<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kemasan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kemasan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jul 2025 07:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kemasan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Temukan Beras Kemasan Tidak Sesuai Ketentuan hingga Oplosan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-temukan-beras-kemasan-tidak-sesuai-ketentuan-hingga-oplosan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan,]]></category>
		<category><![CDATA[ketentuan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224152</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota, menemukan sejumlah produk beras kemasan yang tidak sesuai ketentuan, baik dari sisi label hingga spesifikasi mutu beras. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan. Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa temuan itu didapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota, menemukan sejumlah produk beras kemasan yang tidak sesuai ketentuan, baik dari sisi label hingga spesifikasi mutu beras. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa temuan itu didapat saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pekan lalu. Dengan menyasar Pasar Dinoyo dan sejumlah ritel modern di kawasan Bumiayu, Buring, Polehan, Kedungkandang, Sawojajar dan Mojolangu.</p>



<p>&#8220;Ada juga ditemukan beberapa merk beras yang diindikasi kemasan oplosan. Seperti merek Fortune dan Sania. Volume rata-rata di tiap toko antara 10 hingga 25 kg. Di ritel modern ditemukan juga merek lain seperti Sentra Ramos, Sentra Pulen, Raja Platinum dan Raja Ultima dengan volume di atas 30 kg per toko,” kata Slamet, Senin (21/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditemukan juga sejumlah kemasan yang tidak mencantumkan nomor izin edar dan spesifikasi yang tidak sesuai. Seperti, tingkat beras pecah (broken) dan warna yang tidak seragam. Selain itu, juga melakukan pengawasan terhadap distribusi beras di 15 kios pangan Pasar Dinoyo.</p>



<p>&#8220;Dari hasil pengecekan, satu toko diketahui menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melebihi batas ketentuan, yaitu lima pack per pelanggan. Sementara 14 toko lainnya tercatat sesuai aturan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut, kini Dispangtan Kota Malang berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan telah menghubungi produsen, seperti Wilmar dan PT Food Station Tjipinang. &#8220;Dari keterangan PT FS, mereka mengaku sudah tidak mengirimkan beras ke wilayah Jawa Timur sejak Juni 2025,&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Pasar Tradisional, Wali Kota Malang Temukan Minyakita Kemasan Tidak Sesuai Takaran</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-pasar-tradisional-wali-kota-malang-temukan-minyakita-kemasan-tidak-sesuai-takaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[takaran]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meneruskan peninjauan lapangan dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Sidak ini dilakukan, dalam rangka pengamatan bahan pokok, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meneruskan peninjauan lapangan dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Sidak ini dilakukan, dalam rangka pengamatan bahan pokok, termasuk menindaklanjuti keberadaan Minyakita kemasan yang tengah beredar di pasaran.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dari hasil Sidak, ditemukan adanya Minyakita dalam kemasan botol dengan berat 850 ml, atau tidak sesuai dengan takaran. Hal ini diketahui, setelah dilakukan timbang ulang dan ditemukan beratnya yakni hanya 750 ml.</p>



<p>&#8220;Minyakita yang kemasan plastik berat 1 liter, setelah ditimbang ditemukan kurang 13 ml dan masih dalam batas wajar. Kemudian tadi, yang kemasan botol dengan berat 850 ml, ditemukan hanya 750 ml atau artinya ada selisih 100 ml,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dari hasil temuan ini, ungkapnya, akan ditindak lanjuti oleh pihak yang berwewenang. &#8220;Ada tim Satgas Pangan yang sudah mencatat dan menyimpan bukti, untuk menindaklanjutinya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga&nbsp; menyampaikan, bahwa sampling terkait pengukuran berat minyak goreng tidak hanya dilakukan di merk Minyakita. Melainkan, juga merk lain, seperti Rizki dan Fortune.</p>



<p>&#8220;Untuk merk lain tidak ada kendala. Bahkan, tadi ada yang lebih dari takaran. Tapi ya itu, harganya lebih mahal,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Selanjutnya, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Surraduhita, menambahkan bawah dari hasil Sidak ini sudah ditemukan bukti konkret adanya ketidak sesuaian takaran. Tentunya, itu menjadi kewenangan pihak berwajib.</p>



<p>&#8220;Jadi nanti, itu mungkin akan ditindak lanjuti oleh pihak berwajib. Untuk kewenangan </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Sampah Plastik, Pemkab Banyuwangi dan Living Lab Uji Coba Penggunaan Kemasan Daur Ulang</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-sampah-plastik-pemkab-banyuwangi-dan-living-lab-uji-coba-penggunaan-kemasan-daur-ulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan,]]></category>
		<category><![CDATA[living]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205086</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Pusat Pencegahan Polusi Plastik (Living Lab) melakukan uji coba penjualan Sembako dalam sebuah kemasan daur ulang (reusable) di warung rakyat. Program ini, merupakan kerja sama Pemkab dengan Pusat Pencegahan Polusi Plastik Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), bersama para peneliti yang tergabung dalam Program Plastics in Indonesian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Pusat Pencegahan Polusi Plastik (Living Lab) melakukan uji coba penjualan Sembako dalam sebuah kemasan daur ulang (reusable) di warung rakyat. Program ini, merupakan kerja sama Pemkab dengan Pusat Pencegahan Polusi Plastik Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), bersama para peneliti yang tergabung dalam Program Plastics in Indonesian Society (Pisces) yang diawaki oleh Profesor Susan Jobling dari Brunel University London.</p>



<p>Uji coba penggunaan kemasan daur ulang untuk produk-produk Sembako di warung-warung itu, disebut Program &#8216;Pisces Relay&#8217;. Untuk awal, terdapat enam warung kelontong di Kecamatan Banyuwangi dan Rogojampi, yang dilibatkan dalam program ini.</p>



<p>&#8220;Program ini sebagai upaya mengurangi dan penanganan plastik sekali pakai (single-use plastic). Sejumlah warung dipasok Sembako, yang telah kita kemas dalam wadah yang bisa didaur ulang. Diharapkan, program ini akan mengurangi sampah plastik,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (11/03/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, Pemkab akan terus mendorong penanganan sampah dari hulu ke hilir. Mulai dari pengurangan sampah, khususnya sampah plastik hingga kebijakan mendaur ulang sampah. Apalagi, Banyuwangi kini memiliki 19 tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) berbasis desa. Selain TPS3R Muncar yang menjadi pengolahan sampah 3R terbaik nasional, juga ada TPS Balak di Kecamatan Songgon yang berkapasitas 84 ton sampah per hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam program ini, Pisces Relay bekerjasama dengan perusahaan penyedia layanan reusable packaging (Enviu). Pisces menitipkan Sembako, seperti beras, kecap, minyak goreng dan aneka bumbu siap saji dalam kemasan reuseable yang ramah lingkungan di warung-warung.</p>



<p>Misal beras, ditempatkan di wadah plastik, kecap ditempatkan di botol khusus. Begitupun bumbu siap saji, kemasannya bisa ditukar ulang kalau akan membeli kembali.</p>



<p>“Proyek ini diharapakan bisa menciptakan solusi baru pengurangan plastik sekali pakai melalui perubahan pada hulu hingga hilir. Mulai produsen, pengecer, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Professor Jobling.</p>



<p>Para pembeli bisa menukarkan kembali kemasan Sembako yang telah dipakai, untuk membeli produk yang sama di toko tersebut. “Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah, akademisi, industri, komunitas dan masyarakat. Tujuan kami bukan hanya untuk mengurangi limbah plastik tetapi untuk meletakkan dasar bagi ekonomi sirkular,&#8221; ungkap Jobling. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205086</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tunjang Operasional Industri Air Kemasan, Wapres RI Janji Berikan Bantuan Unisma Rp 1 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/tunjang-operasional-industri-air-kemasan-wapres-ri-janji-berikan-bantuan-unisma-rp-1-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan,]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<category><![CDATA[tunjang]]></category>
		<category><![CDATA[Unisma]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204699</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampus Universitas Islam Malang (Unisma) mendapatkan bantuan dana Rp 1 miliar dari Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Prof Dr (H.C.) KH Ma&#8217;ruf Amin. Di mana itu akan diperuntukkan untuk menyiapkan peralatan operasional industri produksi air kemasan milik Yayasan Unisma. Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, M.Si, menyampaikan jika saat ini Yayasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kampus Universitas Islam Malang (Unisma) mendapatkan bantuan dana Rp 1 miliar dari Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Prof Dr (H.C.) KH Ma&#8217;ruf Amin. Di mana itu akan diperuntukkan untuk menyiapkan peralatan operasional industri produksi air kemasan milik Yayasan Unisma.</p>



<p>Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, M.Si, menyampaikan jika saat ini Yayasan Unisma memang sedang membangun gedung untuk produksi air mineral tersebut. Namun, untuk peralatan operasional masih membutuhkan anggaran tambahan.</p>



<p>“Kita sekarang sedang membangun gedung untuk industri air mineral di Kebonagung. Perkiraan untuk menyiapkan kebutuhan operasional alat-alatnya itu sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Insyaallah untuk pembangunan gedung sudah kita siapkan semuanya,” ujar Maskuri, pada Jumat (19/01/2024), tadi.</p>



<p>Pihaknya juga memperkirakan, jika industri air mineral itu akan beroperasi empat hingga lima bulan lagi. Namun, dengan estimasi sudah mendapatkan bantuan dari Wapres RI, KH Ma’ruf Amin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Iya mudah-mudahan nanti segera empat hingga lima bulan lagi. Namanya nanti air Yauma (Yayasan Unisma), air mineral dan air yang berasa juga. Disitu sudah ada sumbernya. Nanti distribusinya ke kampus dan masyarakat luas,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, menyampaikan jika pihaknya akan memberikan bantuan tersebut. Dalam hal ini pihaknya memerintahkan pada sekretaris Wapres, untuk mengakomodir kebutuhan Unisma.</p>



<p>“Tadi pak rektor mengatakan ada gedung yang akan dibangun dan katanya butuh apa? Alat mesin? Saya minta sekretaris Wapres untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh pak rektor tadi,” imbuhnya, di sela-sela memberikan Kuliah Tamu di Unisma.</p>



<p>Sebagai informasi, kedatangan Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, selain memberikan Kuliah Tamu, mengenai ‘Quo Vadis Moderasi Beragama Dalam Bingkai Merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Peradaban Dunia,’ juga meresmikan Gedung Startup Education Center milik Unisma. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204699</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
