<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kenali &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenali/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Sep 2024 11:35:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kenali &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Libatkan Santri Kenali Literasi Digital Sejak Dini, Kemenkominfo Gelar Webinar di Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-santri-kenali-literasi-digital-sejak-dini-kemenkominfo-gelar-webinar-di-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (10/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Mengenal Literasi Digital Sejak Dini&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (10/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Mengenal Literasi Digital Sejak Dini&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari madrasah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latief Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, Kreator Konten, Vio Zulistia sebagai key opinion leader dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranjombang1009" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranjombang1009</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (09/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, seiring dengan meningkatnya peran teknologi dalam kehidupan anak-anak, dibutuhkan suatu keterampilan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi atau yang dikenal sebagai literasi digital.</p>



<p>”Literasi digital pada anak usia dini dipandang sebagai suatu sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam menggunakan media digital di sekitarnya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Literasi digital, menurut Kemenkominfo, memungkinkan anak-anak dapat memanfaatkan informasi, belajar, bermain, atau mendapatkan hiburan secara sehat. ”Tentunya dengan pendampingan dan pengawasan dari orang dewasa yang berada di sekitarnya,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, sikap, pengetahuan dan keterampilan ini juga merupakan cikal bakal dan bekal pengetahuan penting yang sangat bermanfaat bagi perkembangan digital ke depannya. ”Masa depan dan ekosistem digital Indonesia sangat bergantung pada sikap, pengetahuan, dan keterampilan digital yang ditanamkan sejak dini,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tugas orang tua, masih menurut Kemenkominfo, lebih pada membangun kemampuan anak terkait dengan literasi digital. Diantaranya, mampu menggunakan perangkat elektronik untuk mendapatkan informasi. Lalu, memahami informasi bahwa gambar, teks, cerita dan film di perangkat elektronik memiliki makna.</p>



<p>”Juga, mampu menggunakan perangkat elektronik untuk merekam ide, perasaan, kegiatan, atau lingkungan di sekitar mereka,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Ajak Pelajar Kenali dan Cara Hentikan Cyberbullying melalui Webinar di Ponorogo</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-ajak-pelajar-kenali-dan-cara-hentikan-cyberbullying-melalui-webinar-di-ponorogo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[hentikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213266</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ponorogo &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ponorogo</strong> &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau perundungan siber.</p>



<p>”Perundungan siber kerap terjadi, karena banyak siswa sekolah masih sembrono dalam mengakses ruang digital. Pelajar mesti makin terampil memahami hak dan tanggungjawabnya di ruang digital. Ada etika dan tata krama yang mesti dipatuhi, karena bisa berisiko merusak jejak digital mereka,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis, Kamis (22/08/2024) tadi.</p>



<p>Rilis ini disampaikan, sehubungan dengan rencana penyelenggaraan webinar literasi digital untuk segmen pendidikan, yang dihelat Kemenkominfo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.&nbsp;</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Cyberbullying: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghentikannya?&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) di sekolah itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.&nbsp;</p>



<p>Mereka adalah Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Mei Shanti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri dan dosen Universitas Dokter Soetomo Surabaya, Meythiana serta dipandu Chichi Zakaria sebagai moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranponorogo2308" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranponorogo2308</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menambahkan, dengan beragam aplikasi belajar terkini, sesama pelajar memang bisa saling mengejek dan meneror, saling mengintai perilaku cyberstalking di mana pun berada. Siswa yang dimata-matai, diejek perilaku dan kondisi fisik sosialnya, bisa tertekan, malu, bahkan takut masuk sekolah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Tak sedikit dilaporkan, ada yang sampai bunuh diri, diejek di medsos karena keadaan orang tua yang miskin atau pekerjaan orang tua yang direndahkan di medsos atau akun resmi sekolah,” tulis Kemenkominfo, seraya menegaskan, ketelanjuran hobi cyberbullying di kalangan siswa terbukti mengancam ketenangan hidup, bahkan nyawa teman.</p>



<p>Lewat webinar ini, Kemenkominfo menerangkan, peserta tidak hanya diajak mengenali dan memahami seriusnya bahaya cyberbullying. Namun juga belajar memahami hak dan tanggung jawab di ruang digital, lantaran hal itu memberikan dampak besar pada berbagai aspek di kalangan pendidikan. Internet telah merevolusi cara belajar moderen menjadi makin menantang dan menarik.&nbsp;</p>



<p>”Kalau cerdas dan bijak memanfaatkan beragam platform media sosial, juga aplikasi belajar moderen, pesan instan dan konferensi video, pelajar akan semakin mudah dan luas berteman, juga mengakses materi belajar. Itu multi manfaat yang mesti dimanfaatkan secara tepat. Bukan untuk tujuan negatif,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi daring seperti digelar di Kabupaten Ponorogo ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Libatkan Drummer Band Hijau Daun Webinar di Lamongan Bertema Kenali Dunia Game Online</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-libatkan-drummer-band-hijau-daun-webinar-di-lamongan-bertema-kenali-dunia-game-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bertema]]></category>
		<category><![CDATA[drummer]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lamongan, Kamis (22/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Mengenal Dunia Game Online&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga kependidikan dengan menggelar nonton [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lamongan, Kamis (22/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Mengenal Dunia Game Online&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga kependidikan dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Praktisi IT, Ardiansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, drummer kelompok musik Hijau Daun, Rio Aries Kusnanto sebagai key opinion leader dan Iman Darmawan selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranlamongan2208. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Rabu (21/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, era digital telah menyuburkan munculnya permainan digital (game online). Beragam aplikasi permainan bawaan perangkat digital hingga yang tersedia di Playstore bisa diunduh setiap saat.</p>



<p>”Tidak semua game online merugikan. Kini game online justru sudah masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan, bahkan di tingkat internasional,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Berbeda dengan game offline yang dimainkan tanpa sambungan internet, lanjut Kemenkominfo, game online membutuhkan sarana jaringan internet. Game online juga memiliki banyak level, item, serta lebih banyak musuh dalam permainan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Umumnya, game online ditawarkan sebagai layanan tambahan oleh perusahaan penyedia layanan internet atau diakses langsung melalui sistem yang disediakan oleh perusahaan yang menawarkan game tersebut. Game online dapat dimainkan secara bersama di komputer yang terhubung ke jaringan tertentu,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Permainan daring (game online), menurut Kemenkominfo, memiliki jenis yang bermacam-macam. Mulai dari jenis permainan biasa yang berbasis teks, hingga permainan yang menggunakan grafik kompleks dan membentuk dunia virtual yang ditempati oleh banyak pemain sekaligus.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lamongan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Mas TRIP, Pj Wali Kota Wahyu Ajak Pelajar Kota Malang Kenali Sejarah Melalui Sarasehan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-mas-trip-pj-wali-kota-wahyu-ajak-pelajar-kota-malang-kenali-sejarah-melalui-sarasehan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarasehan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menyambut peringatan Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan sarasehan sejarah perjuangan, di Museum Brawijaya, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (29/07/2024) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para pelajar, baik ditingkat SMP, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut peringatan Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan sarasehan sejarah perjuangan, di Museum Brawijaya, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (29/07/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para pelajar, baik ditingkat SMP, SMA bahkan mahasiswa. Sehingga, diharapkan nantinya selain mengenang juga dapat mengetahui sejarah dari Mas Trip Kota Malang.</p>



<p>“Kadang kala mereka banyak yang tidak tahu terkait dengan sejarah Mas Trip. Seperti Jalan Pahlawan Trip itu kenapa, sejarahnya mereka bagaimana, tidak tahu. Hari ini rangkaian kegiatan dari Mas Trip, yang kemudian juga bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mengundang seluruh pelajar dengan nara sumber yang dapat memberikan penjelasan,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya para guru-guru PKN dan sejarah yang ada di Kota Malang juga dilibatkan, agar dapat menjelaskan sejarah-sejarah Mas Trip tersebut kepada para siswa. Sehingga, semangat perjuangan tentara pelajar dapat diteruskan.</p>



<p>“Tentu sekarang para pelajar harus bisa meneruskan bagaimana perjuangan tentara pelajar pada saat itu. Kalau dahulu perjuangannya melawan Belanda, kalau sekarang para pelajar ini harus bisa menjadi pelajar yang berkualitas untuk Indonesia emas 2045,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai informasi, peringatan Mas Trip yang jatuh pada 31 Juli nantinya juga akan diperingati menjadi hari besar Mas Trip Kota Malang. Tentunya, rangkaian-rangkaian kegiatan dilakukan untuk mengenang para jasa perjuangan Mas Trip.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Penasehat Mas Trip Jawa Timur, Hendy Hendriyono, mengatakan jika kegiatan tersebut menjadi reminder (pengingat, red) dan penyegaran kembali bagi para pemuda khususnya di Kota Malang. Menurutnya, peristiwa di Jalan Salak pada saat itu sangat luar biasa.&nbsp;</p>



<p>“Pada saat itu, kelas militer komando Belanda berhadapan dengan 35 anggota pelajar kita (tentara pelajar) untuk melakukan pertempuran di Jalan Salak itu. Bayangkan kalau sekarang anak-anak SMP, SMA melawan pasukan baret hijau, itu luar biasa. Disitu ada kehebatan dan keberanian anak-anak malang. Kalau sekarang mungkin lari. Kalau dulu itu tidak, mereka dihajar dan dilawan. Walaupun gugur, tapi tidak sia-sia,” tambah Hendy.</p>



<p>Diakhir, Hendy juga menyampaikan apresiasinya pada Pemkot Malang yang menjadikan Mas Trip sebagai hari besar daerah pada 31 Juli mendatang. Termasuk juga, akan menjadikan sejarah perjuangan Mas Trip sebagai muatan lokal di lingkungan sekolah.</p>



<p>“Kami dari Paguyuban Mas Trip Jawa Timur mengucapkan banyak terima kasih pada Pemkot Malang. Apalagi dengan dukungan mengundang para pelajar. Ini merupakan hari besar daerah sekaligus sejarahnya yang mempunyai benang merah kepada seluruh perjuangan bangsa, untuk menjadi muatan lokal di dalam bangku sekolah,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Webinar Literasi Digital di Kota Malang, Kemenkominfo Ajak Pelajar Kenali Dunia Game Online</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-webinar-literasi-digital-di-kota-malang-kemenkominfo-ajak-pelajar-kenali-dunia-game-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 02:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informtika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kota Malang, Rabu (22/05/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Mengenal Dunia Game Online&#8217;, diskusi virtual untuk para siswa dan tenaga pendidik itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informtika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kota Malang, Rabu (22/05/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Mengenal Dunia Game Online&#8217;, diskusi virtual untuk para siswa dan tenaga pendidik itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen sekaligus digital enthuasiast, M Adhi Prasnowo, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Malang, Dodik Teguh Pribadi, Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah, Tulungagung Mei Santi dan Chichi Zakaria selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftarankotamalang2205" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftarankotamalang2205</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (21/05/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, game online telah berkembang demikian pesat dan digandrungi banyak penggemarnya. Selain menawarkan pengalaman yang menarik, game online kini juga telah resmi masuk cabang olahraga yang dilombakan.</p>



<p>”Dunia game online merupakan industri hiburan yang berfokus pada pengembangan, distribusi, dan konsumsi video game. Industri ini mencakup berbagai platform, termasuk konsol, PC, dan perangkat mobile,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Dunia game online, lanjut Kemenkominfo, kini semakin banyak menarik masyarakat. Selain bisa menjadi hiburan, game online juga mengajarkan keterampilan baru, bahkan dapat menghasilkan pendapatan bagi pemain profesional.</p>



<p>&#8220;Beberapa game populer yang mendominasi dunia game saat ini, misalnya fortnite, Call of Duty: Warzone, Among Us, Genshin Impact,” rinci Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, bermain game online dapat melatih refleks dan koordinasi tangan hingga mata. &#8220;Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara bermain dengan kehidupan nyata,&#8221; tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kota Malang ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tutur Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. &#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan Pelajar Nganjuk, Kemenkominfo Gelar Webinar Kenali Literasi Digital Sejak Dini</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-pelajar-nganjuk-kemenkominfo-gelar-webinar-kenali-literasi-digital-sejak-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 03:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207990</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Ibarat air bah, arus teknologi informasi telah memantik dampak banjir informasi. Termasuk kabar bohong alias hoaks, yang makin tak terbendung dan mengalir ke mana saja. Tidak terkecuali, hingga ke ruang-ruang belajar dunia pendidikan. Untuk mengurai masalah dan berbagi tips menghadapi banjir hoaks di dunia pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Ibarat air bah, arus teknologi informasi telah memantik dampak banjir informasi. Termasuk kabar bohong alias hoaks, yang makin tak terbendung dan mengalir ke mana saja. Tidak terkecuali, hingga ke ruang-ruang belajar dunia pendidikan.</p>



<p>Untuk mengurai masalah dan berbagi tips menghadapi banjir hoaks di dunia pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Nganjuk, Selasa (02/04/2024) besok sekitar pukul 09.00 hingga jam 11.00 WIB. Mengupas topik &#8216;Mengenal Literasi Digital Sejak Dini&#8217;, webinar akan diikuti oleh siswa sekolah bersama guru dan staf pendidikan di Kabupaten Nganjuk, dengan menggelar nonton bareng (Nobar) di sekolah mereka.</p>



<p>&#8220;Webinar juga bisa diikuti secara gratis oleh semua lapisan masyarakat dengan cara mendaftar di link pendaftaran <a href="https://s.id/pendaftarannganjuk0204" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftarannganjuk0204</a>,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Senin (01/04/2024) tadi.</p>



<p>Rencananya, acara akan dibuka langsung oleh Menteri Kominfo RI, Budi Arie Setiadi. Seluruh peserta akan mendapatkan e-sertifikat dari Kemenkominfo, selain berpeluang mendapatkan e-money senilai total Rp 1 juta untuk sepuluh peserta yang beruntung.</p>



<p>Diskusi daring (online) ini, akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryani Fajar Riyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, Sopingi dan influencer Azmy Zen serta dipandu Fernand Tampubolon, selaku moderator.</p>



<p>Terkait topik webinar, Kemenkominfo menjelaskan bahwa melalui pemahaman lebih dini terhadap literasi digital akan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih berkembang. Pengenalan dini terkait literasi digital juga membuat kita bisa menangkis hoaks yang masuk ke dunia pendidikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Kalau siswa lebih cakap digital, bukan hanya minim risiko terpapar hoaks, tetapi juga siap melawan hoaks dengan memproduksi konten-konten positif dan bermanfaat di ruang belajar,” tulis Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, literasi digital sangat diperlukan sebagai acuan agar lebih terarah dalam penggunaan teknologi yang kian berkembang. &#8220;Literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya, di mana di dalamnya terdapat kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Bagi pelajar, lanjut Kemenkominfo, literasi digital diperlukan, antara lain untuk mengerti mana informasi yang bisa dan harus diterima, serta mana yang harus dicari lagi sumber kebenarannya. ”Ingat, semakin canggih teknologi dan informasi, semakin banyak muncul oknum tak bertanggung jawab lewat informasi yang mereka posting,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, gelaran webinar seperti di Nganjuk ini, merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), yang dihelat sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207990</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
