<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kemarau Panjang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kemarau-panjang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 04:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kemarau Panjang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemarau Panjang, 14 Kecamatan Di Trenggalek Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-14-kecamatan-di-trenggalek-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2019 09:07:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93836-kemarau-panjang-14-kecamatan-di-trenggalek-kekeringan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Musim kemarau panjang, 14 Kecamatan di kota berjuluk Keripik Tempe terdampak kekeringan. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, sebanyak 46 Desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Seperti yang diketahui, bencana kekeringan ini merupakan rutinitas tahunan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Setiap musim kemarau tiba, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Musim kemarau panjang, 14 Kecamatan di kota berjuluk Keripik Tempe terdampak kekeringan. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, sebanyak 46 Desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.</p>
<p>Seperti yang diketahui, bencana kekeringan ini merupakan rutinitas tahunan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Setiap musim kemarau tiba, dapat dipastikan beberapa desa di Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan dan krisis air bersih.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Rusianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi (LRL) BPBD Kabupaten Trenggalek, Ahmad Budiyanto mengatakan selama musim kemarau panjang, permintaan pengiriman air bersih selalu terjadi.</p>
<p>&#8220;Saat dipastikan selama musim kemarau panjang beberapa Desa di Kabupaten Trenggalek akan mengajukan permintaan pengiriman air bersih. Dia hal ini akan berlanjut sampai puncak musim kekeringan berakhir, &#8221; ucap Budi sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/09/2019) siang.</p>
<p>Dikatakan Budi, sejak tahun 2013 lalu, baru tahun 2019 ini Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan di seluruh Kecamatan. Terkait kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Trenggalek semaksimal mungkin untuk pemenuhannya.</p>
<p>Namun pihaknya menghimbau kepada warga yang terdampak kekeringan, agar bantuan air bersih yang diberikan digunakan seefisien mungkin. Karena apapun yang terjadi pemenuhan air bersih tidak akan bisa maksimal seperti saat musim hujan.</p>
<p>&#8220;Bantuan air bersih ini bisa digunakan untuk memasak, mandi ataupun yang lainnya. Dan sesuai prediksi puncak kemarau tahun ini akan berakhir Bukan November mendatang, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, selama musim kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek dan berbagai pihak lain sudah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan.</p>
<p>Sedangkan untuk proses pendistribusian air bersih ini, BPBD Kabupaten Trenggalek menggunakan air bersih sesuai standar dari PDAM.</p>
<p>&#8220;Kita sudah bekerjasama dengan pihak PDAM terkait air bersih yang akan didistribusikan. Dan kita juga tidak serta merta langsung melakukan pengiriman air bersih sebelum ada surat pengantar dari Desa dan diketahui Camat. Itupun kita juga harus melakukan pengecekan dilapangan, &#8221; tegas Budi.</p>
<p>Dalam setiap harinya, masing &#8211; masing tangki bisa sampai 3-4 kali pengiriman air bersih. Tergantung dari lokasi yang akan dikirim. Jika jaraknya cukup jauh, hanya bisa 2 kali pengiriman saja dalam sehari.</p>
<p>Mulai saat ini, pihak BPBD Kabupaten Trenggalek mengambil air bersih dari PDAM yang ada di Kecamatan Durenan. Mengingat PDAM yang ada di Kecamatan Kota mengalami penurunan debit air.</p>
<p>&#8220;Artinya tidak mengganggu untuk kebutuhan air bersih pelanggan, &#8221; katanya.</p>
<p>Disinggung terkait anggaran yang dikeluarkan untuk mencukupi permintaan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek mengaku masih mencukupi.</p>
<p>&#8220;Dikatakan lebih tidak, tetapi mencukupi. Kalau pun memang nanti masih memerlukan anggaran lebih, akan di back up dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Trenggalek, &#8221; pungkas Budi. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Sampang Alami Penyusutan</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-kemarau-panjang-sumber-air-pdam-sampang-alami-penyusutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 11:14:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93712-akibat-kemarau-panjang-sumber-air-pdam-sampang-alami-penyusutan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut aliran air ke pelanggan kini macet. Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin menyebutkan ada beberapa sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang yang mengalami penurunan bahkan hingga mencapai 0%. &#8220;Untuk wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut aliran air ke pelanggan kini macet.</p>
<p>Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin menyebutkan ada beberapa sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang yang mengalami penurunan bahkan hingga mencapai 0%.</p>
<p>&#8220;Untuk wilayah Kecamatan Kota ini sumber Ruberuh 2 sudah 0%, sedangkan Ruberuh 1 masih sekitar 30%,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kemudian Yazid menambahkan tidak hanya di wilayah Kecamatan Kota yang mengalami penyusutan debit air, hal yang sama juga terjadi di kecamatan lainnya yang juga termasuk sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang.</p>
<p>&#8220;Yang mengalami penyusutan di luar Kecamatan Kota antara lain Sogian Kecamatan Omben 25%, Kecamatan Tambelangan 5%, Bencelok Kecamatan Jrengik 0% Kanjar Kecamatan Torjun 10% dan Prajan Kecamatan Camplong 10%,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Langkah untuk mengatasi hal tersebut, Yazid menjelaskan akan memperkecil daya sedot air dengan tujuan untuk menjaga pompa air tidak terbakar.</p>
<p>&#8220;Pompanya akan dirubah dengan yang kecil, soalnya kalau pompanya besar dan debit airnya habis maka pompanya akan terbakar,&#8221; ujarnya. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang, 78 Desa di Lamongan Alami Krisis Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-78-desa-di-lamongan-alami-krisis-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2018 09:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=58752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan&#8212;Hujan yang tak kunjung turun membuat puluhan desa di Kabupaten Lamongan mengalami krisis air bersih. Setiap bulannya desa yang terdampak kemarau panjang ini semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan di bulan Juli ada sebanyak 19 desa dari 10 kecamatan yang mengalami kekeringan dan terus bertambah di bulan Agustus menjadi 31 desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan&#8212;</strong>Hujan yang tak kunjung turun membuat puluhan desa di Kabupaten Lamongan mengalami krisis air bersih. Setiap bulannya desa yang terdampak kemarau panjang ini semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan di bulan Juli ada sebanyak 19 desa dari 10 kecamatan yang mengalami kekeringan dan terus bertambah di bulan Agustus menjadi 31 desa dari 11 kecamatan yang terdampak kekeringan.</p>
<p><a href="https://memontum.com/58752-kemarau-panjang-78-desa-di-lamongan-alami-krisis-air-bersih/img-20181004-wa0007" rel="attachment wp-att-58755"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-58755" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181004-WA0007-e1538644816422.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a><br />
Jumlah tersebut semakin melejit di bulan September mencapai angka 68 desa dan berlanjut hingga saat ini ada sebanyak 78 desa di Kabupaten Lamongan yang mengalami kekeringan.</p>
<p>&#8220;Sekarang desa yang mengalami krisis air dan mengalami kekeringan jumlahnya bertambah mencapai 78 desa,&#8221;  kata Kepala Pelaksana BPBD, Suprapto, Kamis (4/10/2018).</p>
<p>Suprapto menerangkan puluhan desa yang mengalami krisi air bersih tersebut disebabkan tidak adanya sumber air bersih di desanya. &#8220;Waduk dan embung di desa terdampak itu sudah kering,&#8221; terangnya.</p>
<p>Iap sangat memaklumi jika permintaan  untuk air bersih dari warga begitu tinggi. &#8220;BPBD, pagi, siang dan malam memasok kebutuhan air ke tengah &#8211; tengah masyarakat yang membutuhkan. Dimanapun masyarakat yang membutuhkan, BPBD selalu siap memasoknya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya itu, sambung Suprapto selama musim kemarau ini, BPBD hampir tidak pernah henti memasok air bersih yang diberikan secara gratis. &#8220;Sebanyak 4 armada tangki rata-rata 1 armada mensuplai kebutuhan hingga 6 kali pengiriman dengan rata-rata 24 kali pengiriman ke desa yang membutuhkan,&#8221; pungkasnya. (ifa/zen/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58752</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
