<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keliling, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keliling/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 13:15:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keliling, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Demi Uang Baru, Ratusan Warga Malang Raya Serbu Kas Keliling BI</title>
		<link>https://memontum.com/demi-uang-baru-ratusan-warga-malang-raya-serbu-kas-keliling-bi</link>
					<comments>https://memontum.com/demi-uang-baru-ratusan-warga-malang-raya-serbu-kas-keliling-bi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ratusan warga Malang Raya rela mengantre untuk menukarkan uang baru melalui layanan Kas Keliling Bank Indonesia Malang, di Velodrom Jalan Danau Jonge Sawojajar, Kota Malang, Kamis (26/02/2026) tadi. Layanan yang dibuka sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB, itu diserbu masyarakat yang mempersiapkan uang pecahan untuk kebutuhan Lebaran. Dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ratusan warga Malang Raya rela mengantre untuk menukarkan uang baru melalui layanan Kas Keliling Bank Indonesia Malang, di Velodrom Jalan Danau Jonge Sawojajar, Kota Malang, Kamis (26/02/2026) tadi. Layanan yang dibuka sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB, itu diserbu masyarakat yang mempersiapkan uang pecahan untuk kebutuhan Lebaran.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, nampak antrean terus mengalir tanpa henti. Penukaran sendiri, dilakukan melalui mobil kas keliling dengan dua loket, yakni loket pendaftaran dan loket penukaran. Dalam layanan tersebut, penukaran dibatasi hingga 300 penukar.</p>



<p>Salah satu warga Sekarpuro, Azizah, menukarkan uang sebesar Rp 2,8 juta dengan menggunakan dua KTP miliknya dan suami. Dirinya mengaku, harus berburu antrean secara daring pada malam hari agar mendapat kuota.</p>



<p>“Daftarnya lewat BI PINTAR tanggal 13 Februari 2026, mulai pukul 22.00 WIB. Dapat tiga kuota, tapi satu tidak lolos karena pakai KIA. Syaratnya cuma KTP dan email,” ujar Azizah.</p>



<p>Ditambahkannya, proses pendaftaran relatif mudah jika dilakukan saat dini hari karena persaingan tidak terlalu padat. Uang yang ditukarkan terdiri dari berbagai pecahan kecil mulai Rp 50 ribu hingga Rp 1.000 untuk dibagikan saat Lebaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal senada disampaikan warga Pakis, Kabupaten Malang, Ian, yang menukarkan Rp 5 juta untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) anak-anak dan kerabat. Dirinya menilai, sistem penukaran saat ini jauh lebih praktis dibanding sebelumnya.</p>



<p>“Kalau dahulu tukar di Kantor BI dekat alun-alun, antreannya bisa 2 sampai 3 jam. Sekarang antre di rumah lewat online. Saya daftar tengah malam, sekitar 30 menit sudah dapat,” kata Ian.</p>



<p>Setelah tiba di lokasi, Ian hanya menunggu sekitar 10–15 menit sebelum dilayani. Dirinya menilai, sistem baru membuat proses lebih tertib dan cepat. Dalam satu kali penukaran, menurutnya masyarakat dibatasi hingga sekitar Rp 5,3 juta perorang dengan komposisi pecahan kecil yang telah ditentukan.</p>



<p>&#8220;Saya dapat informasi penukaran ini dari media sosial resmi BI dari sebelum Ramadan kemarin. Jadi memang sudah siap-siap mau tukar uang,&#8221; imbuh Ian.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam penukaran uang ini BI Malang menyiapkan dana segar sebesar Rp 3,913 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 6 persen, dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 3,675 triliun. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/demi-uang-baru-ratusan-warga-malang-raya-serbu-kas-keliling-bi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Kediri Larang Bunyikan Pengeras Suara Bervolume Tinggi saat Sahur Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-kediri-larang-bunyikan-pengeras-suara-bervolume-tinggi-saat-sahur-keliling</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkab-kediri-larang-bunyikan-pengeras-suara-bervolume-tinggi-saat-sahur-keliling#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bervolume]]></category>
		<category><![CDATA[bunyikan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[larang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengeras]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) pada saat kegiatan sahur keliling di Bulan Ramadan. Larangan penggunaan pengeras bervolume tinggi tersebut, termasuk pada saat pelaksanaan takbir keliling. Kemudian, larangan lain juga termasuk aksi kebut-kebutan atau balap liar dan konvoi di jalan raya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) pada saat kegiatan sahur keliling di Bulan Ramadan. Larangan penggunaan pengeras bervolume tinggi tersebut, termasuk pada saat pelaksanaan takbir keliling.</p>



<p>Kemudian, larangan lain juga termasuk aksi kebut-kebutan atau balap liar dan konvoi di jalan raya. Imbauan itu, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 300.1.1/1/418.40/2026 tentang pengaturan kegiatan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.</p>



<p>Surat Edaran sendiri, ditandatangani Sekda Mohamad Solikin atas nama Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam rangka menciptakan kondisi ketentraman, ketertiban umum dan mulai ditetapkan, Jumat (20/02/2026) tadi. Dalam SE itu, seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, dalam imbauan yang disebutkan diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat umum dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>&#8220;Tidak menggunakan dan membunyikan pengeras suara bervolume tinggi dalam kegiatan sahur keliling,&#8221; tulis bunyi imbauan dalam SE.</p>



<p><strong>Baca juga :&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong></p>





<p>Pemkab Kediri juga melarang masyarakat, membuat, memperjualbelikan dan membunyikan petasan, kembang api atau bahan peledak lainnya. Disampaikan pula pada SE itu, dalam rangka menyukseskan program dari Kementerian Agama terkait Masjid Ramah Pemudik, setiap masjid yang berada di tepi jalan raya atau jalur mudik diminta untuk buka 24 jam.</p>



<p>Adapun bagi pelaku usaha restoran, kafe, rumah makan, warung nasi, kedai kopi, sesuai edaran tersebut diminta untuk tidak berjualan atau menjajakan dagangannya secara terbuka di siang hari. Sedang, bagi pelaku penjualan takjil diminta untuk tidak menggunakan bahu jalan.</p>



<p>&#8220;Masyarakat dan atau organisasi masyarakat agar tidak melakukan sweeping ke restoran atau kafe atau rumah makan atau warung nasi atau kedai minum dan sejenisnya,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Selanjutnya, kepada pelaku usaha pariwisata diminta untuk mengikuti ketentuan jam operasional selama Bulan Ramadhan, yakni mulai pukul 21.00-24.00. Pelanggaran atas ketentuan yang ada dalam SE akan dikenakan sanksi oleh instansi berwenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkab-kediri-larang-bunyikan-pengeras-suara-bervolume-tinggi-saat-sahur-keliling/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kondusivitas Ramadan, Pemkot Malang Tutup Hiburan Malam dan Batasi Pasar Takjil hingga Takbir Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kondusivitas-ramadan-pemkot-malang-tutup-hiburan-malam-dan-batasi-pasar-takjil-hingga-takbir-keliling</link>
					<comments>https://memontum.com/jaga-kondusivitas-ramadan-pemkot-malang-tutup-hiburan-malam-dan-batasi-pasar-takjil-hingga-takbir-keliling#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batasi]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[kondusivitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230294</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang resmi menetapkan Surat Edaran (SE) mengenai pelaksanaan kegiatan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijiriah. Hal itu dilakukan, untuk menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kota Malang. Dalam edaran yang ditetapkan pada 13 Februari 2026 dan ditandatangi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang resmi menetapkan Surat Edaran (SE) mengenai pelaksanaan kegiatan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijiriah. Hal itu dilakukan, untuk menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kota Malang.</p>



<p>Dalam edaran yang ditetapkan pada 13 Februari 2026 dan ditandatangi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, itu menekankan penggunaan alat musik tradisional untuk aktivitas patrol sahur dengan volume suara yang wajar. Untuk penggunaan pengeras suara di masjid dan musala, pengelola diminta tetap mematuhi pedoman dari Menteri Agama.</p>



<p>&#8220;Masyarakat yang ingin mengadakan takbir keliling dengan memanfaatkan jalan raya, harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Pemerintah Kota Malang,&#8221; ucap Wali Kota Wahyu, Rabu (18/02/2026) tadi.</p>



<p>Poin lainnya, yaitu juga dilarang keras menggunakan petasan demi keamanan lingkungan. Guna memastikan aturan tersebut berjalan efektif, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Terpadu untuk melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Termasuk juga seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Ketua RT/RW hingga pengelola tempat ibadah, diharapkan melaksanakan instruksi itu dengan penuh tanggung jawab,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian, untuk tempat hiburan dilakukan penutupan total. Sementara jenis usaha yang wajib tutup selama Bulan Suci, mulai dari diskotik, pub, bar, karaoke hingga klub malam. Selain itu, juga termasuk panti pijat dan spa serta fasilitas serupa yang berada di dalam hotel.</p>



<p>&#8220;Namun, untuk panti pijat tuna netra, refleksi, serta spa khusus wanita tetap diperbolehkan buka seperti biasa. Sementara itu, operasional rumah biliar dibatasi mulai pukul 20.00 WIB hingga 02.00 WIB,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Pemkot Malang juga mengatur ketat pedagang takjil agar tidak mengganggu ketertiban umum. Penjual dilarang menggunakan badan jalan, taman atau fasilitas umum tanpa izin keramaian dari kepolisian. Selain itu, penyelenggara wajib menjamin keamanan pangan serta menyediakan tempat sampah dan parkir.</p>



<p>&#8220;Untuk sistem pelayanan drive thru pasar takjil, dilarang guna menghindari kemacetan. Restoran, warung makan dan pedagang kaki lima yang buka pada siang hari, wajib memasang tirai penutup agar aktivitas makan-minum tidak terlihat langsung dari luar,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jaga-kondusivitas-ramadan-pemkot-malang-tutup-hiburan-malam-dan-batasi-pasar-takjil-hingga-takbir-keliling/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230294</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Setor Madu, Pemkab Lumajang Hadirkan Program Adminduk Keliling ke Pelosok Desa</title>
		<link>https://memontum.com/setor-madu-pemkab-lumajang-hadirkan-program-adminduk-keliling-ke-pelosok-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[adminduk]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[pelosok]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan merata, dalam serangkaian pelaksanaan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu). Adalah program pelayanan keliling administrasi kependudukan (Adminduk), yang dihadirkan Pemkab Lumajang, dengan menjemput bola langsung ke tengah masyarakat. Kali ini, layanan itu menyasar ke warga Desa Purwosono, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan merata, dalam serangkaian pelaksanaan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu). Adalah program pelayanan keliling administrasi kependudukan (Adminduk), yang dihadirkan Pemkab Lumajang, dengan menjemput bola langsung ke tengah masyarakat. Kali ini, layanan itu menyasar ke warga Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (27/08/2025) tadi.</p>



<p>Program inovatif ini, memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan tanpa harus jauh-jauh datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Mulai dari pembuatan Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dan kematian dapat diakses lebih mudah dan cepat.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa layanan keliling ini hadir untuk memastikan setiap warga, termasuk yang berada di pelosok desa, tidak kehilangan hak dasar atas identitas kependudukan. “Pemerintah harus hadir sampai ke pelosok untuk memastikan seluruh warga mendapatkan dokumen penting yang menjadi hak mereka,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Selain mendekatkan layanan, Pemkab Lumajang juga tengah mempercepat transformasi digitalisasi pelayanan publik. Hal ini diharapkan, dapat memangkas prosedur yang berbelit dan menghadirkan proses administrasi yang cepat, transparan dan tanpa biaya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami ingin semua layanan Adminduk bisa diakses secara mudah, cepat dan gratis. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan tidak ada satu pun warga yang tercecer dari sistem administrasi negara,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menilai bahwa pelayanan Adminduk keliling merupakan kunci untuk membangun kepercayaan publik. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat nyata, tetapi juga melihat langsung komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi yang responsif dan berpihak kepada rakyat.</p>



<p>“Identitas kependudukan bukan hanya syarat administrasi, tetapi pintu masuk bagi warga untuk mendapatkan berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial. Maka, memastikan semua warga memiliki dokumen kependudukan adalah tugas fundamental pemerintah,” ujar Wabup Lumajang.</p>



<p>Melalui program ini, ujar Mas Yudha-sapaan Wabup, Pemkab Lumajang ingin menegaskan bahwa pelayanan publik bukan lagi sesuatu yang sulit diakses, melainkan hak dasar yang harus dijamin negara. Kehadiran pelayanan keliling menjadi simbol pemerintahan yang aktif, adaptif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat pedesaan.</p>



<p>Dengan langkah-langkah seperti ini, Pemkab Lumajang tidak hanya menyederhanakan layanan, tetapi juga memperkokoh fondasi inklusivitas, sehingga setiap warga merasa dihargai dan dilibatkan dalam pembangunan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertibkan Penjual Kopi Keliling, Satpol PP Kota Malang Bidik Pemilik Modal</title>
		<link>https://memontum.com/tertibkan-penjual-kopi-keliling-satpol-pp-kota-malang-bidik-pemilik-modal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[tertibkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penjual kopi keliling yang semakin marak di beberapa lokasi, sudah dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang. Hanya saja, langkah ini terbilang kurang efektif, sehingga di pandang perlu dilakukan pendekatan intensif kepada pemilik modal, atau bukan pekerja di lapangan. Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penjual kopi keliling yang semakin marak di beberapa lokasi, sudah dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang. Hanya saja, langkah ini terbilang kurang efektif, sehingga di pandang perlu dilakukan pendekatan intensif kepada pemilik modal, atau bukan pekerja di lapangan.</p>



<p>Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menyampaikan bahwa dalam hal ini masih dilakukan penelusuran keberadaan pemilik modal. &#8220;Kan mereka pekerja. Nah, pemilik modalnya ini sedang kita cari. Nanti kita panggil, kita ajak ngobrol. Apakah betul mereka disuruh jualan di situ atau tidak. Kalau iya, kita atur supaya hanya boleh berhenti beberapa menit,&#8221; kata Heru, Jumat (08/08/2025) tadi.</p>



<p>Heru menyebut, keberadaan kopi keliling sebenarnya menarik minat wisatawan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Namun, perlu pengaturan agar tidak menimbulkan masalah ketertiban umum.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sepanjang tidak menetap dan tidak menimbulkan kemacetan, sebenarnya tidak masalah. Sama seperti pedagang keliling atau asongan. Yang jadi persoalan itu kalau mangkal terlalu lama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, saat ini Satpol PP lebih mengedepankan pendekatan persuasif daripada tindakan represif. “Saya sekarang pendekatannya ngajak ngomong, tidak menertibkan dengan cara memaksa. Tetap ini harus diatur. Tata kelola sampah dan hal lainnya juga akan kita perhatikan,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya Satpol PP Kota Malang telah menindak tiga pedagang kopi keliling melalui sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Namun, Heru menilai para pekerja tidak seharusnya menanggung sanksi.</p>



<p>&#8220;Mereka bilang hanya buruh. Makanya kita fokus ke operator atau pemilik modal. Kadang mereka rebutan lokasi, apalagi saat jam pulang mahasiswa. Jadi, pengaturannya harus lewat pemilik modalnya,&#8221; imbuh Heru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Api Porprov Jatim IX 2025, Wali Kota Malang hingga Atlet Kirab Api Keliling di Lima Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/terima-api-porprov-jatim-ix-2025-wali-kota-malang-hingga-atlet-kirab-api-keliling-di-lima-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, secara resmi menerima api obor Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur Tahun 2025, di Terminal Landungsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (27/06/2025) tadi. Api obor tersebut, diserahkan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, secara resmi menerima api obor Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur Tahun 2025, di Terminal Landungsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (27/06/2025) tadi.</p>



<p>Api obor tersebut, diserahkan secara langsung Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Prosesi penyambutan, turut dimeriahkan oleh pertunjukan kesenian tradisional bantengan dari Putra Mandala, sebagai bentuk semangat kebudayaan Malang Raya.</p>



<p>“Kirab api dari Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu sudah saya terima bersama Mas Wakil dan Pak Sekda. Hari ini, itu langsung kita kirab. Tadi ada rombongan yang belum lengkap, tapi nanti akan dilengkapi termasuk dengan Malang City Tour (Macito) yang membawa para atlet peraih emas,” kata Wali Kota Wahyu Hidayat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kirab api obor, tambahnya, dimulai dari Terminal Landungsari, kemudian melewati lima kecamatan di Kota Malang. Yakni Lowokwaru, Blimbing, Kedungkandang, Sukun dan berakhir di Kecamatan Klojen. Nantinya, kirab akan berhenti di Kantor Kodim Kota Malang, pada sore hari.</p>



<p>“Setelah itu, api akan dikirab lagi oleh dua pelari legendaris Kota Malang dan malam harinya akan kami terima kembali bersama Mas Wakil Wali Kota di Balai Kota,” tambahnya.</p>



<p>Obor Porprov akan disemayamkan semalam di Balai Kota Malang dan Sabtu (28/06/2025) besok, akan dibawa menuju Stadion Gajayana untuk seremoni pembukaan Porprov IX Jawa Timur 2025. “Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu atas penyerahan api obor. Kita berharap Malang Raya sebagai tuan rumah bisa sukses menyelenggarakan Porprov, baik dari sisi prestasi, ekonomi, maupun administrasi,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sebagai informasi, api yang digunakan dalam kirab Porprov 2025 tersebut berasal dari Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tianakan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Sebelumnya, api tersebut dibawa ke Gedung Grahadi Surabaya, lalu dikirab mengelilingi wilayah Kabupaten Malang, Kota Batu dan berakhir di Kota Malang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bapenda Sobo Erwe, Strategi Jemput Bola Tingkatkan PAD Kota Malang Lewat Layanan Pajak Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/bapenda-sobo-erwe-strategi-jemput-bola-tingkatkan-pad-kota-malang-lewat-layanan-pajak-keliling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bapenda]]></category>
		<category><![CDATA[jemput]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus digencarkan melalui program jemput bola bertajuk Bapenda Sobo Erwe. Program tersebut, memberikan layanan keliling ke tingkat RW untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pembayaran dan konsultasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus digencarkan melalui program jemput bola bertajuk Bapenda Sobo Erwe. Program tersebut, memberikan layanan keliling ke tingkat RW untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pembayaran dan konsultasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).</p>



<p>Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut tentunya diharapkan dapat meningkatkan realisasi penerimaan PBB. Termasuk juga dapat menggenjot nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Setiap kali ada kegiatan, rata-rata kami bisa mendapat antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Bahkan, di salah satu RW Kelurahan Tunggulwulung pernah mencapai Rp 120 juta,&#8221; kata Handi, saat dikonfirmasi, Jumat (13/06/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, melalui kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pendekatan pelayanan publik. Meskipun, masyarakat saat ini bisa membayar PBB melalui berbagai kanal digital, seperti QRIS, E-commerce dan toko modern. Namun, masih banyak yang merasa lebih nyaman jika melakukan pembayaran secara langsung.</p>



<p>&#8220;Walaupun pembayaran secara langsung, tetap Bapenda tidak menerima pembayaran uang dari masyarakat. Karena di dalam kegiatan kelililing, kami mengajak Bank Jatim. Sehingga, masyarakat langsung membayar pada petugas Bank Jatim. Bahkan, masyarakat juga dapat menabung dan membuka rekening di Bank Jatim tersebut,&#8221; tambah Handi.</p>



<p>Dirinya optimis, bahwa di tahun 2025 ini capaian PBB dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Yakni, di atas Rp 73 miliar. Sementara untuk capaian PBB per 12 Juni 2025, sudah diangka Rp 28,4 miliar atau 38,97 persen dari target.</p>



<p>&#8220;Insyaallah kami optimis dapat mencapai target bahkan melampaui,&#8221; lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="440" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/06/Bapenda-Sobo-Erwe-Strategi-Jemput-Bola-Tingkatkan-PAD-Kota-Malang-Lewat-Layanan-Pajak-Keliling-2.jpg?resize=600%2C440&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-222920" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/06/Bapenda-Sobo-Erwe-Strategi-Jemput-Bola-Tingkatkan-PAD-Kota-Malang-Lewat-Layanan-Pajak-Keliling-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/06/Bapenda-Sobo-Erwe-Strategi-Jemput-Bola-Tingkatkan-PAD-Kota-Malang-Lewat-Layanan-Pajak-Keliling-2.jpg?resize=300%2C220&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Sementara itu, Kasubdit Perencanaan dan Pembukuan PAD Bapenda Kota Malang, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa layanan keliling tersebut tidak hanya untuk pembayaran PBB. Namun, juga melayani pembaruan data, termasuk mutasi nama dan perubahan spesifikasi bangunan.</p>



<p>&#8220;Selama syaratnya lengkap, maka bisa langsung dilayani di tempat. Hanya saja, perubahan data berlaku untuk tahun pajak berikutnya,” ujarnya.</p>



<p>Untuk menarik minat warga, ungkapnya, Bapenda juga memberikan doorprize seperti gelas dan minyak goreng kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran langsung di lokasi. Dalam satu kali kegiatan, jumlah warga yang datang bisa mencapai ratusan, sebagian di antaranya juga melakukan konsultasi dan pembaruan data.</p>



<p>&#8220;Insyaallah kegiatan ini akan terus dilakukan hingga November 2025. Kami sudah mulai dari Februari lalu dan kalau ada kegiatan di kelurahan atau momen khusus, kami juga sering diundang untuk membuka layanan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Pelaksana Tugas Harian Bapenda Kota Malang, Alis Purnawan, menjelaskan bahwa program ini menyasar wilayah dengan tingkat kepatuhan pajak yang masih rendah (zona merah). “Kami gelar setiap Senin sampai Kamis di dua titik per hari. Tapi kalau ada kegiatan lain, bisa hanya satu titik,” terangnya.</p>



<p>Menurutnya, selain mendekatkan layanan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. “Banyak masyarakat yang baru sadar akan kewajiban pajaknya setelah kami jelaskan langsung di lokasi. Bahkan, ada yang datang membawa sampai 50 berkas dalam sekali kunjungan,” imbuh Alis. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Subuh Keliling di Kasembon, Bupati Malang Ajak Makmurkan Masjid dan Dekatkan Layanan</title>
		<link>https://memontum.com/subuh-keliling-di-kasembon-bupati-malang-ajak-makmurkan-masjid-dan-dekatkan-layanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dekatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasembon]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[makmurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, memimpin pelaksanaan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al Abror, Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Minggu (04/05/2025) tadi. Kegiatan ini, merupakan Suling ke 104 yang digelar di 33 kecamatan dan memasuki putaran keempat di tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, memimpin pelaksanaan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al Abror, Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Minggu (04/05/2025) tadi. Kegiatan ini, merupakan Suling ke 104 yang digelar di 33 kecamatan dan memasuki putaran keempat di tahun ini setelah Kecamatan Turen, Gondanglegi dan Kasembon.&nbsp;</p>



<p>&#8221;Mudah-mudahan dari kegiatan Subuh Keliling ini membawa berkah dan barokah bagi Kabupaten Malang dan masyarakat Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten sendiri memandang perlu untuk terus menggelar Suling. Hal ini, sesuai visi misi yakni agamis dan mengantarkan Kabupaten Malang menjadi kabupaten yang sejahtera dan makmur,&#8221; katanya.</p>



<p>Dalam Suling kali ini, Pemerintah Kabupaten Malang, juga menghadirkan sejumlah pelayanan langsung ke warga masyarakat Desa Kasembon. Diantaranya, mulai dari pelayanan dukcapil, perizinan, tes kesehatan gratis, bagi-bagi minyak goreng gratis hingga Sembako murah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam momen itu, Bupati Malang bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, juga turut mengunjungi stan atau lokasi pelayanan masyarakat dan memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Dalam kesempatan ini, Bupati Sanusi juga memenuhi undangan sarasehan dengan tema Peran Strategis LPPNU dalam Meningkatkan Kemandirian Organisasi dan Umat untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Sanusi mengapresiasi peran LPPNU MWC Kasembon yang telah melahirkan kreatifitas dan inovasinya. Bupati Sanusi bersama istri juga meninjau langsung ruang produksi pupuk jenis cair dengan dua hasil jenis produk. &#8216;</p>



<p>&#8220;Saya mengapresiasi kinerja LPPNU MWC Kasembon yang telah menginisiasi dan memproduksi pupuk organik cair dari bahan kotoran kelinci, Boaster Guano 99. Mudah-mudahan, pupuk ini nantinya bermanfaat untuk sektor pertanian di Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkaya Wawasan Masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang Hadirkan Perpustakaan Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/perkaya-wawasan-masyarakat-dinas-kearsipan-dan-perpustakaan-lumajang-hadirkan-perpustakaan-keliling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kearsipan]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perkaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi untuk mengedukasi dan memperkaya wawasan masyarakat. Salah satu terobosan yang dihadirkan, adalah program perpustakaan keliling, yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun dan terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Tutik Andriyani, mengatakan bahwa kegiatan perpustakaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi untuk mengedukasi dan memperkaya wawasan masyarakat. Salah satu terobosan yang dihadirkan, adalah program perpustakaan keliling, yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun dan terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.</p>



<p>Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Tutik Andriyani, mengatakan bahwa kegiatan perpustakaan keliling ini bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga sekolah. Hal ini, bertujuan agar penyebaran informasi dan pembelajaran dapat dilakukan secara optimal, menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.</p>



<p>“Perpustakaan keliling adalah salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kami hadir langsung ke masyarakat, baik itu pelajar, mahasiswa, maupun warga umum, dengan membawa berbagai koleksi buku yang dapat mereka nikmati secara langsung,” kata Tutik, Sabtu (19/04/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya menyediakan buku untuk dipinjam, dirinya juga menerangkan, perpustakaan keliling juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini, mengajak generasi muda untuk lebih mengenal berbagai macam pengetahuan, mulai dari ilmu pengetahuan umum hingga keterampilan praktis yang dapat mendukung kehidupan mereka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat untuk meminjam dan membaca buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang berfokus pada pengembangan bakat dan potensi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan generasi muda yang cerdas dan sejahtera,” tambahnya.</p>



<p>Program inovatif ini, ujarnya, juga melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan, guna memperluas jangkauan dan memastikan bahwa setiap individu bisa mendapatkan manfaat dari layanan perpustakaan yang ada. Keberadaan perpustakaan keliling ini sangat relevan, terutama di tengah gempuran teknologi informasi yang semakin pesat, di mana akses informasi seringkali lebih mengarah pada platform digital dan media sosial.</p>



<p>Di sisi lain, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang juga tidak berhenti pada layanan perpustakaan keliling saja. Program berbasis inklusi sosial juga terus dikembangkan, seperti layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas dan fasilitas buku elektronik yang dapat diakses secara luas melalui internet. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan perpustakaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.</p>



<p>Melalui berbagai inovasi ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang berharap minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, semakin meningkat. Di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, kegiatan perpustakaan keliling menjadi bukti bahwa literasi dan budaya baca tetap relevan dan harus terus didorong untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berpengetahuan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221226</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
