkungan-plt-bupati-malang-tanam-pohon-hingga-ikrar-peduli-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215889</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kepanjen &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menjadi Pembina Apel Pasukan rangkaian Bersih Kali Sukun, yang berlokasi di DAM Sembujo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (27/10/2024) tadi. Kegiatan ini, diikuti oleh beberapa unsur, diantaranya TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Malang beserta Camat dan Forkopimcam Kepanjen, kepala desa dan warga setempat, mahasiswa/mahasiswi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kepanjen</strong> &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menjadi Pembina Apel Pasukan rangkaian Bersih Kali Sukun, yang berlokasi di DAM Sembujo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (27/10/2024) tadi. Kegiatan ini, diikuti oleh beberapa unsur, diantaranya TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Malang beserta Camat dan Forkopimcam Kepanjen, kepala desa dan warga setempat, mahasiswa/mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, anggota Ormas, serta penggiat lingkungan hidup.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Malang juga turut melakukan penanaman Pohon Mangga didampingi Sekdin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, bersama-sama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Kasdim 0818 Kabupaten Malang. &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dan meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan utamanya Kali Sukun yang ada di wilayah Desa Sukoraharjo ini,&#8221; kata Plt Bupati Didik.</p>



<p>Dirinya berharap, kegiatan ini mampu menularkan semangat kepedulian dan partisipasi aktif untuk bersama-sama merawat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Dalam kesempatan ini, Plt Bupati Malang juga memimpin pembacaan Ikrar Peduli Lingkungan yang diikuti seluruh peserta Apel Pasukan Bersih Kali Sukun.</p>



<p>&#8221;Suatu kebanggaan dapat melihat antusias dan kolaborasi masyarakat dan juga keluarga besar Kaliku Lestari Nusantara bersama UIN Maulana Malik Ibrahim, yang sangat peduli dan concern dengan kondisi lingkungan terutama di wilayah Kabupaten Malang. Keberadaan organisasi kemasyarakatan, termasuk kelompok aktivis lingkungan hidup dan kelestarian budaya seperti Kaliku Lestari Nusantara ini tentunya sangat membantu Pemerintah Kabupaten Malang, baik dari segi tenaga, inisiatif, maupun sumbangsih pemikiran yang selalu solutif dan responsif terhadap dinamika serta isu lingkungan yang sedang berkembang,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Jaga-Kelestarian-Lingkungan-Plt-Bupati-Malang-Tanam-Pohon-hingga-Ikrar-Peduli-Lingkungan-2.jpg?resize=600%2C426&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-215891" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Jaga-Kelestarian-Lingkungan-Plt-Bupati-Malang-Tanam-Pohon-hingga-Ikrar-Peduli-Lingkungan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Jaga-Kelestarian-Lingkungan-Plt-Bupati-Malang-Tanam-Pohon-hingga-Ikrar-Peduli-Lingkungan-2.jpg?resize=300%2C213&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">IKRAR: Pembacaan Ikrar Peduli Lingkungan oleh peserta apel. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Plt Bupati Malang menambahkan, spirit seperti ini perlu untuk terus didukung. &#8220;Pemerintah Kabupaten Malang akan sangat bangga apabila semangat ini dapat memotivasi dan menjadi inspirasi bagi kita semua agar lebih aware dengan kelestarian lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurutnya, ada harapan besar, yaitu agar kegiatan seperti ini dapat menjadi pemicu, sekaligus motivasi bagi lahirnya generasi muda Kabupaten Malang yang peduli, inisiatif dan mau berjuang untuk kemajuan Kabupaten Malang. Generasi yang aktif mendukung program pembangunan, utamanya terkait bidang kebersihan dan kelestarian lingkungan.</p>



<p>&#8221;Mari kita mulai dengan hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, menerapkan budaya 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle, serta mulai melakukan pengolahan atau pemilahan sampah secara mandiri. Serta mengurangi bahan sekali pakai dan beralih menggunakan bahan ramah lingkungan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Malang akan selalu berupaya semakin baik dalam pengelolaan sampah, melalui optimalisasi keberadaan Bank Sampah, TPST 3R, maupun melalui gerakan peduli sampah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara mandiri.</p>



<p>&#8220;Mari jadikan momentum ini untuk menebarkan semangat dalam membangun dan melestarikan lingkungan demi terwujudnya Kabupaten Malang yang bersih, indah, sehat dan nyaman,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215889</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kelestarian Budaya Banyuwangi, Bupati Ipuk Hadiri Ritual Adat Seblang Bakungan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kelestarian-budaya-banyuwangi-bupati-ipuk-hadiri-ritual-adat-seblang-bakungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakungan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[seblang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211102</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam. Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam.</p>



<p>Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar setiap 17 Dzulhijjah atau sepekan setelah Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji.</p>



<p>Tariannya yang magis, membuat ritual ini menjadi tontonan menarik yang mampu memikat masyarakat dan para wisatawan.Tahun ini, Seblang ditarikan oleh Isni, wanita berusia 52 tahun. Ini merupakan kali pertama bagi ditinya menjadi Seblang, menggantikan Aisah atau Mbah Isah yang berusia 76 tahun. Mbah Isah telah pensiun sebagai Seblang karena kondisi kesehatannya menurun. Isni terpilih sebagai pengganti dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Aisah.</p>



<p>Sebelum ritual seblang dimainkan, warga menggelar tumpengan bersama di sepanjang jalan desa. Warga kemudian Salat Maghrib dan Salat Hajat berjamaah di masjid setempat. Ritual dilanjutkan dengan parade obor keliling desa (Ider Bumi). Selanjutnya di bawah temaram api obor, warga desa makan tumpeng bersama di sepanjang jalan desa.</p>



<p>Ritual dilanjutkan dengan membacakan mantra untuk si penari Seblang agar ia dirasuki roh leluhur. Dalam kondisi trance, penari Seblang tampil menari dengan iringan musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.</p>



<p>Bupati Ipuk Fiestiandani hadir menyaksikan tradisi tersebut. Bupati menjelaskan bahwa Pemkab terus mendukung penguatan tradisi dan seni budaya Banyuwangi. Salah satunya dengan memasukkan ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahunnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Bupati Ipuk, festival bukan sekadar cara untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga upaya menguatkan gotong-royong dan pelestarian budaya. Sehingga, tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh subur di tengah modernitas.</p>



<p>&#8220;Di sisi lain, ini adalah cara untuk meregenerasi pelaku seni budaya. Jadi ini bukan sekedar hiburan, namun juga edukasi bagaimana kita semua harus memiliki semangat melestarikan adat tradisi dan budaya kita,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Gelaran ritual ini, pun memukau wisatawan. Egor Danilove, wisatawan asal Rusia yang datang ke pertunjukan tersebut mengaku terpukau saat menyaksikan tarian Seblang.</p>



<p>&#8220;Sempat kaget dan merinding saat tahu kalau penarinya dalam kondisi trance. Tapi saya terhibur,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal senada diungkapkan Amelia Putri, wisatawan dari Jogjakarta. Menurutnya, tradisi ini kental akan semangat gotong-royong. &#8220;Saya terkesan dengan budaya gotong-royong warga di sini. Ini tradisi yang harus dilestarikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelum pentas Seblang, warga telah menyiapkan berbagai kegiatan sejak Jumat (21/06/2024). Mulai dari pentas seni hingga bazar UMKM. Selain Seblang Bakungan, di Banyuwangi juga terdapat ritual Seblang Olehsari. Bedanya, Sebalng Olehsari dimainkan oleh remaja perempuan dan digelar hari ketiga Bulan Syawal selama lima hari. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211102</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kelestarian Alam dan Peringati Hari Bumi, Pj Bupati Lumajang Pimpin Tandur Bareng di Desa Sombo</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kelestarian-alam-dan-peringati-hari-bumi-pj-bupati-lumajang-pimpin-tandur-bareng-di-desa-sombo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[tandur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjaga kelestarian alam, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengambil inisiatif penting dengan memimpin aksi tandur bareng di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (06/05/2024) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bumi tahun 2024, yang diselenggarakan setiap tanggal 22 April. Desa Sombo sendiri, merupakan wilayah dengan ketinggian mencapai 1200 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjaga kelestarian alam, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengambil inisiatif penting dengan memimpin aksi tandur bareng di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (06/05/2024) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bumi tahun 2024, yang diselenggarakan setiap tanggal 22 April.</p>



<p>Desa Sombo sendiri, merupakan wilayah dengan ketinggian mencapai 1200 mdpl dan menjadi salah satu desa tertinggi di Kecamatan Gucialit. Keindahan alamnya dan potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama sumber mata air, menjadi fokus utama aksi tandur bareng ini.</p>



<p>&#8220;Penting untuk memaksimalkan potensi Desa Sombo, terutama dalam menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA) yang luar biasa, termasuk kelimpahan air yang dimiliki. Ini merupakan aset berharga yang perlu kita jaga bersama,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun.</p>



<p>Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan tandur bareng ini, paparnya, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam semakin meningkat. Upaya bersama ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sumber mata air dan kelestarian alam di Desa Sombo, agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk kesuburan tanah. Sehingga, warisan alam ini dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kehadiran Pj Bupati Lumajang dalam aksi tandur bareng tersebut, memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Diharapkan, semangat tersebut dapat terus menggelora dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menekankan bahwa kegiatan tandur bareng adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin mengakar di hati setiap individu.</p>



<p>&#8220;Komitmen dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta konservasi sumber daya alam agar dapat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Ini adalah hal yang sangat penting. Melalui kegiatan tandur bareng, kami mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga dan berperan aktif dalam melestarikan lingkungan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209189</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
