<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keracunan massal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keracunan-massal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 May 2021 10:44:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keracunan massal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>55 Karyawan Pabrik Sepatu Bareng Jombang Diduga Keracunan saat Buka Puasa</title>
		<link>https://memontum.com/55-karyawan-pabrik-sepatu-bareng-jombang-diduga-keracunan-saat-buka-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 09:01:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan massal]]></category>
		<category><![CDATA[sumrambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menjenguk karyawan pabrik sepatu PT Vanezia footwear yang dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sabtu (01/05) tadi. Kunjungan itu dilakukan, karena muncul dugaan bahwa ke 55 karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Bareng tersebut, diduga keracunan makanan ketika melakukan berbuka puasa bersama. Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, ketika diwawancarai seusai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang </strong>&#8211; Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menjenguk karyawan pabrik sepatu PT Vanezia footwear yang dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sabtu (01/05) tadi. Kunjungan itu dilakukan, karena muncul dugaan bahwa ke 55 karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Bareng tersebut, diduga keracunan makanan ketika melakukan berbuka puasa bersama.</p>



<p>Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, ketika diwawancarai seusai menjenguk para karyawan pabrik sepatu menyampaikan, rencananya hari ini akan pulang sebanyak 32 orang. Sisanya atau 23 orang, masih dirawat dan dalam kondisi sehat semua.</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Insyaallah, siang ini ada 10 orang yang diperbolehkan pulang. Sehingga nantinya, tinggal 13 orang dan besok, Insyaallah terselesaikan semua. Artinya, tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sedangkan yang masih melakukan perawatan tidak ada yang parah, hanya ada perawatan khusus bagi yang dalam kondisi hamil, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Semuanya tidak ada yang dalam kondisi mengkhawatirkan.</p>



<p>&#8220;Kita lihat perkembangannya hari ini ada tambahan 1 karyawan, tetapi kondisinya tidak mengkhawatirkan. Semua ini adalah proses, kita tidak boleh menjudge terlebih dahulu biarkan proses berjalan,&#8221; ujar Sumrambah.</p>



<p>Di tempat sama, Dokter Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sintya, juga menyampaikan, bahwa kondisi terakhir para pekerja sudah dievaluasi. Mayoritas karyawan pabrik sepatu PT Vanezia Footwear melakukan rawat inap satu malam karena mengalami dehidrasi dan sudah ditangani oleh UGD, saat ini kondisi dehidrasi sudah teratasi dan semakin membaik.</p>



<p>&#8220;Mayoritas mengalami gejala pusing serta mual sudah banyak yang hilang. Tidak ada yang di rujuk ke Rumah Sakit lain, semua bisa diatasi oleh Rumah Sakit Kristen Mojowarno,&#8221; tutur Sintya, seraya menambahkan bahwa kemarin jumlah pasien yang datang ada sebanyak 55 orang.</p>



<p>Keluhan pasien, tambahnya, mengeluhkan gejala yang sama yaitu mual, muntah serta diare. Dokter Rumah Sakit Kristen Mojowarno belum bisa menyimpulkan dengan kondisi seperti saat ini. Samplenya sudah di ambil tinggal menunggu tindak lanjut dari laboratorium.</p>



<p>&#8220;Saya masih belum bisa menyimpulkan, masih menunggu hasil laboratorium. Sementara kita menangani dulu gejala yang muncul, untuk kegawatannya sudah teratasi dan kami simpulkan kondisinya sudah membaik. Kemarin sudah hari kedua perawatan, masuk perawatan kemarin siang dan kemarin malam,&#8221; terang Sintya.<strong> (azl/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Warga Glenmore Keracunan Massal, Usai Santap Nasi Berkatan</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-warga-glenmore-keracunan-massal-usai-santap-nasi-berkatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 07:48:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan massal]]></category>
		<category><![CDATA[polsek glenmore]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109406</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Puluhan warga Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi mengalami keracunan masal, di duga usai mengkonsumsi makanan hajatan pernikahan Minggu ( 22/3/2020 ) malam. Sulasmi (50) warga setempat mengatakan, suaminya usai menyantap nasi berkatan dengan menu ayam bumbu merah yang diberikan oleh pemilik hajatan, beberapa warga mengalami kepala pusing dan muntah-muntah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Puluhan warga Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi mengalami keracunan masal, di duga usai mengkonsumsi makanan hajatan pernikahan Minggu ( 22/3/2020 ) malam.</p>
<p>Sulasmi (50) warga setempat mengatakan, suaminya usai menyantap nasi berkatan dengan menu ayam bumbu merah yang diberikan oleh pemilik hajatan, beberapa warga mengalami kepala pusing dan muntah-muntah.</p>
<p><div id="attachment_109408" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-109408" decoding="async" class="size-full wp-image-109408" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0062-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Puluhan warga Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Glenmore mendapat perawatan di Puskesmas Sepanjang akibat keracunan diduga habis mengkonsumsi nasi Berkatan (nasi kotak), Senin (23/93/2020) siang. (git) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0062-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0062-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0062-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0062-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-109408" class="wp-caption-text">Puluhan warga Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Glenmore mendapat perawatan di Puskesmas Sepanjang akibat keracunan diduga habis mengkonsumsi nasi Berkatan (nasi kotak), Senin (23/93/2020) siang. (git)</p></div></p>
<p>&#8220;Nasi berkatan (nasi kotak) yang diberikan oleh tuan rumah usai menghadiri acara hajatan, tiba-tiba kepala menjadi pusing, mual, kemudian muntah-muntah,&#8221; ujar Sulasmi, kepada Memontum.com, Senin (23/03/2020) siang.</p>
<p>Sulasmi menceritakan, saat itu sekitar pukul 18.00, suaminya diundang Ngadiyono untuk yang akan menikahkan anaknya. Usai menghadiri walimahan tersebut, pulangnya diberi bingkisan nasi kotak oleh tuan rumah (Ngadiyono).</p>
<p>Setiba dirumah, suaminya tidak merasakan apa-apa. Namun sekitar pukul 22.00 malam. Tiba-tiba suaminya mengalami mual-mual, kepala terasa pusing kemudian muntah-muntah.</p>
<p>&#8220;Waktu itu, anak dan cucu saya juga ikut makan, merasakan yang sama. Cucu saya terlihat pucat, saya menduga suami, anak dan cucu saya yang berumur 2 tahun ikut keracunan akibat menyantap nasi berkatatan itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Melihat suami, anak dan cucunya mengalami kesakitan, Sulasmi langsung membawanya ke Puskesmas Sepanjang, Desa Glenmore.</p>
<p>Sesampai di Puskesmas, tidak hanya suami, anak dan cucunya yang mengalami keracunan, ada puluhan warga yang mengalami hal yang sama.</p>
<p>&#8220;Ternyata ada puluhan warga yang mengalami keracunan. Dugaan saya warga ini akibat keracunan makanan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dari pantauan Memontum.com, puluhan warga tampak mendapat perawatan secara medis oleh petugas Puskesmas Sepanjang. Dan sebagian warga ada yang dilarikan ke RS Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.</p>
<p>&#8220;Selain ditangani di Puskesmas Sepanjang, juga ada yang dirawat di RS Bhakti Husada,&#8221; terang salah satu warga yang sedang mendampingi keluarganya.</p>
<p>Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi membenarkan adanya puluhan warga yang dirawat di Puskesmas dan RS Bhakti Husada diduga akibat keracunan makanan.</p>
<p>&#8220;Kira-kira ada 29 orang, saat ini masih ditangani petugas medis Puskesmas Sepanjang dan RS Bhakti Husada, dan berapa jumlah keseluruhan, kami masih mendata&#8221; ujar Kapolsek Glenmore.</p>
<p>Dari keterangan dokter, lanjut Kapolsek Glenmore puluhan warga yang mengalami muntah-muntah, mual, dan kepala pusing akibat keracunan.</p>
<p>&#8220;Kami masih mendalami permasalahan ini, dan kami masih menunggu hasil lab dari RS Bhakti Husada,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Tadinya yang dirawat di Puskesmas Sepanjang sebanyak 24 orang sekarang tinggal 13 orang, yang sebelas orang disarankan untuk rawat jalan,&#8221; imbuhnya.<strong> (git/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109406</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Santriwati Ponpes di Blitar Diduga Keracunan Sajian Bakso</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-santriwati-ponpes-di-blitar-diduga-keracunan-sajian-bakso</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 01:29:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan massal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92824-puluhan-santriwati-ponpes-di-blitar-diduga-keracunan-sajian-bakso</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok. Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah. &#8220;Pemicunya diduga karena makan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok.</p>
<p>Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah.</p>
<p>&#8220;Pemicunya diduga karena makan bakso hari Jumat kemarin. Mereka kemarin sebagain ada yang puasa jadi mereka buka puasa bersama lalu makan bakso. Kemudian tadi pagi sekitar jam 06.00 mulai ada yang sakit perut,&#8221; kata Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019).</p>
<p>Lebih lanjut Yudia Supradini menyampaikan, pihak pondok pesantren sebelumnya menghubungi petugas Puskesmas Nglegok untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian setelah diperiksa dari total 94 santriwati yang sakit 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Pagi tadi kami dipanggil kesana untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian kami periksa lalu santriwati yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bawa ke Puskesmas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Yudia menandaskan, saat ini 23 santriwati yang dirawat kondisinya sudah mulai membaik.<strong> (jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Makan Bali Telor, 42 Warga Plandi Wonosari Keracunan Massal</title>
		<link>https://memontum.com/makan-bali-telor-42-warga-plandi-wonosari-keracunan-massal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2017 11:35:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan massal]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Wonosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2222-makan-bali-telor-42-warga-plandi-wonosari-keracunan-massal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Sebanyak 42 warga, di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mengalami keracunan massal usai makan &#8220;berkat&#8221; dari hajatan seorang warga. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. &#8220;Benar ada 42 orang. Sebagian pulang, sebagian dirawat tersebar di Puskesmas Ngajum dan Wonosari, &#8221; urai Kapolsek Wonosari, AKP Triwik, mendampingi Kapolres Malang, AKBP YS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Sebanyak 42 warga, di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mengalami keracunan massal usai makan &#8220;berkat&#8221; dari hajatan seorang warga. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.</p>
<p>&#8220;Benar ada 42 orang. Sebagian pulang, sebagian dirawat tersebar di Puskesmas Ngajum dan Wonosari, &#8221; urai Kapolsek Wonosari, AKP Triwik, mendampingi Kapolres Malang, AKBP YS Ujung kepada memontum.com.</p>
<p> <em><strong>AWAL :</strong> AKP Triwik saat mengevakuasi pasien. <strong>(Foto Humas Polsek Wonosari)</strong></em></p>
<p>&#8220;Satu rawat jalan sempat dirawat di Rumah sakit Hasta Husada dan Rumah Sakit Ramdani Husada,&#8221; imbuh Triwik yang sempat pula mengecek dan membesuk para korban bersama Camat Wonosari dan perangkat desa.</p>
<p>Dijelaskan detil Triwik, kejadian bermula Minggu (22/10/2017) siang berlangsung hajat Khataman Al Quran di rumah keluarga Suhartini, warga Dusun Selobekiti RT 23 RW 04 desa Plandi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.</p>
<p>Puluhan warga mendatangi kegiatan tersebut dan pulang membawa &#8220;berkat&#8221; atau kotak makanan. Berangsur-angsur kemudian, warga yang memakannya mengalami diare, muntah dan mual hingga lemas.</p>
<p>Awalnya tidak diketahui banyaknya pasien atau warga. Hingga kemudian ambulan Puskesmas Wonosari &#8220;pontang-panting&#8221; menerima informasi dan melaksanakan evakuasi dari rumah para korban.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2222</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
