<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kenakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Aug 2025 14:10:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kenakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Gejolak Demo, ASN di Kota Malang Diimbau Kenakan Pakaian Bebas Rapi dan Tidak Pakai Mobdin</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-gejolak-demo-asn-di-kota-malang-diimbau-kenakan-pakaian-bebas-rapi-dan-tidak-pakai-mobdin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mobdin]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang.</p>



<p>Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi yang dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). &#8220;Betul, imbauannya seperti itu, ASN mengenakan pakaian bebas rapi. Namun, tetap melaksanakan tugas dan pelayanan masyarakat dan tidak ada Work From Home (WFH),&#8221; kata Hendru, Minggu (31/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imbauan tersebut hanya bersifat sementara. Pihaknya berharap, agar kondisi di Kota Malang tetap kondusif.</p>



<p>&#8220;Tidak ada Surat Edaran (SE) resmi dari pusat, sifatnya imbauan. Semoga kondisi di Kota Malang tetap kondusif,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, para ASN juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas, sementara waktu. &#8220;Iya, termasuk kendaraan dinas juga kami imbau sementara waktu ini,&#8221; imbuh Hendru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan HUT RI, Satlantas Polresta Malang Kota di Satpas SIM dan Samsat Kenakan Busana Kemerdekaan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ri-satlantas-polresta-malang-kota-di-satpas-sim-dan-samsat-kenakan-busana-kemerdekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[Satpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia, terlihat semarak di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satpas SIM Polresta Malang Kota, Sabtu (16/08/2025) tadi. Itu karena, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota yang bertugas di Kantor Samsat, diwajibkan mengenakan pakaian bertema kemerdekaan. Beragam busana bernuansa kemerdekaan, mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia, terlihat semarak di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satpas SIM Polresta Malang Kota, Sabtu (16/08/2025) tadi. Itu karena, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota yang bertugas di Kantor Samsat, diwajibkan mengenakan pakaian bertema kemerdekaan.</p>



<p>Beragam busana bernuansa kemerdekaan, mulai dari busana pejuang, pakaian tradisional hingga atribut Merah Putih, dikenakan oleh petugas. Tak ayal, pemandangan ini terlihat cukup menarik hingga banyak masyarakat ikut mengabadikan moment ini dengan kamera ponsel.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, menjelaskan bahwa aturan ini berlaku selama dua hari, yakni sejak Jumat (15/08/2025) hingga Sabtu (16/08/2025). “Ini bentuk partisipasi kami dalam memperingati HUT RI ke-80. Semangat kemerdekaan bisa diekspresikan dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” kata Kompol Agung, Sabtu (16/08/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya berharap, nuansa kemerdekaan yang dihadirkan ini dapat menumbuhkan energi positif. Baik itu bagi petugas maupun masyarakat yang sedang mengurus layanan di Samsat.</p>



<p>“Harapan kami, semangat kemerdekaan ini bisa tertuang dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan apapun, termasuk memberikan layanan kepada masyarakat melalui Samsat,” tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225044</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan HUT Arema, Wali Kota Malang Imbau ASN Kenakan Pakaian Berlogo Arema</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-arema-wali-kota-malang-imbau-asn-kenakan-pakaian-berlogo-arema</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[berlogo]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224843</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke 38, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengenakan pakaian berlogo Arema, Senin (11/08/2025) tadi. Menurutnya, itu dilakukan untuk membersamai dan Kota Malang juga merupakan bagian dari Arema. &#8220;Karena Kota Malang ini sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke 38, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengenakan pakaian berlogo Arema, Senin (11/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, itu dilakukan untuk membersamai dan Kota Malang juga merupakan bagian dari Arema. &#8220;Karena Kota Malang ini sudah terkenal dengan sepak bolanya, untuk itu semua ASN saya imbau untuk menggunakan pakaian dengan berlogo Arema. Jadi kita Kota Malang ini bagian dari Arema,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa sebelumnya, dirinya juga telah melakukan kerja bakti bersama Arema Utas. Mulai dari membersihkan di area Car Free Day (CFD) hingga patung singa di depan Stasiun Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami berharap, peringatan Arema ini dilaksanakan bersama-sama seluruh masyarakat Kota Malang dengan positif. Yang jelas ada kekompakan, kebersamaan dan solidaritas. Doa kami semua semoga Arema tetap jaya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Wali Kota Wahyu juga memberikan dukungan penuh pada Arema FC yang akan bertanding dengan PSBS Biak, pada sore nanti. Bahkan, Wahyu memperkirakan skor kemenangan dua kosong.</p>



<p>&#8220;Kami berharap pasti menang. Mudah-mudahan bisa 2-0,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224843</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Ke-830, Bupati Arifin dan Istri Kenakan Busana Ageman Agung Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/hari-jadi-ke-830-bupati-arifin-dan-istri-kenakan-busana-ageman-agung-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ageman]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[ke-830,]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama istri Novita Hardiny, yang juga Ketua TP PKK Trenggalek, menjalani prosesi Hari Jadi ke-830 Trenggalek dengan mengenakan busana adat yang tidak biasa. Ya, di Hari Jadi Trenggalek tahun ini mengangkat tema &#8216;Pinayungan Kaluhuran&#8217; (tersirat doa dan harapan). &#8220;Jadi tema busana yang kita pakai kali ini adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama istri Novita Hardiny, yang juga Ketua TP PKK Trenggalek, menjalani prosesi Hari Jadi ke-830 Trenggalek dengan mengenakan busana adat yang tidak biasa. Ya, di Hari Jadi Trenggalek tahun ini mengangkat tema &#8216;Pinayungan Kaluhuran&#8217; (tersirat doa dan harapan).</p>



<p>&#8220;Jadi tema busana yang kita pakai kali ini adalah Ageman Agung Trenggalek. Atau, kalau dalam adat Jawa, luaran yang kita pakai ini namanya sikep (selubung). Yang mana dapat diartikan, semua yang menyelubungi kita adalah hal-hal baik. Seperti yang terlihat di busana ini ada jahitan bertuliskan tauhid ( La ilaha illallah), bahwa kita sadar tiada daya dan upaya kecuali ada pertolongan Tuhan YME,&#8221; kata Bupati Arifin, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/08/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam busana yang dikenakan Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny juga terdapat payet berbentuk Bunga Matahari. Dimana kelopak bunganya berjumlah delapan, yang menunjukkan delapan mata angin dan angka yang tidak terputus. &#8220;Semoga berkah kita semua tidak terputus. Dan manfaatnya bisa ke segala arah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian kancing dalam busana yang dipakai Bupati Arifin, juga berjumlah enam (tiga lengan kanan dan tiga lengan kiri, red) dengan bentuk Garuda. &#8220;Kita tahu, Garuda ini adalah simbol negara kita Indonesia. Dan angka enam itu merupakan rukun iman kita. Sehingga, saya percaya dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa mampu menuntun masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,&#8221; tutur Bupati Arifin.</p>



<p>Sebelumnya, rangkaian Hari Jadi ke 830 Trenggalek ini diawali dengan kegiatan jamasan pusaka, ziarah leluhur, doa bersama (tirakatan), kirap pusaka dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit malam hari nanti. &#8220;Adapun tiga pusaka yang dikirap ada tiga penjuru ini diantaranya pusaka pemberian Ngarep Dalem berupa Tombak Woswigyomurti dan Payung Ayomsih serta Pusaka Korowelang. Tadi juga ada box hitam yang bawa, jadi ini yang diruwat yang dijamas dan dikirap bukan hanya pusaka Trenggalek tetapi juga orang yang memiliki kebijakan di Trenggalek. Sehingga jalannya pemerintahan bisa berjalan baik,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Ipin-sapaan akrabnya, menyampaikan harapan di usia ke 830 Trenggalek tahun ini benar-benar sesuai tema yakni Pinaringan Kaluhuran. Meski saat ini situasi masyarakat seperti musim politik, tekanan ekonomi, geopolitik dan peperangan dimana-mana merupakan faktor eksternal yang mana dalam falsafah jawa adalah kayangan.</p>



<p>&#8220;Semoga kayangan kita ini tidak gonjang-ganjing, dan semoga semua masyarakat di Trenggalek adem, makmur, tentram serta tercukupi,&#8221; ujar Bupati Arifin.</p>



<p>Disinggung soal karangan bunga yang tak seperti biasa, pemimpin muda ini menyebut jika pihaknya telah membuat kebijakan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk tidak menggunakan karangan bunga dari styrofoam melainkan berupa bibit tanaman sama seperti tahun sebelumnya. Hal itu, merupakan komitmen pembangunan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Kita tahu jika saya sangat konsen dengan pembangunan berkelanjutan dan Bu Novita konsen ke pemberdayaan wanita. Daripada mubazir, sama-sama karangan bunga. Jika biasanya dari styrofoam yang sampahnya tidak bisa diolah, ya mending karangan bunga ini benar-benar bibit bunga atau tanaman yang nanti bisa ditanam lagi,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Parade Baju Adat Nusantara Warnai Upacara HUT Ke-79 RI di Banyuwangi, Bupati Kenakan Baju Adat Minang</title>
		<link>https://memontum.com/parade-baju-adat-nusantara-warnai-upacara-hut-ke-79-ri-di-banyuwangi-bupati-kenakan-baju-adat-minang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213091</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Parade baju adat nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/08/2024) tadi. Dalam momen itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengenakan baju adat Minang Koto Gadang, Sumatera Barat. Busana yang dikenakan tersebut, lengkap dengan penutup kepalanya, tingkuluak talakuang. Baju tersebut, mencerminkan adat Minangkabau yang berfalsafah &#8216;Adaik basyandi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Parade baju adat nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/08/2024) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengenakan baju adat Minang Koto Gadang, Sumatera Barat. Busana yang dikenakan tersebut, lengkap dengan penutup kepalanya, tingkuluak talakuang.</p>



<p>Baju tersebut, mencerminkan adat Minangkabau yang berfalsafah &#8216;Adaik basyandi syarak, syarak basandi kitabullah&#8217;. Adat di Minangkabau mencerminkan spirit keagamaan.</p>



<p>&#8220;Ini saya kira tepat dengan kultur masyarakat Banyuwangi. Dimana agama menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Sebagai pemimpin daerah, saya berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan harmonisasi diantara adat dan agama dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, para undangan yang hadir juga tampak mengenakan baju adat dari berbagai wilayah di Indonesia. Seperti Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, mengenakan baju adat Jawa. Sekda Mujiono mengenakan baju adat Bugis. Juga tampak undangan yang lain mengenakan baju adat Papua, Bengkulu, hingga Dayak.</p>



<p>&#8220;Ini mengingatkan kita kembali bahwa Bangsa Indonesia dibangun dari kebhinekaan, keberagaman yang kemudian kita bersatu, menyatukan tekad sebagai bangsa Indonesia,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, HUT Kemerdekaan RI merupakan momen bagi seluruh warga untuk kembali meneguhkan semua daya dan pikir, membawa bangsa ini maju dan berkarakter kuat. Maka, semangat gotong royong, menjadi landasan bagi semua pihak untuk membangun bangsa ini.</p>



<p>Berbagai program penanganan kemiskinan telah diluncurkan oleh Bupati Ipuk. Mulai ASN Peduli, dimana ribuan ASN Banyuwangi bergotong royong membantu warga kurang mampu. Juga Program Banyuwangi Berbagi, yang mengajak banyak elemen masyarakat untuk berkolaborasi menuntaskan masalah kemiskinan di Banyuwangi.</p>



<p>“Saat awal kami menjabat pada 2021, angka kemiskinan di 8,07 persen. Alhamdulillah dengan gotong royong semua pihak, saat ini selama tiga tahun turun ke 6,54 persen. Mari bersama kita terus kuatkan ikatan ini. Bersama kita kuat,” tambah Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213091</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenakan Baju Adat Bali, Bupati Jember Ingatkan Pentingnya Toleransi dalam Upacara Hari Lahir Pancasila</title>
		<link>https://memontum.com/kenakan-baju-adat-bali-bupati-jember-ingatkan-pentingnya-toleransi-dalam-upacara-hari-lahir-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210160</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Sukorambi, Minggu (01/06/2024) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti oleh Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Forkopimda Jember, Kepala OPD, ASN hingga pelajar Pemkab. Dalam upacara itu, Bupati Hendy mengenakan baju adat Suku Bali. Sementara untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Sukorambi, Minggu (01/06/2024) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti oleh Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Forkopimda Jember, Kepala OPD, ASN hingga pelajar Pemkab.</p>



<p>Dalam upacara itu, Bupati Hendy mengenakan baju adat Suku Bali. Sementara untuk peserta, mengenakan berbagai baju suku adat di Indonesia.</p>



<p>Disampaikan Bupati Hendy, bahwa tema Peringatan Hari Lahir Pancasila yakni &#8216;Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045&#8217;. &#8220;Tema ini esensinya merupakan semangat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan Pancasila adalah pemersatu bangsa. Pancasila adalah dasar berbangsa dan bernegara kita,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan, dirinya sengaja mewajibkan seluruh ASN Pemkab Jember yang mengikuti upacara hari ini untuk mengenakan baju adat, supaya semakin menyadari bahwa sejatinya Indonesia terbentuk dari keberagaman. Untuk itu, harus saling rukun dan bersatu.</p>



<p>“Keberagaman adalah keniscayaan bagi Indonesia. Untuk itu, mari kita saling mengedepankan toleransi agama, toleransi suku bangsa. Jangan mau dipecah belah,” papar Bupati Hendy.</p>



<p>Masih menurut Bupati Hendy, bahwa membentengi jati diri Indonesia sangat penting. Mengingat, hari ini tantangan globalisasi semakin nyata. Oleh sebab itu, semua agar tetap menjunjung nilai luhur Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Penanganan Sampah Kota Batu, Mulai 2024 Kenakan Sanksi Pidana untuk Pembuang Sembarangan</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-penanganan-sampah-kota-batu-mulai-2024-kenakan-sanksi-pidana-untuk-pembuang-sembarangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 07:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi]]></category>
		<category><![CDATA[sembarangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dalam upaya menangani sampah yang terjadi di Kota Batu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, didampingi Sekda, Asisten Pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup, DPUPR, Diskumdag, mengumpulkan seluruh camat, lurah dan seluruh Kepala Desa di Hanggar TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (28/12/2023) tadi. Dalam pertemuan itu, Aries Agung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dalam upaya menangani sampah yang terjadi di Kota Batu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, didampingi Sekda, Asisten Pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup, DPUPR, Diskumdag, mengumpulkan seluruh camat, lurah dan seluruh Kepala Desa di Hanggar TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (28/12/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, Aries Agung Paewai mengatakan meski Kota Batu mengalami permasalahan sampah, namun tidak mengalami darurat sampah. Hanya saja ke depan atau tahun 2024 mendatang, kepada masyarakat yang nantinya kedapatan membuang sampah secara sembarangan, maka akan dikenai sanksi pidana.</p>



<p>&#8220;Kalau ada stigma, bahwa Kota Batu darurat sampah, itu tidak benar. Kota Batu tidak darurat sampah,&#8221; tegasnya, saat berada di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Diuraikannya, saat dirinya keliling kota dan desa, pun tidak ada masalah yang cukup berat terkait sampah. Ini dikarenakan, sudah bisa teratasi oleh lurah maupun kepala desa.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, tidak ada daerah secepat Kota Batu, dalam hal pembentukan TPS3R. Bahkan, sejumlah desa yang ada di Kota Batu sudah berhasil mengelola sampah secara mandiri. Saat ini, 80 persen pengelolaan sampah di TPS3R desa atau kelurahan di Kota Batu, juga sudah mulai berjalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Contohnya di Dusun Durek, Desa Giripurno, di sana mereka sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Dipilah sendiri dan dibawa ke TPS3R sendiri. Sehingga dalam setengah hari, pengelolaan sampah di tempat tersebut sudah selesai,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kemudian di TPS3R Punten dan Sumbergondo, di tempat tersebut telah menjadi objek untuk studi banding dari daerah-daerah lain. Sehingga, dapat menambah PADdes dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>



<p>&#8220;Karena itu, kami ingin di tahun 2024 ada ketegasan. Kalau ada sampah yang dibuang bukan diwilayahnya atau secara sengaja dibuang sembarangan, maka tindakan yang akan dilakukan bukan lagi Tipiring. Tetapi, sudah tindak pidana. Karena dalam Undang-undang sudah jelas, konsekuensi tentang buang sampah sembarangan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kemudian, dirinya juga menegaskan, apabila masyarakat bilang pemerintah tidak bertanggungjawab soal masalah sampah, hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak benar. Sebab, pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi hal tersebut.</p>



<p>&#8220;Pemerintah sudah mengelola sampah, saya sendiri sebagai wali kota turun langsung. Melihat langsung dan bahkan ikut mengambil langsung. Jadi, kalau dibilang tidak tanggungjawab, yang mana kami tidak tanggungjawab,&#8221; tambahnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Guru, HUT PGRI dan HUT Korpri, Bupati Jember dan Peserta Upacara Kenakan Baju Adat</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-guru-hut-pgri-dan-hut-korpri-bupati-jember-dan-peserta-upacara-kenakan-baju-adat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[Korpri]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202563</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember bersama masyarakat Kabupaten Jember melaksanakan Upacara Hari Guru Nasional, HUT ke-78 PGRI dan HUT ke-52 Korpri, di Alun-alun Jember, Rabu (29/11/2023) tadi. Dalam gelaran itu, Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin apel dalam pelaksanaan yang mana seluruh pesertanya mengenakan baju adat dari berbagai suku di Indonesia. Pelaksanaan apel tersebut, diawali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember bersama masyarakat Kabupaten Jember melaksanakan Upacara Hari Guru Nasional, HUT ke-78 PGRI dan HUT ke-52 Korpri, di Alun-alun Jember, Rabu (29/11/2023) tadi. Dalam gelaran itu, Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin apel dalam pelaksanaan yang mana seluruh pesertanya mengenakan baju adat dari berbagai suku di Indonesia.</p>



<p>Pelaksanaan apel tersebut, diawali dengan penampilan menarik dari marching band ‘Gendrang Spasa SMPN 01 Jember’ yang telah menjuarai berbagai kejuaraan dan mengharumkan nama Kabupaten Jember. Ada juga penampilan Tarian Jember Nusantara oleh ribuan guru PAUD se-Kabupaten Jember.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dalam apel tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono, menyerahkan sejumlah piagam penghargaan Kemenristek RI kepada Bupati Jember, Hendy Siswanto. Beberapa penghargaan tersebut, diantaranya seperti penghargaan atas dukungan tinggi Pemkab Jember terhadap pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM, komitmen tinggi terhadap pendidikan inklusif dan dukungan tinggi terhadap pembentukan komunitas intra sekolah.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Hendy memberikan penghargaan kepada beberapa pelajar Jember yang berprestasi tingkat nasional hingga internasional. Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga terus menggelorakan semangat belajar melalui kurikulum merdeka, sebab bangsa dengan SDM unggul akan mengantarkan Indonesia maju.</p>



<p>“Esensinya merdeka belajar sangat positif dalam mendukung pembelajaran untuk membentuk SDM unggul bangsa Indonesia,” kata Bupati Hendy.<strong> (kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Pahlawan, Pegawai RSAR Situbondo Kenakan Pakaian Atribut Pahlawan</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-pahlawan-pegawai-rsar-situbondo-kenakan-pakaian-atribut-pahlawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[atribut]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201343</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Umum dr Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo, dalam memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2023) tadi. Semua pegawai rumah sakit itu, memakai kostum bertemakan pahlawan saat melayani pasien. Hal ini dilakukan, untuk membangkitkan semangat dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari para penjajah. “Seluruh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Umum dr Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo, dalam memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2023) tadi. Semua pegawai rumah sakit itu, memakai kostum bertemakan pahlawan saat melayani pasien.</p>



<p>Hal ini dilakukan, untuk membangkitkan semangat dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari para penjajah. “Seluruh karyawan-karyawati, perawat dan dokter di RSAR Situbondo,.hari ini memberikan pelayanan kepada pasien menggunakan kostum pahlawan,” ujar Direktur RSAR Situbondo, dr Hj Roekmy Prabarini Ario.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada prinsipnya, sambung dr Roekmy, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan karyawan, karyawati, perawat dan dokter di RSAR Situbondo. Dengan menggunakan pakaian atau kostum pahlawan dalam melayani pasien ini, diharapkan dapat menularkan semangat perjuangan untuk memerangi penyakit yang diderita pasien.</p>



<p>“Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjasa atas bangsa Indonesia. Kami juga memberikan door prize kepada para karyawan yang penampilannya bagus dalam menggunakan kostum pahlawan,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201343</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
