<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keracunan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keracunan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 14:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keracunan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg</link>
					<comments>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belasan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[tindak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka. Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka.</p>



<p>Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat para orang tua murid panik dan langsung melarikan buah hati mereka ke pusat layanan medis terdekat. Kondisi sejumlah korban, terpantau dalam penanganan penuh petugas medis.</p>



<p>Dari data lapangan, sedikitnya empat anak terpaksa harus dirawat inap di kamar opname rumah sakit, karena kondisinya lemas. Lalu, ada dua anak yang harus menginap di fasilitas perawatan, dengan rinciannya satu anak di Puskesmas Kaliwates dan satu lagi di Puskesmas Jember Kidul. Sementara sisanya, kondisinya tidak terlalu parah dan diizinkan pulang setelah diberikan obat rawat jalan.</p>



<p>Informasi yang beredar, menjelaskan kalau kotak makanan itu diproduksi oleh dapur katering SPPG Mitra Kaliwates 7, yang beralamat di Jalan Teratai. Warga sekitar sendiri, memang sudah lama menaruh curiga terhadap pola kebersihan dapur tersebut. Insiden kali ini, seolah menjadi puncak kelalaian manajemen penyedia makanan anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar kabar warganya menjadi korban, Kasatgas MBG Jember yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, langsung meradang. Dengan gaya bicaranya yang tegas dan lugas, Pj Sekda Fauzi memastikan tidak akan memberi ampun kepada pihak pengelola dapur yang teledor dalam menjaga kebersihan makanan anak-anak.</p>



<p>“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. Gak ada tawar-menawar, kalau urusannya sudah menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak. Sebenarnya, dapur SPPG di Jalan Teratai ini sudah berulang kali kita beri peringatan keras, karena sering diprotes warga lewat aplikasi aduan ‘Wadul Guse’. Karena mereka abai dan terkesan meremehkan, ya sanksi terberatnya adalah izin operasionalnya harus dicabut total,” kata Pj Sekda Fauzi, Kamis (21/05/2026) tadi.</p>



<p>Supaya kasus serupa tidak terulang, Pj Sekda Fauzi langsung memerintahkan Tim Satgas MBG untuk tancap gas melakukan Sidak massal ke seluruh dapur penyedia MBG di semua kecamatan yang ada di Jember. Pemeriksaan kebersihan air, peralatan memasak, hingga kesegaran bahan baku bakal diperketat habis-habisan dalam beberapa hari ke depan.</p>



<p>Di sisi lain, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengaku sangat menyesal dan merasa kecolongan atas kejadian buruk ini. Dirinya secara tulus meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, korban dan seluruh orang tua murid atas tragedi ini.</p>



<p>&#8220;Pemkab Jember berjanji bakal mengawal kasus ini sampai tuntas di jalur hukum dan memastikan seluruh anak yang dirawat bisa kembali sehat serta ceria seperti sedia kala,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Dugaan Keracunan Makanan, Dinkes Kabupaten Malang Uji Laboratorium Sampel Makanan</title>
		<link>https://memontum.com/respon-dugaan-keracunan-makanan-dinkes-kabupaten-malang-uji-laboratorium-sampel-makanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sampel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228149</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan langkah tindak lanjut, dalam merespon kejadian dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat terjadi di MTs Al Khalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/10/2025) kemarin. Adalah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan alat makan yang digunakan saat kejadian, yang dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan langkah tindak lanjut, dalam merespon kejadian dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat terjadi di MTs Al Khalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/10/2025) kemarin. Adalah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan alat makan yang digunakan saat kejadian, yang dilakukan oleh Dinkes.</p>



<p>Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa sampel yang diambil tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepanjen, atau tempat pengolahan menu MBG yang dikonsumsi para siswa. “Sampel sisa makanan yang ada sedang dilakukan pengecekan di laboratorium. Pemeriksaan ini penting, untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru,” kata Kadinkes Wiyanto, Jumat (24/10/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, proses uji laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari, untuk bisa mendapatkan hasil yang valid. “Secepatnya hasil akan keluar, tapi pemeriksaan laboratorium tentu butuh waktu. Kami juga memeriksa dapur pengolahan MBG, termasuk kebersihan alat masak dan penyimpanan bahan makanan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pemeriksaan sampel makanan, ujarnya, tim dari Dinkes juga turun langsung ke lokasi dapur SPPG untuk menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi. “Sudah dilakukan pengecekan ke dapurnya. Semua aspek kami periksa, mulai dari bahan baku, alat makan, hingga cara pengolahan makanan. Kami ingin memastikan keamanan pangan di setiap tahap,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Kadinkes Wiyanto memastikan, bahwa kondisi para korban kini telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Kondisinya baik. Pasien kami monitor selama tiga sampai enam jam. Bila sudah membaik, langsung diperbolehkan pulang,” paparnya.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa pihaknya akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi setelah uji laboratorium selesai, agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan tidak salah tafsir. “Begitu hasil uji keluar, kami akan laporkan secara terbuka. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas,” imbuh Kadinkes Wiyanto. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228149</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kasus Keracunan, Bupati Banyuwangi Minta SPPG Utamakan Kualitas Makanan Program MBG</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kasus-keracunan-bupati-banyuwangi-minta-sppg-utamakan-kualitas-makanan-program-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 10:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[utamakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227154</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, agar kasus keracunan diduga akibat konsumi MBG, tidak terulang. Kasus keracunan sendiri, dilaporkan terjadi dua kali pada sepekan terakhir. Pada kasus ini, kedua sekolah mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, agar kasus keracunan diduga akibat konsumi MBG, tidak terulang.</p>



<p>Kasus keracunan sendiri, dilaporkan terjadi dua kali pada sepekan terakhir. Pada kasus ini, kedua sekolah mendapat suplai MBG dari SPPG yang berbeda. Salah satu SPPG tersebut, telah ditutup sementara dan satu lagi sedang dalam proses pemeriksaan.</p>



<p>&#8220;Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar teman-teman pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOPnya dijalankan dengan benar, maka bisa dihindari,&#8221; kata Bupati Ipuk, saat meninjau salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menegaskan, bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiap SPPG harus diterapkan secara baik dan maksimal. Dirinya juga meminta, agar seluruh makanan pada menu MBG yang disajikan harus berkualitas dan higienis.</p>



<p>&#8220;Dengan demikian bisa dinikmati anak-anak, dengan menu yang bervariasi. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dengan baik,&#8221; harap Bupati Ipuk.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga mendorong, agar semua SPPG di Banyuwangi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kementerian Kesehatan dalam keputusannya yang terbaru, mewajibkan dapur MBG memiliki SLHS yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, Bupati Ipuk juga meminta agar sanitasi di SPPG dikelola dengan baik. Bahkan, dirinya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG terkait pengelolaan limbah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Bupati Ipuk, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendukung pemenuhan gizi para anak dan siswa. Maka dari itu, program tersebut harus didukung dengan pelaksanaan yang maksimal.</p>



<p>&#8220;Semoga Program MBG di Banyuwangi bisa berjalan lancar dan membawa manfaat. Anak-anak bisa menikmati menu-menu yang diberikan tanpa ada lagi isu terkait makanan sisa, makanan yang dibuang atau bahkan kasus keracunan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan dua kasus keracunan yang terjadi telah ditindaklanjuti. SPPG yang menyuplai MBG di 2 sekolah yang keracunan telah dihentikan sementara oleh kordinator wilayah BGN, hingga seluruh prosedur dan fasilitas dipenuhi sesuai hasil investigasi. Berikutnya, proses investigasi juga masih berlangsung di SPPG lain yang menyuplai sekolah tersebut.</p>



<p>Dinas Kesehatan juga mendorong SPPG, agar segera memenuhi SLHS. Pelatihan-pelatihan untuk penjamah pangan digelar sebagai salah satu syarat didapatkannya SLHS. &#8220;Dari 38 SPPG yang telah beroperasi, 12 SPPG sudah menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap diterbitkan sertifikatnya. Sisanya masih dalam tahap persiapan atau perbaikan sarana prasarana,&#8221; ungkap Amir.</p>



<p>Untuk mendapat SLHS, ada tiga komponen yang harus dijalani SPPG. Pertama, para penjamah pangan harus mengikuti pelatihan keamanan pangan dan lulus uji kompetensi. Kedua, SPPG telah dinyatakan layak saat inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan. Hal yang dicek dalam inspeksi antara lain kualitas air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, sirkulasi udara dan kebersihan peralatan masak.</p>



<p>Ketiga, uji sampel dan pemeriksaan kesehatan. Pengujian dilakukan pada sampel akanan, alat dan penjamah makanan. Hal itu untuk memastikan tidak adanya kontaminasi dalam proses memasak menu MBG.</p>



<p>&#8220;Pemkab terus memantau dan memfasilitasi pengurusan SLHS,&#8221; kata Amir. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227154</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswa dan Guru MTs Al Khalifah Kepanjen Diduga Keracunan Makanan MBG</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-dan-guru-mts-al-khalifah-kepanjen-diduga-keracunan-makanan-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227045</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekitar 16 siswa dan dua guru dari MTs Al-Khalifah Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, harus dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025) tadi. Dalam laporannya, sejumlah pasien mengalami mual, muntah dan nyeri perut, seusai menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Rata-rata dengan gejala klasik, seperti gangguan pencernaan yang diduga akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekitar 16 siswa dan dua guru dari MTs Al-Khalifah Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, harus dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025) tadi. Dalam laporannya, sejumlah pasien mengalami mual, muntah dan nyeri perut, seusai menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>



<p>“Rata-rata dengan gejala klasik, seperti gangguan pencernaan yang diduga akibat makanan yang dikonsumsi sebelumnya,” ujar Humas RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro, Kamis (23/10/2025) tadi.</p>



<p>Untuk penanganan pasien, tim medis RSUD Kanjuruhan langsung melakukan pemeriksaan. Bahkan, pasien langsung di rawat di ruang IGD untuk observasi dan stabilisasi kondisi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami sudah lakukan tindakan awal, termasuk pemberian cairan dan obat simptomatik untuk mengatasi mual dan nyeri perut,” ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, dari hasil pemantauan sementara, seluruh pasien kini dalam kondisi stabil. Tidak ada korban yang mengalami gejala berat.</p>



<p>“Semua kondisinya baik. Kami juga tetap observasi selama tiga hingga enam jam, untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan,” tambah Lukito Condro. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227045</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Usai Konsumsi MBG, 20 Siswa di Pamekasan Alami Keracunan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-usai-konsumsi-mbg-20-siswa-di-pamekasan-alami-keracunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225852</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Sebanyak sekitar 20 siswa di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, mengalami keracunan yang diduga usai konsumsi Makan Gizi Gratis (MBG) yang berlangsung, Selasa (09/09/2025) tadi. Sejumlah siswa tersebut, dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah, yang kemudian harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan. Kepala Dinas Kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 20 siswa di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, mengalami keracunan yang diduga usai konsumsi Makan Gizi Gratis (MBG) yang berlangsung, Selasa (09/09/2025) tadi. Sejumlah siswa tersebut, dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah, yang kemudian harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai adanya dugaan kasus keracunan tersebut. Kini, sejumlah siswa sedang ditangani secara intensif oleh tenaga medis.</p>



<p>“Benar, ada sekitar delapan siswa yang saat ini dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, akibat dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG. Empat orang dirawat di Puskesmas Tlanakan, tiga orang di RSUD Smart Pamekasan dan satu orang di Puskesmas Bandaran,” katanya, Selasa (9/9/2025) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski demikian, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait sekolah asal para siswa maupun teknis pelaksanaan program MBG yang sudah dilakukan. Karenanya, Dinkes bersama tim medis masih melakukan observasi sekaligus menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan.</p>



<p>“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini petugas kesehatan difokuskan pada penanganan pasien. Untuk detail terkait sekolah asal maupun teknis program MBG, akan kami sampaikan setelah ada hasil investigasi lebih lanjut,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Puskesmas Tlanakan, Henny Setyowati, membenarkan mengenai adanya siswa diduga keracunan akibat makanan. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan apakah para siswa tersebut keracunan MBG atau ada faktor lain.</p>



<p>Henny juga menjelaskan, total siswa yang dirawat akibat keracunan itu mencapai 20 orang. &#8220;Sebanyak delapan siswa dilakukan observasi rawat jalan. Kemudian, tiga siswa dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225852</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belasan Siswa SD Probolinggo Keracunan Teh Botol Kadaluarsa</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-siswa-sd-probolinggo-keracunan-teh-botol-kadaluarsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Belasan siswa dari Sekolah Dasar (SD) IT Tahfidz Bintangku, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, harus dilarikan ke rumah sakit. Diduga, sejumlah siswa mengalami keracunan setelah meminum teh kemasan botol kadaluarsa di acara ulang tahun salah satu siswa di sekolah tersebut, Jumat (12/05/2023) kemarin. Puluhan siswa tersebut, diketahui mengalami pusing dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Belasan siswa dari Sekolah Dasar (SD) IT Tahfidz Bintangku, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, harus dilarikan ke rumah sakit. Diduga, sejumlah siswa mengalami keracunan setelah meminum teh kemasan botol kadaluarsa di acara ulang tahun salah satu siswa di sekolah tersebut, Jumat (12/05/2023) kemarin.</p>



<p>Puluhan siswa tersebut, diketahui mengalami pusing dan mual, setelah meminum teh kemasan botol. Sehingga, pihak sekolah meminta bantuan ke Puskesmas Kedopok.</p>



<p>&#8220;Jadi, setelah sejumlah anak meminun teh kemasan botol yang dibagikan, mereka mengaku mulai merasa pusing, mual dan muntah. Kemudian, kita menelfon Puskesmas Kedopok, yang kemudian membawa siswa tersebut ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan,&#8221; ujar Kepala Sekolah, SD IT Tahfidz Bintangku, Tisni Asyigah Zin, Sabtu (13/05/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mantan-kepala-dan-dua-wakil-bgn-ditahan-kejagung">Mantan Kepala dan Dua Wakil BGN Ditahan Kejagung</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sempat-terjadi-aksi-saling-dorong-pn-malang-eksekusi-rumah-di-perum-bumi-palapa-kota-malang">Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nasib-sekolah-di-lahan-um-pemkot-malang-siapkan-opsi-merger">Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ancam-mahasiswa-dengan-pisau-dan-celurit-dua-begundal-ditangkap-polisi">Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gencarkan-deteksi-dini-925-warga-kota-malang-positif-tbc-dalam-lima-bulan">Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan</a></li>
</ul>


<p>Dari 40 siswa Kelas IV, tambahnya, ada sekitar 19 siswa harus dilarikan ke RSUD dr M Shaleh. Setelah itu, baru diketahui bahwa minuman teh kemasan botol yang dibagikan kepada siswa SD, sudah expired. &#8220;Ternyata tanggal exired teh kemasan botol berakhir pada bulan Maret 2023 dan setelah mendapat perawatan di rumah sakit, pada Jumat itu juga, sejumlah siswa di perbolehkan pulang dan sisanya pada hari ini juga akan pulang,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Direktur dr M Shaleh dr Abraar HS Kuddah, mengatakan bahwa dari 19 siswa yang dilarikan ke rumah sakit, telah dipulangkan 17 siswa. Sedangkan dua sisanya dalam rawat inap. &#8220;Saat ini kami masih melakukan observasi. Siswa yang dilarikan ke rumah sakit, diduga keracunan teh botol yang sudah expired. Sehingga mengalami gejala pusing dan mual,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, dr Nurul Hasanah Hidayati, mengatakan pihaknya terus memantau 17 siswa yang sudah diperbolehkan pulang. &#8220;Kami meminta kepada pihak keluarga mereka juga pihak sekolah untuk memantau kesetahat siswa,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku Peracun Kucing di Perum Patraland Kota Malang Terancam Sembilan Bulan Penjara</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-peracun-kucing-di-perum-patraland-kota-malang-terancam-sembilan-bulan-penjara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2022 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[AKPB]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[RKUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tewasnya empat ekor kucing karena diduga diracun oleh orang tidak bertanggungjawab dan raibnya 11 ekor kucing lainnya di Perum Patraland, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menuai kecaman dan menjadi perhatian serius komunitas pecinta kucing. Bahkan, kejadian yang viral di media sosial dengan dugaan sengaja diracun itu, menjadi perhatian Polsek Lowokwaru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tewasnya empat ekor kucing karena diduga diracun oleh orang tidak bertanggungjawab dan raibnya 11 ekor kucing lainnya di Perum Patraland, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menuai kecaman dan menjadi perhatian serius komunitas pecinta kucing. Bahkan, kejadian yang viral di media sosial dengan dugaan sengaja diracun itu, menjadi perhatian Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota.</p>



<p>Melihat fenomena tidak terpuji itu, Polsek Lowokwaru pun mendatangi lokasi kejadian, guna menggali informasi dari warga, Minggu (25/09/2022) tadi. Petugas melakukan penyelidikan awal, dengan menggali informasi dari berbagai pihak.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, bersama jajaran dan warga Perumahan Patraland, melakukan pertemuan terkait kejadian ini. &#8220;Sengaja kita kumpulkan warga Patraland, Pengurus RT dan RW, untuk membahas terkait adanya dugaan diracun kucing sebanyak 4 ekor yang mati dan 11 ekor hilang,&#8221; terang AKP Anton Widodo.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mantan-kepala-dan-dua-wakil-bgn-ditahan-kejagung">Mantan Kepala dan Dua Wakil BGN Ditahan Kejagung</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sempat-terjadi-aksi-saling-dorong-pn-malang-eksekusi-rumah-di-perum-bumi-palapa-kota-malang">Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nasib-sekolah-di-lahan-um-pemkot-malang-siapkan-opsi-merger">Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ancam-mahasiswa-dengan-pisau-dan-celurit-dua-begundal-ditangkap-polisi">Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gencarkan-deteksi-dini-925-warga-kota-malang-positif-tbc-dalam-lima-bulan">Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskannya, bahwa pihaknya mendapat informasi dari Komunitas Cat Lovers Malang, yang mengadukan permasalahan ini. &#8220;Kami akan berupaya mencari terduga pelaku yang meracun kucing-kucing tersebut. Saat ini, warga sepakat untuk mencari solusi, bagaimana cara untuk mengurangi populasi kucing dengan cara yang lebih manusiawi. Mungkin memindahkan kucing ke daerah lain atau bisa menyerahkannya kepada komunitas pecinta kucing,&#8221; terang Kapolsek Lowokwaru.</p>



<p>Rapat pertemuan terkait adanya tindakan keracunan kucing yang dikecam warga tersebut, berjalan kondusif. Warga dan komunitas pencinta kucing, sepakat akan bekerja sama mencari solusi untuk mengurangi tingkat populasi kucing. Salah satunya, dengan cara memindahkan kucing yang bukan milik warga untuk diserahkan kepada komunitas pecinta kucing.</p>



<p>Tentang kucing yang diracun, ternyata bukan hanya kucing domestik liar saja. Melainkan juga, kucing peliharaan warga. &#8220;Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 302 KUHP ayat (2). Dengan ancaman hukuman pidana penjara selama sembilan bulan. Dengam syarat bahwa hewan itu dipelihara orang dan bukan hewan liar,&#8221; ujar AKP Anton saat dikonfirmasi Memontum.com. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175733</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Kota Malang Benarkan Adanya Peristiwa Keracunan Makanan di SD Muhammadiyah 4</title>
		<link>https://memontum.com/kadisdikbud-kota-malang-benarkan-adanya-peristiwa-keracunan-makanan-di-sd-muhammadiyah-4</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2022 12:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdik]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dugaan adanya peristiwa keracunan makanan yang terjadi di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, hingga berbuntut pada diliburkannya aktivitas belajar selama seminggu, terjawab sudah. Adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, yang membenarkan peristiwa tersebut, meskipun untuk kasus itu kini sudah aman. “Sudah aman sekarang. Jadi, itu bukan siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dugaan adanya peristiwa keracunan makanan yang terjadi di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, hingga berbuntut pada diliburkannya aktivitas belajar selama seminggu, terjawab sudah. Adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, yang membenarkan peristiwa tersebut, meskipun untuk kasus itu kini sudah aman.</p>



<p>“Sudah aman sekarang. Jadi, itu bukan siswa yang kena. Tetapi, yang keracunan guru dan kepala sekolah TK di gugus 14 Lowokwaru. Peristiwa itu, berlangsung saat ada rapat,” ujar Suwarjana, Kamis (08/09/2022) tadi.</p>



<p>Menurut Suwarjana, dari 48 orang yang mengikuti rapat di salah satu TK tersebut, ada sekitar 45 orang yang makan. Sedangkan, untuk di SD Muhammadiyah 4, dilakukan syukuran dari orang tua siswa dan memberi nasi kotak sebanyak 20.</p>



<p>“Jadi, ini kejadiannya di dua tempat. Satu TK dan satu SD. Kejadiannya itu, memang benar di hari Kamis dan saat itu, beberapa dari mereka ada yang puasa lalu makanan dibawa pulang. Lalu di makan oleh anaknya di rumah dan itu bukan dari siswa dari sekolah tersebut,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mantan-kepala-dan-dua-wakil-bgn-ditahan-kejagung">Mantan Kepala dan Dua Wakil BGN Ditahan Kejagung</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sempat-terjadi-aksi-saling-dorong-pn-malang-eksekusi-rumah-di-perum-bumi-palapa-kota-malang">Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nasib-sekolah-di-lahan-um-pemkot-malang-siapkan-opsi-merger">Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ancam-mahasiswa-dengan-pisau-dan-celurit-dua-begundal-ditangkap-polisi">Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gencarkan-deteksi-dini-925-warga-kota-malang-positif-tbc-dalam-lima-bulan">Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan</a></li>
</ul>


<p>Dari kejadian tersebut, pihaknya menghimbau kepada penjual makanan dan minuman atau jasa catering, agar hati-hati saat menjual makanan. &#8220;Makanan yang diberikan itukan dari sebuah catering. Nah, biasanya catering itu aman dan sudah dipercaya. Itu harus hati-hati. Kalau memang bahan makanannya sudah basi, ya janganlah dipakai,” tegasnya.</p>



<p>Terkait dengan liburnya siswa yang terdampak kasus tersebut, dikatakannya, bahwa mereka tetap melakukan pembelajaran melalui daring atau jarak jauh dari rumah. Itu dilakukan, sebab sebagian dari para guru merasakan sakit akibat keracunan makanan tersebut.</p>



<p>“Sekarang sekolah sudah masuk hari ini. Mereka nggak diliburkan, cuma pembelajaran dilakukan daring. Karena sebagian gurunya masih lemes,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dugaan Keracunan di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, Polisi Belum Terima Laporan</title>
		<link>https://memontum.com/dugaan-keracunan-di-sd-muhammadiyah-4-kota-malang-polisi-belum-terima-laporan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2022 12:39:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keracunan massal di SD Muhammadiyah 4 Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga Selasa (06/09/2022) malam, secara resmi belum dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Informasinya, belasan orang, termasuk sejumlah guru dan wali murid, mengalami mual-mual dan muntah akibat memakan makanan yang diberikan salah satu wali murid pada Kamis (01/09/2022) lalu. Bahkan, diinformasikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keracunan massal di SD Muhammadiyah 4 Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga Selasa (06/09/2022) malam, secara resmi belum dilaporkan ke Polsek Lowokwaru.</p>



<p>Informasinya, belasan orang, termasuk sejumlah guru dan wali murid, mengalami mual-mual dan muntah akibat memakan makanan yang diberikan salah satu wali murid pada Kamis (01/09/2022) lalu. Bahkan, diinformasikan ada 11 diantaranya dilarikan ke rumah sakit.</p>



<p>Plt Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa belum ada laporan terkait keracunan tersebut. &#8220;Kejadian itu belum dilaporkan ke Polsek Lowokwaru,&#8221; ujar AKP Anton.</p>



<p>Meskipun demikian, pihaknya tetap mencari informasi terkait peristiwa tersebut. &#8220;Dari informasi yang kami peroleh, bahwa makanan tersebut di pesan dari kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru,&#8221; ujar AKP Anton.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mantan-kepala-dan-dua-wakil-bgn-ditahan-kejagung">Mantan Kepala dan Dua Wakil BGN Ditahan Kejagung</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sempat-terjadi-aksi-saling-dorong-pn-malang-eksekusi-rumah-di-perum-bumi-palapa-kota-malang">Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nasib-sekolah-di-lahan-um-pemkot-malang-siapkan-opsi-merger">Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ancam-mahasiswa-dengan-pisau-dan-celurit-dua-begundal-ditangkap-polisi">Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gencarkan-deteksi-dini-925-warga-kota-malang-positif-tbc-dalam-lima-bulan">Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan</a></li>
</ul>


<p>Belum diketahui pasti yang menyebab makanan apa yang membuat para korban keracunan. &#8220;Kami masih mencari informasi dari pihak-pihak terkait peristiwa ini. Informasi yang kami peroleh, dugaan awal makanan sudah melebihi batas waktu. Namun kami masih melakukan pendalaman informasi. Sebab saat ini makanan nya juga sudah tidak ada, padahal yang menuntukan beracun atau tidaknya kan dari makanan yang dikonsumsi korban,&#8221; tambah AKP Anton. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174865</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
