<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kenang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2025 14:48:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kenang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kenang Sosok Hanik Andriani, Arumni Bachsin sebut Almarhumah Pribadi Penuh Semangat dan Dekat UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-sosok-hanik-andriani-arumni-bachsin-sebut-almarhumah-pribadi-penuh-semangat-dan-dekat-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[almarhumah]]></category>
		<category><![CDATA[andriani]]></category>
		<category><![CDATA[arumni]]></category>
		<category><![CDATA[bachsin]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227975</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, sampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat. Dirinya menyebut, jika kepergian almarhumah menjadi pukulan besar bagi keluarga besar TP PKK, karena keduanya memiliki kedekatan yang terjalin intens selama bertahun-tahun. Dikatakan Arumi, bahwa jauh sebelum menjabat sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, sampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat. Dirinya menyebut, jika kepergian almarhumah menjadi pukulan besar bagi keluarga besar TP PKK, karena keduanya memiliki kedekatan yang terjalin intens selama bertahun-tahun.</p>



<p>Dikatakan Arumi, bahwa jauh sebelum menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik sudah sering memberikan dukungan terhadap berbagai program provinsi. Seiring waktu, hubungan keduanya semakin dekat melalui kolaborasi program dan kegiatan lapangan.</p>



<p>“Sebelum menjadi Ketua TP PKK Kota Malang, Bu Hanik sudah sering mensupport. Semakin ke sini, kedekatan kita semakin dekat. Banyak program yang kita jalankan bersama, baik program provinsi maupun program Kota Malang,” ujar Arumi, seusai mengantarkan jenazah ke TPU Kasin, Jumat (21/11/2025) tadi.</p>



<p>Arumi juga membeberkan, bahwa dua hari sebelum kabar duka datang, dirinya masih sempat bersama menghadiri kegiatan Posyandu di Kelurahan Sawojajar, serta agenda peningkatan kapasitas kader. Hingga siang hari, Hanik masih mendampingi seluruh rangkaian acara bersama TP PKK dari berbagai kabupaten dan kota.</p>



<p>“Baru dua hari lalu saya dengan Bu Hanik ada kegiatan Posyandu di Sawojajar. Setelah acara, bahkan kita masih diajak makan bakso bareng. Jadi, kabar ini sungguh mengejutkan kami semua,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Arumi sendiri, hadir di pemakaman sebagai perwakilan TP PKK Jawa Timur dan Dekranasda Jatim, mengingat sebagian anggota belum dapat datang lebih awal karena agenda di Surabaya. Dirinya juga menegaskan, bahwa dedikasi almarhumah terhadap pengembangan UMKM Kota Malang sangat terlihat.</p>



<p>“Begitu pula dengan Dekranasda, Bu Hanik sangat mensupport UMKM di Kota Malang. Apalagi Malang ini kan kota anak muda, banyak UMKM kecil yang difasilitasi. Kami sangat kehilangan,” ungkapnya.</p>



<p>Menurut Arumi, almarhumah memiliki karakter yang ceria, energik dan penuh inisiatif. Hanik kerap mengajak Arumi berkunjung ke berbagai pelaku UMKM, terutama kuliner lokal, setiap kali Arumi datang ke Malang.</p>



<p>“Beliau ini luar biasa semangatnya. Selalu diajak kulineran, selalu ada saja yang baru. Bu Hanik sering mengajak saya ke UMKM, jadi tidak melulu di Balai Kota,” kenangnya.</p>



<p>Arumi mengaku, baru mendapat kabar wafatnya Hanik, pada Jumat pagi. Ajudan sebenarnya mencoba menghubungi pada malam hari, namun dirinya sudah tertidur.</p>



<p>“Saya baru melihat HP sekitar setengah enam pagi. Karena ada kegiatan pagi, saya selesaikan dulu dan segera ke Malang. Alhamdulillah masih sempat mengikuti pemakaman,” imbuh Arumi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227975</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Sosok Almarhumah Ketua TP PKK Kota Malang, Jajuk Rendra Sebut sebagai Figur Perfeksionis</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-sosok-almarhumah-ketua-tp-pkk-kota-malang-jajuk-rendra-sebut-sebagai-figur-perfeksionis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[almarhumah]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perfeksionis]]></category>
		<category><![CDATA[rendra]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227966</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meninggalnya istri Wali Kota Malang, yang sekaligus sebagai Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meninggalkan duka mendalam dan sejumlah kenangan. Realita itu pula, yang dicoba ungkapkan istri Bupati Malang periode 2010–2021, Jajuk Rendra Kresna. Perempuan yang juga sebagai anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, itu datang melayat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meninggalnya istri Wali Kota Malang, yang sekaligus sebagai Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meninggalkan duka mendalam dan sejumlah kenangan. Realita itu pula, yang dicoba ungkapkan istri Bupati Malang periode 2010–2021, Jajuk Rendra Kresna.</p>



<p>Perempuan yang juga sebagai anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, itu datang melayat ke rumah duka di Jalan Ijen No.2 untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dirinya menyebut, kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para kader PKK yang pernah bekerja bersama.</p>



<p>“Kami tentunya berduka. Atas nama pribadi maupun keluarga besar Rendra Kresna, saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah Bu Hanik, diampuni semua dosanya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Jajuk, Jumat (21/11/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikan Jajuk, selama bersama atau kala dahulunya di Pemkab Malang, dirinya mengenal almarhumah Hanik Andriani sebagai pribadi yang sangat perfeksionis dan memiliki komitmen kuat dalam bekerja. Saat itu, Hanik mendampinginya di kepengurusan TP PKK Kabupaten Malang, karena sang suami sebagai kepala dinas di Kabupaten Malang.</p>



<p>“Bu Hanik ini sosok yang sangat-sangat perfeksionis. Setiap tugas yang saya berikan, pasti beliau jalankan sebaik-baiknya,” kenangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, almarhumah juga dikenal sebagai sosok yang tekun dan gemar belajar. Menurut Jajuk, apa pun tugas yang diberikan, meski belum dikuasai, Hanik selalu berusaha memahami dan menyelesaikannya secara maksimal.</p>



<p>“Orangnya suka belajar. Walaupun mungkin beliau belum paham, tapi beliau akan belajar dan bisa membuktikan bahwa beliau mampu,” tambahnya.</p>



<p>Jajuk juga mengaku sangat berterima kasih, atas dedikasi Hanik selama menjadi bagian dari keluarga besar TP PKK Kabupaten Malang. Dirinya juga yakin, kemampuan Hanik selama ini telah banyak memberikan kontribusi positif untuk TP PKK Kota Malang.</p>



<p>Terkait komunikasi terakhir, Jajuk menyebut biasanya mereka bertemu dalam berbagai kegiatan PKK dan saling menyapa. “Terakhir itu ya kalau ada kegiatan-kegiatan. Kami saling bertemu, menyapa, menanyakan bagaimana kerjanya, program PKK-nya,” katanya.</p>



<p>Di akhir, Jajuk juga mendoakan untuk almarhumah. “Semoga Allah memberikan almarhumah husnul khatimah,&#8221; imbuh Jajuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227966</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Satu Abad Stadion Gajayana, Pemain Legenda Bola Malang dan Surabaya Siap Merumput</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-satu-abad-stadion-gajayana-pemain-legenda-bola-malang-dan-surabaya-siap-merumput</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merumput]]></category>
		<category><![CDATA[pemain]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208567</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mengenang satu abad Stadion Gajayana Malang, para pemain legenda sepak bola Indonesia bersiap kembali merumput, pada Mei 2024 mendatang. Rencana ini, tentunya menjadi momen besar dunia sepak bola Malang dan tanah air. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa di momen tersebut nantinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mengenang satu abad Stadion Gajayana Malang, para pemain legenda sepak bola Indonesia bersiap kembali merumput, pada Mei 2024 mendatang. Rencana ini, tentunya menjadi momen besar dunia sepak bola Malang dan tanah air.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa di momen tersebut nantinya akan ada pertandingan persahabatan, persaudaraan atau silaturahmi antara Malang Legends dan Surabaya Legend. Dalam persiapannya sendiri, pun sudah dilakukan dengan matang.</p>



<p>“Persiapannya sudah diawali dengan koordinasi yang dilakukan oleh Bakorwil, kemudian silaturahmi panitia ke Pak Pj Gubernur Jawa Timur dan Forkopimda Provinsi Jawa Timur sudah dilakukan. Kemarin lusa, kalau tidak salah sudah ada pertandingan awal di Stadion Gelora 10 November. Nanti di 19 Mei dilanjut pertandingan persahabatan juga di Stadion Gajayana ini,” jelas Baihaqi, Sabtu (20/04/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika selain memperingati Satu Abad Stadion Gajayana Malang, acara tersebut dilaksanakan dalam rangka merayakan beberapa peristiwa bersejarah, seperti Hari Kebangkitan Nasional 2024, Hari Jadi ke 79 Provinsi Jawa Timur, Hari Ulang Tahun (HUT) ke 731 Kota Surabaya dan HUT ke 110 Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Nanti acaranya di Stadion Gajayana Malang pada Minggu (19/05/2024) pukul 15.00-17.00 WIB. Para pemain yang akan berpartisipasi dalam pertandingan ini tentu figur-figur legendaris yang pernah menghiasi panggung sepak bola, baik di Malang Raya maupun di Surabaya,” katanya.</p>



<p>Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur lapangan juga menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, Baihaqi menegaskan bahwa stadion telah siap untuk menyambut kedatangan para legenda.</p>



<p>“Secara infrastruktur kita tidak ada masalah. Itu kan hanya pertandingan persahabatan, jadi stadion kita masih layak untuk digunakan pertandingan. Apalagi kalau full kapasitas penonton itu bisa mencapai 25 ribu orang,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Baihaqi menyampaikan jika gelaran tersebut juga untuk memberikan kesempatan bagi penggemar sepak bola dari luar Kota Malang atau Malang Raya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Acara tersebut, menurutnya tidak hanya menjadi ajang hiburan saja, tetapi juga sebagai wujud nyata dari semangat persatuan dan kesatuan antar daerah.</p>



<p>&#8220;Ini juga free, silahkan datang. Apalagi dalam nuansa untuk terus merajut kembali persatuan, kesatuan antara Malang Raya dan Surabaya,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Warisan Budaya Panji, 120 Delegasi ASEAN Kunjungi Museum Mpu Purwa Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-warisan-budaya-panji-120-delegasi-asean-kunjungi-museum-mpu-purwa-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[panji,]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200055</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mengenang warisan Budaya Panji, sebanyak 120 orang dari sembilan Negara di Asia mengunjungi Museum Mpu Purwa, yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (19/10/2023) tadi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan jika kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ASEAN Panji Festival [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mengenang warisan Budaya Panji, sebanyak 120 orang dari sembilan Negara di Asia mengunjungi Museum Mpu Purwa, yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (19/10/2023) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan jika kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ASEAN Panji Festival yang diselenggarakan di enam daerah di Indonesia. &#8220;Mereka ini dari negara ASEAN, yang di dalamnya ada dari Indonesia, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, Thailand, Singapore (minus Brunei dan Timor Leste). Rombongan itu sudah dari tanggal 13 Oktober kemarin mengikuti pembukaan di Jogja dan kemarin di Surabaya serta mulai hari ini sampai 21 Oktober nanti akan ada di Malang,” jelas Suwarjana.</p>



<p>Ditambahkan Suwarjana, melalui kegiatan tersebut diharapkan nantinya dapat mempersatukan negara-negara yang ada di ASEAN. Terlebih, juga untuk pengenalan budaya kepada para generasi muda.</p>



<p>&#8220;Karena bagaimanapun juga, sekarang dengan perkembangan zaman, anak-anak kita kan sudah lupa terhadap kebudayaan. Padahal kebudayaan ini berguna untuk menumbuhkan karakter anak. Apalagi di kurikulum merdeka sekarang ini anak-anak harus berani tampil kreatif. Tentu harapan kami dengan festival ini anak-anak bisa mengetahui, harus belajar dan ini sangat luar biasa antusiasmenya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dipilihnya Museum Mpu Purwa tersebut, lanjutnya, karena Kota Malang juga menjadi salah satu pelestari budaya dan telah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah. Sebelumnya, mereka juga telah mengunjungi dan dikenalkan ke Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Nanti malam mereka akan ke Museum Ganesya. Kemudian di hari Sabtu (21/10/2023) mendatang, juga ada penampilan di Balai Kota. Jadi dari 8 negara ini mau menampilkan sebuah cerita Panji. Karena ternyata Panji ini tidak hanya dipunyai oleh Indonesia, tapi bahkan di ASEAN juga,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Kelompok Kerja Diplomasi Budaya Dit PPK Kemendikbudristek, Yusmawati,, menyampaikan jika kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka 5 tahun panji diakui sebagai Memory of the Word. &#8220;Sebagai bentuk perawatan dan telah diakui Unesco maka kita melakukan perawatan dengan pelestarian bagaimana dia terus dikembangkan ceritanya di masyarakat agar terus hidup untuk bagaimana pelaku seni, ekosistemnya agar tetap hidup. Kota Malang dipilih karena termasuk kota panji,&#8221; ujar Yusmawati.</p>



<p>Selain itu, sebagai salah satu delegasi dari Myanmar, Jooh, menyampaikan jika pihaknya sangat menikmati dalam festival panji tersebut. Sebab, menurutnya bisa bertemu dengan banyak orang Asia dan bisa bertukar bermacam-macam budaya yang ada.</p>



<p>&#8220;Tentu sangat menikmati event ini. Kota Malang juga sangat bagus dan wonderful. Apalagi makanannya juga enak-enak,&#8221; imbuh Jooh. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200055</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Jasa 35 Tentara Pahlawan Trip, Wali Kota Malang Ziarah dan Upacara Tabur Bunga</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-jasa-35-tentara-pahlawan-trip-wali-kota-malang-ziarah-dan-upacara-tabur-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[jasa]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Tabur]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara]]></category>
		<category><![CDATA[trip,]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194631</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), melakukan ziarah dan upacara tabur bunga di Monumen Pahlawan Trip, Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (31/07/2023) tadi. Prosesi itu dilakukan, sebagai bentuk memperingati para 35 tentara yang telah gugur dalam pertempuran pelajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), melakukan ziarah dan upacara tabur bunga di Monumen Pahlawan Trip, Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (31/07/2023) tadi. Prosesi itu dilakukan, sebagai bentuk memperingati para 35 tentara yang telah gugur dalam pertempuran pelajar perjuangan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa sejarah peringatan itu harus dipertahankan terus hingga kapanpun. Karena, memiliki nilai juang yang terpatri untuk Bangsa Indonesia.</p>



<p>“Kita terus upayakan penguatan memorial Jalan Trip ini. Ini luar biasa, karena pelajar sudah mengangkat senjata untuk memperjuangkan eksistensi Bangsa Indonesia. Selain memaknai itu, saya kira ini juga menjadi satu kebanggaan bagi Bumi Arema yang kita cintai,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwa nantinya upacara tersebut akan selalu diperingati setiap setahun sekali pada 31 Juli dan itu hukumnya wajib. Hal tersebut dilakukan, guna untuk menghargai para pejuang bangsa yang telah gugur.</p>



<p>“Saya sudah punya tekad sambil nanti berproses mengenai Peraturan Wali Kota (Perwal) nya, agar ditentukan bahwa ini nanti seperti hari daerah seperti Ulang Tahun Kota Malang. Karena, ini sudah jelas ada ceritanya, ada filmnya di museum, sehingga kita cuma menetapkan saja,” jelasnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ke depan siapapun Kepala Daerah Kota Malang nantinya bisa terus meneruskan peringatan tersebut. Karena itu peristiwa yang bersejarah dan warga Kota Malang harus tahu. Terlebih, para pelajar dan masyarakat Kota Malang harus menghormati para jasa pahlawan.</p>



<p>“Ini titik perjuangan yang punya nilai bersejarah dan harus dikuatkan bersama. Pelajar saat itu dihatinya ada patriotisme yang luar biasa tanpa pamrih, siap mati. Kita hanya perlu menghargai itu. Ini kewajiban bagi kita untuk menghormati perjuangan sebelumnya,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, usai melakukan ziarah dan upacara tabur bunga, juga dilakukan potong tumpeng sebagai bentuk simbolis peringatan pahlawan yang telah gugur dan dilanjutkan dengan treatrikal pertempuran pelajar perjuangan.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194631</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Perjuangan, Monumen Pesawat Tempur Jenis MIG 17 FRESCO di Jalan Sultan Agung Kota Batu Dibersihkan</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-perjuangan-monumen-pesawat-tempur-jenis-mig-17-fresco-di-jalan-sultan-agung-kota-batu-dibersihkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:07:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agung]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dibersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[fresco]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[tempur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Monumen Pesawat Tempur jenis Mig 17 Fresco yang berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Batu, dibersihkan Anggota Skadron Teknik 022 Lanud Abdurahman Saleh-Malang. Komandan Skadron Teknik 022 TNI AU, Letkol Teknik Syaifudin Zuhri, menjelaskan pembersihan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin untuk perawatan Monumen Pesawat. &#8220;Jadi, pembersihan Monumen Pesawat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Monumen Pesawat Tempur jenis Mig 17 Fresco yang berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Batu, dibersihkan Anggota Skadron Teknik 022 Lanud Abdurahman Saleh-Malang.</p>



<p>Komandan Skadron Teknik 022 TNI AU, Letkol Teknik Syaifudin Zuhri, menjelaskan pembersihan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin untuk perawatan Monumen Pesawat. &#8220;Jadi, pembersihan Monumen Pesawat ini bukan pertama kali dilakukan. Setelah berhenti karena sesuatu hal, lalu hari ini kita lakukan lagi. Hari ini Monumen Pesawat di Kota Batu, setelah kemarin kita juga melaksanakan di Kota Malang,&#8221; terangnya, Kamis (13/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Hari Bakti TNI AU pada tanggal 29 Juli 2023 mendatang. &#8220;Ini adalah wujud sinergitas antara TNI dengan Polri serta pemerintah dan aparatur. Di sisi lain, ini juga wujud bakti kepada masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai pesawat yang dijadikan monumen, Letkol Teknik Syaifudin menambahkan, bahwa pesawat tersebut pada dasarnya memiliki sejarah yang tinggi. Jenis pesawat tempur Mig 17 Fresco, ini pernah mencetak sejarah pada tahun 1960 sampai 1969 saat Operasi Trikora.</p>



<p>&#8220;Monumen Pesawat Tempur ini memiliki sejarah tinggi. Monumen ini dibangun pada 20 April 2015. Untuk itu, kami berharap semua termasuk masyarakat luas bisa menjaganya karena ikut dalam perjuangan bangsa ini,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Sosok dan Perjuangan Letkol dr R M Soebandi, Wabup Jember Resmikan Museum dan Perpustakaan</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-sosok-dan-perjuangan-letkol-dr-r-m-soebandi-wabup-jember-resmikan-museum-dan-perpustakaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 16:03:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dr]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[letkol]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[soebandi]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[wabup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun Barlaman, meresmian Museum dan Perpustakaan Letkol dr R M Soebandi di Universitas dr Soebandi, Selasa (27/06/2023) tadi. Perjuangan sosok dr RM Soebandi sendiri, mendapat apresiasi dari Pemkab Jember. Bahkan, mengusulkan dr RM Soebandi sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional. Sosok dr Soebandi, juga sangatlah berjasa bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun Barlaman, meresmian Museum dan Perpustakaan Letkol dr R M Soebandi di Universitas dr Soebandi, Selasa (27/06/2023) tadi. Perjuangan sosok dr RM Soebandi sendiri, mendapat apresiasi dari Pemkab Jember. Bahkan, mengusulkan dr RM Soebandi sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional.</p>



<p>Sosok dr Soebandi, juga sangatlah berjasa bagi generasi penerus bangsa, bahkan bagi warga di Kabupaten Jember. dr Soebandi, selama hidup juga membela negara dari penjajahan Belanda. Dirinya meninggalkan seorang istri, Rr Soekesi dan tiga orang putri, Widyasmani, Widyastuti, dan Widorini.</p>



<p>Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Daerah Jember, nama jalan serta nama perguruan tinggi. Wabup Jember, Gus Firjaun, pun berharap dengan peresmian perpustakaan dan museum ini bisa menjadi inspirasi dan bukti sejarah bagi kawula muda untuk bisa meneruskan dan memperjuangkan semangat dari dr Soebandi.</p>



<p>“dr Soebandi memiliki tiga putri yang tangguh. Dengan dibukanya perpustakaan dan museum ini, semoga menjadi amal jariyah bagi beliau dan membuka cakrawala perjuangan serta semangat yang membara khususnya di kawula muda,” kata Wabup Gus Firjaun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gus Firjaun juga menjelaskan, Pemkab Jember telah mengusulkan tiga tokoh sejarah dari Jember menjadi pahlawan nasional yang saat ini sudah diproses di tingkat provinsi. Ketiga calon pahlawan nasional tersebut, yakni Letkol Muhammad Sroedji, dr RM Soebandi dan KH Achmad Shiddiq.</p>



<p>Sementara itu, dr Widorini selaku anak ketiga dari dr Soebandi, mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah memberikan dukungan. Khususnya, kepada Bupati Jember beserta jajarannya yang terus membantu. Sehingga, museum Letkol dr RM Soebandi ini bisa diresmikan.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, dalam menciptakan museum ini berawal dari gagasan keluarga yang didukung oleh lembaga Universitas dr Soebandi. Adapun koleksi museum, sebagian besar milik Widyastuti dan dr Widorini, yang kemudian dihibahkan kepada Universitas dr Soebandi.</p>



<p>“Tujuan dari mengibahkan hampir semua peninggalan dari almarhum ayah saya. Yakni agar barang-barang peninggalan tersebut bisa dijadikan pelajaran sejarah perjuangan bagi generasi mendatang. Dokter Soebandi sudah meninggal sekian puluh tahun lalu, tetapi semangat dan cita-citanya harus tetap bersemayam abadi pada generasi penerusnya,” ungkap dr Widorini. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192023</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
