<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keluhan wali murid &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keluhan-wali-murid/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Nov 2019 11:18:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keluhan wali murid &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinilai Memberatkan, Uang Les Sekolah Dikeluhkan Wali Murid</title>
		<link>https://memontum.com/dinilai-memberatkan-uang-les-sekolah-dikeluhkan-wali-murid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 11:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan wali murid]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN Kalisat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99793-dinilai-memberatkan-uang-les-sekolah-dikeluhkan-wali-murid</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Besaran biaya tambahan uang les sekolah dalam persiapan menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN) di SMA negeri Kalisat Kabupaten Jember yang mencapai Rp 600 ribu, dikeluhkan salah satu wali murid sekolah berinisial RJ warga Kalisat karena di nilai memberatkan. RJ mengaku, angka sebesar itu tidak masuk akal, kalau Cuma materi tambahan seperti les [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Besaran biaya tambahan uang les sekolah dalam persiapan menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN) di SMA negeri Kalisat Kabupaten Jember yang mencapai Rp 600 ribu, dikeluhkan salah satu wali murid sekolah berinisial RJ warga Kalisat karena di nilai memberatkan.</p>
<p>RJ mengaku, angka sebesar itu tidak masuk akal, kalau Cuma materi tambahan seperti les dan ironisnya lagi seperti dipaksakan dari pihak sekolah, jika tidak berpartisipasi terhadap program sekolah tersebut, siswa akan dipersulit ke depannya.</p>
<p>“ Awalnya sekolah menawarkan tidak ada paksaan, mau ikut les atau enggak dengan biaya sebesar itu, tapi belakangan seperti ada paksaan siswa harus ikut les,&#8221; kata RJ kepada memontum.com, Kamis (14/11/2019) siang.</p>
<p>Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri Kalisat tidak bisa dikonfirmasi, wartawan di temui Humas sekolah Bernama Suroto, Dia menyampaikan bahwa pimpinannya sedang ada acara di Cibubur.</p>
<p>Saat di Konfirmasi perihal Biaya tambahan untuk Les dan kesan paksaan dari pihak sekolah oleh media Ia membantahnya, pihak sekolah tidak memaksa dalam penarikan sumbangan dari siswa atau wali murid.</p>
<p>Dijelaskannya, memang ada penawaran sebesar Rp.600 ribu, tetapi itu tidak hanya untuk les saja, ada komponen-komponen lain yang dimasukkan ke dalam nominal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau cuma untuk les itu (600 ribu) terlalu mahal,&#8221; katanya tanpa menyebutkan rincian apa saja di dalamnya.</p>
<p>Suroto mengatakan, untuk rincian lebih mendalam ia meminta konfirmasi ke kepala sekolah atau pihak komite, karena sebelumnya perihal sumbangan tersebut, sudah dirapatkan antara pihak komite sekolah dengan wali murid.</p>
<p>Dalam penawaran tersebut kata Suroto, tidak ada penolakan dari wali murid, Itu terlihat dari rapat yang telah mencapai mufakat pada sekali pertemuan, menurutnya, les tambahan di luar jam pelajaran murni sangat penting dalam rangka menghadapi ujian nasional.</p>
<p>&#8220;Tidak ada paksaan, mau ikut terserah, bayar atau tidak siswa tetap bisa ikut les, tidak ada diskriminasi,&#8221; tuturnya. Rencananya, les akan dilakukan dalam 10 kali tatap muka, setiap hari Sabtu, mulai November 2019 sampai Februari 2020. <strong>(gik/yud)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Murid Keluhkan Pelayanan Rekom Zona Dispendikbud Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/wali-murid-keluhkan-pelayanan-rekom-zona-dispendikbud-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2018 13:59:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendikbud Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan wali murid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45428-wali-murid-keluhkan-pelayanan-rekom-zona-dispendikbud-situbondo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Puluhan orang tua wali murid mengeluh dan merasa kesal terhadap pelayanan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo. Senin (25/6/2018) Pasalnya sejak pukul delapan pagi hingga pukul dua siang puluhan orang wali murid tersebut menunggu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo. Namun Kepala Dinas tersebut belum juga datang ngantor. Keterangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Puluhan orang tua wali murid mengeluh dan merasa kesal terhadap pelayanan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo. Senin (25/6/2018) Pasalnya sejak pukul delapan pagi hingga pukul dua siang puluhan orang wali murid tersebut menunggu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo. Namun Kepala Dinas tersebut belum juga datang ngantor.</p>
<p>Keterangan yang berhasil dihimpun Memontum.com, dari beberapa orang tua wali murid yang mendampingi anaknya mengatakan, kami merasa kecewa terhadap pelayanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo. Sebab, saya mau memohon rekom untuk anak saya ke sekolah lain zona menunggu mulai pukul delapan pagi hingga pukul dua siang masih belum selesai.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180625-WA0383-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-45429" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180625-WA0383-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180625-WA0383-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Saat ditanya ke staf bagian tata usaha Dispendikbud Situbondo yang enggan menyebutkan namanya disarankan untuk menunggu tanda tangan pak kadis karena </p>
<p>&#8220;Pak kadis masih sholat berjamaah di Masjid Al &#8211; Abror,&#8221; tutur salah satu wali murid seraya menirukan saran staf TU itu.</p>
<p>Ironisnya sholat dhuhur jam istirahat mulai pukul dua belas hingga pukul satu siang hingga pukul dua. Dr.H.Fathor Rakhman M.Pd. Kepala Dinas tersebut belum juga datang.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo saat mau dikonfirmasi oleh Wartawan Memontum.com terkait adanya keluhan yang di sampaikan oleh beberapa orang tua wali murid, malah Sekretaris Dinas Pendidikan tersebut merasa ketakutan langsung mengunci pintu dari dalam. <strong>(Her/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45428</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
