<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kenalkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenalkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Feb 2026 13:54:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kenalkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan</link>
					<comments>https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bordir]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230391</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cara tidak biasa dilakukan Dasilva Batik, untuk memperkenalkan koleksi Ramadan tahun 2026. Alih-alih menggunakan model profesional atau selebritas, mereka justru menggandeng petugas kebersihan dari Malang Creative Center (MCC). Owner Dasilva Batik, Dino, mengatakan bahwa hal itu memang sengaja dilakukan, agar produk yang dibuat dapat terasa dekat dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cara tidak biasa dilakukan Dasilva Batik, untuk memperkenalkan koleksi Ramadan tahun 2026. Alih-alih menggunakan model profesional atau selebritas, mereka justru menggandeng petugas kebersihan dari Malang Creative Center (MCC).</p>



<p>Owner Dasilva Batik, Dino, mengatakan bahwa hal itu memang sengaja dilakukan, agar produk yang dibuat dapat terasa dekat dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa orang biasa pun bisa terlihat cantik dan percaya diri memakai produk yang saya buat ini,” ujar Dino, Sabtu (21/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam pengenalan itu, dua petugas kebersihan diajak mengikuti sesi makeover dan pemotretan mengenakan gamis bordir dan tas makram. Konten tersebut, kemudian dipublikasikan melalui media sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Dino, penggunaan model profesional sering menimbulkan persepsi bahwa pakaian terlihat bagus karena dikenakan oleh figur tertentu. “Kalau artis yang pakai, orang berpikir ya wajar bagus. Tapi kalau orang biasa saja terlihat bagus, berarti semua orang pastinya bisa,” ucapnya.</p>



<p>Strategi tersebut ternyata terbukti efektif. Setelah konten makeover dirilis, pesanan mulai berdatangan, termasuk pembelian paket untuk satu keluarga. Selain berdampak pada penjualan, kolaborasi ini juga memberi ruang apresiasi bagi pekerja sektor informal yang jarang mendapat sorotan.</p>



<p>“Harapannya bukan hanya jualan, tapi juga memberi inspirasi,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya Dasilva Batik juga pernah melakukan konsep serupa dengan mengajak seorang tukang becak, sebagai model untuk produk jaket batik andalannya. Respons positif dari masyarakat saat itu, menjadi motivasi bagi Dino untuk terus menghadirkan kampanye yang lebih membumi, dengan melibatkan figur-figur dari kalangan masyarakat biasa sebagai wajah produknya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230391</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Akses Hunian Rakyat, Menteri PKP Kenalkan KUR Perumahan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-akses-hunian-rakyat-menteri-pkp-kenalkan-kur-perumahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, kenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dengan nilai total Rp 130 triliun. Program itu, disebut baru pertama kali dilakukan sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Pria yang kerap disapa Ara, itu mengatakan bahwa KUR Perumahan dirancang untuk membantu sektor usaha mikro, kecil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, kenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, dengan nilai total Rp 130 triliun. Program itu, disebut baru pertama kali dilakukan sejak Indonesia merdeka tahun 1945.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Ara, itu mengatakan bahwa KUR Perumahan dirancang untuk membantu sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang perumahan. Termasuk di dalamnya, kontraktor, pengembang (developer), serta toko bangunan yang masuk kriteria UMKM.</p>



<p>“Modalnya maksimal Rp 10 miliar, omzetnya maksimal Rp 50 miliar,” jelas Ara, Jumat (17/10/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa pemerintah melalui KUR Perumahan akan memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dari bunga normal bank. Diharapkan dengan bunga rendah, para pelaku UMKM hingga masyarakat kecil yang membuka usaha, seperti warung atau toko kelontong, dapat turut serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau di bank biasanya 11 persen, disubsidi 5 persen, jadi cuma bayar 6 persen. Itu besar sekali, karena bisa menekan biaya pinjaman. Pinjaman sampai Rp 500 juta bunganya tetap 6 persen per tahun. Jadi tidak perlu lagi ke rentenir,” lanjutnya.</p>



<p>Mantan anggota DPR RI itu juga menekankan, akan pentingnya kecepatan layanan perbankan dalam menyalurkan program tersebut. Karenanya, dirinya mengingatkan agar prosesnya tidak berbelit.</p>



<p>“Saya minta banknya cepat, kenapa? Karena rentenir itu kelebihannya cepat dan mudah. Kekurangannya bunganya besar. Karena banyak rakyat kita yang penting kan cepat dan mudah. Masa negara kalah sama rentenir,” tegasnya.</p>



<p>Program KUR Perumahan, menurutnya bukan sekadar bantuan keuangan. Melainkan, wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung ekonomi rakyat kecil, terutama di sektor perumahan dan usaha berbasis rumah tangga. “Kita harus buat program yang mudah, cepat dan murah agar rakyat bisa mandiri tanpa harus bergantung pada pinjaman yang mencekik,” imbuh Ara. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Makanan Jadul, Wabup Malang Apresiasi Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas Desa Tirtomoyo</title>
		<link>https://memontum.com/kenalkan-makanan-jadul-wabup-malang-apresiasi-pasar-rakyat-tempoe-doeloe-erwe-sewelas-desa-tirtomoyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[doeloe]]></category>
		<category><![CDATA[jadul]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[sewelas]]></category>
		<category><![CDATA[tempoe]]></category>
		<category><![CDATA[tirtomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka gelaran Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas, di Dusun Pulesari, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/09/2025) tadi. Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan apresiasi kepada warga setempat, yang kompak berpartisipasi dalam menggelar kegiatan bertema &#8216;Nikmati Jajanannya, Nikmati Hiburannya&#8217;. Bahkan, dirinya mengajak seluruh warga untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka gelaran Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas, di Dusun Pulesari, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan apresiasi kepada warga setempat, yang kompak berpartisipasi dalam menggelar kegiatan bertema &#8216;Nikmati Jajanannya, Nikmati Hiburannya&#8217;. Bahkan, dirinya mengajak seluruh warga untuk memeriahkan, mengunjungi dan menggeliatkan kegiatan jual beli pada pasar yang menghadirkan aneka jajanan tradisional jaman dulu (Jadul), yang berakhir pada Minggu (28/09/2025) mendatang.</p>



<p>&#8220;Perdagangan ini juga salah satu yang dicontohkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di hadapan saya saat ini, ada beragam jajanan atau makanan jadul seperti Gatot, Kucur, Gethuk, Nogosari, Onde-onde dan Tape. Dengan event yang seperti ini sekaligus juga mengenalkan kepada anak-anak kita bahwa makanan dan jajanan nenek moyang kita dulu, adalah seperti ini,&#8221; kata Wabup Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Lathifah juga menambahkan, bahwa makanan kekinian yang disukai anak-anak tetap disiapkan, tetapi tidak meninggalkan makanan hasil olahan yang dikreasi oleh nenek moyang yang nilai gizinya justru lebih bagus. Karena terkadang, mengkonsumsi makanan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh sehingga melahirkan penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Pulesari dan sekitarnya. Sehingga tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat yang tinggal di sini saja melainkan juga memberikan dampak manfaat untuk masyarakat yang ada di sekitar Desa Tirtomoyo ini. Alhamdulillah bapak presiden kita dan pemerintah telah mengoptimalisasi UMKM dengan memberikan berbagai macam program, bantuan makanan pokok dan gerakan pangan murah atau pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang,&#8221; tambah Wabup Lathifah. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berangkatkan Peserta Kota Kediri Mapan Color Run, Mbak Wali Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kenalkan Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/berangkatkan-peserta-kota-kediri-mapan-color-run-mbak-wali-dorong-gaya-hidup-sehat-dan-kenalkan-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225965</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberangkatkan ribuan peserta Kota Kediri Mapan Color Run, di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, Minggu (14/09/2025) tadi. Tidak hanya memberi semangat dan motivasi, Wali Kota Kediri juga ikut membaur dan berlari bersama peserta. Karenanya, tidak ayal jika pelaksanaan acara semakin meriah dan penuh warna. &#8220;Alhamdulillah, pagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberangkatkan ribuan peserta Kota Kediri Mapan Color Run, di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, Minggu (14/09/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya memberi semangat dan motivasi, Wali Kota Kediri juga ikut membaur dan berlari bersama peserta. Karenanya, tidak ayal jika pelaksanaan acara semakin meriah dan penuh warna.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pagi ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1.146 Kota Kediri dan Hari Olah Raga Nasional ke-42. Karenanya, senang sekali melihat antusias masyarakat luar biasa untuk mengikuti event lari ini,&#8221; kata Mbak Wali-sapaan Wali Kota Kediri.</p>



<p>Mbak Wali juga menjelaskan, event Kota Kediri Mapan Color Run ini selain sebagai wadah olah raga juga menjadi wadah kebersamaan. Sekaligus, juga mempromosikan pariwisata Kota Kediri melalui rute yang dilalui.</p>



<p>Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan Sapta Cita Kediri City Tourism dan visi Kota Kediri Ngageni. Karena dalam pelaksanaan ini, para peserta tidak hanya dari Kota Kediri, namun banyak peserta datang dari daerah lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Color run ini akan banyak warna, jadi ini juga sebagai simbol kebahagiaan di tengah keberagaman yang ada di Kota Kediri. Kita juga bisa melihat kolaborasi nyata dengan adanya komunitas lari dan masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wali kota termuda ini berharap, melalui Kota Kediri Mapan Color Run ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya olah raga. Dengan tren gaya hidup modern, masyarakat harus memperhatikan aktivitas fisik seperti olahraga. Bahkan olahraga bisa dilakukan dengan event-event yang ceria seperti ini.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah di Kota Kediri sudah banyak komunitas dan event lari. Semoga ini bisa membawa semangat hidup sehat bagi kita semua,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Para peserta Kota Kediri Mapan Color Run sendiri dalam pelaksanaan menempuh jarak sekitar 7 kilometer. Sementara turut hadir di pelaksanaan itu, Komandan Brigif 16 Wira Yudha, Kolonel Inf Taufik Ismail, Komandan Kodim 0809, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, perwakilan Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Kediri dan tamu undangan lainnya. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Destinasi Unggulan dan Pariwisata, Disparbud Jember Ajak Biro Travel Lakukan Jelajah</title>
		<link>https://memontum.com/kenalkan-destinasi-unggulan-dan-pariwisata-disparbud-jember-ajak-biro-travel-lakukan-jelajah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225968</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus melakukan pengembangan sektor potensi budaya dan pariwisata lokal. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar program tahunan Festival Hyang Argopuro. Tahun ini, pelaksanaan Festival Hyang Argopuro IX terasa istimewa. Itu karena, selain menyuguhkan seni budaya, Disparbud juga menggelar Famtrip bersama agen perjalanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus melakukan pengembangan sektor potensi budaya dan pariwisata lokal. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar program tahunan Festival Hyang Argopuro.</p>



<p>Tahun ini, pelaksanaan Festival Hyang Argopuro IX terasa istimewa. Itu karena, selain menyuguhkan seni budaya, Disparbud juga menggelar Famtrip bersama agen perjalanan wisata.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, sebanyak 22 biro travel lokal maupun luar daerah, hadir guna menjelajahi destinasi unggulan di Kabupaten Jember.</p>



<p>Famtrip atau Familiarization Trip sendiri, merupakan strategi memperkenalkan potensi wisata, budaya, hingga produk ekonomi kreatif Jember. Semua peserta dibawa menuju beberapa destinasi unggulan, untuk menyaksikan langsung pengalaman wisata yang dikemas menarik.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bobby Arie Sandy, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata mendorong promosi. “Famtrip penting agar agen memahami potensi Jember secara langsung,” ujarnya, Sabtu (13/09/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, bahwa agen travel memiliki peran strategis sebagai pintu masuk wisatawan. “Kalau mereka puas, tentu akan mudah menawarkan paket perjalanan ke Jember,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rangkaian perjalanan sendiri, dimulai dari Pendopo Pemkab Jember sebagai titik kumpul. Peserta lalu menuju Bin Cigar, untuk melihat proses pengolahan cerutu khas daerah. Agenda berlanjut ke Puslit Koka dan di lokasi ini peserta beristirahat sambil menikmati sajian kopi, sekaligus berkeliling area penelitian yang memiliki sejarah panjang.</p>



<p>Destinasi peserta sendiri, berikutnya adalah Batik Rezti Tegalsari. Para agen travel diajak menyaksikan proses pembuatan batik, sekaligus memahami kekayaan motif khas Jember. Kegiatan malam hari ditutup dengan gala dinner di Pantai Watu Ulo.</p>



<p>Selanjut esok harinya, perjalanan ditutup dengan bermalam di destinasi yang berada di kaki pegunungan Hyang Argopuro, yakni wisata Rembangan. Udara sejuk pegunungan dan panorama indah menjadi penutup manis kegiatan promosi pariwisata.</p>



<p>“Alhamdulillah, seluruh peserta merasa puas. Banyak yang menyatakan siap membawa tamu ke Jember setelah mengikuti Famtrip ini,” ungkap Bobby Arie Sandy.</p>



<p>Dirinya berharap, kegiatan tersebut membawa dampak positif. “Semoga semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara menjadikan Jember tujuan utama liburan mereka,” ungkapnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225968</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Jujugan Ratusan Riders Berbagai Kota, Bupati Jember Kenalkan Kopi dan Cerutu</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-jujugan-ratusan-riders-berbagai-kota-bupati-jember-kenalkan-kopi-dan-cerutu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbagai]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cerutu]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[riders]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Salah satu komunitas penghobi touring rider atau pengendara motor, memilih Kabupaten Jember menjadi tuan rumah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Royal Riders Indonesia (RoRI). Gelaran yang berlangsung di GOR PKPSO Jember itu, dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yaitu 9 hingga 10 Agustus 2025. Dalam pelaksanaan itu, sedikitnya sekitar 500 riders [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Salah satu komunitas penghobi touring rider atau pengendara motor, memilih Kabupaten Jember menjadi tuan rumah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Royal Riders Indonesia (RoRI). Gelaran yang berlangsung di GOR PKPSO Jember itu, dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yaitu 9 hingga 10 Agustus 2025.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, sedikitnya sekitar 500 riders dari berbagai daerah di Indonesia, hadir untuk meramaikan acara. Gelaran yang mengusung semangat &#8216;Brotherhood, Adventure, Unity&#8217;, juga dihadiri Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Rizky Aditya Putra.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Fawait menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Jember sebagai lokasi perayaan. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jember mengucapkan terima kasih kepada RoRI dan RE Community yang telah berkenan mengadakan HUT ke-9 di Jember. Ini sebuah kebanggaan bagi kami, yang menerima ratusan bikers dari seluruh Indonesia. Kehadiran para riders, menunjukkan bahwa Jember semakin dikenal kembali sebagai destinasi wisata di ujung timur Pulau Jawa. Ke depan, Jember akan selalu terbuka untuk komunitas-komunitas dari seluruh Indonesia,” kata Bupati Fawait, Sabtu (09/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen yang sama itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, juga memperkenalkan kekayaan khas Jember, kepada sejumlah riders. Diantaranya, seperti kopi dan cerutu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jember adalah surga kopi dan penghasil cerutu terbesar di Indonesia. Kopi tanpa cerutu, rasanya hambar. Jadi kalau mau merasakan keduanya, datanglah ke Jember,” terang Gus Fawait.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, juga menyatakan keinginannya untuk menjadi bagian dari RoRI. &#8220;Saya mau bergabung dengan RoRI dan mungkin tahun depan, kita bisa gelar acara di Lamandau. Kabupaten kami ada di Kalimantan Tengah bagian barat dan saya siap menyiapkan tempat untuk penyelenggaraan. Kami akan fokus mengembangkan pariwisata dan agribisnis, serta berharap ada kerjasama yang baik dengan Jember,” kata Bupati Rizky.</p>



<p>Presiden Royal Riders Indonesia, Harry Prasetyo, mengungkapkan bahwa komunitasnya juga mendapat kehormatan tampil dalam Jember Fashion Carnival (JFC) 2025. “Kami diberi kesempatan oleh JFC untuk tampil di Grand Carnival, pada slot pertama. Besok pagi, antara 300 sampai 400 riders akan ikut memeriahkan karnaval di hari terakhir JFC,” jelas Harry.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan ini, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para riders, tetapi juga sarana promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Jember. Kolaborasi komunitas otomotif dengan agenda besar seperti JFC, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan memperluas jejaring antar daerah.</p>



<p>Kehadiran para kepala daerah ini, tentunya menjadi bentuk dukungan terhadap komunitas otomotif sekaligus ajang mempererat kerjasama antar daerah. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Senam dan Jalan Sehat Hari Koperasi, Bupati Lumajang Kenalkan Lebih Dekat Koperasi ke Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/senam-dan-jalan-sehat-hari-koperasi-bupati-lumajang-kenalkan-lebih-dekat-koperasi-ke-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224176</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa koperasi harus hadir tidak hanya dalam tataran kebijakan, tetapi juga dalam ruang-ruang publik yang akrab dengan masyarakat. Hal ini disampaikannya, saat hadir dalam kegiatan senam dan jalan sehat Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Alun-Alun Lumajang, Minggu (20/07/2025) tadi. Pemerintah Kabupaten Lumajang sendiri, memanfaatkan momentum ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa koperasi harus hadir tidak hanya dalam tataran kebijakan, tetapi juga dalam ruang-ruang publik yang akrab dengan masyarakat. Hal ini disampaikannya, saat hadir dalam kegiatan senam dan jalan sehat Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Alun-Alun Lumajang, Minggu (20/07/2025) tadi.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang sendiri, memanfaatkan momentum ini untuk menguatkan kembali pemahaman masyarakat tentang peran koperasi. Kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya sosialisasi koperasi agar lebih dikenal dan dipahami sebagai sarana ekonomi kerakyatan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa koperasi adalah bagian dari solusi ekonomi masyarakat. Pendekatannya harus menyenangkan dan dekat dengan kehidupan warga,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pelaksanaan kegiatan sendiri, juga dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama istri, Sekretaris Daerah dan istri, serta jajaran Forkopimda Lumajang. Termasuk, hadir unsur pimpinan daerah, yang menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan koperasi sebagai lembaga ekonomi berbasis kebersamaan.</p>



<p>Di sepanjang jalur jalan sehat, masyarakat disuguhi berbagai stan koperasi dan pelaku UMKM binaan koperasi. Mereka menampilkan produk unggulan lokal serta informasi keanggotaan dan layanan koperasi. Hal ini, pun menjadi ajang mengenalkan koperasi secara praktis dan aplikatif.</p>



<p>Wakil Bupati Yudha juga menyampaikan akan pentingnya konsistensi dalam mendekatkan koperasi kepada masyarakat. “Koperasi harus dikenalkan dengan cara yang lebih terbuka. Ini bukan lagi soal edukasi formal, tapi bagaimana menjadikan koperasi bagian dari aktivitas masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Tema nasional Harkopnas ke-78 tahun ini adalah &#8216;Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur&#8217;, yang menjadi pengingat penting bahwa koperasi masih dan tetap menjadi pilar ekonomi yang mampu menjangkau akar masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif seperti ini, Pemkab Lumajang berharap semakin banyak warga yang terlibat langsung dalam gerakan koperasi, baik sebagai anggota maupun pelaku usaha berbasis kebersamaan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224176</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakor Digitalisasi Administrasi Bidang Penanganan Stunting, Diskominfo Lumajang Kenalkan Aplikasi e-Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/rakor-digitalisasi-administrasi-bidang-penanganan-stunting-diskominfo-lumajang-kenalkan-aplikasi-e-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[e-stunting]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223800</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa digitalisasi dalam penanganan stunting bukanlah sekadar tren atau gimmick birokrasi. Sebaliknya, digitalisasi dalam penanganan merupakan kebutuhan sistemik yang harus dijawab dengan inovasi nyata di lapangan. Pernyataan tersebut, disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Digitalisasi Administrasi Pemerintahan Bidang Penanganan Stunting, yang digelar di Ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa digitalisasi dalam penanganan stunting bukanlah sekadar tren atau gimmick birokrasi. Sebaliknya, digitalisasi dalam penanganan merupakan kebutuhan sistemik yang harus dijawab dengan inovasi nyata di lapangan.</p>



<p>Pernyataan tersebut, disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Digitalisasi Administrasi Pemerintahan Bidang Penanganan Stunting, yang digelar di Ruang Khresna, Kantor Diskominfo Lumajang, Rabu (09/07/2025) tadi. Dalam rapat tersebut, Dinas Kominfo memperkenalkan aplikasi e-Stunting, sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan data, memudahkan input, serta mempercepat pengambilan keputusan intervensi gizi.</p>



<p>“Kita tidak bisa selesaikan masalah stunting dengan pendekatan konvensional. Kuncinya ada di data yang akurat, cepat, dan bisa dibaca siapa saja yang punya tanggung jawab dari Bupati sampai Kader Posyandu,” kata Kadiskominfo Mustaqim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menjelaskan, bahwa aplikasi ini memungkinkan akses real-time terhadap grafik, tren dan peta sebaran kasus gizi buruk, yang bisa digunakan oleh pimpinan wilayah untuk mengevaluasi program dan memperkuat koordinasi. Mustaqim juga menilai, bahwa tantangan ke depan tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan dan kolaborasi.</p>



<p>Oleh karena itu, sosialisasi dilakukan secara bertahap kepada semua unsur pelaksana, dimulai dari puskesmas, bidan desa, hingga kader Posyandu. “Kalau Surabaya butuh 10 tahun untuk membangun sistem stunting yang matang, kita mulai lebih awal agar bisa tumbuh bersama. Aplikasi ini adalah pondasi, bukan produk final,” tambahnya.</p>



<p>Diskominfo dan Dinkes P2KB juga membuka ruang evaluasi publik dan masukan dari para pengguna, termasuk menyesuaikan sistem terhadap dinamika aplikasi pusat seperti e-PPGBM dan SIGIZI. Dengan aplikasi e-Stunting, Kabupaten Lumajang menunjukkan bagaimana kepemimpinan digital daerah bisa menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang berpihak pada rakyat, khususnya anak-anak yang menjadi masa depan bangsa. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223800</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Wisata dan Kenalkan Kearifan Lokal, Badar Besi Semeru Lumajang di Angkat sebagai Judul Film</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-wisata-dan-kenalkan-kearifan-lokal-badar-besi-semeru-lumajang-di-angkat-sebagai-judul-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya. Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas karya kreatif anak-anak muda Lumajang dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. “Film, seni tari dan musik adalah media yang sangat efektif untuk mengenalkan potensi Lumajang. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Lumajang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun citra positif Lumajang melalui karya seni. Dirinya berharap, film ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Yudha Adji Kusuma juga mengapresiasi film tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi dalam promosi pariwisata dan identitas budaya Lumajang. “Ini adalah simbol kebersamaan dan semangat untuk terus memajukan Lumajang. Kami optimis bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak karya yang membanggakan dari sineas muda daerah ini. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.</p>



<p>Sutradara film, Harianto, menjelaskan bahwa Dendam Mustika Badar Besi Semeru dibuat sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Lumajang melalui media visual yang menarik dan menginspirasi. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lumajang memiliki banyak cerita dan potensi wisata yang layak diketahui publik luas. Ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk promosi daerah,” ungkapnya.</p>



<p>Film ini, ujarnya, diharapkan menjadi langkah awal bagi industri perfilman lokal untuk terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lumajang agar tidak ragu berkarya dan melestarikan budaya leluhur. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221930</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
