<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kencong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kencong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 10:59:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kencong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kelompok Warga di Kencong Jember Berhasil Olah Sampah Plastik Rumah Tangga Jadi Solar Dex</title>
		<link>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex</link>
					<comments>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berhasil membuat terobosan ramah lingkungan dengan merancang sistem pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Mereka memanfaatkan teknologi penyulingan khusus, untuk mengolah tumpukan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Solar. Aktivitas pemrosesan limbah harian yang berpusat di Dusun Krajan tersebut, ditinjau langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berhasil membuat terobosan ramah lingkungan dengan merancang sistem pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Mereka memanfaatkan teknologi penyulingan khusus, untuk mengolah tumpukan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Solar.</p>



<p>Aktivitas pemrosesan limbah harian yang berpusat di Dusun Krajan tersebut, ditinjau langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra, Selasa (26/05/2026) tadi. Peninjauan lapangan ini, difokuskan untuk mengamati proses teknis operasional alat, volume sampah yang berhasil direduksi, serta kuantitas bahan bakar cair yang dihasilkan melalui sistem pemanasan tersebut.</p>



<p>Prosedur pengubahan limbah plastik menjadi sumber energi alternatif ini, mengandalkan pasokan sampah kering yang dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Jenis sampah yang masuk ke dalam mesin reaktor, mencakup tiga komponen utama, yaitu kantong kresek, botol plastik bekas kemasan murni, serta bungkus saset makanan ringan. Seluruh bahan baku tersebut, dibersihkan terlebih dahulu untuk meminimalkan kadar air dan kontaminan tanah sebelum masuk tahap pembakaran.</p>



<p>Untuk alat utama yang digunakan, berupa tabung reaktor pembakar khusus yang dirancang dengan sistem kedap udara. Metode yang diaplikasikan adalah pirolisis, yakni sebuah sistem dekomposisi bahan organik melalui proses pemanasan suhu tinggi tanpa melibatkan unsur oksigen. Absennya gas oksigen di dalam ruang bakar memastikan bahwa material plastik tidak berubah menjadi abu atau menghasilkan asap polusi hitam, melainkan melumer dan pecah menjadi fase gas hidrokarbon.</p>



<p>Uap gas yang dihasilkan dari proses pemanasan tersebut, kemudian dialirkan secara konstan menuju pipa kondensator yang dilengkapi sistem pendingin air bersirkulasi. Proses penurunan suhu yang terjadi secara mendadak, memaksa gas kembali mengembun dan berubah wujud menjadi cairan minyak mentah. Pada tahapan final, cairan minyak mentah ini masuk ke dalam tabung penyulingan khusus untuk memisahkan zat murni. Hasil akhir dari proses distilasi bertingkat ini adalah bahan bakar cair jernih yang secara fisik, warna dan daya bakar menyerupai Solar kualitas komersial jenis Dex.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu warga yang menjadi inisiator utama pembuatan alat pirolisis di Dusun Krajan, Anton, membeberkan bahwa proyek mandiri ini dirancang untuk menjawab keresahan warga terkait biaya operasional desa. Karakteristik plastik yang merupakan produk turunan minyak bumi, dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian di sektor agraris.</p>



<p>“Selain mengurangi volume sampah plastik, hasil solar dari pengolahan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mesin pertanian dan peralatan warga,” ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan data uji coba internal yang dilakukan oleh kelompok warga, solar hasil pirolisis ini terbukti mampu menggerakkan mesin diesel stasioner dengan aman. Penggunaan Solar Dex alternatif ini direncanakan mengalir untuk kebutuhan bahan bakar pompa air irigasi sawah, mesin traktor pembajak tanah, hingga mesin perontok padi milik warga desa. Langkah ini, sekaligus memotong pengeluaran modal harian para petani lokal secara signifikan.</p>



<p>Pemerintah Desa Kencong memberikan perhatian penuh, terhadap volume limbah yang berhasil ditekan melalui operasional alat ini. Pj Kades Kencong, Thomas Heru Indra, menyampaikan bahwa tanggapan masyarakat sangat positif karena mereka bisa melihat langsung solusi nyata atas masalah sampah kemasan yang selama ini sulit diurai oleh alam.</p>



<p>Menurut Thomas, keberadaan fasilitas pirolisis mandiri di tingkat dusun ini sangat klop dengan pokok arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang mendorong program penanganan sampah berbasis kekuatan masyarakat. Melalui sistem tata kelola lingkungan yang mandiri di tingkat tapak, beban pengangkutan sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) utama milik kabupaten dapat berkurang secara berkala.</p>



<p>Thomas mengharapkan, skema kerja teknis ini tidak berhenti di wilayah Dusun Krajan saja, melainkan diadopsi secara luas oleh desa-desa tetangga di wilayah Jember. &#8220;Kami berharap cara ini bisa ditiru desa lain di Kecamatan Kencong. Selain menekan persoalan limbah, juga bisa jadi sumber energi alternatif,&#8221; ujar Thomas.</p>



<p>Secara nasional, penerapan metode pirolisis memang sudah mulai marak diaplikasikan di berbagai daerah perkotaan dan sentra industri sebagai bagian dari strategi nasional pengurangan sampah plastik. Penerapan teknologi tepat guna ini terbukti efektif dalam memusnahkan bentuk fisik sampah plastik secara permanen sekaligus menghasilkan output energi bersih yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat luas. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Pantau Progres Perbaikan Infrastruktur Jalan di Kencong</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-pantau-progres-perbaikan-infrastruktur-jalan-di-kencong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, melakukan peninjauan lapangan terhadap proyek perbaikan jalan provinsi yang berlokasi di Kecamatan Kencong, Senin (04/05/2026) tadi. Kunjungan kerja tersebut, merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin sekaligus bentuk responsivitas pemerintah daerah terhadap keluhan publik mengenai kondisi infrastruktur yang selama ini menghambat arus transportasi logistik dan mobilitas harian warga. Gus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, melakukan peninjauan lapangan terhadap proyek perbaikan jalan provinsi yang berlokasi di Kecamatan Kencong, Senin (04/05/2026) tadi. Kunjungan kerja tersebut, merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin sekaligus bentuk responsivitas pemerintah daerah terhadap keluhan publik mengenai kondisi infrastruktur yang selama ini menghambat arus transportasi logistik dan mobilitas harian warga.</p>



<p>Gus Fawait &#8211; sapaan Bupati Jember, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memastikan bahwa solusi yang direncanakan telah berjalan sesuai jalurnya. Dalam peninjauan itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menunjukkan komitmen nyata, dalam menindaklanjuti permohonan perbaikan jalan dari Pemkab Jember.</p>



<p>&#8220;Secara administratif, jalan ini memang berada di bawah wewenang provinsi. Namun secara moral, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di sini, adalah tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat Jember. Kami bersyukur, komunikasi yang intensif antara daerah dan provinsi membuahkan hasil cepat,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fawait juga menekankan, bahwa pembangunan infrastruktur yang mumpuni adalah fondasi utama bagi kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Oleh karena itu, dirinya secara rutin mengirimkan laporan pembaruan mengenai titik-titik jalan rusak di seluruh Jember kepada instansi terkait di level yang lebih tinggi.</p>



<p>Selain titik Kencong, Gus Fawait juga memaparkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat pengajuan perbaikan yang mencakup jalur Jombang, Kencong, hingga Gumukmas. Di sisi lain, perwakilan dari Tim Teknis Lapangan, Hermawan, memberikan penjelasan tambahan mengenai detail pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Proses pengerjaan meliputi pemadatan struktur tanah sebelum dilapisi aspal panas (hotmix) berkualitas tinggi agar memiliki daya tahan yang lama terhadap beban kendaraan berat,&#8221; jelas Hermawan.</p>



<p>Gus Fawait menutup kunjungannya, dengan meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan dukungan moral kepada para pekerja di lapangan. Dirinya juga membocorkan rencana jangka menengah, berupa pelebaran jalan nasional mulai dari Tanggul hingga Mangli yang dijadwalkan mulai pengerjaannya pada pertengahan tahun ini. Sinergi ini, diharapkan mampu menciptakan wajah Jember yang lebih modern dan terkoneksi dengan baik. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerak Cepat Tangani Kelangkaan LPG 3 Kg, Muspika Kencong Jember Sidak Titik Utama Distributor</title>
		<link>https://memontum.com/gerak-cepat-tangani-kelangkaan-lpg-3-kg-muspika-kencong-jember-sidak-titik-utama-distributor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[distributor]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[Muspika]]></category>
		<category><![CDATA[tangani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram atau LPG bersubsidi. Keluhan warga yang mulai ramai di pasar-pasar tradisional hingga media sosial, itu akhirnya direspons cepat oleh jajaran di tingkat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kencong. Tim gabungan tersebut, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram atau LPG bersubsidi. Keluhan warga yang mulai ramai di pasar-pasar tradisional hingga media sosial, itu akhirnya direspons cepat oleh jajaran di tingkat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kencong.</p>



<p>Tim gabungan tersebut, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah titik distribusi utama untuk mencari tahu di mana letak sumbatan aliran LPG atau gas melon, Rabu (08/04/2026) tadi. Sidak sendiri, dipimpin langsung Camat Kencong bersama jajaran Polsek dan Koramil, dengan menyasar pangkalan-pangkalan besar dan agen resmi.</p>



<p>Dalam Sidak itu, kondisi di lapangan menunjukkan adanya dinamika yang cukup mengkhawatirkan. Di beberapa pangkalan, petugas mendapati stok tabung dalam kondisi kosong atau sangat terbatas. Padahal, menurut data pengiriman, distribusi dari pangkalan ke agen seharusnya berjalan normal.</p>



<p>Fenomena &#8216;barang ada tapi sulit dicari&#8217; ini, menjadi fokus utama penyelidikan petugas di lapangan. Temuan paling mengejutkan dalam Sidak, adalah mengenai lonjakan harga di tingkat pengecer atau toko-toko kecil di pelosok desa.</p>



<p>Warga melaporkan, bahwa mereka terpaksa merogoh kocek hingga Rp 30 ribu untuk satu tabung LPG 3 kg. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berada jauh di bawah angka itu. Bahkan, selisih harga yang hampir mencapai 100 persen ini, tentu sangat memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro seperti penjual gorengan atau warung makan kecil.</p>



<p>&#8220;Kami menerima banyak laporan dari ibu-ibu rumah tangga, yang mengaku harus berkeliling desa hanya untuk mencari satu LPG. Saat ketemu, harganya sudah tidak masuk akal. Inilah yang membuat kami harus turun langsung untuk memantau apa yang sebenarnya terjadi di rantai distribusi,&#8221; ujar salah satu petugas di sela-sela pemeriksaan pembukuan di sebuah pangkalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Petugas sendiri, secara teliti mencocokkan jumlah LPG yang masuk dengan daftar pelanggan yang dilayani oleh pangkalan. Penyebab keterbatasan stok ini, diduga akibat adanya peningkatan permintaan yang tidak dibarengi dengan penambahan kuota reguler, atau adanya indikasi kebocoran distribusi ke sektor yang tidak berhak menggunakan gas subsidi.</p>



<p>Muspika Kencong juga menegaskan, bahwa subsidi energi ini adalah hak masyarakat miskin. Sehingga, segala bentuk penyelewengan adalah pelanggaran hukum. Pihak pangkalan diingatkan kembali, untuk memprioritaskan warga lokal dengan menunjukkan KTP sesuai aturan terbaru, guna meminimalisir aksi borong oleh spekulan.</p>



<p>Koordinasi dengan pihak distributor dan Pertamina, juga segera dilakukan oleh pemerintah kecamatan. Tujuannya, agar ada percepatan pengiriman stok tambahan atau dropping ekstra untuk menormalkan kondisi pasar.</p>



<p>Warga Kencong kini juga sangat menggantungkan harapan pada langkah konkret pemerintah. Bagi mereka, LPG 3 Kg bukan sekadar barang dagangan, melainkan kebutuhan primer yang menentukan apakah dapur mereka bisa mengepul atau tidak.</p>



<p>Dengan dilakukannya Sidak rutin dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan harga elpiji di Kencong dapat kembali stabil dalam hitungan hari. Muspika juga berkomitmen, untuk terus mengawal isu ini hingga harga di tingkat pengecer kembali mendekati HET.</p>



<p>Masyarakat juga diimbau, untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru bisa memperkeruh situasi kelangkaan di lapangan. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Fasilitas Stadion Milik PTM Anugerah Kencong, Gus Fawait Dorong Atlet Desa Berprestasi Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-fasilitas-stadion-milik-ptm-anugerah-kencong-gus-fawait-dorong-atlet-desa-berprestasi-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228017</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong atlet dari desa agar terus berprestasi hingga nasional dan bahkan internasional. Menurutnya, kunci sukses lahirnya atlet berprestasi adalah dukungan semua pihak, tidak hanya dari pemerintah semata. Pernyataan tersebut, disampaikan Bupati Fawait saat meresmikan fasilitas stadion milik PTM Anugerah Kencong, Sabtu (22/11/2025) tadi. Kegiatan ini, juga menjadi penutup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong atlet dari desa agar terus berprestasi hingga nasional dan bahkan internasional. Menurutnya, kunci sukses lahirnya atlet berprestasi adalah dukungan semua pihak, tidak hanya dari pemerintah semata.</p>



<p>Pernyataan tersebut, disampaikan Bupati Fawait saat meresmikan fasilitas stadion milik PTM Anugerah Kencong, Sabtu (22/11/2025) tadi. Kegiatan ini, juga menjadi penutup kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Kencong.</p>



<p>Kehadiran orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap perkembangan olah raga di tingkat desa, yang semakin menunjukkan kemajuan nyata. Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait-sapaan Bupati Lumajang, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat adanya pembinaan atlet tenis meja yang dilakukan secara konsisten di Desa Kencong. Menurutnya, potensi olah raga di wilayah pedesaan selama ini acapkali kurang, padahal banyak bibit unggul yang lahir dari desa-desa di Jember.</p>



<p>“Jujur saya kaget dan tidak menyangka di Desa Kencong, ada pembinaan calon atlet tenis meja yang sangat serius. Anak-anak kita ini bukan hanya hebat di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di non akademik, terutama olahraga,” kata Gus Fawait.</p>



<p>Pada momen tersebut, Bupati Fawait juga memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan penghargaan kepada para atlet yang berprestasi. Dirinya menegaskan, bahwa pada gelaran Porprov 2025, Pemkab Jember memberikan bonus terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gus Fawait juga mengajak para atlet muda di Kencong, untuk tidak setengah-setengah dalam menekuni dunia olah raga. &#8220;Prestasi tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga kedisiplinan, doa, serta sikap hormat kepada orang tua, guru dan pelatih,&#8221; urainya.</p>



<p>Menurutnya, prestasi lahir bukan hanya dari kerja keras, tetapi juga dari sikap hormat. &#8220;Kalau tidak patuh pada pelatih, bagaimana bisa berkembang? Ketika disuruh ke kanan, malah ke kiri, nanti malah tidak nyambung. Kunci keberhasilan itu tekun, berdoa dan hormat,” pesannya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyinggung perjalanan hidupnya sebagai bukti bahwa anak desa juga bisa mencapai posisi penting. “Saya sendiri lahir di desa yang bahkan lebih pelosok dari Kencong. Bisa menjadi anggota DPR tiga kali dan hari ini diberi amanah sebagai Bupati Jember. Maka saya yakin adik-adik di Kencong pasti bisa berprestasi,” ungkapnya.</p>



<p>Gus Fawait menyampaikan terima kasih kepada jajaran PTM Anugerah Kencong, yang telah menghadirkan fasilitas olah raga modern bagi masyarakat, terutama anak-anak di wilayah pedesaan bagian barat Jember. Dirinya berharap, kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan.</p>



<p>“Kami sangat berterima kasih atas fasilitas luar biasa ini. Semoga dari Kencong akan lahir atlet-atlet Jember, bahkan atlet nasional di masa mendatang,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228017</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dialog bersama Pelajar SMPN 1 Kencong dan Guru, Bupati Fawait Beri Pesan Penting</title>
		<link>https://memontum.com/dialog-bersama-pelajar-smpn-1-kencong-dan-guru-bupati-fawait-beri-pesan-penting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228008</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menegaskan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember, adalah karena tingginya angka pernikahan dini. Selain itu, untuk penyebab lainnya juga karena minimnya budaya literasi perkembangan kesehatan reproduksi. Hal ini disampaikan Bupati Fawait, dalam Program Bunga Desaku, di hari kedua di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menegaskan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember, adalah karena tingginya angka pernikahan dini. Selain itu, untuk penyebab lainnya juga karena minimnya budaya literasi perkembangan kesehatan reproduksi.</p>



<p>Hal ini disampaikan Bupati Fawait, dalam Program Bunga Desaku, di hari kedua di Kecamatan Kencong, Sabtu (22/11/2025) tadi. Bupati Fawait dalam program lanjutan itu, menyempatkan diri ke SMPN 1 Kencong dan berdialog langsung bersama para pelajar. Di momen itu, bupati memberikan pemahaman pada kalangan pelajar agar menghindari pernikahan.</p>



<p>Dalam tatap muka tersebut, Bupati Fawait menyampaikan sejumlah pesan penting yang bukan hanya relevan bagi dunia pendidikan, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya jangka panjang Pemerintah Kabupaten Jember, dalam menurunkan angka stunting, AKI dan AKB. Di hadapan para siswa, guru, serta jajaran pendidik yang hadir, Bupati Fawait mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri karena bertemu dengan sebuah komunitas guru yang tengah mengkampanyekan kegemaran menulis.</p>



<p>Menurutnya, gerakan seperti ini harus diperkuat karena membaca dan menulis merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang maju. “Saya bahagia hari ini melihat ada komunitas guru yang mengkampanyekan senang menulis. Guru saya dahulu pernah berkata, bahwa kalau ingin sukses, kita harus banyak membaca dan harus banyak menulis. Itu yang saya pegang sampai hari ini,” ujarnya.</p>



<p>Bupati juga menegaskan, bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait akan memberikan dukungan penuh bagi para guru maupun masyarakat yang memiliki minat dan potensi dalam bidang literasi, pengembangan karya tulis, hingga proses kreatif lainnya. Baginya, investasi pada kualitas sumber daya manusia tidak hanya dimulai dari penyediaan sarana, tetapi juga melalui penguatan budaya literasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, pesan literasi bukan satu-satunya hal yang digarisbawahi bupati, dalam kunjungan tersebut. Dirinya juga menyampaikan hasil diskusi dan konsultasi bersama para dokter, baik dokter spesialis kandungan maupun dokter anak, terkait faktor penyebab tingginya stunting dan kematian ibu serta bayi di Jember.</p>



<p>Salah satu temuan penting yang disampaikan, adalah tingginya angka kehamilan pada usia di bawah 21 tahun. Menurut para tenaga medis, usia ideal untuk hamil adalah antara 21 hingga 35 tahun.</p>



<p>Karena itu, Gus Fawait menjadikan pertemuan dengan para siswa SMP sebagai momentum untuk membuka wawasan sejak dini mengenai pentingnya perencanaan pernikahan dan kehamilan yang matang. “Acara hari ini menjadi ruang bagi kami untuk turun langsung ke sekolah, menyampaikan kiat belajar, sosialisasi program beasiswa dan yang paling penting mengingatkan bahwa jika kelak menikah dan memiliki anak, usia idealnya adalah 21 sampai 35 tahun. Ini bagian dari upaya jangka panjang kita untuk menurunkan angka stunting serta AKI dan AKB di Kabupaten Jember,” tegasnya.</p>



<p>Kunjungan ini sekaligus menegaskan, bahwa Program Bunga Desaku bukan hanya sebagai wadah temu warga, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan intervensi langsung yang bersentuhan dengan berbagai aspek pembangunan manusia. Pemerintah Kabupaten Jember berharap melalui pendekatan yang menyentuh langsung generasi muda, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan literasi dapat tumbuh lebih kuat.</p>



<p>Berdasarkan data, angka permohonan dispensasi nikah (pernikahan dini) di Kota Tembakau di tahun 2024 mencapai 562 perkara. Angka ini sebenarnya lebih rendah jika dibanding tahun 2023 yang mencapai 1.362. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desaku di Kencong, Bupati Fawait Terima Curhatan Kesadaran Sampah Serum Bisa Ular</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desaku-di-kencong-bupati-fawait-terima-curhatan-kesadaran-sampah-serum-bisa-ular</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[desaku]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menampung aspirasi curhatan seluruh Ketua RT dan RW se-Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Curhatan itu, mulai dari persoalan sampah hingga ketersedian serum bisa ular. Forum yang dilakoni, adalah rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), di hari pertama di Kecamatan Kencong. Kegiatan yang selalu ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menampung aspirasi curhatan seluruh Ketua RT dan RW se-Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Curhatan itu, mulai dari persoalan sampah hingga ketersedian serum bisa ular.</p>



<p>Forum yang dilakoni, adalah rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), di hari pertama di Kecamatan Kencong. Kegiatan yang selalu ada disetiap program Bunga Desaku tersebut, digelar di Aula Dira Kencong.</p>



<p>Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, dalam momen itu juga berjumpa dengan BPD kepala desa dan para perangkat desa. Saat ditanya terkait dengan keluhan di wilayah, tidak sedikit yang mulai menyuarakan aspirasinya.</p>



<p>Seperti yang disampaikan Suradi Hasan, Ketua RW 009, Dusun Krajan II, Kencong. Dirinya mengungkapkan, bahwa selama ini banyak warga setempat yang bermukim di bantaran.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Mudah-mudahan nanti juga cepat penanganannya. Terus terang saja, bahwa mayoritas warga Kencong hidup di bantaran sungai,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sayangnya, ujarnya, warga kemudian justru menjadi pembuat polusi sampah. Warga dengan gampangnya, membuang sampahnya di sungai.</p>



<p>&#8220;Yang terjadi Gus, sungai justru dibuat sasaran untuk membuang sampah sembarangan. Ini yang menyakitkan, sehingga kalau ini tidak ada upaya untuk mencegah, saya yakin laut kita ini akan menjadi gudang sampah. Mohon ini darurat Gus,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya persoalan sampah, bupati juga menerima permintaan Ketua RT 004 Dusun Krajan, Kencong. Pria yang berprofesi sebagai pedagang bunga itu, menyampaikan keluhan terkait dengan kurangnya serum anti bisa ular di Puskesmas.</p>



<p>&#8220;Seperti temen saya (dipatok ular berbisa), saat dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas, tidak ada obatnya. Untuk itu saya mohon agar disediakan obat anti bisanya di rumah sakit atau Puskesmas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menanggapi curhatan tersebut, Gus Fawait langsung merespons. Mantan anggota DPRD Jawa Timur selama tiga periode, itu mengatakan saat ini masih banyak warga yang belum sadar dampak membuang sampah di sungai. &#8220;Memang masih banyak yang berpikir, bahwa sungai itu tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, perlu kita atasi bersama,&#8221; urainya.</p>



<p>Bupati berharap, ada upaya dari jajaran pemerintahan desa dan kecamatan setempat. &#8220;Saya tunggu justru kepala desa nanti punya program itu. Nanti OPD kami siap untuk bersinergi. Karena kalau cuman kabupaten, bisa kewalahan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih dari itu, Gus Fawait berharap, mudah-mudahan Kencong termasuk dalam program Gus Darling tahun ini. Apa itu? Yakni, gerakan untuk Semua Sadar Lingkungan. &#8220;Kami ingin seperti zaman dulu. Zaman dulu itu, warga itu tanam pohon mangga, pohon buah di setiap depan rumahnya atau belakang rumahnya. Nah, ini ingin saya kembalikan lagi. Untuk apa? Supaya hijau, oksigen kita lebih bagus dan anak-anak kita tidak kekurangan buah,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sedangkan terkait serum bisa ular, Gus Fawait akan memerintahkan Dinas Kesehatan setempat agar menyediakan serum anti bisa ular. &#8220;Dalam satu bulan, melalui Dinas Kesehatan, kami akan mengupayakan itu. Jika dalam satu bulan masih belum ada, saya mengimbau agar warga segera melapor ke Wadul Gus&#8217;e. Ingatkan saya melalui saluran Wadul Gus&#8217;e ya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desaku di Kecamatan Kencong, Bupati Fawait Minta Optimalisasi Data untuk Guru Ngaji</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desaku-di-kecamatan-kencong-bupati-fawait-minta-optimalisasi-data-untuk-guru-ngaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[desaku]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, kembali menegaskan dua program prioritas yang menjadi pondasi pelayanan publik di Kabupaten Jember. Dua program itu, yaitu layanan pengobatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) dan penyaluran insentif bagi para guru ngaji. Bahkan, Pemkab Jember juga akan segera melakukan perbaikan data untuk guru ngaji. Sejumlah langkah itu, ditegaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, kembali menegaskan dua program prioritas yang menjadi pondasi pelayanan publik di Kabupaten Jember. Dua program itu, yaitu layanan pengobatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) dan penyaluran insentif bagi para guru ngaji.</p>



<p>Bahkan, Pemkab Jember juga akan segera melakukan perbaikan data untuk guru ngaji. Sejumlah langkah itu, ditegaskan Bupati Fawait dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku yang digelar di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan interaktif yang mempertemukan Bupati Jember dengan para guru ngaji, ketua pengajian, tokoh masyarakat, serta warga Kencong, ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah. Sejak 1 April 2025, seluruh warga Jember resmi dijamin memperoleh layanan berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia. Termasuk di dalamnya, pelayanan bagi ibu hamil dan proses persalinan.</p>



<p>Kebijakan ini menjadi salah satu tonggak layanan publik, yang diharapkan dapat menghapus kekhawatiran warga dalam memperoleh akses kesehatan. “Mulai 1 April, seluruh warga Jember kalau sakit bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia. Termasuk ibu hamil dan melahirkan, semuanya gratis,” tegas Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Bupati Fawait kemudian menceritakan langsung, salah satu kasus yang dirinya temui saat berkunjung ke Puskesmas Kencong. Seorang warga Jember yang merantau di Surabaya, diketahui jatuh sakit. Namun, tetap dapat berobat gratis setelah proses aktivasi UHC dilakukan melalui Puskesmas di Jember. “Diaktifkan di sini, tapi bisa berobat gratis di Surabaya. Alhamdulillah,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui forum ini, Gus Fawait meminta para ketua pengajian, guru ngaji dan tokoh masyarakat, untuk turut menyebarkan informasi bahwa seluruh warga telah memiliki hak yang sama atas layanan kesehatan gratis tanpa pengecualian. Dirinya menegaskan, bahwa tidak ada lagi batasan administratif yang menghambat warga Jember, dalam mengakses fasilitas kesehatan di manapun mereka berada.</p>



<p>Selain urusan kesehatan, dialog di Kencong juga menyoroti persoalan pendataan insentif guru ngaji, program yang sejak awal pemerintahan Gus Fawait menjadi komitmen khusus. Dari forum ini, beberapa guru ngaji menyampaikan bahwa mereka belum menerima insentif akibat kendala pendataan di tingkat desa.</p>



<p>Mendengar hal itu, Bupati Fawait merespons langsung dengan memanggil jajarannya dan meminta pengecekan satu persatu agar tidak ada guru ngaji yang terlewat. Dirinya menekankan, bahwa mekanisme pendataan sepenuhnya berada di desa dan harus diputuskan melalui musyawarah desa sebelum diusulkan ke kabupaten. “Alurnya dari kepala desa. Dibahas di Musdes, baru sampai ke kami. Tidak boleh ada yang dilewati,” tegas Gus Fawait.</p>



<p>Dirinya meminta warga yang merasa sudah mengajar tetapi belum tercantum dalam data, untuk segera mengkonfirmasi kepada kepala desa masing-masing agar proses verifikasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dengan dua program besar, UHC gratis se-Indonesia dan insentif guru ngaji yang kini berjalan beriringan, Bupati Fawait berharap agar manfaat kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Jember.</p>



<p>“Yang terpenting, kebijakan yang kita tetapkan harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Pemerintah hadir untuk memastikan itu semua,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pilkades Kencong, DPS 20 ribu lebih, Panitia Sebut Anggaran 340 Juta &#8220;Minim</title>
		<link>https://memontum.com/pilkades-kencong-dps-20-ribu-lebih-panitia-sebut-anggaran-340-juta-minim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2019 10:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Pemilih Sementara]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkades]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88681-pilkades-kencong-dps-20-ribu-lebih-panitia-sebut-anggaran-340-juta-minim</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemilihan Kepala Desa Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember dengan Daftar Pemilih sekitar 20 ribu lebih, merupakan jumlah pemilih yang terbesar se-kabupaten Jember, dalam kegiatan tersebut panitia menganggarkan Rp 340 juta. Jika dibandingkan Desa lain dengan jumlah daftar pilih yang rata -rata sekitar 10 ribu, anggaran sebesar itu termasuk minim. Anggota Panitia Pilkades [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemilihan Kepala Desa Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember dengan Daftar Pemilih sekitar 20 ribu lebih, merupakan jumlah pemilih yang terbesar se-kabupaten Jember, dalam kegiatan tersebut panitia menganggarkan Rp 340 juta. Jika dibandingkan Desa lain dengan jumlah daftar pilih yang rata -rata sekitar 10 ribu, anggaran sebesar itu termasuk minim.</p>
<p>Anggota Panitia Pilkades Desa Kencong, Yoni Setiawan menyampaikan,jika Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkades saat ini total ada 20.600 orang. Merujuk pada pemilihan presiden kemaren, jumlah pemilihnya ada sekitar 21 ribu lebih termasuk daftar pemilih tambahan yang berasal dari luar Desa Kencong.</p>
<p>&#8220;Saat ini kita masih dalam tahap verifikasi berkas, sudah ada tiga calon yang mendaftar. Namun, dua calon masih perlu melengkapi berkas, sebagaimana ketentuan, kita beri waktu lima hari sampai tanggal 25,&#8221; kata Yoni ditemui di kantor Desa Kencong, Senin ( 22/7/2019) malam.</p>
<p>Yoni menambahkan,Nantinya bila sudah lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai calon baru dibahas terkait anggaran, sebagaimana di Perbub bahwa anggaran Pilkades ada tiga sumber, pertama APBD, APBDes dan Sumbangan Pihak Ketiga yang tidak mengikat.</p>
<p>Bila ada calon yang enggan menyumbang, kata Yoni, dengan jumlah DPS sedemikian besar, maka acuannya di Perbub yakni di Musdeskan kembali.</p>
<p>&#8220;Kalau masih enggan menyumbang, kita kembalikan lagi ke BPD, karena panitia tidak sanggu,&#8221; jelas Yoni.</p>
<p>Yoni menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk Pilkades di Desa Kencong sekitar 340 juta. Sementara anggaran dari APBDes sebesar Rp 71 juta. Jadi, butuh sumbangan pihak ketiga Rp 248 juta.</p>
<p>Meski begitu, ungkap Yoni, dengan jumlah DPS yang sedemikian besar. Tapi, anggaran sudah ditekan seminimal dan seefisien mungkin.</p>
<p>&#8220;Barangkali, kita anggarannya paling kecil dibandingkan dengan desa lain kalau dengan DPS yang demikian besar itu,&#8221; pungkasnya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jihad Baru NU Kencong, Gencarkan Dakwah Medsos</title>
		<link>https://memontum.com/jihad-baru-nu-kencong-gencarkan-dakwah-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2019 12:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=86362</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Merebaknya dakwah di media sosial yang berpotensi memecah belah umat, menjadi keresahan tersendiri bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Kabupaten Jember, untuk itu, organisasi yang konsen dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah ini bakal menempuh jihad baru yakni dakwah melalui media sosial, guna mengimbangi konten-konten syiar yang bernada provokatif. Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Merebaknya dakwah di media sosial yang berpotensi memecah belah umat, menjadi keresahan tersendiri bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Kabupaten Jember, untuk itu, organisasi yang konsen dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah ini bakal menempuh jihad baru yakni dakwah melalui media sosial, guna mengimbangi konten-konten syiar yang bernada provokatif.</p>
<p>Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong Kiai Zainil Ghulam menegaskan, beredarnya syiar Islam radikal di media sosial, harus diimbangi dengan model dakwah yang lebih ramah, hal ini agar umat memiliki rujukan tentang pemahaman agama yang sesuai dengan Islam di nusantara, oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh pengurus maupun kader NU agar ikut menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah.</p>
<p>“Media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk berdakwah di zaman digital ini. Karena jejaring sosial di dunia maya tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang profesi dan usia yang beragam,” katanya, usai membuka agenda Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Aula PCNU Kencong, Minggu (23/6/2019) siang.</p>
<p>Selain itu, kata dia, melalui media sosial, dakwah juga bisa tersampaikan dengan mudah. Karena masyarakat bisa mengakses tanpa harus keluar rumah. Bahkan, pihaknya juga telah menyusun strategi dakwah kekinian dengan kemasan yang kreatif.</p>
<p>Semisal dengan menyajikan konten dakwah singkat melalui video, maupun tulisan dengan narasi yang lebih mengena dan mudah dicerna masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan siraman rohani keislaman atau bertanya tentang hal keagamaan secara langsung, kapan pun dan di manapun.</p>
<p>“Di era digital, perkembangan teknologi luar biasa pesat. Jadi jangan sampai dakwah melalui media sosial didominasi oleh kelompok non aswaja maupun kaum radikal,” jelasnya.</p>
<p>Secara spesifik, PCNU Kencong juga telah merumuskan strategi dakwah itu melalui program kerja. Utamanya, di lembaga NU yang berhubungan dengan penyiaran dan dakwah. Seperti Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN), Lembaga Takmir Masjid (LTM), Lembaga Dakwah NU, Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah (RMI), serta LP Ma’arif.</p>
<p>“Organisasi badan otomon NU, seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU juga dilibatkan. Sehingga tidak hanya konten, sasaran dakwahnya juga lebih beragam yang mencakup semua usia,” paparnya.</p>
<p>Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kencong Kiai Achmad Laiq Athoillah menilai, manfaat positif teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil alamin. Dia juga berpendapat, sudah saatnya ulama-ulama dan kiai NU mengikuti perkembangan zaman dengan berdakwah menggunakan media sosial.</p>
<p>“Menurut saya, sudah saat NU Kencong menyasar media sosial sebagai ladang dakwah. Apalagi NU merupakan gudangnya ulama yang kompeten,” tandasnya. <strong>(rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86362</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
