<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kepadatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kepadatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Dec 2025 13:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kepadatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perayaan Natal, Dishub Kota Malang Antisipasi Kepadatan Arus di Sekitar Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-natal-dishub-kota-malang-antisipasi-kepadatan-arus-di-sekitar-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam pelaksanaan misa. “Untuk gereja dengan kunjungan jemaat yang padat seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, sudah kami antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, Jaya memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas ekstrem di sekitar lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan umat yang beribadah.</p>



<p>“Kami siapkan pengaturan parkir dan pemantauan di lapangan. Sejauh ini tidak ada rekayasa besar, tetapi tetap dalam pengawasan petugas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pengamanan gereja, Dishub Kota Malang juga memetakan sejumlah titik lain yang diprediksi rawan kepadatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di antaranya koridor Jalan Ahmad Yani hingga Malang Creative Center (MCC), kawasan Madyopuro, Soekarno-Hatta (Suhat), Borobudur, hingga arah Universitas Brawijaya (UB).</p>



<p>&#8220;Untuk mendukung pengendalian lalu lintas, kami dari Dishub berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau juga disiagakan di titik-titik strategis,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait dengan koordinasi lintas wilayah, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak bisa dilakukan secara parsial. Kota Malang dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan, terutama pada jalur-jalur wisata menuju pantai selatan.</p>



<p>“Hasil rapat Forum Lalu Lintas menunjukkan titik kepadatan di wilayah Kabupaten Malang biasanya terjadi di kawasan Kacuk hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena itu koordinasi lintas daerah sangat penting,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, Kepadatan Lalu Lintas di Kota Malang Meningkat 5 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-panjang-isra-miraj-dan-imlek-kepadatan-lalu-lintas-di-kota-malang-meningkat-5-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218775</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Volume kendaraan yang masuk Kota Malang pada libur panjang peringatan Isra Miraj dan Imlek tahun 2025, meningkat lima persen dari hari biasa. Kenaikan itu, terhitung sejak Sabtu (25/01/2025) lalu dan puncaknya pada hari ini, Rabu (29/01/2025) tadi. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Volume kendaraan yang masuk Kota Malang pada libur panjang peringatan Isra Miraj dan Imlek tahun 2025, meningkat lima persen dari hari biasa. Kenaikan itu, terhitung sejak Sabtu (25/01/2025) lalu dan puncaknya pada hari ini, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan terjadi di beberapa titik strategis, terutama di kawasan pusat kota seperti Jalan Basuki Rachmad atau Kayutangan Heritage. “Libur ini cukup panjang, dimulai sejak Sabtu (25/01/2025) kemarin. Kepadatan lalu lintas memang meningkat, terutama di jam-jam tertentu,” ujar Jaya, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, lonjakan volume kendaraan tidak hanya terjadi di pusat kota saja. Namun, juga di jalur penghubung antar kota dan provinsi, seperti kawasan Gadang hingga Jalan Raden Intan. &#8220;Arus besar cukup padat, terutama kendaraan besar, tetapi sama hanya di jam-jam tertentu,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kota Malang juga telah menerapkan sejumlah langkah, termasuk rekayasa lalu lintas dan pemantauan melalui teknologi Advanced Traffic Control System (ATCS) dan CCTV. &#8220;Jika diperlukan, kami langsung turun ke lapangan bersama pihak kepolisian untuk mengurai kemacetan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Jaya juga menyampaikan bahwa di momen libur panjang ini Dishub Kota Malang juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), untuk memberikan sosialisasi kepada sekolah-sekolah tentang pemilihan bus wisata yang aman.</p>



<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kendaraan wisata yang digunakan dalam kondisi layak dan aman,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Kepadatan Arus Lalu Lintas Hadapi Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-kepadatan-arus-lalu-lintas-hadapi-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[petakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217751</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) yang tinggal hitungan hari, Dinas Perhubungan Kota Malang, telah memetakan titik-titik rawan kepadatan arus. Mulai dari sisi selatan, timur, barat dan utara Kota Malang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa titik-titik tersebut yakni di wilayah Kebonsari, Kecamatan Sukun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) yang tinggal hitungan hari, Dinas Perhubungan Kota Malang, telah memetakan titik-titik rawan kepadatan arus. Mulai dari sisi selatan, timur, barat dan utara Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa titik-titik tersebut yakni di wilayah Kebonsari, Kecamatan Sukun atau di pertigaan Kacuk. Kemudian, exit tol Ki Ageng Gribig hingga Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Jalan Gatot Subroto, Flyover Arjosari hingga Gedung Malang Creative Center, Kecamatan Blimbing, Jembatan Soekarno Hatta, Jembatan Tunggulmas dan area pusat perbelanjaan.</p>



<p>&#8220;Termasuk di Kayutangan Heritage, juga menjadi bagian adanya kepadatan arus lalu lintas dan titik-titik tersebut tidak jauh beda dari tahun ke tahun, memang saat ini tidak ada perubahan,&#8221; jelas Jaya-sapaannya, Sabtu (21/12/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, untuk beberapa lokasi pusat perbelanjaan yang dipadati pengunjung menurutnya ada di Jalan Tumenggung Suryo, atau pusat oleh-oleh, Jalan Semeru, Mal Olympic Garden (MOG) dan Ramayana di Jalan Merdeka. Kepadatan itu, menurutnya meningkat menjelang Natal, karena banyak warga yang berbelanja kebutuhan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tentunya Dishub Kota Malang juga akan menyiapkan upaya pengamanan lalu lintas tersebut. Seperti, dengan menurunkan 80 petugas untuk bergabung dengan tim gabungan dari Satpol PP, Polresta Malang Kota dan instansi terkait lainnya. Termasuk dengan dilakukan rekayasa lalu lintas secara insidentil.</p>



<p>“Jika terjadi kepadatan parah, kami bersama Polresta akan menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti contra flow. Misalnya, jika exit tol Karanglo penuh, pengalihan arus akan dilakukan ke pintu tol Pakisaji atau Madyopuro,” tambahnya.</p>



<p>Jaya memperkirakan bahwa di momen Nataru ini ada kenaikan pergerakan manusia sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total pergerakan mencapai 110 juta orang secara nasional. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi atau CCTV Kota Malang.</p>



<p>“Khusus malam tahun baru pada 31 Desember nanti, akan ada kegiatan di depan Balai Kota Malang. Kami mengimbau masyarakat untuk saling memantau perkembangan arus lalu lintas,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217751</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Kepadatan Lalin dan Imbangi Wisatawan, Dishub Kota Malang Terus Pikirkan Parkir Kayutangan</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-kepadatan-lalin-dan-imbangi-wisatawan-dishub-kota-malang-terus-pikirkan-parkir-kayutangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[imbangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pikirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, terus kerja ekstra dalam memikirkan penyediaan lahan parkir di sekitar kawasan Kayutangan Heritage. Upaya ini dilakukan, sebagai bagian memecah kepadatan arus kendaraan atau lalu lintas (Lalin) serta mengimbangi tingginya tingkat kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, terus kerja ekstra dalam memikirkan penyediaan lahan parkir di sekitar kawasan Kayutangan Heritage. Upaya ini dilakukan, sebagai bagian memecah kepadatan arus kendaraan atau lalu lintas (Lalin) serta mengimbangi tingginya tingkat kunjungan wisatawan.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kawasan Kayutangan Heritage yang dibangun sejak tahun 1960-an, sebelumnya tidak didesain untuk kebutuhan menampung parkir. Karenanya, ketika perubahan itu terjadi, maka solutif tepat harus terus dimaksimalkan.</p>



<p>“Seiring berjalannya waktu, wilayah ini semakin ramai dikunjungi masyarakat, terutama setelah pandemi Covid-19 di tahun 2022, karena sebagai destinasi kuliner dan wisata. Tentunya, ini berdampak pada kebutuhan ruang parkir yang semakin mendesak,” kata Jaya-sapaannya, Sabtu (28/09/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun saat ini belum tersedia lahan parkir, namun di Kawasan tersebut sekarang sudah dipenuhi pertokoan. Padahal di dalam izin berusaha, harus memenuhi Analisis Dampak Lingkungan (Andalalin). Hal ini, menurut Jaya, menjadi langkah dari strategi untuk memulihkan ekonomi terlebih dahulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ekonomi harus berjalan terlebih dahulu. Namun, pemerintah juga punya kewajiban untuk menyediakan layanan parkir. Kami saat ini sedang menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) untuk merealisasikan penyediaan lahan parkir,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Jaya juga mengakui bahwa ada tantangan yang dihadapi dalam penyediaan lahan parkir di kawasan tersebut, terutama dari sisi anggaran.</p>



<p>“Kami berusaha mengurangi kepadatan lalu lintas, namun harus dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan. Jika anggaran memungkinkan, kami berharap di awal tahun depan lahan parkir sudah bisa terbeli dan segera dimanfaatkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Dishub Kota Malang menargetkan di Januari 2025, tanah untuk lahan parkir di Kayutangan dapat dibeli dan segera dioperasikan. Walaupun, nantinya hanya satu lantai saja, namun dipastikan dapat mengatasi masalah parkir dan kepadatan arus lalu lintas yang terjadi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214716</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepadatan Arus Kendaraan di Kota Batu Diperkirakan hingga Sore</title>
		<link>https://memontum.com/kepadatan-arus-kendaraan-di-kota-batu-diperkirakan-hingga-sore</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperkirakan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Perayaan malam pergantian tahun baru, telah rampung. Meski demikian, arus kendaraan yang melintasi jalan wisata Kota Batu, masih terpantau padat. Terhitung pada pukul 11.30 WIB, sejumlah kendaraan yang keluar melalui Pos Pertigaan Pendem, ada sebanyak 2.583 kendaraan. Dengan rincian roda dua 1.380 kendaraan, roda empat 1.200 kendaraan dan roda enam 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Perayaan malam pergantian tahun baru, telah rampung. Meski demikian, arus kendaraan yang melintasi jalan wisata Kota Batu, masih terpantau padat.</p>



<p>Terhitung pada pukul 11.30 WIB, sejumlah kendaraan yang keluar melalui Pos Pertigaan Pendem, ada sebanyak 2.583 kendaraan. Dengan rincian roda dua 1.380 kendaraan, roda empat 1.200 kendaraan dan roda enam 3 kendaraan. Kemudian, di waktu nyaris bersamaan atau jalur berbeda yaitu jalur keluar dari Kota Batu melalui Pos Pertigaan Bendo arah langsung menuju exit tol Karangploso, terpantau sekitar 1.330 kendaraan. Dengan uraian, sekitar 600 kendaraan roda dua dan roda empat 730 kendaraan.</p>



<p>Sementara, untuk kendaraan yang masuk ke Kota Batu, atau dari jalur Pos Pertigaan Bendo, diperkirakan sebanyak 1.260 kendaraan roda dua dan 420 kendaraan roda empat. Atau, ada sekitar 1.680 kendaraan yang masuk ke Kota Batu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Padatnya pergerakan kendaraan wisatawan yang keluar dan masuk ke Kota Batu, pun menyebabkan adanya kemacetan di pertigaan Pendem. &#8220;Jalur Pendem adalah titik konsentrasi kendaraan. Karena, arus kendaraan dua arah yaitu dari Timur atau Kota Malang dan dari Utara atau Karangploso, mengerucut satu arah di Pendem sebelum masuk ke Kota Batu,&#8221; terang Kapolsek Junrejo, Iptu Anton Hendry Subagijo, di Pos Pendem, Senin (01/01/2024) tadi.</p>



<p>Di sisi lain, kendaraan yang keluar dari Kota Batu, lewat jalur Bendo arah Karangploso juga berpapasan dengan kendaraan yang keluar dari Kota Batu melalui jalur Pendem dengan tujuan sama exit tol Karangploso. Karenanya, untuk memecah kepadatan arus maka dilakukan penyekatan satu arah untuk menghindari crossing yang menyebabkan kemacetan.</p>



<p>&#8220;Intinya sekarang adalah fokus siaga arus balik. Saya kira, ini nanti akan terjadi kepadatan arus lalu lintas yang diperkirakan mulai sore nanti. Karena, dilihat dari perhitungan yang masuk ke Kota Batu juga banyak kendaraan,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Kepadatan Arus Lalu Lintas, Jalan Merdeka Utara Kota Malang Resmi Dua Arah</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-kepadatan-arus-lalu-lintas-jalan-merdeka-utara-kota-malang-resmi-dua-arah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penerapan dua arah di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang, resmi dibuat permanen. Hal tersebut, dikatakan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (14/08/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu menyampaikan jika penerapan tersebut telah dianalisa dan mendapatkan rekomendasi dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Penerapan dua arah di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang, resmi dibuat permanen. Hal tersebut, dikatakan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (14/08/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu menyampaikan jika penerapan tersebut telah dianalisa dan mendapatkan rekomendasi dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang. &#8220;Tanpa ada keluhan dari warga pun, tapi kalau sudah ada analisasi dari forum lalu lintas dan sudah direkomendasikan, ya sudah harus dilakukan. Kalau rekomendasinya forum lalu lintas, kajiannya itu ada penunjang,” kata Wali Kota Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika penerapan dua arah tersebut untuk mengurangi tingkat kepadatan atau volume pengendara yang menumpuk di Jalan Merdeka Selatan (depan Kantor Pos Malang) menuju Jalan Kauman, Kota Malang. &#8220;Jadi, itu nanti mengurangi penumpukan di Jalan Merdeka Timur (timurnya Mal Pelayanan Publik) dan di Jalan Merdeka Selatan (depan kantor pos). Kemudian, biasanya orang kalau mau ke Kayutangan Heritage atau ke Jalan Semeru itu harus putar, lha ini kan jadi tidak. Jadi mengurangi penumpukan,” tuturnya.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com, jalanan di kawasan tersebut saat ini terlihat cukup efektif dan tidak terjadi penumpukan seperti pada hari-hari biasanya. Terlebih, jika akan menuju Kawasan Kayutangan Heritage tidak harus melakukan putar balik melalui Jalan Arif Rahman Hakim. Namun, untuk ruas jalan tersebut diatur lebih sempit dari pada ruas jalan menuju Jalan Merdeka Timur.</p>



<p>Sebagai informasi, penerapan dua arah di kawasan tersebut telah dilakukan sejak Jumat (11/08/2023) lalu, atau usai dilakukan pemasangan water barrier oleh Dinas Perhubungan Kota Malang dan pihak Polresta Malang Kota. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195816</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
