<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kering, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kering/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2026 13:30:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kering, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari Pertama Sekolah di Bulan Ramadan, Siswa SMPN 6 Kota Malang Terima MBG Menu Kering untuk Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka</link>
					<comments>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hari pertama masuk sekolah di Bulan Ramadan, siswa-siswi di Kota Malang tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menu kering. Salah satunya, seperti yang ada di SMPN 6 Kota Malang. Humas SMPN 6 Kota Malang, Yanti Karunia Lestari, menyampaikan bahwa terdapat penyesuaian menu selama Ramadan. Jika sebelumnya siswa menerima makanan siap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hari pertama masuk sekolah di Bulan Ramadan, siswa-siswi di Kota Malang tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menu kering. Salah satunya, seperti yang ada di SMPN 6 Kota Malang.</p>



<p>Humas SMPN 6 Kota Malang, Yanti Karunia Lestari, menyampaikan bahwa terdapat penyesuaian menu selama Ramadan. Jika sebelumnya siswa menerima makanan siap santap seperti menu rumahan, kini paket MBG berisi makanan kering yang dapat disimpan hingga waktu berbuka.</p>



<p>“Karena ini Ramadan, menunya berubah menjadi menu kering. Biasanya ada telur, kemudian roti, buah dan susu. Tapi biasanya kalau susu itu tidak setiap hari, tergantung hitungan jumlah protein dari makanan yang diberikan hari itu,&#8221; ujar Yanti, saat ditemui, Senin (23/02/2026) tadi.</p>



<p>Untuk hari ini, ujarnya, disediakan satu paket MBG yang isinya ada empat menu, yaitu telur, roti, kurma dan kacang. Itu diberikan, dalam bentuk tas sehingga lebih praktis, berbeda dengan hari biasa yang menggunakan food tray.</p>



<p>&#8220;Selama Ramadan, pembagian dilakukan menjelang pulang sekolah, yakni sekitar 10 menit sebelum jam kepulangan pukul 12.15 WIB,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, pihak sekolah juga memastikan keamanan konsumsi bagi siswa yang memiliki alergi, meski sejauh ini belum ditemukan kasus alergi protein di SMPN 6 Kota Malang. Untuk jumlah penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 845 orang, terdiri dari 797 siswa dan 48 tenaga kependidikan.</p>



<p>Salah satu siswa kelas VII, Rafasya Putra, mengaku sempat terkejut tetap mendapat MBG saat berpuasa. Namun, dia menilai program tersebut sangat membantu karena bisa dijadikan makanan berbuka di rumah.</p>



<p>“Awalnya kaget, kok pas puasa tetap ada MBG. Ternyata untuk dibawa pulang dan dimakan saat berbuka. Menurut saya ini sangat efektif,&#8221; ucap Rafasya.</p>



<p>Dirinya juga menilai, paket menu kering lebih praktis dibandingkan pembagian menggunakan wadah makan seperti biasanya. “Lebih simpel, tinggal dibawa pulang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selama Ramadan Menu MBG di Kota Malang Beralih ke Menu Kering Siap Santap</title>
		<link>https://memontum.com/selama-ramadan-menu-mbg-di-kota-malang-beralih-ke-menu-kering-siap-santap</link>
					<comments>https://memontum.com/selama-ramadan-menu-mbg-di-kota-malang-beralih-ke-menu-kering-siap-santap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[beralih]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[santap]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama Bulan Ramadan. Namun, ada sejumlah penyesuaian teknis yang harus dilakukan. Hal itu, dikatakan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah. Pria yang akrab disapa Atho, itu menjelaskan bahwa distribusi untuk siswa menggunakan menu siap santap. Yakni, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama Bulan Ramadan. Namun, ada sejumlah penyesuaian teknis yang harus dilakukan. Hal itu, dikatakan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Atho, itu menjelaskan bahwa distribusi untuk siswa menggunakan menu siap santap. Yakni, dikemas dalam bentuk makanan kering agar tahan hingga waktu berbuka.</p>



<p>&#8220;Pengiriman tetap dilakukan setiap hari seperti biasa. Namun, jenis makanan disesuaikan agar tidak mudah basi. Menu kering tersebut tetap memenuhi unsur gizi, termasuk karbohidrat dan buah utuh (bukan buah potong). Sumber karbohidrat dapat berasal dari roti atau makanan sejenis, sementara lauk bisa berupa telur, abon, atau kacang-kacangan. Kurma bersifat opsional,&#8221; jelasnya, Rabu (18/02/2026) tadi.</p>



<p>Atho juga menegaskan, bahwa penyediaan menu tidak boleh menggunakan pihak tertentu yang tidak memberdayakan pelaku usaha lokal. Sehingga, dalam program ini tetap mengutamakan UMKM sebagai mitra penyedia makanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi tetap mengutamakan UMKM sebagai mitra dalam penyediaan makanan MBG ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, untuk kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pendistribusian tetap menggunakan menu basah seperti biasa. Itu karena, sebagian besar penerima dalam kelompok tersebut tidak menjalankan puasa.</p>



<p>&#8220;Begitu juga dengan wilayah yang mayoritas tidak berpuasa juga disesuaikan. Untuk SPPG yang berada di pondok, makanan dimasak pada siang hari dan dibagikan saat waktu berbuka puasa,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Pada masa libur awal Ramadan, penyaluran MBG untuk siswa sempat dihentikan sementara, sedangkan program untuk kelompok 3B tetap berjalan. Penyaluran untuk seluruh sasaran, baik siswa maupun 3B dijadwalkan kembali serentak mulai Senin, 23 Februari.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk seminggu ini siswanya libur dulu dan MBG nya di stop sementara,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/selama-ramadan-menu-mbg-di-kota-malang-beralih-ke-menu-kering-siap-santap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketahanan Air di Tengah Musim Kering, PJT I Lakukan Modifikasi Cuaca di Wilayah Sungai Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ketahanan-air-di-tengah-musim-kering-pjt-i-lakukan-modifikasi-cuaca-di-wilayah-sungai-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226824</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah tangkapan air Wilayah Sungai Brantas, yang menjadi sumber utama pasokan air di Jawa Timur. Hal ini dilakukan, sebagai upaya menjaga ketersediaan air di tengah rendahnya curah hujan. Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan bahwa OMC dilakukan untuk meningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah tangkapan air Wilayah Sungai Brantas, yang menjadi sumber utama pasokan air di Jawa Timur. Hal ini dilakukan, sebagai upaya menjaga ketersediaan air di tengah rendahnya curah hujan.</p>



<p>Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan bahwa OMC dilakukan untuk meningkatkan curah hujan buatan di kawasan tangkapan air waduk. Langkah tersebut menjadi strategi menjaga keberlanjutan fungsi bendungan yang debit airnya terus menurun sejak tahun 2024.</p>



<p>“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menambah pasokan air secara alami di waduk. Untuk OMC kali ini, target hujan diarahkan di atas Bendungan Sutami (Karangkates, Kabupaten Malang),” ujar Fahmi, Kamis (16/10/2025) tadi.</p>



<p>Secara teknis, OMC dilakukan dengan menyemai awan menggunakan bubuk NaCl (garam dapur). Bahan semai tersebut, berfungsi mempercepat kejenuhan awan. Sehingga, hujan dapat terjadi di wilayah yang ditentukan.</p>



<p>Untuk pelaksanaan OMC sendiri, dijadwalkan berlangsung selama 15 hari. Yakni, mulai 14 Oktober hingga 28 Oktober 2025, dengan pusat kegiatan di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa Waduk Sutami sendiri memiliki peran vital sebagai penyedia air baku, irigasi pertanian, sumber energi listrik PLTA, serta kebutuhan air minum masyarakat. Namun, dua tahun terakhir waduk ini mengalami penurunan debit air akibat kondisi tahun kering.</p>



<p>“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan air bagi masyarakat, pertanian dan energi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden poin kedua, yaitu memperkuat ketahanan air, energi, dan pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, PJT I berkolaborasi dengan berbagai pihak, diantanya BMKG, PT PLN Nusantara Power UP Brantas dan PT Alkonost Aviasi Indonesia. Tentunya semua itu terlibat dalam operasi udara untuk memastikan efektivitas proses penyemaian awan.</p>



<p>“Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap OMC berjalan lancar dan tepat sasaran. Ini langkah konkret menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air, khususnya di Wilayah Sungai Brantas yang menjadi tulang punggung ekonomi dan kehidupan masyarakat Jawa Timur,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Puasa, Menu MBG di Banyuwangi Diganti Makanan Kering untuk Buka Puasa</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-puasa-menu-mbg-di-banyuwangi-diganti-makanan-kering-untuk-buka-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diganti]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa. “Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa.</p>



<p>“Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang sesuai,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (07/03/2025) tadi.</p>



<p>Saat ini, lanjutnya, program MBG telah menjangkau 39 sekolah dengan jumlah penerima program sebanyak 5.639 siswa. Sementara untuk selama Ramadan, menu MBG yang didapatkan oleh para siswa bukan seperti makanan siap saji yang dikonsumsi di sekolah biasanya. Namun, diganti dengan makanan kering untuk berbuka puasa yang bisa dibawa pulang. Seperti kurma, susu, telur, makanan ringan dan buah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program MBG di Banyuwangi secara resmi dimulai pada 3 Februari 2025 lalu. Kini, pelaksanaan MBG telah menjangkau 39 sekolah di Banyuwangi, mulai dari jenjang TK, SD, SMP negeri dan swasta. Saat ini, di Banyuwangi sudah ada tiga dapur umum SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang berada di wilayah kecamatan Rogojampi, Sempu dan Banyuwangi.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, menambahkan bahwa pendistribusian makanan selama Bulan Puasa ke sekolah-sekolah tersebut tetap berlangsung setiap hari. “Selama Bulan Puasa pendistribusian makanan tetap dilakukan oleh pihak SPPG ke sekolah-sekolah setiap hari. Dan dari hasil pantauan kami, anak-anak sangat antusias menerima MBG yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” terangnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Pasuruan Tanam Padi Gogo di Lahan seluas 26,101 Hektar</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-nasional-pemkab-pasuruan-tanam-padi-gogo-di-lahan-seluas-26101-hektar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[26,101]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[hektar]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[seluas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta optimalisasi pemanfaatan lahan kering, dengan mengambil bagian menanam Padi Gogo secara serentak. Di lokasi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Padi Gogo varietas Inpari 42, ditanam secara serentak bersama Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi pada kawasan Hutan Sosial seluas 26,101 hektar, Selasa (04/02/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta optimalisasi pemanfaatan lahan kering, dengan mengambil bagian menanam Padi Gogo secara serentak. Di lokasi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Padi Gogo varietas Inpari 42, ditanam secara serentak bersama Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi pada kawasan Hutan Sosial seluas 26,101 hektar, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p>Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko. Kemudian, juga hadir Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim dan undangan lainnya</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, menjelaskan gerakan tanam Padi Gogo serentak merupakan kegiatan penanaman Padi Gogo, yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, penyuluh dan petani. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.</p>



<p>&#8220;Dengan gerakan tanam serentak Padi Gogo ini, maka setidaknya dapat membantu meningkatkan ketersediaan produksi beras dan menstabilkan harga bahan pangan khusus beras di Kabupaten Pasuruan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk gerakan tanam Padi Gogo kali ini, varietas Inpari 42 yang dipilih. Kata Lilik, varietas ini memiliki beberapa keunggulan seperti produksi tinggi, tahan terhadap hama, umur tanaman relatif pendek dan tekstur nasi pulen. &#8220;Keunggulannya banyak. Salah satunya tahan hama awereng Batang Cokelat maupun penyakit Blas Daun,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ditanya seputar berapa total luasan lahan tadah hujan yang bisa ditanami Padi Gogo, Lilik menambahkan totalnya mencapai 3.041,85 hektar dan tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Padi Gogo ditanam di lahan kering atau dataran tinggi, ladang atau kebun bukan di sawah seperti padi pada umumnya. &#8220;Khususnya daerah pegunungan seperti di Pasrepan, Lumbang, Prigen dan lainnya. Ditanami supaya menambah produksi padi di masing-masing daerah,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekda Yudha menegaskan penanaman Padi Gogo memiliki kelebihan, sebab tidak memerlukan irigasi khusus sehingga dapat ditanam pada areal lahan kering atau yang biasa disebut dengan padi tegalan. &#8220;Budidaya Padi Gogo juga dapat menjadi solusi dalam memanfaatkan bekas lahan perkebunan dan dapat diterapkan di daerah dengan curah hujan rendah,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ke depan, Yudha berharap pemanfaatan lahan yang berpotensi ditanami harus dioptimalkan. Sehingga Kabupaten Pasuruan tetap akan menjadi lumbung pangan dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Indonesia. &#8220;Karena Kabupaten Pasuruan ini jadi salah satu lumbung pangan Jawa Timur yang kontribusinya luar biasa pada ketahanan pangan nasional,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Ribu Tanaman Ganja dan 10 Kg Ganja Kering Siap Jual Kembali Disita Polres Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/10-ribu-tanaman-ganja-dan-10-kg-ganja-kering-siap-jual-kembali-disita-polres-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[disita]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214460</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Petugas Polres Lumajang terus melakukan pengembangan hasil pengungkapan ladang ganja yang berada di Lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Alhasil, setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi, akhirnya kembali menemukan sekitar 10 ribu tanaman ganja yang tersebar di sedikitnya 16 titik di Lereng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Petugas Polres Lumajang terus melakukan pengembangan hasil pengungkapan ladang ganja yang berada di Lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Alhasil, setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi, akhirnya kembali menemukan sekitar 10 ribu tanaman ganja yang tersebar di sedikitnya 16 titik di Lereng Gunung Semeru.</p>



<p>Kapolres Lumajang, AKBP M Zainur Rofik, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan 10 ribu pohon ganja tersebut. &#8220;Hasil dari penyisiran petugas, hari ini kami menemukan tanaman ganja itu tersebar di 16 titik. Kalau dihitung, kurang lebih sekitar 10 ribu batang pohon ganja,&#8221; ujar AKBP Rofiq, Jumat (20/09/2024) tadi.</p>



<p>Selain itu, dalam penyisiran di Lereng Gunung Semeru tersebut, petugas juga menemukan 10 kg ganja kering. &#8220;Kami juga menemukan ganja yang kering kurang lebih 10 kilogram. Kami tetap melanjutkan penyisiran untuk menemukan tanaman ganja karena melihat luas kawasan kemungkinan masih ada,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya pula, bahwa pelaku mencoba mengelabui petugas dengan cara penanaman pohon ganja tersebut di petak-petak yang lokasinya berjauhan agar tidak terpantau. Selain itu lokasinya&nbsp; di sekitaran jalan yang tidak dilalui oleh masyarakat pada umumnya.</p>



<p>&#8220;Pelaku menggunakan pola tanam yang tidak biasa karena menanam ganja di tengah pepohonan dan semak belukar, sehingga tidak mudah diketahui oleh petugas,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ditanya terkait apakah ada tersangka lain, pihaknya masih melakukan pengembangan. &#8220;Sementara akan kami kembangkan dan kalau melihat dari tempat kejadian perkara (TKP), kemungkinan masih ada yang lain yang menanam di kawasan tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Petugas Polres Lumajang berhasil mengamankan ladang ganja yang berada di lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Rabu (18/09/2024) kemarin. Ladang ganja tersebut, berisi ratusan pohon ganja siap panen. Dalam pengungkapan itu, petugas juga sudah mengamankan 2 orang dengan inisial B dan NG yang diduga terlibat dalam penanaman ganja tersebut. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kue Kering Cempaka Cookies Kota Malang, dari Resep Temurun hingga Produksi </title>
		<link>https://memontum.com/kue-kering-cempaka-cookies-kota-malang-dari-resep-temurun-hingga-produksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[cempaka]]></category>
		<category><![CDATA[cookies]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[temurun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213430</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berawal dari dapur kecil di rumah, pemilik Cempaka Cookies, Endang Susilowati, telah berhasil mengembangkan usaha kue kering yang dimulai sejak tahun 2003. Dari berbekal resep turun-temurun dari neneknya itulah, kini usaha tersebut dapat menghasilkan ratusan kg per produksi. Dari awalnya membuat 5 kg kue kering seperti kastengel, nastar dan putri salju, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berawal dari dapur kecil di rumah, pemilik Cempaka Cookies, Endang Susilowati, telah berhasil mengembangkan usaha kue kering yang dimulai sejak tahun 2003. Dari berbekal resep turun-temurun dari neneknya itulah, kini usaha tersebut dapat menghasilkan ratusan kg per produksi.</p>



<p>Dari awalnya membuat 5 kg kue kering seperti kastengel, nastar dan putri salju, yang hanya untuk dibagikan kepada tetangga, ternyata hal itu mendapatkan respon positif. Beberapa juga mengakui terkesan dengan rasa kuenya dan itu yang mendorong Endang untuk mengembangkan usahanya hingga saat ini.</p>



<p>&#8220;Tetangga-tetangga bilang kuenya enak. Jadi, kemudian pas lebaran banyak yang pesan. Terus akhirnya, saya memutuskan untuk menerima pesanan dan mulai dari situ ide untuk menjadikan ini usaha semakin kuat,” kata Endang, Senin (26/08/2024) tadi.</p>



<p>Merek Cempaka Cookies pun lahir, dibantu oleh empat pekerja dan dua anaknya. Seiring waktu, jenis kue yang diproduksi berkembang menjadi 12 macam, termasuk kue-kue coklat yang digemari anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Awalnya itu juga dari mulut ke mulut. Kini sudah mencoba untuk memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk promosi produk,” ujarnya.</p>



<p>Produksi Cempaka Cookies sendiri kini bisa mencapai puncaknya saat menjelang Hari Raya. Dengan produksi terbesarnya mampu mencapai 250 kilogram.</p>



<p>Meski bisnis ini tidak selalu berjalan mulus, namun Endang konsisten untuk memproduksi. Terlebih, ketika kala itu harus mengenang kerugian besar yang pernah dialaminya.</p>



<p>“Saat itu ada pesanan dari Jakarta. Ketika mengirimkan 150 pesanan, ternyata mereka enggan membayar dengan alasan katanya kuenya hancur. Itu ruginya mencapai Rp 5,5 juta. Setelah kejadian itu, kami sepakat untuk tidak lagi mengirim pesanan ke luar kota. Fokusnya sementara pada pesanan lokal yang diambil langsung oleh pelanggan saat mudik lebaran di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Meskipun tantangan permodalan sering menjadi kendala, Endang tetap optimis. Bahkan terus berinovasi mengembangkan produknya. Termasuk juga menekankan kualitas dan kealamian bahan yang digunakan. “Biar kue tetap awet dan bertahan hingga tiga bulan tanpa menggunakan pengawet, itu tepung yang akan digunakan disangrai terlebih dahulu,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213430</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramadan Berkah, Produksi Kue Kering Buatan WBP Lapas Perempuan Kelas II A Malang Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/ramadan-berkah-produksi-kue-kering-buatan-wbp-lapas-perempuan-kelas-ii-a-malang-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[buatan]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207696</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ramadan kali ini membawa berkah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas II A Malang. Sebab, produksi kue kering sebagai ketrampilan, mengalami peningkatan produksi dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Salah satu WBP, Zaenab, menyampaikan jika selama satu minggu ini sudah ada sekitar 100 toples kue kering yang digarap. Mulai dari kue [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ramadan kali ini membawa berkah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas II A Malang. Sebab, produksi kue kering sebagai ketrampilan, mengalami peningkatan produksi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.</p>



<p>Salah satu WBP, Zaenab, menyampaikan jika selama satu minggu ini sudah ada sekitar 100 toples kue kering yang digarap. Mulai dari kue nastar, kue kacang, kue emping, kue stroberi cookies, kue kastengel dan kue coklat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah kali ini membuat kuenya ekstra, karena selama Ramadan ini ada tambahan untuk kue kering, edisi lebaran,&#8221; kata Zaenab, Senin (25/03/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika produksi kue kering yang dilakukan setiap harinya itu sudah menghabiskan puluhan kg tepung. Tentu hal itu berbeda dengan hari-hari biasanya. “Ini saja untuk tepung sudah banyak, kalau kue kering dihitungnya dari tepung, itu sekali beli satu karung, dan ini sudah (habis) satu karung, sekitar 25 kilogram,” tambahnya.</p>



<p>Selain produksi kue kering, juga terdapat kue cake keju bernama tulban yang laris terjual. Biasanya hasil produksi kue dari WBP dibeli oleh pegawai lapas, atau keluarga dari para WBP itu sendiri. Untuk harga kue yang dijualkan mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 120 ribu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang beli kue disini ada juga WBP yang pulang untuk oleh-oleh, kadang ada orang-orang studi tiru, untuk ulang tahun,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Yunengsih, menyampaikan jika keterampilan pembuatan kue tersebut bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ganesha. Para WBP tersebut mengikuti kegiatan pelatihan, sesuai dengan masing-masing minatnya.</p>



<p>&#8220;Artinya, mereka berminat untuk selanjutnya dengan harapan setelah bebas nanti mereka bisa berwirausaha karena alasan mereka masuk kesini karena faktor ekonomi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ke depan, diharapkan para WBP tersebut nantinya memiliki modal berupa ilmu untuk berwirausaha dengan membuat kue kering. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk cara memasarkan produk yang dihasilkan.</p>



<p>&#8220;Jualannya tidak harus punya toko, sekarang bisa online dan sebagainya, untuk manejemen penjualan, kami juga berupaya memberikan pengetahuan tentang penjualan atau pemasaran,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207696</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usaha Selundupkan Paket Ganja Kering dengan Cara Dilempar Digagalkan Petugas Lapas Kelas 1 Malang</title>
		<link>https://memontum.com/usaha-selundupkan-paket-ganja-kering-dengan-cara-dilempar-digagalkan-petugas-lapas-kelas-1-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[digagalkan]]></category>
		<category><![CDATA[dilempar]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[selundupkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang, kembali berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba ke dalam Lapas. Berkat kesigapan dan kejelian petugas dalam kontrol keliling, usaha penyelundupan Narkoba jenis ganja yang dilempar dari luar Lapas, berhasil ditemukan di area Brandgang Lapas, Jumat (04/08/2023) sekitar pukul 17.00. Informasi Memontum.com, barang terlarang ini ditemukan Wakil Kepala Regu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang, kembali berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba ke dalam Lapas. Berkat kesigapan dan kejelian petugas dalam kontrol keliling, usaha penyelundupan Narkoba jenis ganja yang dilempar dari luar Lapas, berhasil ditemukan di area Brandgang Lapas, Jumat (04/08/2023) sekitar pukul 17.00.</p>



<p>Informasi Memontum.com, barang terlarang ini ditemukan Wakil Kepala Regu Pengamanan (Wakarupam) C, Joko Sampurno, yang melaksanakan kontrol keliling di Brandgang. Saat itu, dirinya menemukan sebuah barang yang terbungkus lakban kuning. Atas temuan tersebut, Joko Sampurno melaporkan kepada Karupam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rejang-lebong-ditetapkan-tersangka-dugaan-suap-fee-proyek-wabup-tak-terbukti">Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/permintaan-daging-sapi-meningkat-pemkab-banyuwangi-lakukan-tes-cepat-standar-asuh">Permintaan Daging Sapi Meningkat, Pemkab Banyuwangi Lakukan Tes Cepat Standar ASUH</a></li>
</ul>


<p>Untuk dugaan awal, barang tersebut dilempar dari luar tembok Lapas di sisi bagian Selatan. Sementara petugas, kemudian melakukan pengecekan isi bungkusan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui bahwa isi barang tersebut diduga Narkoba jenis ganja. Selanjutnya, Karupam kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Kalapas Kelas 1 Malang melalui Kepala KPLP.</p>



<p>Sementara Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, pun segera berkoordinasi dengan petugas Sat Reskoba Polresta Malang Kota. Ganja dengan berat 89,24 gram tersebut, kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian untuk proses lebih lanjut</p>



<p>&#8220;Terima kasih pada petugas yang melakukan kontrol keliling rutin, dengan ketelitian berhasil mengamankan penemuan diduga barang terlarang dari pelemparan di Brandgang. Saya harap, petugas selalu meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian dalam melakukan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di seluruh area Lapas,&#8221; tegas Heri Azhari. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195012</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
