<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kemenhub RI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kemenhub-ri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 May 2021 16:14:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kemenhub RI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dirjen Hubla Kemenhub RI Pantau Arus Balik di Pelabuhan Jangkar Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/dirjen-hubla-kemenhub-ri-pantau-arus-balik-di-pelabuhan-jangkar-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2021 16:14:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen Hubla]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pantau Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Jangkar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142710</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Ahmad memantau langsung kapal ferry yang mengangkut 37 penumpang dari pelabuhan penyeberangan, Jangkar, Kabupaten Situbondo menuju ke Pelabuhan Raas Sumenep. “Kapal Ferry yang biasa dinaiki 200 penumpang, namun sekarang hanya membawa sebanyak 37 penumpang yang dilengkapi dengan persyaratan protokol kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Ahmad memantau langsung kapal ferry yang mengangkut 37 penumpang dari pelabuhan penyeberangan, Jangkar, Kabupaten Situbondo menuju ke Pelabuhan Raas Sumenep.</p>



<p>“Kapal Ferry yang biasa dinaiki 200 penumpang, namun sekarang hanya membawa sebanyak 37 penumpang yang dilengkapi dengan persyaratan protokol kesehatan Covid-19,”ujar Ahmad, Minggu (16/05).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tekan-balap-liar-kapolres-situbondo-tantang-pemuda-adu-cepat-di-lomba-lari-100-meter">Tekan Balap Liar, Kapolres Situbondo Tantang Pemuda Adu Cepat di Lomba Lari 100 Meter</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-ikuti-gelaran-bimtek-penguatan-perda-dan-reformasi-birokrasi-di-surabaya">DPRD Situbondo Ikuti Gelaran Bimtek Penguatan Perda dan Reformasi Birokrasi di Surabaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
</ul>


<p>Menurut dia, kegiatan ini merupakan perintah langsung Menteri Perhubungan (Menhub) RI, dengan tujuan untuk mengendalikan arus balik sekaligus mengingatkan kepada nakhoda untuk selalu meng-update kondisi cuaca.</p>



<p>“Apabila terjadi sesuatu di laut, saya sarankan nakhoda segera menghubungi syahbandar, dan selalu berkoordinasi dengan stakeholder yang ada,” kata Ahmad.</p>



<p>Ahmad menegaskan, menjelang arus balik lebaran 2021, pihaknya sering melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengingat pelabuhan penyeberangan Jangkar akan dipadati para penumpang, terutama ribuan warga dari sejumlah kepulauan yang akan kembali bekerja ke Bali, dan ribuan santri yang juga akan kembali ke pondoknya.</p>



<p>“Kondisi kepulangan ribuan santri ke pondok pesantren dan para pekerja ke Pulau Dewata Bali itu, merupakan ciri khas dari Pelabuhan Jangkar. Untuk itu, kita terus melakukan komunikasi dengan ulama, Satgas Covid-19. Hal ini penting untuk mengantisipasi risiko pandemi Covid-19,” jelas Ahmad.</p>



<p>Ahmad mengatakan, jika nanti ada lonjakan penumpang pasca larangan mudik, pihaknya akan mendatangkan kapal ferry lain untuk membantu mengangkut penumpang tersebut.</p>



<p>“Selain itu, kita juga akan menurunkan kapal negara, kapal navigasi dan kapal patroli,” pungkasnya.</p>



<p>Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Andy Amran, mengatakan pihaknya juga secara gencar memantau kondisi lapangan di Pelabuhan Jangkar ini.</p>



<p>“Sejauh ini, larangan mudik di Pelabuhan Jangkar terkendali dengan baik,” jelas Andy Amran. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub Gandeng ITS, Kembangkan Kapal Pelra Berbahan Bambu</title>
		<link>https://memontum.com/kemenhub-gandeng-its-kembangkan-kapal-pelra-berbahan-bambu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2019 11:28:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Pelayaran Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83048-kemenhub-gandeng-its-kembangkan-kapal-pelra-berbahan-bambu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kemaritiman, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) didaulat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengembangkan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada daerah-daerah perairan di Indonesia. Amanah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/3 2019). Naskah MoU [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kemaritiman, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) didaulat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengembangkan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada daerah-daerah perairan di Indonesia. Amanah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/3 2019).</p>
<p>Naskah MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. Pada kesempatan tersebut, Kemenhub juga menyerahkan 46 kapal dari 200 unit yang ditargetkan dibangun. Dengan rincian, tahun 2017 sebelumnya dibangun 24 unit, tahun 2018 dibuat 94 unit, tahun 2019 ini targetnya akan dibangun 32 unit, dan tahun 2020 akan dibangun 50 unit lagi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83051" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0086-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Budi mengatakan, harapannya kapal ini dapat menyambung konektivitas angkutan masyarakat di daerah-daerah perairan di Indonesia untuk tol laut maupun kapal perintis. Dari 46 kapal, saat ini yang dibawa di Surabaya ada 12 kapal tipe GT 32.</p>
<p>“Harapan kami semua kapal Pelra ini mendukung program konektivitas masyarakat, dan Pemda (Pemerintah Daerah, red) dapat memanfaatkan kapal ini sebaik-baiknya. Kapasitas kapal ini sebanyak 24 penumpang, barang bisa 10 ton dengan kecepatan 9 knot,” papar Budi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83050" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190415-WA0087-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Budi, dengan memberikan bantuan kapal Pelra ini, ia menginginkan budaya kearifan lokal pembuatan kapal pinisi itu tetap dilestarikan oleh masyarakat.</p>
<p>“Saat ini bahannya masih pakai kayu, tapi ITS mempunyai ide untuk menggantikannya dengan bambu, selain efisiensi bahan, mudah didapatkan dan bambu juga dapat dibudidayakan secara cepat dibandingkan dengan kayu,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83048</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub RI Terlirik Kapal Bambu di ITS</title>
		<link>https://memontum.com/kemenhub-ri-terlirik-kapal-bambu-di-its</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2018 11:38:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/66572-kemenhub-ri-terlirik-kapal-bambu-di-its</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Budi Karya Sumadi setibanya di Surabaua terlirik oleh karya hasil Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) yakni Kapal Bambu, atau yang disebut Daito Deiling. Kapal yang merupakan hasil rancangan dari satu dosen ITS ini, rupanya mampu memikat Budi saat melihat beberapa pameran yang ada di Gedung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Budi Karya Sumadi setibanya di Surabaua terlirik oleh karya hasil Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) yakni Kapal Bambu, atau yang disebut Daito Deiling. Kapal yang merupakan hasil rancangan dari satu dosen ITS ini, rupanya mampu memikat Budi saat melihat beberapa pameran yang ada di Gedung National Ship design and Engineering Center (NASDEC), Jum&#8217;at (30/11/2018).</p>
<p>Kapal bambu dari ITS ini diharapkan dapat menjadi stimulus pengembangan kapal bambu di seluruh Indonesia, terlebih sebagai alternatif pengganti kapal kayu nelayan yang telah mengalami kelangkaan dalam pengadaan bahan bakunya. Hal ini tak terlepas dari sifat bambu yang sangat mudah ditanam, juga memiliki kriteria yang baik untuk dijadikan bahan baku kapal.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini kita masih menggunakan kayu untuk membuat kapal. Kayu harganya mahal dan susah dicari. Sedangkan bambu murah dan mudah didapatkan,&#8221; kata Budi Karya Sumadi.</p>
<p>Tak hanya itu saja, Kementrian Perhubungan RI nantinya juga akan menjadikan kapal bambu ITS sebagai bagian dari kearifan lokal yang nantinya akan dipakai di kawasan wisata seperti Danau Toba dan Palembang. Budi mengharapkan  kapal bambu tersebut nantinyamenjadi pengganti kapal kayu,  untuk para nelayan yang telah mengalami kelangkaan bahan baku.</p>
<p>&#8220;Ini bisa membuat orang terpancing untuk mengikuti jejak bahwa bambu juga bisa sebagai bahan baku kapal bukan hanya kayu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pun industri perkapalan dituntut untuk mampu menyediakan kapal yang tepat guna, namun dalam penerapannya masih ada banyak sekali permasalahan.</p>
<p>&#8220;Misalnya, Kapal Danau Toba yang ada saat ini dengan tiga dek dinilai masih sangat berbahaya. Namun, kontribusi ITS untuk merancang desain kapal wisata Danau Toba yang aman ini membuat kami merasa sangat terbantu dalam menyelesaikan sebagian dari daftar permasalahan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain melihat Baito Deiling di Laboratoriun Hidrodinamika ITS, Budi juga meninjau prototype kapal cepat tak berawak milik Tim Barunastra ITS, fasilitas pendeteksi instalasi bawah laut otomatis AISITS, dan beberapa desain kapal inovatif yang sedang dikembangkan oleh tim NaSDEC ITS.</p>
<p>Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis NaSDEC, Masroeri menyambut baik apresiasi dan rencana Menteri Perhubungan yang tertarik untuk mengembangkan hasil karya ITS ini.</p>
<p>&#8220;Kapal ini hasil penelitian dan penemuan Heri Soepomo, dosen teknik perkapalan. Kalau memang menhub tertarik kita akan hubungi yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti,&#8221; kata Masroeri. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66572</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
