<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kenapa? &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenapa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Oct 2024 14:24:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kenapa? &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ini Alasan Kenapa Kalangan Milenial Harus Pilih Bunda Indah dan Mas Yudha di Pilkada Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ini-alasan-kenapa-kalangan-milenial-harus-pilih-bunda-indah-dan-mas-yudha-di-pilkada-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gedung Soedjono di Jalan Alun-alun Selatan Kelurahan Ditotrunan Lumajang, bakal menjadi sarana &#8216;Digital Center&#8217; pusat inovasi daerah Pemerintah Daerah (Pemkab) Lumajang. Wacana itu disiapkan, jika pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah dan Mas Yudha, terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2024 &#8211; 2029 di Pilkada 27 November mendatang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gedung Soedjono di Jalan Alun-alun Selatan Kelurahan Ditotrunan Lumajang, bakal menjadi sarana &#8216;Digital Center&#8217; pusat inovasi daerah Pemerintah Daerah (Pemkab) Lumajang. Wacana itu disiapkan, jika pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah dan Mas Yudha, terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2024 &#8211; 2029 di Pilkada 27 November mendatang.</p>



<p>Inovasi itu sengaja digagas, untuk mendongkrak produk usaha di Kabupaten Lumajang, agar bisa dikenal hingga kancah internasional. Termasuk, menampung sejumlah pemikiran generasi milenial.</p>



<p>Bunda Indah, Calon Bupati Lumajang, mengungkapkan bahwa inovasi itu terbuka lebar bagi semua kalangan. Terlebih kalangan muda-mudi, yang diharapkan bisa menjadi wadah dalam menampung dan mengembangkan usaha baru serta ide-ide kreatif.</p>



<p>&#8220;Pusat inovasi atau digital center nantinya merupakan sumber inovasi dari seluruh sektor, seluruh kalangan baik itu anak-anak sekolah, anak muda atau milenial, pengusaha kecil hingga pengusaha besar. Termasuk, apakah itu di dalamnya usaha bidang pertanian (secara luas ya), UMKM, properti, pokoknya semua sektor. Dimana sumberdaya ini, tujuannya bisa melakukan inovasi di pusat digital yang terarah,&#8221; kata Bunda Indah, Minggu (27/10/2024) tadi.</p>



<p>Calon Bupati Lumajang ini berkomitmen, yakni mendongkrak perekonomian Lumajang, memperkuat pondasi berbasis teknologi hingga mengikuti perkembangan jaman untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di waktu yang sama, tim pemenangan Bunda Indah dan Mas Yudha, Agus Setiawan, menambahkan bahwa pihaknya siap merangkul dan memberikan bimbingan kepada generasi milenial. Sehingga, dengan sarana dan prasarana yang nantinya disiapkan, akan bisa lebih terarah.</p>



<p>&#8220;Kesempatan ini perlu kita rengkuh bersama-sama. Jadi nanti, teman-teman, anak muda bisa datang ke Gedung Soedjono melakukan pengembangan melalui sistem digital,&#8221; ungkap Agus.</p>



<p>Menariknya, selain menjadi ladang pengembangan usaha berbasis digital, wirausaha juga bakal berkesempatan memperoleh bantuan modal. &#8220;Misalkan ada kelompok pemuda sudah punya aplikasi, sudah punya tim tapi tidak punya modal, itu nanti bisa dibantu. Ada bantuan modal, terutama untuk pengusaha baru ya, wirausaha baru itu perlu support dari pemerintah,&#8221; imbuh Agus, pria yang kerap disapa Samco.</p>



<p>Lebih-lebih, meneruskan terobosan Bunda Indah, Samco mengutarakan pusat inovasi digital di Gedung Soedjono nantinya bakal dikemas ramah. Tidak kaku dan terlalu birokrasi, karena bertujuan agar pelaku usaha bisa krasan dan mengembangkan.</p>



<p>&#8220;Nanti bakal dikemas dengan nuansa milenial. Soal perkopian di Lumajang, nanti bakal diimbangi dengan inovasi teknologi supaya teman-teman bisa memasarkan produk usaha pertanian ke dunia internasional. Jangan lupa, nanti Gedung Soedjono akan dijadikan oleh Bunda Yudha dan Mas Yudha sebagai digital center pusat inovasi daerah,&#8221; papar Samco. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Global Sarana Medika dan Kompedam Terus Bersatu, Kenapa?</title>
		<link>https://memontum.com/global-sarana-medika-dan-kompedam-terus-bersatu-kenapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2019 09:47:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Global Sarana Medika dan Kompedam Terus Bersatu]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=79936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Global Sarana Medika, nama sebuah klinik rawat inap dibilangan kota Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Tehitung sudah setahun lalu, klinik dengan masa berdiri tahun 2015 lalu ini terus bersatu dengan Komunitas Peduli Dampit (Kompedam).   Hari Jumat (1/3/2019) pagi tadi, wartawan Memontum.Com (Memo X Group) berhasil mewancarai H Tukiman Direktur Utama Klinik Rawat Inap Global [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Global Sarana Medika, nama sebuah klinik rawat inap dibilangan kota Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Tehitung sudah setahun lalu, klinik dengan masa berdiri tahun 2015 lalu ini terus bersatu dengan Komunitas Peduli Dampit (Kompedam).</p>
<p dir="auto">  Hari Jumat (1/3/2019) pagi tadi, wartawan Memontum.Com (Memo X Group) berhasil mewancarai H Tukiman Direktur Utama Klinik Rawat Inap Global Sarana Medika Dampit. Seperti ini uraiannya&#8230;..</p>
<p dir="auto">&#8220;Kompedam memang luar biasa, dengan mengedepankan misi sosial, tanpa adanya perbedaan satu sama lain. Makanya,kami  sangat tertarik dan terus bersatu, &#8221; ujar abah Tukiman diawal perbincangannya.</p>
<p dir="auto">  Dikatakan, Kompedam sudah banyak berbuat untuk masyarakat. Satu hal paling menonjol saat ini, yakni dengan memberikan bantuan,termasuk bedah rumah sejumlah warga prasejahtera khususnya di wilayah Kecamatan Dampit.</p>
<p dir="auto">&#8220;Kami dari pihak medis,turut terlibat didalamnya yakni  dengan memberikan pengobatan secara cuma-cuma alias gratis, &#8221; ulasnya.</p>
<p dir="auto">  Ditambahkan, seperti tertuang dalam program Jumat Peduli Kasih, Komunitas yang didalamnya tercantum sejumlah nama pengusaha, donatur tetap termasuk jajaran Muspika Dampit ini, Sabtu (2/3/2019) besok akan  memberikan santunan terhadap Mbok Klimah, salah seorang warga miskin di bilangan lingkungan Ngelak Kelurahan Dampit.</p>
<p dir="auto">Bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai itu dilakukan bertepatan dengan ke-40 hari meninggalnya keluarga Mbok Klimah.</p>
<p dir="auto">&#8220;Bulan berikutnya,kita juga akan melakukan bedah rumah Mbok Kilimah yang saat ini dalam kondisi tak layak huni, &#8221; terangnya.</p>
<p dir="auto">  Dengan motto &#8216;Kami Hadir Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat&#8217;, bersama Kompedam pihaknya terus  bergerilya serta  monitoring sejumlah titik kemiskinan, khususnya di wilayah Kecamatan Dampit. Dengan penuh harap, klinik Gobal Sarana Medika semakin dikenal kalangan masyarakat luas.</p>
<p dir="auto">  Disinggung, kilas kronologis berdirinya klinik yang juga dilengkapi 3 penanganan penyakit spesialis ini, dijelaskan, awalnya terinpirasi, Dampit masuk kawasan pengusaha. Namun disitu tidak ada pihak yang tertarik dalam bisnis dunia kesehatan ini.</p>
<p dir="auto">&#8220;Satu saat warga membutuhkan perawatan, mereka tidak harus jauh pergi ke kota Malang. Global Sarana serba bisa, kenapa harus jauh ke kota Malang,&#8221; himbau Abah Tukiman mengakhiri wawancara. (sur/oso)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngadas, Desa Unggulan Kecamatan Poncokusumo, Kenapa?</title>
		<link>https://memontum.com/ngadas-desa-unggulan-kecamatan-poncokusumo-kenapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 14:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Unggulan Kecamatan Poncokusumo]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<category><![CDATA[Ngadas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=78780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Ngadas, satu dari 16 desa,menjadi unggulan  wilayah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Terletak dalam kawasan area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) di ketinggian 2.150 meter. Konon desa ini didirikan oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774 silam. Dari situlah, lahir Suku Tengger yang mendiami desa berpenduduk sekitar 1900 jiwa ini hingga sekarang. Drs [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Ngadas, satu dari 16 desa,menjadi unggulan  wilayah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Terletak dalam kawasan area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) di ketinggian 2.150 meter.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Konon desa ini didirikan oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774 silam. Dari situlah, lahir Suku Tengger yang mendiami desa berpenduduk sekitar 1900 jiwa ini hingga sekarang.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Drs Sukarlin Msi, Camat Poncokusumo menjelaskan, Desa Ngadas termasuk sukses khususnya dalam pengelolaan sektor pertanian. Betapa tidak, komoditas pertanian warga desa Ngadas belakangan ini  meningkat tajam.</p>
<p><div id="attachment_78761" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190218-WA0025-e1550500605693.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-78761" decoding="async" class="size-full wp-image-78761" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190218-WA0025-e1550500605693.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt=" Drs Sukarlin MSi Camat Poncokusumo. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-78761" class="wp-caption-text">Drs Sukarlin MSi Camat Poncokusumo. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)</p></div></p>
<p dir="auto">Seperti halnya untuk  produksi tanaman kentang. Itu jauh jika  dibanding pendapatan tahun 2012 lalu, hanya dalam kisaran angka 4,5 ton sekali musim.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Sekarang hasil panen kentang disana  bisa mencapai 15hingga 20 ton sekali musim,&#8221; terang Sukarlin beberapa waktu lalu.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Lonjakan pendapatan itu terjadi, setelah dibangunnya jalan kawasan pertanian sepanjang hampir 8 KM. Dengan dibangunnya sejumlah titik ruas jalan alternatif di desa perbatasan Kabupaten Lumajang ini, akses sarana angkutan pupuk bisa sampai ke lokasi.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Padahal, sebelumnya, daya angkut  pupuk disana hanya menggunakan tenaga manual, dengan kapasitas sangat  terbatas maksimal 3 ton. Dengan  dibangunnya jalan disitu,daya angkutan pupuk bisa  menggunakan truk, dengan kapasitas 1,5 hingga 2 ton, &#8221; papar mantan camat Bantur ini dengan nada bangga.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Dampak positif ini juga dirasakan langsung oleh kalangan ojek sepeda motor. Untuk mengangkut hasil panen, petani disana menggunakan jasa ojek sepeda motor.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Dalam satu hari para usaha jasa angkutan roda dua ini bisa berpendapatan antara Rp 250 sampai Rp 300 ribu, &#8221; tandasnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Selanjutnya juga terkait dengan  pemukiman penduduk. Dari  jumlah RTLH(Rumah Tak Layak Huni) tahun 2012, sebanyak 451 unit, saat ini hanya tinggal 6 unit RTLH. Bagaimana dengan pemilik kendaraan bermotor? Tahun 2012 lalu, jumlah pemilik sepeda motor hanya sekitar 40-50 orang. Tetapi sekarang, pemilik kendaraan roda dua ini sudah mencapai 1261 unit.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Kalau tahun 2012 jumlah pemilik mobil hanya 17 orang. Sekarang sudah mencapai 197 unit mobil dengan berbagai merk. Dengan keberhasilan itu, mereka genggam mindset, kita tidak harus bekerja ke desa lain. Desa ini kita kembangkan, sebatas kita punya komitmen dan cita-cita. Apa sih sebenarnya pekerjaan yang harus kita cintai?, &#8221; beber Sukarlin. (sur/oso)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IPHPS di Wilayah BKPH Kepanjen Tidak Terlaksana, Kenapa?</title>
		<link>https://memontum.com/iphps-di-wilayah-bkph-kepanjen-tidak-terlaksana-kenapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 05:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[IPHPS di Wilayah BKPH Kepanjen Tidak Terlaksana]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=76656</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212;Program pemerintah tentang Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) seperti tertuang dalam  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.39/MENLHK/SETJEN/KUM/1/6/2017. Program tersebut sebenarnya cukup bagus, hanya saja, aplikasi di lapangan masih kurang betul.   Hal itu seperti disampaikan Yon Maryono Asper/KBKPH Kepanjen Perum Perhutani KPH Malang beberapa waktu lalu. Dikatakan, untuk program IPHPS di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum Malang &#8212;</strong>Program pemerintah tentang Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) seperti tertuang dalam  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.39/MENLHK/SETJEN/KUM/1/6/<wbr />2017. Program tersebut sebenarnya cukup bagus, hanya saja, aplikasi di lapangan masih kurang betul.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  Hal itu seperti disampaikan Yon Maryono Asper/KBKPH Kepanjen Perum Perhutani KPH Malang beberapa waktu lalu. Dikatakan, untuk program IPHPS di wilayah yang terdiri dari tiga RPH seperti, Selerejo, Wagir dan Gendogo ini, tidak terlaksana.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Untuk program IPHPS di wilayah BKPH Kepanjen kebetulan tidak terlaksana.Karena semua daerah wengkon di sini sudah dikerjasamakan dengan LMDH, artinya disitu tidak ada kawasan kosong,salah satu persyaratan terlaksananya program tersebut, &#8221; terangnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  Seperti diberitakan sebelumnya, BKPH Kepanjen selain kaya wisata juga dominan tanaman pinus,dengan jumlah keseluruhan hingga mencapai 1.532,00 ha. Jumlah tersebut, termasuk yang belum tersadap.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Untuk target getah 2018 sebesar 203 atau 203, 788 ton. Itu tidak seperti yang tertulis 1.103 ton dalam berita kemaren lalu,&#8221; koreksi Asper asal wilayah Kabupaten Blitar mengakhiri. (sur/oso)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76656</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
