<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kenyamanan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kenyamanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2026 13:10:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kenyamanan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun</link>
					<comments>https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[tawang]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230928</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan inspeksi kelaikan armada (ramp check) di Terminal Tawang Alun, Kabupaten Jember, Kamis (12/03/2026) tadi. Inspeksi ini dilakukan, demi kenyamanan dan keselamatan pemudik saat mudik Lebaran. Dalam kesempatan itu, para petugas Dishub tampak sibuk melakukan pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan dilakukan, mulai dari kolong bus, mengecek ketebalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan inspeksi kelaikan armada (ramp check) di Terminal Tawang Alun, Kabupaten Jember, Kamis (12/03/2026) tadi. Inspeksi ini dilakukan, demi kenyamanan dan keselamatan pemudik saat mudik Lebaran.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, para petugas Dishub tampak sibuk melakukan pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan dilakukan, mulai dari kolong bus, mengecek ketebalan ban, hingga mencoba fungsi rem satu per satu bus yang ada.</p>



<p>Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, yang turun langsung dalam inspeksi, melakukan pemantauan secara langsung bersama staf dan petugas. Tujuannya, tentu kelaikan armada yang akan masuk dan keluar terminal.</p>



<p>&#8220;Kita semua tahu, momen mudik adalah waktu dimana volume kendaraan meningkat tajam dan kegagalan teknis adalah musuh utama yang harus dihindari di jalan raya,&#8221; katanya.</p>



<p>Gatot Triyono menegaskan, bahwa dalam urusan nyawa, tidak ada ruang untuk negosiasi. &#8220;Kami tidak mau berkompromi dengan keselamatan. Setiap armada wajib melewati pemeriksaan ketat, mulai dari sistem pengereman yang pakem, kondisi ban yang tidak boleh gundul, hingga hal detail seperti ketersediaan alat pemecah kaca di dalam kabin,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemeriksaan sendiri, lanjutnya, dibagi menjadi tiga lapis. Pertama terkait surat-surat kendaraan atau administrasi. Dalam hal ini, petugas mengecek STNK, Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e), hingga SIM. Kedua, masuk ke jantung pertahanan bus yaitu aspek teknis utama. Di sini, fungsi rem, kemudi dan ban menjadi perhatian serius. Jika ban terlihat licin atau rem terasa kurang responsif, petugas tidak segan untuk langsung memberikan catatan merah.</p>



<p>&#8220;Terakhir, ada unsur teknis penunjang. Mungkin terdengar sepele, tapi fungsi wiper kaca saat hujan deras atau sabuk pengaman pengemudi bisa menjadi pembeda antara keselamatan dan kecelakaan. Bagi bus yang kedapatan memiliki kerusakan minor, masih memberikan toleransi untuk diperbaiki segera. Namun, jika kerusakannya fatal, bus tersebut dilarang keras mengangkut penumpang dan harus diganti dengan unit cadangan yang lebih layak,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain mesin, faktor manusia juga jadi perhatian. Gatot berpesan, agar para sopir bus tidak memaksakan diri jika lelah.</p>



<p>&#8220;Perjalanan mudik adalah perjalanan kebahagiaan untuk bertemu keluarga. Karenanya, jangan sampai ego di jalan dan malah merusak segalanya,&#8221; imbuh Gatot.</p>



<p>Dengan pengawasan ketat ini, ungkapnya, warga Jember diharapkan bisa pulang kampung dengan hati yang tenang. Sebab, bus yang ditumpangi tahu bahwa bus yang mereka tumpangi sudah lulus kelaikan jalan. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kenyamanan Masyarakat, DPUPRPKP Kota Malang Tambah 300 PJU di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kenyamanan-masyarakat-dpuprpkp-kota-malang-tambah-300-pju-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, akan menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di 300 titik pada tahun 2025. Penambahan itu, nantinya tersebar merata di lima kecamatan di Kota Malang, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat malam hari. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, akan menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di 300 titik pada tahun 2025. Penambahan itu, nantinya tersebar merata di lima kecamatan di Kota Malang, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat malam hari.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa seluruh PJU yang dipasang itu masih berbasis listrik PLN. Belum menggunakan tenaga surya, dengan alasan efisiensi pemeliharaan.</p>



<p>“Kalau dengan tenaga surya memang lebih efektif dan efisien. Tapi, pemeliharaannya lebih rumit dan biayanya mahal. Misalnya, baterai rusak itu kan cukup mahal. Selain itu, panel surya juga harus dibersihkan secara berkala. Karena Kota Malang sudah seluruhnya terjangkau PLN, maka kami masih menggunakan PJU konvensional,” jelas Dandung, Rabu (24/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa hingga kini sudah ada sekitar 23 ribu tiang PJU di Kota Malang. Namun, kebutuhan ideal masih mencapai 10 ribu titik tambahan lagi. Penambahan tahun ini sebagian besar didasarkan pada hasil survei dan juga permintaan warga.</p>



<p>“Jadi memang masih butuh banyak. Tahun ini penambahannya sekitar 300 tiang, sudah dianggarkan dalam APBD Murni 2025,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, DPUPRPKP hanya mendapat tambahan Rp 6,8 miliar. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pekerjaan insidentil.</p>



<p>&#8220;Jadi seperti pemeliharaan jalan dan Rp 1,2 miliar untuk perbaikan sarana umum,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226213</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Jember Perbaiki 1500 Ruang Sekolah Demi Kenyamanan Belajar Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-perbaiki-1500-ruang-sekolah-demi-kenyamanan-belajar-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) berkomitmen untuk melakukan pembenahan perbaikan sekolah-sekolah yang rusak sedang dan berat. Komitmen ini, tentunya kabar gembira bagi ribuan siswa dan guru di Kabupaten Jember, yang tidak lama lagi akan menikmati perbaikan ruang kelas dan gedung sekolah yang selama ini rusak. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) berkomitmen untuk melakukan pembenahan perbaikan sekolah-sekolah yang rusak sedang dan berat. Komitmen ini, tentunya kabar gembira bagi ribuan siswa dan guru di Kabupaten Jember, yang tidak lama lagi akan menikmati perbaikan ruang kelas dan gedung sekolah yang selama ini rusak.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, mengatakan bahwa dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, terdapat 3.120 lembaga. Dari jumlah itu, tidak semua bangunannya dalam kondisi baik. Sehingga, bertahap akan dilakukan perbaikan.</p>



<p>“Tentu dari jumlah itu, tidak semuanya dalam kondisi ideal atau baik,” kata Hadi, Selasa (19/08/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya mengungkapkan, sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah sekolah yang mengalami kerusakan kurang lebih sejumlah 500. Namun, jika secara total ruangan gedung, lebih dari 1.500 gedung sekolah mengalami rusak sedang-berat.</p>



<p>“Kalau secara total ruangan gedung, lebih dari 1.500 gedung sekolah mengalami rusak berat dan sedang. Itu sesuai dengan apa yang disampaikan Gus Bupati. Jumlah ini sangat besar di Kabupaten Jember,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prihatin dengan banyaknya jumlah gedung lembaga pendidikan yang rusak, Bupati Jember, Muhammad Fawait, kemudian melakukan langkah strategis agar segera ada perbaikan. Salah satunya, dengan mengalokasikan dana sejumlah Rp 46 miliar dari APBD untuk melakukan rehabilitasi beberapa sekolah.</p>



<p>“Bupati pernah mengalokasikan Rp 46 miliar dari APBD untuk melakukan rehab sekolah,” ungkapnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Bupati Jember juga melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat terutama Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, beberapa waktu lalu menemui Wakil Kementerian Didasmen untuk berkonsultasi mengenai kondisi sekolah rusak di Jember. Penyebabnya, kemampuan fiskal atau anggaran pemerintah daerah terbatas.</p>



<p>Karenanya, jika hanya mengandalkan APBD, anggarannya tidak cukup untuk melakukan perbaikan seluruh sekolah yang rusak. “Bupati datang ke Kementerian Didasmen menemui Wamen untuk berkonsultasi mengenai kondisi sekolah yang ada di Jember. Tentunya, jika mengandalkan APBD, anggaran kita tidak akan cukup. Butuh uluran dari anggaran APBN khususnya yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” imbuhnya.</p>



<p>Hasil pertemuan Bupati Jember dengan Wamen Didasmen, yaitu pihaknya akan menindaklanjutinya dengan mengajukan proposal. Tujuannya, itu untuk usulan revitalisasi sekolah yang rusak sedang hingga berat di Kabupaten Jember.</p>



<p>“Atas hasil pertemuan itu, kami tindak lanjuti dengan pengajuan proposal untuk usulan revitalisasi sekolah yang rusak sedang dan berat,” imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Keamanan dan Kenyamanan Siswa, SRMP 16 Kota Malang Terapkan Pengawasan Ketat</title>
		<link>https://memontum.com/beri-keamanan-dan-kenyamanan-siswa-srmp-16-kota-malang-terapkan-pengawasan-ketat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223942</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang telah menyiapkan sistem pengawasan terpadu. Itu dilakukan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi siswa. Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah membentuk tim lengkap dengan pembagian peran yang jelas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang telah menyiapkan sistem pengawasan terpadu. Itu dilakukan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi siswa.</p>



<p>Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah membentuk tim lengkap dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari guru hingga petugas keamanan. &#8220;Kami sudah full team. Ada wali asuh, wali asrama, guru dan juga sie keamanan. Semuanya punya tugas masing-masing untuk mengawal anak-anak supaya aman dan nyaman belajarnya,” terang Rida, Senin (14/07/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa total terdapat 12 guru yang mengajar di SRMP 16. Termasuk, satu guru pendidikan agama. Sementara itu, enam wali asuh disiapkan untuk mendampingi siswa dalam keseharian, serta dua wali asrama masing-masing untuk siswa laki-laki dan perempuan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait kebutuhan dasar siswa, Rida menyebutkan bahwa seluruh siswa tentunya mendapatkan makan tiga kali sehari dengan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi. Selain itu, untuk proses distribusi seragam juga tengah berlangsung.</p>



<p>&#8220;Seragam olah raga sudah ada karena diperlukan untuk tes kebugaran. Sementara seragam lainnya masih dalam perjalanan, insyaallah nanti akan lengkap, baik untuk keperluan sekolah maupun asrama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk urusan kunjungan keluarga, pihak sekolah juga telah menyusun jadwal khusus. &#8220;Memang ada waktunya anak-anak boleh pulang dan ada waktunya orang tua bisa berkunjung,&#8221; imbuh Rida. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pasar Klojen, Wali Kota Wahyu Siapkan Penataan Tenant dan Parkir demi Kenyamanan Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pasar-klojen-wali-kota-wahyu-siapkan-penataan-tenant-dan-parkir-demi-kenyamanan-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tenant]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220859</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau aktivitas para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pasar Klojen, Kota Malang, Sabtu (05/04/2025) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memantau kondisi pasar sekaligus penataan kawasan kuliner dan area parkir. Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Eko Sri Yuliadi dan Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau aktivitas para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pasar Klojen, Kota Malang, Sabtu (05/04/2025) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memantau kondisi pasar sekaligus penataan kawasan kuliner dan area parkir.</p>



<p>Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Eko Sri Yuliadi dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Widjaja Saleh Putra, Wali Kota Wahyu menyusuri pasar dan menyapa para pengunjung yang sedang berbelanja. Terpantau, pengunjung yang datang bukan hanya dari Kota Malang, namun juga dari berbagai daerah lain di luar Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Mumpung masih liburan, sekalian kulineran juga. Apalagi saat ini ramai pengunjung, bahkan dari berbagai wilayah di Indonesia, yang memang kebetulan sedang mudik atau berwisata di Kota Malang. Mereka ada yang berbelanja atau hanya sarapan dan ngopi-ngopi menikmati kulineran yang katanya viral di media sosial,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga menampung berbagai masukan dari pengunjung, untuk meningkatkan kenyamanan Pasar Klojen sebagai pusat perbelanjaan, sekaligus destinasi wisata kuliner. Dari pengamatannya, jumlah tenant kuliner dan tenant kebutuhan pokok seperti sayur, daging dan ayam sudah cukup seimbang, namun masih perlu penataan agar tidak bercampur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di waktu 07.00 WIB sampai 09.00 WIB, di Pasar Klojen ini adalah waktu paling ramai. Sehingga, perlu adanya penataan yang lebih rapi, termasuk area parkir di depan pasar,” tambahnya.</p>



<p>Karena itu, Wali Kota Wahyu menginstruksikan dinas terkait, yakni Dishub Kota Malang untuk segera melakukan rekayasa parkir. Sehingga, diharapkan area parkir dapat diperluas, khususnya pada jam-jam sibuk.</p>



<p>“Kami akan segera koordinasikan dengan Forum Lalu Lintas agar penataan parkir tidak mengganggu pengguna jalan dan pengunjung pasar tetap nyaman,” paparnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga berharap, agar konsep modernisasi pasar yang diterapkan di Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo, dapat diterapkan di pasar-pasar lain yang ada di Kota Malang. &#8220;Saya ingin pasar-pasar lain meniru konsep ini, agar pasar menjadi tempat belanja, kulineran, sekaligus wisata, serta menjaga roda perekonomian tetap berputar,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Libur Lebaran, Gubernur Jatim Ingatkan Kepariwisataan Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-libur-lebaran-gubernur-jatim-ingatkan-kepariwisataan-tingkatkan-keamanan-dan-kenyamanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kepariwisataan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan agar pihak-pihak yang berkaitan dengan kepariwisataan menyiapkan diri untuk memberi pelayanan terbaik jelang libur Lebaran 2025. Hal itu disampaikan, karena Jatim tetap menjadi salah satu daerah tujuan wisata secara nasional. Bahkan, Jatim berada di urutan kedua di bawah Jawa Tengah. &#8220;Jadi, semua harus bersiap-siap memberikan layanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan agar pihak-pihak yang berkaitan dengan kepariwisataan menyiapkan diri untuk memberi pelayanan terbaik jelang libur Lebaran 2025. Hal itu disampaikan, karena Jatim tetap menjadi salah satu daerah tujuan wisata secara nasional. Bahkan, Jatim berada di urutan kedua di bawah Jawa Tengah.</p>



<p>&#8220;Jadi, semua harus bersiap-siap memberikan layanan terbaik terkait kepariwisataan,&#8221; kata Gubernur Khofifah, di sela meninjau arus mudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jumat (28/03/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya juga mengurai, bahwa selama Lebaran berlangsung, jumlah pemudik yang keluar dari Jatim berjumlah sekitar 14,2 juta orang. Sementara pemudik yang masuk ke Jatim, ada sebanyak 16,8 juta orang.</p>



<p>&#8220;Sehingga, ada tambahan 2,6 juta orang yang akan masuk ke Jatim,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Karenanya, Khofifah berharap wisata di Jatim selama libur Lebaran, tetap aman dan nyaman. Maka dari itu, dirinya mewanti-wanti agar setiap pengelola destinasi dan pihak terkait lain, mentaati peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). &#8220;Pokoknya berangkat bahagia, pulang bahagia. Kalau kata Pak Kapolda, itu berangkat selamat, pulang selamat. Semua harus bersama-sama membangun kewaspadaan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, telah memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait untuk memfasilitasi dan memperlancar para pemudik serta wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi. Bahkan seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan pengelola wisata, telah diinstruksikan untuk memantau kesiapan seluruh tempat wisata.</p>



<p>“Kami berharap semua pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi ini merasa nyaman dan senang selama di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, Pemkab telah melengkapi sejumlah destinasi dengan Pos Pengamanan (Pospam) terpadu. Seperti di Pantai Grand Watudodol yang dilengkapi gabungan personel dari TNI Polri, Pemkab hingga pengelola destinasi. Mulai tim pengamanan, kesehatan dan Pokdarwis terlibat dalam pos tersebut.</p>



<p>Di Grand Watudosol juga ada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN untuk mengisi daya baterai kendaraan listrik. Ada tiga soket tersedia di GWD6. “Karenanya kami ingin semua pengelola wisata di Banyuwangi benar-benar mempersiapkan dengan baik mulai fasilitas penunjangnya, kebersihan dan keamanan pengunjung agar wisatawan merasa aman dan nyaman juga mendapatkan pengalaman terbaik saat berlibur di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Instruksikan Kenyamanan Pemudik dan Wisatawan, SPKLU PLN Turut Diperiksa</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-instruksikan-kenyamanan-pemudik-dan-wisatawan-spklu-pln-turut-diperiksa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diperiksa]]></category>
		<category><![CDATA[Instruksikan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220697</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memerintahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait, untuk memperlancar dan memudahkan perjalanan para pemudik dan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi. Instruksi ini, berlaku semua untuk layanan di bawah pemerintahan Pemkab Banyuwangi. Bahkan, Bupati Ipuk mencontohkan seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta para pengelola pariwisata, diinstruksikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memerintahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait, untuk memperlancar dan memudahkan perjalanan para pemudik dan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi. Instruksi ini, berlaku semua untuk layanan di bawah pemerintahan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Bahkan, Bupati Ipuk mencontohkan seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta para pengelola pariwisata, diinstruksikan untuk memantau kesiapan hingga kenyamanan seluruh objek wisata. Termasuk, Dinas Kependudukan Capil agar tetap membuka pelayanan pengurusan dokumen kependudukan pada masa libur Lebaran.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami berharap, seluruh pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi merasa nyaman dan senang selama berada di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, para pemudik dapat diberikan kesempatan untuk mengurus dokumen kependudukannya saat kembali ke daerah asal di Kabupaten Banyumas,&#8221; kata Bupati Ipuk, Kamis (27/03/2025) tadi.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dalam momen itu turut mengecek kesiapan destinasi wisata menyambut wisatawan. Salah satunya, seperti di destinasi Wisata Pantai Grand Watu Dodol (GWD) yang terletak di Rest Area Grand Watu Dodol KM 15, Jalan Raya Situbondo, Parasputih, Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.</p>



<p>&#8220;Sesuai arahan Bupati Ipuk, Pemkab ingin memastikan kesiapan destinasi wisata dalam menyambut wisatawan. Apalagi nanti, ada juga pemudik yang pulang kampung ke daerah asal ke Kabupaten Banyuwangi yang berpotensi menjadi wisatawan. Sehingga, destinasi wisata ini semakin ramai,&#8221; kata Wakil Bupati Mujiono.&nbsp;</p>



<p>Karenanya, sebagai langkah lanjutan instruksi itu, dirinya turut meninjau lokasi. Sehingga, target kenyamanan dan keamanan yang diharapkan selama lebaran ini, benar-benar dirasakan masyarakat dan pemudik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Oleh karena itu, kami ingin agar seluruh pengelola pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, betul-betul mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari sarana pendukung, kebersihan, serta keamanan pengunjung agar wisatawan merasa aman dan nyaman serta mendapatkan pengalaman terbaik saat berlibur di Kabupaten Banyumas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi sendiri, mengawali pengecekan di area parkir GWD. Dirinya memastikan, area parkir siap menampung kendaraan yang datang. Selain itu, kawasan GWD juga menjadi buffer zone rest area bagi pemudik yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang.</p>



<p>Di kawasan tersebut, Wabup juga mengecek keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN yang beroperasi untuk mengisi baterai kendaraan listrik. Ada tiga soket yang tersedia di SPKLU GWD. &#8220;Para pelancong dan wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik, tidak perlu khawatir untuk berlibur di Banyuwangi. Karena di sana, sudah tersedia SPKLU. Selain di sini, ada pula liam SPKLU lain di sepanjang jalan utama wilayah Banyuwangi,&#8221; kata Mujiono.</p>



<p>Dirinya juga mengecek sarana dan prasarana di Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Kesehatan (Pospam). Kedua pos ini, berada di GWD untuk memberikan pelayanan keamanan dan kesehatan bagi para penumpang maupun wisatawan.</p>



<p>Dirinya juga meminta agar pengelola menjamin keselamatan wisatawan saat beraktivitas di kawasan destinasi. Baik bermain air di pantai, berenang atau berwisata naik perahu. &#8220;Pastikan ada petugas yang mengawasi aktivitas wisatawan untuk menjaga keselamatan wisatawan,&#8221; papar Wabup Mujiono.</p>



<p>Di GWD, wisatawan dapat menikmati sejumlah atraksi wisata. Selain menikmati keindahan pantai, bermain air dan berenang, wisatawan juga dapat menjelajahi keindahan laut GWD dengan fasilitas snorkeling yang tersedia. Dari Pantai GWD, wisatawan juga dapat menyeberang ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan dengan menyewa perahu wisata. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSD dr Soebandi Jember Launching Valet Parking untuk Kenyamanan Dokter dan Keluarga Pasien</title>
		<link>https://memontum.com/rsd-dr-soebandi-jember-launching-valet-parking-untuk-kenyamanan-dokter-dan-keluarga-pasien</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[parking]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[soebandi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220523</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; RSD dr Soebandi Jember bekerjasama dengan Universitas dr Soebandi Jember, melaunching Valet Parking bagi dokter RSD dr Soebandi, Jumat (21/03/2025) tadi. Prosesi itu, dilakukan Plt Direktur RSD dr Soebandi, Dr dr I Nyoman Semita, Sp OT Spine(K) Fics di Halaman RSD dr Soebandi. Pria yang akrab disapa dr Nyoman, menjelaskan bahwa Valet [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; RSD dr Soebandi Jember bekerjasama dengan Universitas dr Soebandi Jember, melaunching Valet Parking bagi dokter RSD dr Soebandi, Jumat (21/03/2025) tadi. Prosesi itu, dilakukan Plt Direktur RSD dr Soebandi, Dr dr I Nyoman Semita, Sp OT Spine(K) Fics di Halaman RSD dr Soebandi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa dr Nyoman, menjelaskan bahwa Valet Parking ini sebagai upaya mengurangi volume parkir kendaraan di RSD dr Soebandi. Dengan launching ini, diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada pasien beserta keluarganya dalam parkir kendaraan.</p>



<p>“Hal tersebut selaras dengan mutu kami, yaitu menjadikan rumah sakit yang modern green hospital dan tourism hospital. Dengan fokus pada patient care, kita bekerja sama dengan Universitas dr Soebandi. Sehingga, minimal ada 100 mobil dokter yang kita geser ke lahan kosong kampus,” jelas dr Nyoman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjabarkan, bahwa ke depan bagi tenaga bidan dan perawat yang membawa kendaraan mobil, maka akan diberlakukan sistem yang sama. Hanya saja, nanti dengan menggunakan suttle bus. Artinya, mobil perawat atau bidan, untuk parkirnya disediakan absen di lokasi bagi para Nakes lalu akan ada bus yang antar jemput.</p>



<p>Lebih lanjut dr Nyoman menargetkan, yaitu akan membangun gedung parkir. Tidak hanya membangun infrastruktur, namun juga akan ada pengembangan layanan oncology center sebagai pusat layanan yang berfokus pada pencegahan, pengobatan dan perawatan kanker.</p>



<p>Dalam upaya peningkatan mutu layanan, dalam area yang sama akan ditempatkan klinik eksekutif untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kedaruratan dan Beri Kenyamanan, Ribuan Nakes Banyuwangi Disiagakan di Jalur Mudik dan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kedaruratan-dan-beri-kenyamanan-ribuan-nakes-banyuwangi-disiagakan-di-jalur-mudik-dan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 04:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[disiagakan]]></category>
		<category><![CDATA[kedaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menyiagakan ribuan tenaga kesehatan (Nakes) yang disiagakan di pos-pos pelayanan kesehatan (Posyankes) di sepanjang jalur mudik dan tempat pariwisata. Pensiagaan sejumlah Nakes yang juga akan bersiaga di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang buka 24 jam, itu akan berlangsung selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2025. Bahkan, diketahui total [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menyiagakan ribuan tenaga kesehatan (Nakes) yang disiagakan di pos-pos pelayanan kesehatan (Posyankes) di sepanjang jalur mudik dan tempat pariwisata. Pensiagaan sejumlah Nakes yang juga akan bersiaga di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang buka 24 jam, itu akan berlangsung selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2025.</p>



<p>Bahkan, diketahui total ada sekitar 12 Posyankes, 31 Puskesmas, 13 rumah sakit dan 62 klinik, yang akan bersiaga selama libur Lebaran di Banyuwangi. Sementara layanan, akan buka setiap hari, mulai 28 Maret hingga 8 April 2025.</p>



<p>Selama masa libur Lebaran, layanan di Posyankes disiagakan selama 24 jam. Itu dikarenakan, selain untuk mengantisipasi kedaruratan, Posyankes juga disiapkan untuk menjadi tempat peristirahatan sementara bagi para pemudik atau wisatawan.</p>



<p>“Posyankes ini dilengkapi dengan tenaga dokter, paramedis dan ambulans. Tenaga medisnya diisi oleh dokter dan perawat dari semua, Puskesmas, rumah sakit dan klinik yang ada di Banyuwangi. Kami atur jadwalnya dalam shift, sehingga bisa terus siaga selama 24 jam. Layanan di Pos kesehatan ini tidak dipungut biaya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (21/03/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, di setiap Posyankes juga bisa dilakukan konsultasi, pemeriksaan kesehatan, traise dan penanganan awal kegawatdaruratan serta rujukan jika diperlukan. &#8220;Pos kesehatan juga bisa dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan ringan, seperti mabuk perjalanan, diare juga stabilisasi pasien kegawatdaruratan sebelum dibawa ke rumah sakit,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Posyakses, Puskesmas Rawat Jalan yang berlokasi di sepanjang jalan arteri utama seperti Puskesmas Klatak, Sobo, Mojopanggung, Paspan, Kabat, Badean, Gladag, Wonosobo, Gambiran, Jajag, Genteng Kulon, Parijatah Kulon, dan Siliragung, tetap buka mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Selain itu, Unit Gawat Darurat (UGD) di 18 Puskesmas Rawat Inap juga tetap buka 24 jam.</p>



<p>“Di setiap kecamatan, itu ada satu Puskesmas yang mengcover. Sehingga jika ada kejadian, itu bisa ditangani terlebih dahulu di Puskesmas untuk menghindari penumpukan di UGD rumah sakit,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, bahwa dari 12 pos kesehatan yang disediakan, sebanyak 8 pos bergabung dengan Pos Pengamanan Mudik (Pospam) dari kepolisian. Lokasi tersebut, berada di sepanjang jalan arteri mulai dari Wongsorejo, Ketapang, Kota Banyuwangi, Licin, Rogojampi, Genteng, Gambiran, dan Kalibaru. Layanan ini akan beroperasi selama 24 jam setiap hari.</p>



<p>&#8220;Untuk 4 pos pelayanan kesehatan lainnya, disiagakan di destinasi wisata dan pemberhentian moda transportasi,&#8221; kata Amir.</p>



<p>Empat pos tersebut, tambahnya, terletak di Pantai Grand Watu Dodol (GWD), Pulau Merah, dan Bandara Banyuwangi. Pos kesehatan ini buka mulai pukul 08.00-14.00. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220480</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
