<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kembar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kembar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Aug 2023 10:25:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kembar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasca Operasi Pemisahan, Bayi Kembar Siam Masih Jalani Observasi</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-masih-jalani-observasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kembar]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemisahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195871</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan bayi kembar siam pasca dilakukannya operasi pemisahan di RSUD Dr Saiful Anwar, kini telah melewati masa kritis. Sehingga, salah satu bayi (AL), akan dipindahkan ke ruang perawatan. Namun untuk bayi (AS), masih akan dilakukan sedikit observasi, sehingga masih berada di ruang ICU. Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua Tim Operasi Kembar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan bayi kembar siam pasca dilakukannya operasi pemisahan di RSUD Dr Saiful Anwar, kini telah melewati masa kritis. Sehingga, salah satu bayi (AL), akan dipindahkan ke ruang perawatan. Namun untuk bayi (AS), masih akan dilakukan sedikit observasi, sehingga masih berada di ruang ICU. Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua Tim Operasi Kembar Siam, dr Eko Sulistijono, Selasa (15/08/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa dr Eko, itu menyampaikan jika kedua bayi tersebut sudah lepas dari alat bantu pernafasan sejak Minggu (13/08/2023) lalu. Bahkan, keduanya juga telah diberikan susu formula. Sehingga, dimungkinkan satu hingga dua hari ke depan akan dicoba untuk diberikan Makanan Pengganti Air Susu Ibu (M-PASI).</p>



<p>“Secara keseluruhan, untuk aspek infeksi tidak ada masalah. Keduanya juga sudah lepas bantuan alat oksigen dan kemarin juga sudah dicoba bonding dengan orang tuanya dan itu cukup menenangkan kondisi bayi. Kemudian untuk aspek sistem sirkulasi jantung itu dalam keadaan baik,” jelas dr Eko, dalam konferensi pers tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, tim dokter spesialis anastesi, dr Wiwi Wijaya, menyampaikan jika pasca dilakukan operasi pemisahan tersebut kondisi bagian hati atau liver kedua bayi cukup bagus. Sampai hari ini pun pihaknya bersyukur dan berharap kondisinya pemulihan bisa berjalan dengan cepat serta membaik.</p>



<p>“Pasca operasi kondisi keduanya stabil dan baik, tapi salah satunya memang ada observasi yang diperlukan. AS itu bagus, tapi ada faktor inflamasi atau trauma operasi. Ini yang harus kita tangani supaya tidak menjadi infeksi. Makanya, bayi AS masih kita tinggal di ICU tapi secara umum lukanya sudah bagus. Butuh waktu paling sekitar 1-2 hari, asalkan faktor lain tidak menyertai. Nanti akan ada tim dokter yang mengevaluasi khusus,” tambah dr Wiwi.</p>



<p>Lebih lanjut, Direktur RSUD Dr Saiful Anwar Malang, dr Bachtiar Budianto, mengatakan jika bayi tersebut dipindahkan ke ruangan, maka akan tetap dilakukan pemantauan dalam tumbuh kembangnya. “Karena selama usia 10 bulan lalu, pasti ada masalah dalam tumbuh kembang anak. Mungkin masalah berjalan, atau lainnya. Informasi juga, bahwa bayi sudah bisa minum dan bisa buang air besar, artinya bahwa fungsi pencernaan berjalan dengan baik,” ucap dr Bachtiar.</p>



<p>Untuk saat ini, pihaknya pun juga telah berkomunikasi langsung dengan orang tua pasien. Terlebih, ketika pasien sudah mulai lepas dari alat bantu pernafasan. Hal tersebut menurutnya juga memberikan dampak positif bagi kedua bayi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Bedah Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam di RSSA Malang Berjalan Lancar, Butuh Waktu 1 Jam</title>
		<link>https://memontum.com/tim-bedah-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-di-rssa-malang-berjalan-lancar-butuh-waktu-1-jam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[kembar]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemisahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195607</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim bedah operasi pemisahan bayi kembar siam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, berhasil berjalan dengan lancar, Sabtu (12/08/2023) tadi. Hal tersebut, disampaikan Direktur RSSA Malang, dr Mochamad Bachtiar Budianto. Pria yang kerap disapa dr Bachtiar itu, menyampaikan jika pada pelaksanaan operasi pemisahan bayi kembar siam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim bedah operasi pemisahan bayi kembar siam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, berhasil berjalan dengan lancar, Sabtu (12/08/2023) tadi. Hal tersebut, disampaikan Direktur RSSA Malang, dr Mochamad Bachtiar Budianto.</p>



<p>Pria yang kerap disapa dr Bachtiar itu, menyampaikan jika pada pelaksanaan operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut telah berhasil dilakukan selama satu jam. Yakni pada pukul 09.05 WIB hingga pukul 10.10 WIB.</p>



<p>“Alhamdulillah, hari ini kami sudah melakukan tindakan operasi pemisahan bayi kembar siam yang kemarin sudah kami sampaikan. Persiapan memang cukup panjang, mulai subuh tadi pagi sudah di kamar operasi. Saat ini juga sedang dilakukan proses penutupan kulit,” jelas dr Bachtiar.</p>



<p>Ditambahkannya, jika mulai dari dilakukan operasi hingga saat ini, kondisi pasien juga masih stabil dan berjalan dengan terkontrol. Pada proses penutupan kulit tersebut dibutuhkan kehati-hatian, agar hasil yang diberikan dalam jaitan kulit terasa halus.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Karena ini bayinya perempuan, jadi yang menjahit adalah temen sejawat bedah plastik. Jadi, kita membuat tali pusar supaya jaitannya alus dan tidak boleh sembrono njaitnya. Hal yang penting itu adalah bayi ini sudah terpisahkan dengan baik kurang dari satu bulan,” tambahnya.</p>



<p>Tentu ke depan, segala bentuk antisipasi terus diberikan. Terlebih dalam masa recovery (penyembuhan) tim dokter akan terus memantau. Sebab kondisi stabil akan membutuhkan beberapa waktu.</p>



<p>“Dalam masa recovery, dokter tim lengkap mulai anastesi akan memantau. Nanti, kita insyaallah akan memberikan update. Mohon doa dari teman teman semuanya. Recovery juga tergantung dari kondisi, meskipun sudah stabil kita tetap melakukan observasi sampai nanti dari tim itu mengatakan kondisi benar-benar stabil. Proses ini masih berlangsung. Kita prediksi insyaallah nantu akan membaik dalam waktu satu sampai dua hari,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, mengenai kemungkinan lainnya yang menempel pada bayi kembar siam tersebut tidak ditemukan, hanya organ hati atau liver saja. Namun tetap keduanya memiliki organ tersebut sendiri-sendiri. Hanya sedikit menempel dan juga kulitnya.</p>



<p>“Hal lain tidak ditemukan, jadi hanya organ hati atau liver dengan peralatan yang digunakan disebut harmonic scapel. Dengan alat tersebut kita dapat memotong dinding perut hanya dengan waktu satu jam, di RSUD dr Saiful Anwar sendiri juga sudah punya,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195607</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertama Kali di Malang Raya, RSUD Dr Saiful Anwar Siap Lakukan Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam</title>
		<link>https://memontum.com/pertama-kali-di-malang-raya-rsud-dr-saiful-anwar-siap-lakukan-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kembar]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemisahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[saiful]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam waktu dekat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar Malang, akan melakukan operasi pemisahan bayi perempuan kembar siam berusia 11 bulan, berinisial nama A, A. Rencana operasi ini, adalah baru pertama kalinya dilakukan di Kota Malang. Hal tersebut, disampaikan oleh Direktur RSUD Dr Saiful Anwar, dr Mochamad Bachtiar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam waktu dekat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar Malang, akan melakukan operasi pemisahan bayi perempuan kembar siam berusia 11 bulan, berinisial nama A, A. Rencana operasi ini, adalah baru pertama kalinya dilakukan di Kota Malang. Hal tersebut, disampaikan oleh Direktur RSUD Dr Saiful Anwar, dr Mochamad Bachtiar Budianto, dalam konferensi pers bersama media, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Direktur RSUD Dr Saiful Anwar yang kerap disapa dr Bachtiar, menyampaikan jika operasi tersebut akan dilaksanakan Sabtu (12/08/2023) lusa dan sebelum melakukan pelaksanaan operasi, tentu banyak persiapan-persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana prasarana.</p>



<p>“Ini adalah pertama kalinya dilakukan di Malang Raya, untuk operasi kembar siam. Tentunya, kami siapkan dokter-dokter yang berpengalaman dalam bidang-bidangnya. Insyaallah, level kompetensinya sudah nasional dan internasional. Selain itu, juga akan didampingi langsung oleh dokter-dokter dari dr Soetomo, Surabaya, yang juga telah berpengalaman,” jelas dr Bachtiar.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkan Bachtiar, jika orang tua dari bayi kembar tersebut tidak akan mengeluarkan biaya, karena pasien termasuk peserta BPJS. Tentunya, kebutuhan sarana prasarana yang diberikan sesuai dengan standart pelatanan dan dicover seluruhnya.</p>



<p>“Kami tidak membeda-bedakan pasien. Mulai dari persiapan SDM, dokter, perawat, bidan, sampai dengan gizi, obat obatan dan seluruhnya akan kita optimalkan semaksimal mungkin,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, dokter spesialis anak, dr Satrio Wibowo, menyampaikan jika kedua bayi tersebut telah lahir pada 15 September 2022 lalu dan dilahirkan di RSUD dr Saiful Anwar. Kondisi bayi mulai lahir hingga saat ini mengalami dempet pada bagian perut atau istilahnya omphalofagus.</p>



<p>“Jadi selain kulit yang menempel, ada bagian lain yaitu tulang dada dan sebagian organ hati atau liver yang menempel, tetapi untuk livernya sendiri itu terpisah masing-masing ada sendiri. Itu yang diketahui saat ini,” kata dr Satrio.</p>



<p>Selama ini menurutnya pasien selalu melakukan kontrol rutin dan terus dipantau oleh pihak dokter RSUD dr Saiful Anwar Malang. Selain itu, juga melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit lain yang menjadi faskes pertama dari pasien tersebut.</p>



<p>“Jadi Rumah Sakit lain itu menjadi faskes pertama mereka untuk suntik vaksinasi atau imunisasi, tetapi kami tetap mengontrol dan terus memantau kondisinya,” lanjut dr Satrio.</p>



<p>Selain itu, salah satu dokter spesialis anastesi, dr Wiwi Wijaya, menyampaikan alasan operasi tersebut baru dilakukan pada usia 11 bulan itu karena disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasien.</p>



<p>“Jadi kita lihat perkembangan janin, sebenernya dari usia 0 sampai 6 bulan itu ada fungsi-fungsi organ yang belum optimal, itu yang mendasari kenapa kita pilih di usia 11 bulan ini,” ucap Wijaya.</p>



<p>Lebih lanjut, dikatakan oleh wakil ketua tim kembar siam, dr Widanto, jika operasi yang akan dilakukan tersebut kurang lebih memakan waktu 10 hunga 12 jam. Maka dari itu, pihaknya juga meminta dukungan penuh serta doa agar operasi bayi kembar siam yang akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar, berhasil dan sukses.</p>



<p>“Kami mohon doanya karena ini yang pertama kalinya akan dilakukan di Malang Raya dan tentunya berharap mendapatkan hasil yang terbaik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195432</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
