<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kembangkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kembangkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2026 11:23:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kembangkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Pemkab Banyuwangi Terus Kembangkan TPS3R</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan-pemkab-banyuwangi-terus-kembangkan-tps3r</link>
					<comments>https://memontum.com/pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan-pemkab-banyuwangi-terus-kembangkan-tps3r#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230078</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi getol menggalakkan pengolahan sampah sirkular, salah satu yang terbesar adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Hal ini, sebagai upaya penanganan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Sedangkan, pengolahan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Banyuwangi. Bahkan, diketahui bila TPS3R Balak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi getol menggalakkan pengolahan sampah sirkular, salah satu yang terbesar adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Hal ini, sebagai upaya penanganan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.</p>



<p>Sedangkan, pengolahan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Banyuwangi. Bahkan, diketahui bila TPS3R Balak ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar, dengan kapasitas pengolahan sampah 84 ton dalam sehari.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa proses pengolahan sampah dilakukan secara modern dengan bantuan teknologi mulai dari proses pemilahan, pengolahan sampah organik dan non organik hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF (bahan bakar pabrik). “Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang untuk memastikan sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir,” ujarnya, Minggu (08/02/2026) tadi.&nbsp;</p>



<p>Yani menambahkan, bahwa pengelolaan sampah dilakukan menggunakan teknologi untuk meminimalkan residu dan tidak menimbulkan bau. Setiap hari, ada petugas sampah keliling kampung untuk mengambil sampah warga. Saat ini, TPS Balak melayani warga di 64 desa di 10 kecamatan di Banyuwangi.</p>



<p>“Semua sampah yang datang ke TPS3R akan dipilah dengan mesin konveyor berdasarkan kategori organik dan anorganik. Saat ini ada 120 pekerja di TPS3R Balak yang berasal dari warga sekitar,” tambah Yani.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah dipilah, untuk sampah non organik yang berharga seperti botol atau gelas plastik, kertas atau dupleks, akan dipres lalu dikirim ke pabrik daur ulang atau industri pengolahan. Sisa dari sampah non organik, seperti bungkus sachet atau plastik yang tidak punya nilai ekonomis akan diolah menjadi RDF atau bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.</p>



<p>“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik untuk bahan bakar industri semen,” ungkap Yani.</p>



<p>Sedangkan untuk sampah organik, akan diolah menjadi kompos dengan metode window komposting. Sedangkan Lindi atau air yang dihasilkan sampah organik, akan diolah menggunakan instalasi pengolahan air limbah (Ipal) agar tidak mencemari lingkungan.</p>



<p>“Semua sampah di TPS3R dikelola tanpa menyisakan residu sampah. Jika ada, pun akan dibawa ke TPA tidak menginap di TPS3R,” terang Yani.</p>



<p>Ditambahkan Yani, Pemkab berencana membangun lagi TPS3R di kawasan Sobo, Banyuwangi. TPS3R Sobo sendiri akan dibangun di area seluas 1,8 hektar dengan kapasitas pengolahan sampah 45 ton perhari.</p>



<p>&#8220;Secara kapasitas memang lebih kecil karena hanya mengelola sampah di kecamatan Banyuwangi saja. Meski lahannya lebih luas. Pemkab Banyuwangi juga akan membangun drainase serta memperbaiki infrastruktur pendukung seperti jalan untuk kenyamanan warga,” imbuhnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pengelolaan-sampah-ramah-lingkungan-pemkab-banyuwangi-terus-kembangkan-tps3r/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230078</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Lereng Gunung Raung, Banyuwangi Kembangkan Dua Jenis Kopi Langka</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka</link>
					<comments>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[raung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon. Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon.</p>



<p>Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang di pasaran tergolong kelas premium dan memiliki nilai jual tinggi. &#8220;Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik. Tapi, Banyuwangi punya keunggulan itu,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (02/02/2026) tadi.</p>



<p>Kopi premium ini, ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton perhektar. Dari luasan tersebut, total produksi biji kopi (Green Bean) mencapai 7 ton pertahun.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan kopi tersebut kini mulai dikembangkan secara serius di Banyuwangi. Dirinya menyebut, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan Kopi Arabika berkualitas ekspor itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi. &#8220;Topografi di Kalibaru sangat ideal. Tanahnya subur, iklimnya cocok, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan berpotensi besar untuk pasar internasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan asal usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil. Begitupun dengan Kopi Yellow Bourbon, juga berasal dari Brasil. Di Indonesia, varietas ini dibawa pada masa kolonial Belanda dan dapat ditemukan di beberapa daerah dataran tinggi saja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (Flores, Bajawa).</p>



<p>Danang menyebut, ceri kopi ini dikenal karena buahnya berwarna kuning saat matang dan menawarkan rasa manis serta asam yang seimbang. Pengembangan kopi langka ini, juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi, lanjut Danang, terus mendorong penguatan budidaya, pascapanen, hingga pemasaran kopi agar mampu bersaing di pasar global. &#8220;Potensi ini akan terus kami kembangkan dengan pendampingan dan penguatan hilirisasi. Harapannya, Kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung bisa semakin dikenal dunia,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berhasil Kembangkan Geopark Ijen hingga Mendunia, Bupati Ipuk Diundang Jadi Pembicara di Kementrian</title>
		<link>https://memontum.com/berhasil-kembangkan-geopark-ijen-hingga-mendunia-bupati-ipuk-diundang-jadi-pembicara-di-kementrian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diundang]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kementrian]]></category>
		<category><![CDATA[mendunia,]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai Program Geopark Ijen, di Indonesia&#8217;s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia&#8217;s Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (03/12/2025) tadi. Hal ini, tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam pengembangan Geopark Ijen hingga menjadi perhatian dunia. Dalam forum tersebut, Bupati Ipuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai Program Geopark Ijen, di Indonesia&#8217;s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia&#8217;s Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (03/12/2025) tadi. Hal ini, tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam pengembangan Geopark Ijen hingga menjadi perhatian dunia.</p>



<p>Dalam forum tersebut, Bupati Ipuk menjadi pembicara bersama Programme Specialist, International Geoscience and Geoparks Programme, Unesco, Özlem Adiyaman Lopes, Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua Kadin Komite Singapore, Michael Goutama, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo AATeguh Sambodo, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal.</p>



<p>Bupati Ipuk mengatakan, meski kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah, melainkan banyak yang berada di wilayah Kementerian dan BKSDA, namun Banyuwangi berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. &#8220;Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya, agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional, seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhilll, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah dan beragam event lainnya. Bahkan, untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, telah diluncurkan pula Program Ijen Golden Route.</p>



<p>Program ini, mengkolaborasikan seluruh potensi yang ada di Ijen. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada dan dikelola masyarakat Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata.</p>



<p>&#8220;Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Bahkan berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen, ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, oleh United Nations Tourism (UN Tourism) &#8211; Badan Pariwisata PBB.</p>



<p>Apa yang dilakukan Banyuwangi, diapresiasi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya, Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya.</p>



<p>Untuk itu, Lalu yang baru sembilan bulan menjabat sebagai gubernur, berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi. &#8220;Saya tahu betul tentang Banyuwangi, karena ibu saya orang Pasuruan. Jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dahulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur,&#8221; kata Lalu.</p>



<p>Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. &#8220;Welldone. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia,&#8221; kata Prof Gautama. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Polinema, Kejati Jatim Sita Rp 3 Miliar dan 3 Aset Tanah</title>
		<link>https://memontum.com/kembangkan-dugaan-kasus-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-kejati-jatim-sita-rp-3-miliar-dan-3-aset-tanah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[kejati]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225251</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terus melakukan pengembangan penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah tahun 2020, di lingkungan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Bahkan akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 22,6 miliar. Sementara dalam kasus ini, Kejati Jatim telah menyeret mantan Direktur Polinema, Awan Setiawan, sebagai tersangka. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terus melakukan pengembangan penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah tahun 2020, di lingkungan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Bahkan akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 22,6 miliar. Sementara dalam kasus ini, Kejati Jatim telah menyeret mantan Direktur Polinema, Awan Setiawan, sebagai tersangka.</p>



<p>Dalam pengembangan ini, Kejati Jatim melakukan penyitaan uang dan sejumlah aset tanah di Kota Malang, Rabu (20/08/2025) kemarin. Penyitaan ini dilakukan, untuk mengamankan aset yang diduga kuat terkait dengan perkara korupsi pengadaan tanah di Polinema.</p>



<p>Dalam kegiatan penyitaan, Tim Penyidik Kejati Jatim dibantu Tim Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Tim Bidang Intelijen Kejari Kota Malang. Sementara objek yang disita, uang sebesar Rp 3.020.560.000. Jumlah ini, menambah total uang yang telah disita menjadi Rp 5.422.468.900. Hal ini dikarenakan, pada 29 April 2024 lalu, Kejati Jatim telah menyita uang sebesar Rp 2.401.908.900.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penyitaan uang Rp 3,020 miliar itu, disaksikan oleh dua saksi, yakni Wakil Direktur II Polinema, Jaswadi dan Kabag Perencanaan Keuangan Polinema, Frinta Pratamasari. Setelah penyitaan uang, tim penyidik melanjutkan dengan menyita dan memasang plang sita pada 3 bidang tanah di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Diantaranya, tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 8918, 8917 dan nomor 9055.</p>



<p>Penyitaan aset ini dilakukan, untuk kepentingan penyidikan, sesuai Pasal 38 Ayat (1), 39 KUHAP, Pasal 30 Ayat (1) Huruf d Undang-undang No 16 tahun 2004 Jo UU No 11 tahun 2021. Aset disota karena dikhawatirkan dijual atau dialihkan kepada pihak lain, sebagai barang bukti terjadinya tindak pidana korupsi dan untuk memudahkan proses pemulihan aset. Selain itu, tujuan utama penyitaan ini adalah untuk memulihkan kerugian keuangan negara yang mungkin timbul akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para tersangka.</p>



<p>Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Agung Radityo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sita aset merupakan kegiatan Tim Penyidik Kejati Jatim.</p>



<p>&#8220;Kami hanya sebatas mendampingi dan mengamankan saja,&#8221; kata Agung, Kamis (21/08/2025) tadi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225251</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kesehatan Masyarakat, Pemkab Jember Kembangkan UHC dan Siapkan Home Care</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kesehatan-masyarakat-pemkab-jember-kembangkan-uhc-dan-siapkan-home-care</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224988</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember, terus memberikan kepedulian dan memperhatikan kesehatan warga Kabupaten Jember. Setelah berhasil dengan Program Universal Health Care (UHC), kini sebuah inovasi baru tengah dipersiapkan. Yakni, layanan kesehatan berbasis home care. Layanan baru ini, akan mulai berjalan pada awal 2026. Bahkan, sejumlah persiapan pun terus dimatangkan. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember, terus memberikan kepedulian dan memperhatikan kesehatan warga Kabupaten Jember. Setelah berhasil dengan Program Universal Health Care (UHC), kini sebuah inovasi baru tengah dipersiapkan. Yakni, layanan kesehatan berbasis home care.</p>



<p>Layanan baru ini, akan mulai berjalan pada awal 2026. Bahkan, sejumlah persiapan pun terus dimatangkan.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa Program Home Care akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan. Sasaran program ini, adalah masyarakat yang menderita penyakit kronis hingga penyandang disabilitas, agar dapat memperoleh perawatan langsung di rumah.</p>



<p>“Untuk layanan home care ini sudah menjadi prioritas bagi pemerintah, untuk memberikan layanan kesehatan dan ini akan dilaksanakan pada 1 Januari 2026 mendatang,” ujarnya, Kamis (14/08/2025).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gus Fawait menjelaskan, program ini merupakan pengembangan dari UHC yang telah diterapkan di Jember. Menurutnya, kesehatan adalah pelayanan dasar yang wajib diterima seluruh masyarakat tanpa terkecuali.</p>



<p>“Masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal atau penyakit lainnya. Bahkan juga saudara kita yang disabilitas membutuhkan perawatan bisa menggunakan program ini,” terangnya.</p>



<p>Skema layanan ini, menurut mantan anggota DPRD Jawa Timur 3 periode itu, pemerintah akan menyiapkan kendaraan khusus, tenaga kesehatan dan sarana komunikasi untuk memudahkan pasien berkonsultasi dengan dokter. “Jadi nanti bagi masyarakat yang tidak bisa ke rumah sakit atau Faskes, bisa berkomunikasi dengan dokter melalui handphone untuk berkonsultasi. Lalu nantinya Tim Nakes akan mendatangi rumah pasien tersebut,” jelasnya.</p>



<p>Agar berjalan dengan baik, Gus Fawait mengaku tengah mematangkan detail pelaksanaan sebelum program resmi berjalan. “Untuk detailnya akan kami umumkan segera. Kami masih persiapkan semua dan Insyallah pelayanan ini baru di Jember yang akan melaksanakannya dibandingkan daerah lainnya,” terangnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Sebut Peternakan Ayam Petelur Desa Duwek Potensial untuk Kembangkan Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-sebut-peternakan-ayam-petelur-desa-duwek-potensial-untuk-kembangkan-ekonomi-kerakyatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[potensial,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung.</p>



<p>Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam Program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) di Kecamatan Randuagung, Rabu (23/07/2025) tadi. Dalam kunjungan itu, Bunda Indah memberikan apresiasi terhadap kualitas kandang dan manajemen peternakan yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat desa.</p>



<p>“Peternakan ayam petelur di Desa Buwek ini adalah embrio dari usaha koperasi yang sangat menjanjikan. Kandangnya bersih, tidak bau dan dikelola dengan baik. Ini bisa jadi contoh yang layak direplikasi,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, unit usaha peternakan yang digagas warga tak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan lokal, tapi juga dapat disinergikan dengan program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberdayaan desa berbasis pangan. Koperasi Desa Merah Putih sendiri, merupakan inisiatif nasional yang digerakkan pemerintah untuk membuka 80 ribu unit koperasi berbasis desa/kelurahan di seluruh Indonesia.</p>



<p>Di Lumajang, program ini disambut dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal. Tidak hanya ayam petelur, peternakan Desa Buwek juga tengah mengembangkan budidaya burung puyuh sebagai produk unggulan tambahan. Dengan siklus produksi yang cepat dan permintaan pasar yang stabil, burung puyuh dinilai prospektif mendukung program penguatan gizi dan ekonomi keluarga.</p>



<p>“Kami ingin setiap koperasi desa memiliki keunggulan lokal. Di sini, ternak menjadi kekuatan yang bisa menopang ekonomi warga, membuka lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Ke depan, Pemkab Lumajang akan memberikan pendampingan manajemen, akses permodalan, dan penguatan jejaring pasar agar koperasi desa tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis kekuatan komunitas lokal. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Optimalkan Kembangkan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang, Wabup Temui Menteri Ekraf</title>
		<link>https://memontum.com/ingin-optimalkan-kembangkan-ekonomi-kreatif-kabupaten-malang-wabup-temui-menteri-ekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224254</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Ruang Rapat Sarangan Lantai 33 Autograph, Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/07/2025) tadi. Pertemuan tersebut, membahas arah kebijakan dan strategi pengembangan potensi ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Malang. Dalam audiensi itu, Wabup Hj Lathifah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Ruang Rapat Sarangan Lantai 33 Autograph, Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/07/2025) tadi. Pertemuan tersebut, membahas arah kebijakan dan strategi pengembangan potensi ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam audiensi itu, Wabup Hj Lathifah hadir dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto.</p>



<p>Dalam momen itu, Menteri Teuku Riefky menyambut baik kedatangan Wakil Bupati Malang beserta jajaran. Dirinya menyampaikan, komitmennya untuk mendukung pengembangan Ekraf di Kabupaten Malang, melalui fasilitasi pelatihan dan pendampingan teknis bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai subsektor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Arah kebijakan dan strategi pengembangan Ekraf di Kabupaten Malang, difokuskan pada pengembangan berbasis agro dan pariwisata, peningkatan kapasitas SDM kreatif, penguatan infrastruktur dan sentra kreatif, digitalisasi produk kreatif, serta kemitraan multi sektor. Hal ini, bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk kreatif lokal, memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Pertemuan ini menjadi langkah positif dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengatasi berbagai tantangan yang ada,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan menerapkan arah kebijakan dan strategi yang terencana dengan baik, diharapkan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang dapat berkembang pesat, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif dengan membentuk satu bidang khusus di bawah Dinas Pariwisata. Langkah tersebut, bertujuan agar pengelolaan sektor ekonomi kreatif lebih terstruktur dan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224254</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinilai Sukses Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam, Menhut RI Apresiasi Pemkab Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/dinilai-sukses-kembangkan-pariwisata-berbasis-alam-menhut-ri-apresiasi-pemkab-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[dinilai]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[menhut]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi pengembangan pariwisata berbasis alam atau ecotourism di Banyuwangi. Menhut menilai, bahwa Banyuwangi sukses mengkombinasikan upaya menumbuhkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan. Hal ini, disampaikan Menhut Raja Juli, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, di hari kedua kunjungan kerja (Kunker) di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi pengembangan pariwisata berbasis alam atau ecotourism di Banyuwangi. Menhut menilai, bahwa Banyuwangi sukses mengkombinasikan upaya menumbuhkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan. Hal ini, disampaikan Menhut Raja Juli, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, di hari kedua kunjungan kerja (Kunker) di Banyuwangi, Selasa (15/07/2025) tadi.</p>



<p>“Sudah saatnya Kementerian Kehutanan belajar pada Banyuwangi, bagaimana memanfaatkan hutan secara seimbang. Banyuwangi bukan hanya teori, tapi sudah mempraktekkannya,” kata Menhut.</p>



<p>Dirinya juga menilai, sejumlah kawasan hutan yang ada di Banyuwangi telah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Seperti Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo, oleh Banyuwangi digunakan sebagai lokasi pelaksanaan event olah raga yang memberi multiplier effect ekonomi tanpa mengusik kondisi alaminya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini adalah tourism berbasis niche market, bukan fokus pada banyaknya orang yang datang tapi pengalaman yang didapatkan dengan fasilitas daya dukung yang memadai dan harga yang baik. Saya belum belum menemukan tempat lain untuk belajar pengelolaan seperti ini selain di Banyuwangi. Kita punya 57 taman nasional dan 134 taman wisata alam yang mesti dikelola lebih profesional dengan belajar di sini,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasihnya karena sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Kehutanan selama ini terjalin dengan sangat baik dan intens. “Pelaksanaan berbagai event eco sport tourism berskala nasional maupun internasional di Banyuwangi, seperti World Surf League (WSL), Alas Purwo Geopark Green Run di Taman Nasional Alas Purwo dan Tour de Banyuwangi Ijen di Taman Wisata Alam Gunung Ijen. Semuanya tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Semoga ke depan sinergi ini bisa terus berjalan dengan baik,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Talenta Film Daerah, Kemenparekraf Gelar Program Aktif di Kabupaten Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kembangkan-talenta-film-daerah-kemenparekraf-gelar-program-aktif-di-kabupaten-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[talenta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Dalam rangka menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasis kekuatan lokal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) menggelar Program Akselerasi Kreatif (Aktif) di Kabupaten Kediri. Mengusung tema &#8216;Dari Karya ke Karir: Langkah Nyata Masuk Industri&#8217;, kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membuka peluang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Dalam rangka menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasis kekuatan lokal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) menggelar Program Akselerasi Kreatif (Aktif) di Kabupaten Kediri. Mengusung tema &#8216;Dari Karya ke Karir: Langkah Nyata Masuk Industri&#8217;, kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membuka peluang karir kreatif bernilai ekonomi, khususnya bagi pelaku industri film daerah.</p>



<p>Program Aktif sendiri merupakan kolaborasi strategis lintas sektor antara Kemenparekraf, Pemerintah Kabupaten Kediri dan komunitas film lokal. Diprakarsai oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, program ini bertujuan mendorong hilirisasi dan percepatan karya kreatif agar tak hanya menjadi bentuk ekspresi, namun juga mampu bertransformasi menjadi profesi yang menjanjikan.</p>



<p>“Subsektor Film, Animasi dan Video (FAV) menjadi fokus karena diproyeksikan sebagai subsektor dengan pertumbuhan tertinggi dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional,” kata Direktur Film, Animasi dan Video, Doni Setiawan, saat membuka acara, Selasa (08/07/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, bahwa pesatnya pertumbuhan subsektor ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas talenta lokal. “Program Aktif dirancang untuk membekali kreator daerah dengan kemampuan profesional, mulai dari pengembangan ide cerita, penulisan skenario komersial, hingga strategi distribusi dan branding portofolio,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Senada dengan itu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menegaskan pentingnya nilai strategis program ini dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah. “Program Aktif bukan hanya mendorong ekspresi kreatif, tetapi juga memastikan bahwa karya-karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan potensi karir di industri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah seperti Kediri sangat krusial agar ekosistem kreatif nasional tumbuh dari akar rumput,” tambahnya.</p>



<p>Agustini juga menyebutkan, bahwa pelaksanaan Aktif sejalan dengan Asta Cita ke-3 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui ekonomi kreatif.</p>



<p>Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Dirinya menyebut, Program Aktif sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia dan transformasi ekonomi lokal. “Kami berharap program ini dapat memacu para pegiat perfilman Kediri untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari sektor ini, sekaligus mendorong lahirnya produk inovatif yang kompetitif secara global,” katanya.</p>



<p>Sebagai pengisi acara, hadir pelaku industri film nasional seperti Ceo Oris Pictures, Orista Primadewa H, serta perwakilan dari tim produksi yang mengangkat diskusi seputar tren industri film masa depan, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini sendiri diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari pelajar, siswa dan komunitas perfilman dari Kediri dan sekitarnya.</p>



<p>Ke depan, Kemenparekraf berkomitmen untuk memperkuat keberlanjutan Program Aktif agar menjadi agenda jangka panjang yang mampu melahirkan lebih banyak talenta serta karya film unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223756</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
