<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kementerian-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2021 15:01:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenparekraf Dukung Startup Indonesia dalam Ajang Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/kemenparekraf-dukung-startup-indonesia-dalam-ajang-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 14:59:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136588</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sejumlah perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional ‘South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021’ yang digelar pada 16 sampai 20 Maret 2021. Salah satu bentuk dukungannya yaitu, dengan menghadirkan homepage Archipelageek. Program Archipelageek ini sebelumnya digagas oleh Badan Ekonomi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sejumlah perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional ‘South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021’ yang digelar pada 16 sampai 20 Maret 2021.</p>



<p>Salah satu bentuk dukungannya yaitu, dengan menghadirkan homepage Archipelageek. Program Archipelageek ini sebelumnya digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pada tahun 2017 dan kembali diselenggarakan pada tahun ini dengan tema “Bringing Indonesia to The World Stage”.</p>



<p>Tujuannya adalah untuk memperkenalkan perusahaan rintisan Indonesia, baik produk maupun jasa yang mereka hasilkan, serta mendorong perusahaan rintisan Indonesia mendapatkan potensi pasar baru berskala internasional. Selain itu, program Archipelageek ini juga merupakan salah satu upaya menjalankan misi berkelanjutan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif di Indonesia.</p>



<p>Ada sembilan perusahaan rintisan yang menjadi bagian dari homepage Archipelageek di “SXSW Online Creative Industries Exhibition 2021”, yaitu Aruna, BOTIKA, DreamTalent, Gringgo, IZY.AI, Octagon Studio, Privy.id, DNETWORK, dan Millealab.</p>



<p>Seluruh perusahaan rintisan yang menjadi delegasi Indonesia telah menjalani proses bootcamp, di mana mereka mendapatkan strategi yang terbaik dan berbagai pengalaman menarik dari para alumni program Archipelageek.</p>



<p>“Ini adalah bentuk dukungan Kemenparekraf secara all out kepada perusahaan rintisan dalam membuka akses yang lebih luas untuk tampil dan bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara lain,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat memberikan sambutan, dalam Press Conference SXSW 2021 secara daring, di Jakarta, (09/03).</p>



<p>Menparekraf berharap, agar perusahaan rintisan dan pelaku ekonomi kreatif lainnya dapat terus berinovasi dan menciptakan produk maupun solusi kreatif yang dapat bersaing di pasar internasional. Selain itu, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan pada saat pandemi dan terpuruknya ekonomi.</p>



<p>Karena berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang cukup sebesar yaitu sejumlah Rp 1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini, menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara.</p>



<p>“Data tersebut membuktikan bahwa, pelaku ekonomi kreatif Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baik untuk bersaing di pasar global. Dan saya harap perusahaan rintisan ini akan menjadi start-up unicorn Indonesia yang dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan membangkitkan kembali ekonomi kita,” ujarnya.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan bahwa Arhipelageek merupakan salah satu program untuk mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. Bahan bakar utama dari ekosistem ini, tentunya adalah perusahaan rintisan yang sampai sekarang ini berkembang dengan pesat.</p>



<p>“Oleh karena itu, kami selalu berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat membantu para startup Indonesia untuk dapat melebarkan sayapnya di kancah Internasional,” ujar Neil El Himam.</p>



<p>Neil El Himam juga mengatakan, program ini memang sudah ada sejak tahun 2017. Untuk itu, Kemenparekraf terus berupaya konsisten, untuk berpartisipasi dalam ajang South by Southwest ini. “Karena pada dasarnya kehadiran kita di SXSW dapat menimbulkan kepercayaan terhadap para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia, bahwa kita benar-benar punya kemampuan di bidang tersebut,” katanya.</p>



<p>Tercatat tahun 2017-2019, dari 24 perusahaan rintisan yang mengikuti ajang SXSW ini, sekitar 50 persen mendapatkan kesempatan untuk pencapaian kerja sama dan strategic partnership dengan pasar global. Beberapa diantaranya, TeleCTG yang mendapat komitmen kerja sama di bidang IoT Kesehatan dengan negara di Amerika Latin, pengakuan sertifikasi internasional untuk Node Flux, serta adanya kerja sama strategic partner USA dengan Happy5, dan beberapa perusahaan rintisan lainnya. “Harapannya delegasi startup Indonesia juga mendapat feedback dari potential user, yang akan berujung pada business deal untuk pengembangan dan peningkatan perusahaan mereka,” ujarnya. <strong>(hms/kpe/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136588</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyuwangi Tahun Ini Gelar B-Fest dengan Menggunakan Hybrid Konsep</title>
		<link>https://memontum.com/banyuwangi-tahun-ini-gelar-b-fest-dengan-menggunakan-hybrid-konsep</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 19:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agenda Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrung Sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kabupaten paling timur Pulau Jawa. Pada tahun ini, Pemkab kembali menggelar ratusan event yang terangkai dalam kalender wisata yang sudah tidak asing di telinga publik nasional. Cikal bakal B-Fest, diawali dari ide seorang Abdullah Azwar Anas. Pada tahun 2011, Anas menggelar tiga atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kabupaten paling timur Pulau Jawa. Pada tahun ini, Pemkab kembali menggelar ratusan event yang terangkai dalam kalender wisata yang sudah tidak asing di telinga publik nasional.</p>



<p>Cikal bakal B-Fest, diawali dari ide seorang Abdullah Azwar Anas. Pada tahun 2011, Anas menggelar tiga atraksi wisata besar dalam rangkaian Hari Jadi Banyuwangi di tahun tersebut. Event tersebut adalah Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival dan Banyuwangi Jazz Festival.</p>



<p>&#8220;Rupanya tiga event tersebut mendapat sambutan hangat dari wisatawan. Maka, kami tercetus membuat sebuah kalender wisata, yang lalu kami kemas dalam sebuah Banyuwangi Festival,&#8221; jelas Anas, saat usai meluncurkan Banyuwangi Festival 2021, Rabu (17/02) tadi.</p>



<p>Selanjutnya, digelarlah Banyuwangi Festival untuk kali pertama pada 2012. Sejak itu, pelaksanaannya terus dievaluasi dan mengalami peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dari tahun ke tahun. Banyuwangi Festival menjadi kalender wisata tahunan pertama yang disusun kabupaten dan kota se-Indonesia secara terperinci dan terintegrasi.</p>



<p>&#8220;Konsep calendar of event ini kemudian menjadi tren di berbagai kabupaten dan kota,&#8221; ucap Anas.</p>



<p>Setahun kemudian, pada 2013 B-Fest meningkat menjadi 15 event. Pada 2014 menjadi 23 event. 2015 menjadi 38 event, hingga pada 2019 terdapat 99 event.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132000-kunjungi-dinas-dinas-bupati-anas-minta-agar-berinovasi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Kunjungi Dinas-dinas, Bupati Anas Minta Agar Berinovasi</a></strong></p>



<p>&#8220;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun telah menetapkan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut lantaran konsistensi dan keragaman event agenda wisata yang digelar Banyuwangi,&#8221; kata Anas.</p>



<p>Pada 2020, Banyuwangi sebenarnya telah menyiapkan 123 event. Namun, terpaksa harus dibatalkan karena pandemi Covid-19, yang memberikan dampak pada semua lini.</p>



<p>Kini memasuki tahun 2021, meski masih dalam nuansa pandemi, Banyuwangi kembali menggelar B-Fest dengan total 102 event sepanjang tahun. Menurut Anas, meski di masa pandemi, B-Fest tetap harus digelar. Karena selama ini, Banyuwangi Festival mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Dengan penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita Banyuwangi secara sangat signifikan.</p>



<p>&#8220;B-Fest ini menjadi instrumen pemulihan ekonomi. Banyuwangi Festival akan menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, dengan tiga tujuan utama. Yakni, membangun optimisme rakyat, memperkuat solidaritas sosial dan membuka kembali banyak lapangan kerja,&#8221; jelas Anas.</p>



<p>Anas menyebut, B-Fest tahun ini menggunakan hybrid konsep. Karena penyelenggaraannya harus mematuhi protokol kesehatan. Konsep hybrid yang diusung bukan sekadar menyiarkan aktivitas luring ke media daring seperti Youtube maupun live media sosial, tapi sudah lebih jauh dari itu, yaitu mengintegrasikan konsep daring dan luring. Mulai dari aktivitas pariwisata hingga transaksi UMKM. &#8220;Di masa pandemi Covid-19, Banyuwangi harus terus bersiasat agar para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata bisa tetap menggeliat. Maka, muncullah Banyuwangi Festival dengan konsep hybrid. Dari sini kita juga banyak belajar, bagaimana teknologi memandu kebangkitan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Mungkin kita belum terbiasa dengan hybrid concept, masih terus belajar memperbaiki kekurangan, tapi tidak ada pilihan lain. Kita harus hadapi, pelajari, dan berjuang bangkit,” pungkasnya. <strong>(kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gencarkan CHSE, Kemenpar Ingin Bangkitkan Ekonomi Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gencarkan-chse-kemenpar-ingin-bangkitkan-ekonomi-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 11:03:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[chse]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata dan Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126259</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sosialisasi pembukaan tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Malang, terus dilakukan. Kamis (22/10) tadi, bertempat di Resto Pan Warung Tani Java Mulyo Agung, Kecamatan Dau, menggelar kegiatan sosialisasi dan pemberian dukungan sarana dan prasarana kepada desa destinasi wisata. Hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dadang Rizki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sosialisasi pembukaan tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Malang, terus dilakukan. Kamis (22/10) tadi, bertempat di Resto Pan Warung Tani Java Mulyo Agung, Kecamatan Dau, menggelar kegiatan sosialisasi dan pemberian dukungan sarana dan prasarana kepada desa destinasi wisata.</p>
<p>Hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dadang Rizki Ratman, perumus CHSE, Ayu Nur dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jatim, Suwondo serta Kabupaten Malang, Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara Kadisparbud Kabupaten Malang.  Pelaksanaan tersebut, terkait rencana pemberian sarana dan prasarana program CHSE (Clean, Healthy, Safety and Environment sustainablity).</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini dimaksudkan guna mendukung pihak pengelola destinasi wisata, untuk segera bisa melakukan operasional. Karena, ekonomi harus tetap bangkit selama masa Covid 19,&#8221; kata Made.</p>
<p>Perumus program CHSE, Ayu Nur, dalam kesempatan itu mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Karena pariwisata adalah bisnis jasa, yang mana para peminatnya dari segala penjuru dunia. Dari situ, sektor pariwisata membutuhkan panduan untuk meningkatkan kebersihan, kesehatan dan keselamatan.</p>
<p>&#8220;Dunia pariwisata harus siap bangkit kembali. Panduan praktisnya ya lewat CHSR ini untuk pemilik, pengelola, pengunjung ataupun karyawan,&#8221; ungkap Ayu.</p>
<p>Sertifikasi CHSE, adalah sesuatu yang penting, karena menjadi jaminan sektor pariwisata agar bisa tergerak kembali. &#8220;Mulai dari sosialisasi, informasi, edukasi, dan penilaian mandiri (kelengkapan prosedur kesehatan) harus siap untuk didaftarkan ke link yang sudah kamu sediakan. Setelah itu auditor nanti akan mengevek langsung ke lokasi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dadang Rizki Ratman, juga menjelaskan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, harus menjalankan sesuai dengan fungsinya. &#8220;Kami mendapatkan mandat dari pusat, untuk melakukan satu program kegiatan. Karenanya, kami sosialisasikan agar bisa bersama-sama membangkitkan kembali ekonomi dari sektor pariwisata yang aman, sehat dan lestari,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126259</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
