<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keripik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keripik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jun 2024 13:12:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keripik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pj Wahyu Apresiasi Pengelolaan Limbah UMKM Keripik Tempe Sanan Jadi Biogas</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wahyu-apresiasi-pengelolaan-limbah-umkm-keripik-tempe-sanan-jadi-biogas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210776</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pengelolaan limbah ampas kedelai di wilayah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Tempe Sanan. Sebab dalam tahapannya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Sehingga, apabila terjadi kelangkaan LPG, biogas tersebut dapat menjadi solusi. “Jadi ini saya rasa bagus dan mereka kreatif. Ampasnya ini untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pengelolaan limbah ampas kedelai di wilayah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Tempe Sanan. Sebab dalam tahapannya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Sehingga, apabila terjadi kelangkaan LPG, biogas tersebut dapat menjadi solusi.</p>



<p>“Jadi ini saya rasa bagus dan mereka kreatif. Ampasnya ini untuk makan hewan sapi, kemudian kotorannya itu digunakan untuk biogas. Nah, biogas ini ternyata juga ada briketnya,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (15/06/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, dalam hal ini menurutnya Pemerintah Kota Malang melalui dinas terkait juga dapat memberikan pendampingan mengenai pengelolaan limbah tersebut. Terlebih, saat ini juga telah banyak daerah-daerah yang memanfaatkan limbah menjadi bahan bakar alternatif.</p>



<p>“Ini nanti saya akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau dinas yang menangani leading sektornya bisa untuk belajar atau bertanya pada perguruan tinggi untuk bisa mendampingi terkait dengan pemanfaatan briket tersebut,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua RW 15 Jalan Sanan, Ivan Kuncoro, menyampaikan bahwa limbah tersebut berbentuk cair dan padat. Itu memang dipergunakan untuk penggemukan sapi yang ada di wilayah tersebut.</p>



<p>“Di sini kan memang sentra kuliner dan ternak, itu memang bertolak belakang. Akhirnya bagaimana caranya kita bikin biogas itu dari limbah sapi,” kata Ivan.</p>



<p>Ivan sendiri mengakui bahwa untuk pakan sapi saja sebenarnya sudah mencukupi, akan tetapi kalau ditambah dengan limbah kedelai maka akan lebih bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan sapi. Walaupun di sisi lain itu juga berpengaruh untuk mengurangi penumpukan limbah kedelai.</p>



<p>“Kalau tidak ada sapi permasalahan kita lebih komplit karena kalau limbah kedelai ini nginep itu sudah bau. Sedangkan kalau limbah sapi mungkin masih aman-aman saja kalau nginep sehari atau dua hari,” imbuh Ivan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210776</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kendala Pengusaha Keripik Tempe, Pemkot Malang Diminta Beri Dukungan Pemasaran dan Harga Kedelai</title>
		<link>https://memontum.com/kendala-pengusaha-keripik-tempe-pemkot-malang-diminta-beri-dukungan-pemasaran-dan-harga-kedelai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali. Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali.</p>



<p>Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga, itu sedikit merepotkan.</p>



<p>“Kalau kami, untuk pemasaran itu hanya melalui sales dan distribusinya hanya ke Kota Batu dan ke Kalimantan. Itu aja,” kata Imam, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, Imam berharap agar ke depan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, nantinya dapat membantu mengenai pemasaran produk UMKM. Terutama, di Sentra Industri Keripik Sanan tersebut.</p>



<p>“Harapan kami setelah ada kunjungan dari Pj Wali Kota Malang ini, ke depan nantinya dapat dibantu mengenai pemasarannya. Karena itu yang menurut kami sedikit agak repot,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, untuk menyikapi kenaikan harga kedelai, Imam mengaku jika harga keripik tempe juga akan dinaikkan. Sebab, jika itu tidak dilakukan, maka dia mengalami kerugian dan tidak balik modal.</p>



<p>“Paling tinggi harga kedelai bisa sampai Rp 15 ribu, padahal biasanya Rp 10 ribu. Nah kalau harga kedelai pas lagi mahal, mau tidak mau harga keripik tempe juga kita naikkan Rp 100 rupiah,” ucapnya.</p>



<p>Padahal dalam satu kali produksi keripik tempe dia bisa menghabiskan sampai dengan 1 ton kedelai. Sedangkan untuk jumlah tempe bisa menghabiskan 50 lonjor tempe.</p>



<p>“Tapi kalau penjualan saat ini sudah stabil, alhamdulillah dan harga kedalai sekarang Rp 10.500. Untuk harga jual kami per pack nya Rp 7.500. Di sini ramai kalau pas hari raya dan alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap juga,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini Diskopindag selalu memberikan support bagi para UMKM. Terutama, mengenai perizinan merek, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pelatihan.</p>



<p>“Tetapi untuk pelatihan memang belum menyeluruh, nanti akan kami agendakan sesuai dengan intruksi Pj Wali Kota Malang. Kemudian untuk support lain yang akan kami berikan nanti mengenai promosi produk akan lebih kita berikan sepenuhnya,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Keberlangsungan Sentra Industri Keripik Tempe Sanan, Pj Wali Kota Malang Cek Inovasi dan Terobosan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-keberlangsungan-sentra-industri-keripik-tempe-sanan-pj-wali-kota-malang-cek-inovasi-dan-terobosan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberlangsungan]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[terobosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210718</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sentra industri produksi keripik tempe, di Jalan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (14/06/2024) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan itu ingin melihat sejauh mana keberlangsungan produksi dari Keripik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sentra industri produksi keripik tempe, di Jalan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan itu ingin melihat sejauh mana keberlangsungan produksi dari Keripik Tempe Sanan tersebut. Apalagi, sentra industri Keripik Tempe Sanan juga sudah dikenal di berbagai daerah.</p>



<p>“Kitakan sudah tahu, bagaimana kredibilitas dari Keripik Tempe Sanan ini dan sudah terkenal di mana-mana karena sudah turun temurun. Saya berharap para pengusaha atau pengrajin dari keripik tempe ini tetap bisa menjaga kualitasnya,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, dalam kunjungannya tersebut Pj Wali Kota Wahyu juga ingin memastikan mengenai trobosan atau beragam inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mempertahankan usaha keripik tempenya. Sehingga,.dapat selalu dirasakan dan disukai oleh masyarakat luas.</p>



<p>“Alhamdulillah kita tadi sudah ketemu perajin dari tempe dan saya juga tahu proses pembuatannya termasuk kendala-kendalanya. Saya minta pada Kepala Diskopindag untuk melakukan peningkatan keterampilan, agar ada inovasi-inovasi baru, baik dari segi rasa, bentuk dan lain lain,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Wahyu juga mengapresiasi karena Sentra Industri Keripik Tempe Sanan juga menjadi salah satu tujuan kunjungan wisatawan. Sebab, siapa saja dapat melihat proses pembuatan tempe hingga menjadi keripik tempe.</p>



<p>“Sehingga kalau libur panjang atau cuti bersama di sini itu permintaan tinggi. Karena banyak masyarakat yang bawa oleh-oleh dari sini dan sentra industri ini juga menjadi salah satu tujuan dari wisatawan yang ke Kota Malang,” ucapnya.</p>



<p>Namun, dalam hal ini masih ada beberap hal yang menjadi keluhan dan kendala dari masyarakat. Yakni terkait dengan bahan baku pembuatan keripik tempe, salah satunya kedelai. Karena harga yang fluktuatif, sehingga mempengaruhi produksi.</p>



<p>“Tapi permasalahan ini bukan hanya terjadi di lokal saja, tetapi juga Nasional. Sehingga nanti kalau saya ke pusat akan saya bawa untuk menjadi bahan masukan pada kementerian terkait. Akan tetapi untuk stok kedelai di Kota Malang masih aman,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, selain meninjau proses pembuatan keripik tempe dan tempe di Sentra Industri Sanan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat juga melakukan diskusi dan serap aspirasi dari para pelaku UMKM di lingkungan tersebut. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Batu Lepas Ekspor Dua Kontainer Keripik Buah dan Sayur ke Singapura</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-batu-lepas-ekspor-dua-kontainer-keripik-buah-dan-sayur-ke-singapura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202287</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melepas ekspor healthy chips keripik buah dan sayur ke Singapura. Ekspor ini, dilakukan oleh PT Dafe Alam Sejahtera (Dafes) dengan menggunakan dua kontainer. Pj Wali Kota Batu menyampaikan bahwa dengan ekspor ini, diharapkan dapat memotivasi pengusaha UMKM dan anak-anak muda Kota Batu. &#8220;Ekspor hasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melepas ekspor healthy chips keripik buah dan sayur ke Singapura. Ekspor ini, dilakukan oleh PT Dafe Alam Sejahtera (Dafes) dengan menggunakan dua kontainer.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu menyampaikan bahwa dengan ekspor ini, diharapkan dapat memotivasi pengusaha UMKM dan anak-anak muda Kota Batu. &#8220;Ekspor hasil lokal ini adalah kreasi mengembangkan potensi lokal Kota Batu,&#8221; terangnya, Minggu (26/11/2023) tadi.</p>



<p>Aries menambahkan, bahwa dirinya sangat bangga dengan pelepasan ekspor keripik buah dan sayur produk lokal Kota Batu ke Singapura. Karena, untuk bisa melakukan hal tersebut, lisensi dan perizinan ekspor jadi suatu hal yang sangat penting.</p>



<p>&#8220;Kami akan beri kemudahan dalam perizinan ekspor produk lokal Kota Batu. Sehingga, sinergitas antara eksportir dan UMKM dapat tumbuh dan berjalan lebih baik,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Pihaknya akan terus mendorong produk lokal Kota Batu, baik dari sisi peningkatan kualitas dan mempermudah perizinan untuk menembus pasar ekspor. Sehingga, UMKM dan anak-anak muda Kota Batu semakin kreatif dan bersemangat menghasilkan produk lokal berkualitas.</p>



<p>&#8220;Salah satu syarat penting melakukan ekspor adalah lisensi. Oleh karena itu, kami di Pemkot Batu akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. Sehingga, akan mempermudah melakukan ekspor serta memacu kreatifitas anak-anak muda Kota Batu untuk menghasilkan produk lokal yang berkualitas,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, perwakilan PT Dafes, Dara, menyampaikan permintaan kripik buah dan sayur di Singapura sangat tinggi. Setiap bulannya ada permintaan sekitar 8 hingga 10 kontainer. Hanya saja, PT Dafes baru bisa memenuhi sebanyak 2 kontainer.</p>



<p>&#8220;Ke depannya kami berharap permintaan ini dapat dipenuhi. Itu karena, semakin tingginya minat pasar kripik buah dan sayur di Singapura,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202287</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
