<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kemenbudur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kemenbudur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2020 11:36:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kemenbudur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenbudur Wadahi Pelaku Seni dari Lintas Genre</title>
		<link>https://memontum.com/kemenbudur-wadahi-pelaku-seni-dari-lintas-genre</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 11:35:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[kemenbudur]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kemajuan kreasi dan naluri liar anak muda Malang, sedang mengalami masa berapi-api. Beragam wadah dan seniman, muncul untuk unjuk gigi agar bisa dikenal masyarakat luas. Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) pun hadir guna membawa nyawa spirit yang bisa membentuk sebuah ekosistem untuk menjadi wadah pertemuan para pelaku seni dari lintas genre. &#8220;Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kemajuan kreasi dan naluri liar anak muda Malang, sedang mengalami masa berapi-api. Beragam wadah dan seniman, muncul untuk unjuk gigi agar bisa dikenal masyarakat luas.</p>
<p>Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) pun hadir guna membawa nyawa spirit yang bisa membentuk sebuah ekosistem untuk menjadi wadah pertemuan para pelaku seni dari lintas genre. &#8220;Kita bergerak mulai 2018, ada tiga anggota salah satunya saya. Kami ini ingin membentuk sebuah kolektif senang-senang yang menyatukan segala genre yang ada,&#8221; ujar Oneding, Senin (22/11).</p>
<p>Neding-sapaan akrabnya, menyebutkan dalam kurun waktu dua tahun ini, Kemenbudur telah menghelat event yang lumayan besar. Seperti konser musik, workshop tie dye, pop up market dan bincang antar pelaku seni lintas genre.</p>
<p>&#8220;Satu yang berkesan buat saya, pas event musik Roman Urban tahun lalu. Itu pecah banget. Apalagi musik disko, ska dan koplo kita kolaborasikan dan membludak banget,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu personel SATCF ini juga menjelaskan, di Malang sendiri banyak sekali pelaku seni kreatif yang karyanya belum sempat di ekspos oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kemenbudur ini hadir untuk memberikan panggung kepada mereka (pelaku seni), agar masyarakat bisa melihat karya-karya para pemuda Malang yang sebenarnya sangat bernilai tinggi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dirinya berharap agar Malang bisa kembali lagi menjadi trend ceter untuk masyarakat Indonesia dan para pelaku seni ini bisa bergerak bersama-sama tanpa memandang genre apapun.</p>
<p>&#8220;Kemenbudur ini bergerak bareng, bukan atasnama uang. Tapi kita ingin sesuatu yang ada di Malang bisa menjadi signature nya sendiri. Kamu bisa lihat acara ini dan Malang memilikinya,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tuangkan Seni dan Fashion, Kemenbudur Hadir Dalam Nyala</title>
		<link>https://memontum.com/tuangkan-seni-dan-fashion-kemenbudur-hadir-dalam-nyala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 05:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kemenbudur]]></category>
		<category><![CDATA[Meet The Makers]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126084</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kementrian Budaya Urban (Kemenbudur) hadir untuk tetap menjaga nyala api semangat dan tetap menolak untuk menyerah selama masa pandemi. Dalam gelaran event &#8216;Meet The Makers&#8217;, Kemenbudur ingin menunjukan bagaimana eksistensi dan kreatifitas dalam mengkolaborasikan sebuah seni dan hobi. &#8220;Tujuan kami memang bersenang-senang dan menjalin silaturahmi antar pelaku seni. Tapi bukan itu saja, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kementrian Budaya Urban (Kemenbudur) hadir untuk tetap menjaga nyala api semangat dan tetap menolak untuk menyerah selama masa pandemi. Dalam gelaran event &#8216;Meet The Makers&#8217;, Kemenbudur ingin menunjukan bagaimana eksistensi dan kreatifitas dalam mengkolaborasikan sebuah seni dan hobi.</p>
<p>&#8220;Tujuan kami memang bersenang-senang dan menjalin silaturahmi antar pelaku seni. Tapi bukan itu saja, kami ingin pertemuan ini bisa bermanfaat. Jadi, kami gabungkan antara dunia fashion dengan seni yang dituangkan dalam fashion tersebut,&#8221; ujar salah satu Founder dari Kemenbudur, Oneding, Selasa (20/10).</p>
<p>Oneding menjelaskan, dirinya mengkonsep sebuah event untuk mengkolaborasikan sesuatu yang tak sama, namun bisa bersama-sama. Salah satunya, konsep Tie Dye. Konsep ini sendiri merupakan teknik mewarnai sebuah pakaian dengan cara tertentu dan itu tergantung selera masing-masing orang.</p>
<p>&#8220;Jadi, anak-anak yang datang bisa bawa baju polosnya dan di warnai disini dengan teknik Tie Dye. Mau bagaimana warnanya itu tergantung kreatifitasnya. Jadi, biar makin kece fashionnya gitu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, Oneding juga ingin memperkenalkan budaya Tie Dye yang dari tahun 70an bisa dimodifikasi dan lebih modern lagi. &#8220;Kemenbudur sekali lagi ingin mengajak anak-anak untuk bikin Tie Dye sendiri. Siapa tahu kedepan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Kemenbudur dalam gelaran ini juga berkolaborasi dengan In Vaults sebagai penggagas Tie Dye. Trift Point sebagai penjual pakaian bekas berkualitas dan juga ada music selector untuk menunjang kesan yang lebih istimewa. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126084</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
