<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keresahan warga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keresahan-warga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2022 14:12:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keresahan warga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kawanan Pelaku Curwan Mulai Resahkan Warga Klakah Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-pelaku-curwan-mulai-resahkan-warga-klakah-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2022 14:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[curwan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[keresahan warga]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[Resahkan Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Warga Desa Ranupakis RT01 RW09, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menjadi sasaran aksi pencurian hewan (Curwan) ternak. Akibat kejadian itu, korban pun hingga kini masih berharap, bahwa dua ekor sapi miliknya yang hilang dicuri pada Minggu (06/03/2022) lalu, bisa diketemukan kembali. Ida, yang menjadi korban aksi kawanan pelaku yang diperkirakan lebih satu orang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Warga Desa Ranupakis RT01 RW09, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menjadi sasaran aksi pencurian hewan (Curwan) ternak. Akibat kejadian itu, korban pun hingga kini masih berharap, bahwa dua ekor sapi miliknya yang hilang dicuri pada Minggu (06/03/2022) lalu, bisa diketemukan kembali.</p>



<p>Ida, yang menjadi korban aksi kawanan pelaku yang diperkirakan lebih satu orang, menceritakan kepada Memonntum.com, Sabtu (12/03/2022) tadi. Jika, dua ekor Sapi jenis Limosin miliknya, hilang dicuri pada malam minggu lalu. Kejadian tersebut, juga sudah dilaporkan ke Kepala Desa Ranupakis.</p>



<p>&#8220;Malam minggu kemarin kejadiannya, dua ekor saya hilang. Satu ekor betina dan yang satu jantan. Saya sudah melaporkan pencurian ini ke Pak Kades,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kejadian ini, ujarnya, tentu saja sangat memukul perasaannya. Apalagi, sapi betina yang dibawa kabur pelaku, sudah dirawatnya selama kurang lebih empat tahun. Sementara yang jantan, baru dibeli senilai Rp 15 juta dan sudah dirawat satu tahun lebih.</p>



<p>&#8220;Ya sedih, karena sapi saya hanya dua ekor itu. Semuanya diambil semua. Kalau yang betina, kemungkinan masih laku dijual Rp 19 jutaan. Semoga saja, sapi-sapi itu masih bisa ditemukan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Ditambahkannya, bahwa dirinya bersama suami, Haryoto, keseharian hanya bekerja sebagai pencari rumput untuk pakan ternak mereka. Kini, kandang sapi miliknya sudah kosong setelah sapi mereka dicuri maling.</p>



<p>Sementara itu, Sodik yang merupakan tetangga dan juga masih kerabat korban, menceritakan jika dini hari itu, pasca mendapat kabar jika dua ekor sapi milik tetangganya dibawa kabur pelaku, seluruh warga membantu melakukan pencarian. Hanya saja, hasilnya masih nihil.</p>



<p>&#8220;Dengar ada sapi dicuri, pagi itu saya turut membantu bersama warga yang lain melakukan pencarian. Tetapi, tidak ketemu. Tapi untungnya, yang punya rumah waktu pencurian terjadi, tidak terbangun. Karena setelah aksi itu, ternyata di belakang kandang korban, diduga kawanan pencurinya sudah menyiapkan batu-batu besar. Ngeri kalau sampai batu-batu itu dilemparkan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Desa Ranupakis, Satuhan, ketika hendak dikonfirmasi Memontum.com di rumahnya, sedang tidak ada di tempat. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pejabat Kota Batu Positif Covid -19, Tolak Isolasi di Shelter, Resahkan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/pejabat-kota-batu-positif-covid-19-tolak-isolasi-di-shelter-resahkan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2020 10:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[isolasi]]></category>
		<category><![CDATA[keresahan warga]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Positif Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116461</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu – Warga Perumahan Mountain View Residence RT 03 RW 01 Desa Mojorejo resah. Karena salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid -19 namun menolak isolasi di Shelter. Warga tersebut merupakan ASN yang kesehariannya menjabat sebagai Kabag Kesra berinisial IAG di Pemerintahan Kota Batu. Ketua RW 01 Desa Mojorejo, Samsuliono saat dihubungi secara terpisah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> – Warga Perumahan Mountain View Residence RT 03 RW 01 Desa Mojorejo resah. Karena salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid -19 namun menolak isolasi di Shelter. Warga tersebut merupakan ASN yang kesehariannya menjabat sebagai Kabag Kesra berinisial IAG di Pemerintahan Kota Batu.</p>
<p>Ketua RW 01 Desa Mojorejo, Samsuliono saat dihubungi secara terpisah menerangkan, bahwa memang benar warganya positif Covid-19 merupakan ASN yang menjabat sebagai Kabag Kesra. Saat ini, yang bersangkutan sedang melakukan isolasi mandiri.</p>
<p>Samsuliono juga mengatakan, ada keresahan yang timbul dari warga. Pasalnya, setelah adanya pemberitahuan kalau yang bersangkutan positif Covid-19, yang bersangkutan masih beraktivitas keluar rumah.</p>
<p>“Sabtu pagi masih jalan-jalan akhirnya, warga resah dan melapor ke RT/RW. Lalu kami tindak lanjuti ke perumahan. Pihak desa mendapat kabar dari Dinas Kesehatan Batu pada Jumat sore. Seharusnya IAG sudah menerima kabar itu. Katanya akan dijemput tapi tidak ada kabar sampai malam,” kata Samsuliono.</p>
<p>IAG disarankan untuk dikarantina di shelter. Namun, kata Samsuliono, IAG menolak dan lebih memilih untuk karantina mandiri di rumahnya. IAG mendapat keluhan kekhawatiran dari warga yang rumahnya berdekatan.</p>
<p>“Warga yang berdekatan rumah sangat resah. Kami juga khawatirkan anggota keluarga. Warga berharap bisa menerapkan protokol kesehatan agar warga terdekatnya tidak resah,” jelasnya.</p>
<p>Sumsuliono menegaskan, warga tidak memberikan stigma negatif. Justru sebaliknya, warga memberi dukungan dan berupaya agar virus tidak menularkan ke banyak orang, terutama keluarganya.</p>
<p>“Bukan diskriminasi, justru kami peduli. Kalau misalkan mau isolasi, keluarganya kami perhatikan. Kami jamin makan atau kesehatannya, warga sepakat seperti itu,” terangnya.</p>
<p>Dikatakan Samsuliono, harapan warga agar pasien ke-40 tersebut diisolasi supaya tidak menyebarkan virus ke istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Di sisi lain, warga tidak mengetahui SOP ketika yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri.</p>
<p>Samsuliono berharap segera ada tindakan tepat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu terhadap pasien yang berstatus ASN. Di sisi lain, Samsuliono juga berharap agar Pemkot Batu bisa terbuka terhadap informasi warga yang positif Covid-19.</p>
<p>“Kenapa masalah rakyat kecil langsung disampaikan tapi kalau ASN masih tawar-menawar. Ini kenapa?,” keluhnya.</p>
<p>Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori mengatakan, ASN yang terkonfirmasi positif adalah pasien ke-40 di Kota Batu.</p>
<p>“Pasien ke-40 merupakan keluarga kami, ASN Kota Batu. Saat ini juga sedang menjalani isolasi mandiri. Kondisi pasien saat ini sehat dan stabil bahkan menurutnya lebih bugar dari sebelumnya,” ujar Chori, Minggu (14/6/2020).</p>
<p>Pemkot Batu juga melaporkan ada pasien positif Covid-19 ke-41. Pasien ke-41 merupakan orang tua dari pasien ke-10 dan saat ini sedang isolasi mandiri di guest house RS Baptis. Pasien ke-41 berasal dari Desa Pandanrejo dan ada kaitannya dengan klaster Pujon. Alhasil, satu keluarga terdiri atas kakek, istri dan suami serta anak, menantu dan cucu positif Covid-19. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116461</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga RW 12 Sisir Keluhkan Tempat Isolasi</title>
		<link>https://memontum.com/warga-rw-12-sisir-keluhkan-tempat-isolasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 12:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[keresahan warga]]></category>
		<category><![CDATA[PDP]]></category>
		<category><![CDATA[RS Karsa Husada]]></category>
		<category><![CDATA[Sisir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113879-warga-rw-12-sisir-keluhkan-tempat-isolasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mengetahui wilayahnya digunakan sebagai tempat isolasi bagi tenaga kesehatan dari RS Karsa Husada berstatus PDP. Warga RT 1 dan 2, RW 12, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu resah. Ketua RW 12, Bambang Gunadi mengatakan bahwa, bukan kekhawatiran tapi warga gelisah sebab pihak RS atau dinas tidak izin dahulu ke RT dan RW. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Mengetahui wilayahnya digunakan sebagai tempat isolasi bagi tenaga kesehatan dari RS Karsa Husada berstatus PDP. Warga RT 1 dan 2, RW 12, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu resah.</p>
<p>Ketua RW 12, Bambang Gunadi mengatakan bahwa, bukan kekhawatiran tapi warga gelisah sebab pihak RS atau dinas tidak izin dahulu ke RT dan RW. Makanya, ketika ia ditegur oleh warga Bambang tak mengetahuinya.</p>
<p>&#8220;Intinya mengenai isolasi ini belum ada izin RT dan RW. Setelah ditegur warga, saya langsung ke Pak Lurah Sisir, ia pun tidak mengetahui. Sekarang kita undang pihak kelurahan bagaimana solusi selanjutnya. Karena kita tidak tahu,&#8221; keluh Bambang, Rabu (6/5/2020).</p>
<p>Harusnya, tambah Bambang, izin dahulu karena jika ada permasalahan RT dan RW bisa menyampaikan ke warga setempat. Jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>&#8220;Isolasi sendiri sejak Senin (4/5/2020) kemarin dan rencananya sampai Kamis besok (7/5/2020). Informasinya ada 25 orang diisolasi. Setelah pertemuan ini kami mohon yang punya tempat juga izin ke RT dan RW,&#8221; harapnya lagi.</p>
<p>Sebelumnya, jumlah pasien dalam perawatan (PDP) per 5 Mei 2020 di Kota Batu bertambah sebanyak 17 orang. Dengan adanya tambahan hingga 17 orang ini, total jumlah PDP yang menjalani masa perawatan di Kota Batu ada 28 orang. Sementara total akumulatifnya ada 44 orang.</p>
<p>Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Batu, M Chori menjelaskan, 15 orang PDP yang baru adalah tenaga medis dari RS Karsa Husada. Sementara dua lainnya warga biasa.</p>
<p>&#8220;PDP ada kenaikan 17 orang, yaitu 15 orang tenaga medis RS Karda Husada. Saat ini ke-15 orang tenaga medis tersebut sedang diisolasi di Wisma Talithakum, Jalan Metro, Kelurahan Sisir,&#8221; ujar Chori, Selasa (5/5/2020) kemarin.</p>
<p>Ke-15 tenaga medis tersebut telah menjalani swab namun hasilnya belum keluar. Sedangkan 2 orang lainnya merupakan warga Kota Batu yang punya riwayat perjalanan ke Malang dan juga sudah diswab hari ini.</p>
<p>&#8220;Semua PDP ada gejala pneumonia,&#8221; terang Chori.</p>
<p>Chori melanjutkan, para tenaga medis yang bertugas telah mengenakan alat pelindung diri yang sesuai standar. Kemungkinan potensi penularan terjadi karena para tenaga medis tersebut punya riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif kedua di Kota Batu.</p>
<p>“Untuk APD sudah menggunakan sesuai standar bahkan level 3, namun para tenaga medis tersebut punya riwayat kontak dengan pasien konfirm nomor 2 yang kebetulan juga sebagai tenaga medis,” imbuh Chori.</p>
<p>Hingga Selasa sore, jumlah orang dengan risiko (ODR) secara akumulatif sebanyak 1978 terdiri atas 782 orang dalam pemantauan dan 1196 selesai pemantauan. Orang tanpa gejala (OTG) ada 192 yang terdiri atas 102 orang dalam pemantauan dan 90 orang selesai pemantauan.</p>
<p>Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah 16 orang. Secara akumulatif totalnya ada 207 ODP yang terdiri atas 62 orang dalam pemantauan dan 145 orang selesai pemantauan. Sementara terkonfirmasi positif ada 3 orang yang terdiri atas 2 orang dalam perawatan dan satu orang sembuh.<strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113879</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
