<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kerusuhan Papua &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kerusuhan-papua/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Oct 2019 02:30:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kerusuhan Papua &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Arifin Serahkan Bantuan ke Pengungsi Wamena asal Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-serahkan-bantuan-ke-pengungsi-wamena-asal-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 04:26:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98603-bupati-arifin-serahkan-bantuan-ke-pengungsi-wamena-asal-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pasca kepulangan warga asal Trenggalek yang merupakan pengungsi kerusuhan di Wamena Papua beberapa waktu lalu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengundang untuk bertemu di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Bersama dengan Forkopimda dan jajaran Pimpinan OPD, Bupati Trenggalek menggelar audiensi bersama seluruh para pengungsi. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan beberapa bantuan kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Pasca kepulangan warga asal Trenggalek yang merupakan pengungsi kerusuhan di Wamena Papua beberapa waktu lalu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengundang untuk bertemu di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Bersama dengan Forkopimda dan jajaran Pimpinan OPD, Bupati Trenggalek menggelar audiensi bersama seluruh para pengungsi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan beberapa bantuan kepada warga asal Trenggalek yang sebelumnya tinggal di Wamena Papua. Bantuan diantaranya berupa pengganti biaya transportasi kepulangan masing-masing sebesar Rp. 2,5 juta bagi yang menggunakan pesawat dan Rp. 1 juta bagi yang menggunakan kapal laut.</p>
<p>Selain itu juga bantuan berupa sembako, alat kelengkapan sekolah, hingga layanan trauma healing untuk pemulihan psikologis, serta layanan administrasi kependudukan maupun pendidikan bagi yang masih berusia sekolah.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait audiensi kali ini, Bupati berharap untuk tidak ada diskriminasi dalam menjaga keutuhan NKRI.&#8221;Jangan ada lagi diskriminasi sosial, ras, suku dan agama, mari kita jaga keutuhan NKRI, &#8221; ucap Bupati, Sabtu (26/10/2019) sore.</p>
<p>Terpisah, Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak juga berpesan kepada para pengungsi untuk segera melupakan kejadian yang telah terjadi. &#8220;Mari kita berdoa dan berharap hari depan lebih baik dari hari yang kemarin, &#8221; katanya.</p>
<p>Kapolres juga menyinggung tentang pentingnya trauma healing kepada pengungsi Wamena tersebut. &#8220;Meski wajah anak-anak ini ceria, namun pasti ada rasa trauma yang membekas, sehingga perlu dilakukan pendampingan trauma healing, dengan begitu psikologis mereka dapat pulih kembali, &#8221; tutur Kapolres.</p>
<p>Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sugeng Widodo menuturkan bahwa sesuai data dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, warga Trenggalek yang menjadi korban konflik sosial di Wamena tercatat sebanyak 33 kepala keluarga dengan total keseluruhan anggota keluarga sebanyak 55 orang.</p>
<p>&#8220;Total warga asal Kabupaten Trenggalek yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua sebanyak 33 KK dengan jumlah 55 orang. Data ini didapatkan dari Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek, &#8221; ungkap Sugeng.</p>
<p>Pemkab Trenggalek, lanjutnya, telah berupaya keras untuk memfasilitasi kepulangan para pengungsi tersebut. Diantaranya dengan melakukan penjemputan ke bandara dan pelabuhan untuk selanjutnya diantarkan sampai kampung halaman. Pemeriksaan kesehatan dan pendampingan trauma healing juga telah dilakukan oleh Pemkab Trenggalek kepada para pengungsi usai kepulangan mereka.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Trenggalek juga telah memberangkatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek ke Papua untuk melihat langsung kondisi warga Trenggalek yang ada di posko pengungsian, sekaligus membantu dalam memfasilitasi kepulangan mereka. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Kerusuhan di Wamena, 13 Warga Lamongan Sudah Dipulangkan</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-kerusuhan-di-wamena-13-warga-lamongan-sudah-dipulangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2019 06:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulangan warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98272-pasca-kerusuhan-di-wamena-13-warga-lamongan-sudah-dipulangkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan – Pasca Kerusuhan di Wamena, Papua, Akhirnya sebanyak 13 warga Lamongan sudah pulang kerumah masing-masing oleh Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. Sementara untuk warga Lamongan yang masih tertahan di Timika, Dinas Sosial Lamongan masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan. “Total warga Lamongan yang sudah pulang kampung dari Papua sekitar 13 orang. Mereka pulang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> – Pasca Kerusuhan di Wamena, Papua, Akhirnya sebanyak 13 warga Lamongan sudah pulang kerumah masing-masing oleh Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Sementara untuk warga Lamongan yang masih tertahan di Timika, Dinas Sosial Lamongan masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan.</p>
<div id="attachment_98273" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98273" decoding="async" class="size-full wp-image-98273" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/20191020_190917-copy.jpg?resize=740%2C420&#038;ssl=1" alt="Kepala Dinsos Lamongan, Mohammad Kamil (dua dari kanan), saat menjenguk Subur, korban kerusuhan Wamena" width="740" height="420" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/20191020_190917-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/20191020_190917-copy.jpg?resize=300%2C170&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/20191020_190917-copy.jpg?resize=600%2C341&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/20191020_190917-copy.jpg?resize=200%2C114&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98273" class="wp-caption-text">Kepala Dinsos Lamongan, Mohammad Kamil (dua dari kanan), saat menjenguk Subur, korban kerusuhan Wamena</p></div>
<p>“Total warga Lamongan yang sudah pulang kampung dari Papua sekitar 13 orang. Mereka pulang sendiri bersama warga lain,” kata Moh Kamil, Kepala Dinsos Lamongan, Kemarin (19/10/2019).</p>
<p>Sedangkan, untuk warga Lamongan yang masih berada disana, sementara masih nihil.</p>
<p>“Belum ada laporan warga daerah itu yang hilang maupun meninggal dunia, hanya kehilangan sebagian harta akibat kerusuhan.” Ujar Kamil.</p>
<p>Selain itu, dari 13 warga Lamongan yang pulang lebih dulu secara mandiri itu termasuk Sabar, warga Desa Jugo, Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Disusul, Marianan Sipahturah, Alin Prasasti, Jaka Arimansa, Wahyu Dian Setiawan, Srikan, Maswatin, Zulda Safitri dan Zulia Putriani, semuanya warga Desa Siwuran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Kemudian Kaspai, Tasmani dan Cholipah. Ketiganya warga Dusun Ploro, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. Dan Ahmad Sifa warga Dusun Kedungjati, Desa Jubel kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Tak hanya itu, Kepala Dinas Sosial berjanji akan mengkomunikasikan nasib warganya pasca kepulangan mereka dari Papua dengan jajaran Pemerintah Daerah.</p>
<p>“Terpenting warga Lamongan yang di Wamena bisa pulang dengan selamat, atau kalau tidak pulang minimal kami tahu kondisinya,” pungkas Kamil. <strong>(Aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Lumajang Bunda Indah Jemput Pengungsi Kerusuhan Wamena di Tanjung Perak</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-lumajang-bunda-indah-jemput-pengungsi-kerusuhan-wamena-di-tanjung-perak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 07:10:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[wabup lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98069-wabup-lumajang-bunda-indah-jemput-pengungsi-kerusuhan-wamena-di-tanjung-perak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., kamis (17/10/2019) menyambut kedatangan 54 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena Asal Kabupaten Lumajang yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan menggunakan KM. Dobonsolo. Para pengungsi tiba sekitar pukul 09.30. Setibannya di pelabuhan, langsung dilakukan pengidentifikasian oleh tim yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Tagana, BPBD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., kamis (17/10/2019) menyambut kedatangan 54 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena Asal Kabupaten Lumajang yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan menggunakan KM. Dobonsolo.</p>
<p>Para pengungsi tiba sekitar pukul 09.30. Setibannya di pelabuhan, langsung dilakukan pengidentifikasian oleh tim yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Tagana, BPBD dan Pelopor Perdamaian. Sementara tim medis melakukan pengecekan kesehatan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98070" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0085-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0085-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0085-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0085-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0085-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Wakil Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menyambut kedatangan para pengungsi di Terminal Kedatangan Penumpang, pihaknya ingin memestikan kondisi kesehatan dan keselamatan para warga Lumajang yang baru saja tiba dari Wamena.</p>
<p>Bunda Indah juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus memberikan support kepada para pengungsi Wamena, termasuk kepada anak-anak usia sekolah.</p>
<p>&#8220;Kami akan memberikan kemudahan, untuk bisa langsung masuk ke sekolah di dekat rumah bapak ibu sekalian di Lumajang, jadi jangan khawatir,&#8221; terang Bunda Indah.</p>
<p>Dalam proses penjemputan tersebut, Pemkab. Lumajang telah menyediakan kendaraan satu bus, dua kendaraan mini bus, dan ambulan. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98069</post-id>	</item>
		<item>
		<title>38 Korban  Kerusuhan Wamena Pulang ke Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/38-korban-kerusuhan-wamena-pulang-ke-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 08:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pemulangan warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97736-38-korban-kerusuhan-wamena-pulang-ke-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Usaha keras yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek rupanya tak sia &#8211; sia, pasalnya pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, warga asal Kita Keripik Tempe yang menjadi korban akhirnya bisa pulang dan bernafas lega. Setelah sebelumnya tertahan selama beberapa hari di Jayapura, sebanyak 38 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena asal Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Usaha keras yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek rupanya tak sia &#8211; sia, pasalnya pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, warga asal Kita Keripik Tempe yang menjadi korban akhirnya bisa pulang dan bernafas lega.</p>
<p>Setelah sebelumnya tertahan selama beberapa hari di Jayapura, sebanyak 38 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena asal Kabupaten Trenggalek akhirnya mendapat kejelasan terkait kepulangan mereka ke kampung halaman.</p>
<p>Kepastian tersebut didapat setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto bersama istri Bupati Trenggalek, Novita Hardini, terus mengupayakan berbagai cara untuk dapat memfasilitasi kepulangan para warga tersebut.</p>
<p>Setelah mendapat kepastian terkait kepulangan para warga, Sekda Joko Irianto bersama Novita Hardini melepas keberangkatan mereka di Pelabuhan Jayapura.</p>
<p>&#8220;Rencananya, setelah tiba di Surabaya para warga tersebut akan dijemput oleh perwakilan dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, merasa lega bahwa akhirnya para pengungsi tersebut bisa kembali ke kampung halaman di Trenggalek, &#8221; ungkap Novita, Sabtu (12/10/2019) siang.</p>
<p>Disampaikan juga olehnya bahwa dari sekian banyaknya pengungsi yang ada di Pelabuhan Jayapura, kelompok warga asal Trenggalek terlihat paling siap dan terkoordinir dengan baik segala perencanaan maupun untuk perbekalan dalam kapal.</p>
<p>Terpisah, Harmiyasih (48) warga asal Desa Ngepeh Kecamatan Tugu mengaku berbangga hati dengan pelayanan yang diberikan oleh Pemkab Trenggalek terhadap nasib yang menimpa warga asal Trenggalek yang merantau di Wamena maupun dalam Pengungsian di Jayapura.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, saya bersyukur sekali karena Ibu Novita sudah membantu kami bersama Pak Sekda sampai bisa pulang sampai kampung halaman,&#8221; ucap Harmiyasih.</p>
<p>Terkait dengan rencana ke depan, dirinya belum mengatahui apakah akan kembali ke Wamena atau tetap tinggal di Trenggalek. Mengingat dirinya masih trauma dengan apa yang menimpanya saat ini.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang karena Pemerintah Trenggalek sangat membantu, seperti uang saku, bekal, dan sebagainya,&#8221; imbuh Harmiyasih.</p>
<p>Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Ketua TP PKK Trenggalek yang telah memberikannya obat dan vitamin kepada seluruh pengungsi yang diberangkatkan kapal hari ini.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Paguyuban Masyarakat Trenggalek di Jayapura Mulyani, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek. Menurutnya langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek untuk memulangkan warganya tersebut sangat maksimal.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan, harapan kita ke depan masih ada warga dari Trenggalek yang ingin memperbaiki ekonomi ke Papua untuk kembali ikut membangun Papua,&#8221; kata Mulyani. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Mengerikan Perantau Jember dari Wamena, Api Tak Dapat Menyala</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-mengerikan-perantau-jember-dari-wamena-api-tak-dapat-menyala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2019 12:14:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97289-kisah-mengerikan-perantau-jember-dari-wamena-api-tak-dapat-menyala</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Kesaksian pengungsi soal keanehan saat kerusuhan di Wamena dikatakan Muhamad Miftahul Fuad, pengungsi yang baru saja kembali ke rumah di Dusun Bendorejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Bersama istri dan 2 anaknya tiba di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 15.00 dan 240 lebih pengungsi lainya, mereka diangkut menggunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Kesaksian pengungsi soal keanehan saat kerusuhan di Wamena dikatakan Muhamad Miftahul Fuad, pengungsi yang baru saja kembali ke rumah di Dusun Bendorejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.</p>
<p>Bersama istri dan 2 anaknya tiba di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 15.00 dan 240 lebih pengungsi lainya, mereka diangkut menggunakan pesawat C 130 hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.</p>
<p>Fuad mengisahkan upayanya bersama pengungsi lain dan keluarga bisa selamat kembali berkumpul bersama kedua orang tuanya di Jember.</p>
<p>Katanya, sebelum terjadi kerusuhan, aktivitas warga biasa-biasa saja, namun saat ia pulang usai menjemput anaknya sekolah, di tengah perjalanan terdengar bunyi letusan tembakan aparat yang berasal dari kantor Bupati.</p>
<p>&#8220;Kita masih tenang-tenang saja, biasa kalau letusan tembakan sudah kayak biasa gak kaget,&#8221; kata Fuad.</p>
<p>Lanjutnya, Fuad mencari jalan mau pulang, namun tidak bisa karena massa sudah banyak berkumpul. Kemudian datang aparat 2 truk yang menuju ke arah rumah.</p>
<p>Fuad sempat mengikuti dari belakang dan sampai rumah langsung masuk ke belakang ruangan. Di luar, terdengarlah suara desing peluru bertubi-tubi. Massa tanpak mundur.</p>
<p>&#8220;Tidak lama kemudian Polisi 2 truk itu mundur karena di lempari batu dan kembali ke Kota.Aparat sudah tidak ada, massa semakin beringas dengan membakar rumah-rumah, toko dan kendaraan di jalan-jalan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Fuad menyebutkan, massa selain membakar kendaraan di jalan-jalan dan rumah-rumah warga pendatang, kampus, termasuk supermarket yang terbesar di Wamena.</p>
<p>&#8220;Di situ terbakar semua, di tempatku juga di bakar. Namun Alhamdulillah gak nyala apinya, mati lagi, dibakar mati lagi. Itu yang bikin kita masih selamat dalam rumah, kemudian massa cari yang lain, mau membakar di tempat-tempat lain termasuk sebelah rumah,&#8221; paparnya.</p>
<p>Perusuh itu, ungkap Fuad, berpakaian seragam SMA, mulai dari orang tua, anak-anak remaja, ada juga asli pelajar, ada juga orang lain yang memang memanfaatkan kerusuhan tersebut.</p>
<p>&#8220;Seragam itu keliatan sudah lama, ada yang gak muat dipakai juga gak bisa dikancingkan. Memang sebelumnya ada demo pelajar namun aman-aman saja, cuma demo damai saja. Waktu sebelum kerusuhan pagi sudah ada demo yang dikawal aparat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Mereka berteriak-teriak, &#8220;bakar-bakar&#8221; sambil bilang,&#8221; merdeka-merdeka sambil membakar.</p>
<p>&#8220;Ada mobil lewat di hadang, orangnya gak boleh keluar langsung dibakar. Orangnya meninggal di dalam, tukang ojek dicegat kendaraan di bakar orangnya lari, namun jika kena dibantai juga,&#8221; jelas Fuad.</p>
<p>Bahkan pengungsi sempat bersatu untuk melakukan perlawanan. Kata Fuad waktu itu tempur dan bentrok karena massa mau menyerang ke kota, polisi tidak berani menghadapi.</p>
<p>Bentrok baku lempar, kepala kena batu itu sudah banyak sekali, hampir 2 jam.</p>
<p>Usai kerusuhan mereda, aparat gabungan TNI-Polri segera datang di lokasi kerusuhan dan memerintahkan warga yang bersembunyi di dalam secepatnya untuk keluar untuk di dievakuasi ke tempat yang lebih aman atau di tempat pengungsian.</p>
<p>Kemudian Fuad sekeluarga dan warga pendatang lainya segera mengikuti perintah dari aparat keamanan.</p>
<p>Masyarakat pendatang juga ada yang disandera oleh perusuh ada ratusan, untuk jaminan, warga pendatang yang disandera bisa dibebaskan, asalkan perusuh yang ditangkap petugas dilepaskan pula. Namun usai dilepas, mereka menyerang lagi.</p>
<p>&#8220;Di situ antara hidup dan mati, keluar mati di dalam ya mati kebakar, kalau terbakar, kalau gak terbakar ya selamat itu saja,&#8221; pungkasnya. <strong>(rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Pengungsi Kerusuhan Wamena Tiba di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/5-pengungsi-kerusuhan-wamena-tiba-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2019 07:49:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pemulangan warga]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=97126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sejumlah 5 pengungsi asal kota Keripik Tempe pasca terjadi kerusuhan di Wamena Papua akhirnya bisa bertemu dengan sanak keluarga. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengirimkan petugas untuk melakukan penjemputan pengungsi kerusuhan Wamena asal Trenggalek di Bandara Internasional Juanda Surabaya untuk selanjutnya dihantarkan untuk bertemu dengan keluarganya di Desa Sumber [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sejumlah 5 pengungsi asal kota Keripik Tempe pasca terjadi kerusuhan di Wamena Papua akhirnya bisa bertemu dengan sanak keluarga. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengirimkan petugas untuk melakukan penjemputan pengungsi kerusuhan Wamena asal Trenggalek di Bandara Internasional Juanda Surabaya untuk selanjutnya dihantarkan untuk bertemu dengan keluarganya di Desa Sumber Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kabag Protokol dan rumah Tangga Setda Trenggalek Triadi Admono membenarkan hal tersebut. &#8220;Sesuai data dari Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek, dr. Ratna Sulistyowati, pemulangan pengungsi Wamena gelombang pertama ini ada 5 pengungsi yakni keluarga Rukhani yang dipulangkan ke Trenggalek, &#8221; ucapnya, Senin (07/10/2019).</p>
<p>Dikatakan Triadi, keberangkatan mereka menggunakan pesawat Lion Air dengan jadwal keberangkatan pukul 8 malam dengan tujuan Bandara International Juanda.</p>
<p>Rukhani sendiri merupakan korban kerusuhan di Wamena yang mengalami luka akibat benda tajam di kepala dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jayapura Papua.</p>
<p>&#8220;Mereka sudah tiba di Trenggalek sekitar pukul 01.30 dini hari dan kita hantar langsung kepada keluarganya di di Desa Sumber Kecamatan Karangan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pasca dijemput, kondisi Rukhani sendiri masih memerlukan perawatan lanjutan. Dan pagi ini Tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial akan melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan dan trauma healing untuk pemulihan trauma kepada para korban.</p>
<div id="attachment_97128" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-97128" decoding="async" class="size-full wp-image-97128" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191007-WA0076-copy.jpg?resize=740%2C350&#038;ssl=1" alt="Kepulangan keluarga Rokhani ke Trenggalek" width="740" height="350" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191007-WA0076-copy.jpg?w=740&amp;ssl=1 740w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191007-WA0076-copy.jpg?resize=300%2C142&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-97128" class="wp-caption-text">Kepulangan keluarga Rokhani ke Trenggalek</p></div>
<p>Selain penanganan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga akan memfasilitasi terkait pendidikan anak-anak Rukhani (2 anak Rukhani usia sekolah) agar tidak ketinggalan pelajaran bila nanti kembali ke Wamena ataupun bila menetap di Trenggalek mereka sudah terfasilitasi nantinya.</p>
<p>Ada 69 warga asal Trenggalek, korban kerusuhan Wamena yang meminta untuk dipulangkan. 22 diantaranya telah mendapatkan tiket pulang ke Trenggalek, dengan jadwal penerbangannya terbagi menjadi beberapa penerbangan hingga tanggal 13 Oktober nanti.</p>
<p>Gelombang pertama 5 orang keluarga Rukhani, yang telah dihantarkan bertemu dengan keluarganya. Hari ini terjadwal ada 8 orang lagi yang akan pulang ke Trenggalek dengan penerbangan, Selasa (8/10) pukul 4 sore.</p>
<p>&#8220;8 orang ini terdiri dari Deni Cahyono (23) karyawan bengkel, Iwan Zainul S (23) karyawan bengkel, Agus Yoyok S. (32) karyawan bengkel, Nur Siswanto (31) karyawan depo air, Pendi Krisnanto (27) karyawan cepo air, Saifudin (23) karyawan bengkel, Muhammad Nur Ali (23) karyawan bengkel dan Ahmad Safi (32) karyawan bengkel, tandas Triadi Admono, &#8221; pungkas Triadi. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Korban Kerusuhan Wamena, Dijemput Pemkab Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/5-korban-kerusuhan-wamena-dijemput-pemkab-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2019 04:07:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pemulangan warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97117-5-korban-kerusuhan-wamena-dijemput-pemkab-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera akan melakukan penjemputan warga asal Trenggalek yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua. Berdasarkan data yang diterima, ada 5 pengungsi yang akan pulang ke Trenggalek, Minggu (6/10/2019) kemarin. Kelima pengungsi tersebut yakni Rukhani (45) pekerja, Muslimah (39) ibu rumah tangga, Salman Alfarisi (8) pelajar, M. Syaiful Yusuf (6) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera akan melakukan penjemputan warga asal Trenggalek yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua. Berdasarkan data yang diterima, ada 5 pengungsi yang akan pulang ke Trenggalek, Minggu (6/10/2019) kemarin.</p>
<p>Kelima pengungsi tersebut yakni Rukhani (45) pekerja, Muslimah (39) ibu rumah tangga, Salman Alfarisi (8) pelajar, M. Syaiful Yusuf (6) pelajar dan Adinda Sakina Lina (2) balita, yang kelima-limanya merupakan satu keluarga.</p>
<p>Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek, Triadi Admono, membenarkan kabar rencana penjemputan 5 pengungsi kerusuhan Wamena asal Trenggalek tersebut.</p>
<p>&#8220;Ada 22 pengungsi yang sudah mendapatkan tiket pulang ke Trenggalek, dengan jadwal penerbangannya terbagi menjadi beberapa penerbangan hingga tanggal 13 Oktober nanti,&#8221; kata Triadi usai mengikuti rapat koordinasi terkait permasalahan ini.</p>
<p>Ditambahkan Triadi, sesuai dengan data yang kami terima ada lima orang yang akan pulang ke Trenggalek, dengan penerbangan menggunakan pesawat Lion Air pukul 8 malam dengan pendaratan Bandara Internasional Juanda.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan memfasilitasi penjemputan 5 orang korban kerusuhan Wamena ini, untuk diantar sampai ke keluarga yang dituju.</p>
<p>Sesuai data yang masuk total ada 69 warga Trenggalek yang minta untuk dipulangkan. Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus melakukan komunikasi intens untuk mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan mereka.</p>
<p>&#8220;Kami tadi telah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra bersama dengan semua stake holder terkait untuk melakukan pembahasan lanjut, salah satunya membuat Tim Terpadu Penanggulangan permasalahan ini, tandasnya.</p>
<p>Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek ini juga tidak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun semua pihak yang telah memfasilitasi kelancaran pemulangan masyarakat Trenggalek korban kerusuhan Wamena.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama semua pihak. Baik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun stakeholder terkait, &#8221; pungkas Triadi. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sampang : Pemerintah Hadir Demi Keselamatan Warganya</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sampang-pemerintah-hadir-demi-keselamatan-warganya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2019 03:19:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pemulangan warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/96721-bupati-sampang-pemerintah-hadir-demi-keselamatan-warganya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Kedatangan 11 warga Sampang dari Papua kembali disambut oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi di Bandara Juanda, Surabaya, Jumat (4/10/2019) malam. Bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, H Slamet Junaidi menjemput langsung warga Sampang ke Bandara Juanda, Surabaya yang menggunakan pesawat komersil. Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengatakan, pemerintah dalam hal ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Kedatangan 11 warga Sampang dari Papua kembali disambut oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi di Bandara Juanda, Surabaya, Jumat (4/10/2019) malam.</p>
<p>Bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, H Slamet Junaidi menjemput langsung warga Sampang ke Bandara Juanda, Surabaya yang menggunakan pesawat komersil.</p>
<p>Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengatakan, pemerintah dalam hal ini hadir demi keselamatan warga Sampang yang berada di Papua.</p>
<p>&#8220;Kami aktif berkomunikasi dengan teman-teman yang di Timika maupun di Wamena untuk memonitoring keselamatan warga Sampang,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-630" src="https://i0.wp.com/sampang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/48/2019/10/IMG-20191004-WA0110-copy.jpg?resize=740%2C350&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="350" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lebih lanjut, H Idi sapaan akrabnya menuturkan, 11 orang yang datang dari Papua merupakan 9 warga Rabesen, Camplong dan 2 warga Aeng Sareh, Sampang.</p>
<p>&#8220;Enam orang dijemput keluarganya di Surabaya sedangkan 5 orang diantar ke Sampang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Hingga berita ini dinaikkan, tercatat 99 warga Sampang yang terdata di Dinsos Sampang, yang pulang dari Papua. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">96721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Habib Hadi Kunjungi Warga Kota Probolinggo yang Selamat dari Konflik Wamena</title>
		<link>https://memontum.com/habib-hadi-kunjungi-warga-kota-probolinggo-yang-selamat-dari-konflik-wamena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2019 10:33:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[walikota probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95825-habib-hadi-kunjungi-warga-kota-probolinggo-yang-selamat-dari-konflik-wamena</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Ekspresi wajah warga Kota Probolinggo yang tiba dari Papua menunjukkan mimik wajah beragam. Sementara ada delapan orang yang bisa pulang, ada yang masih cemas, ada yang sedih, ada pula yang merasa lega bisa kembali ke tanah kelahirannya. Dari kejadian tersebut, mereka semua kompak tidak ingin kembali ke Papua, tapi memilih menetap di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Ekspresi wajah warga Kota Probolinggo yang tiba dari Papua menunjukkan mimik wajah beragam. Sementara ada delapan orang yang bisa pulang, ada yang masih cemas, ada yang sedih, ada pula yang merasa lega bisa kembali ke tanah kelahirannya. Dari kejadian tersebut, mereka semua kompak tidak ingin kembali ke Papua, tapi memilih menetap di Kota Probolinggo.</p>
<p>Konflik yang terjadi di Wamena Papua membuat Kondisi di sana sedang tidak kondusif, maka mereka harus dipulangkan ke daerah masing-masing. Pada hari Kamis (3/10/2019) malam, delapan orang tersebut sudah tiba dijemput Dinas Sosial dari Bandara Abdurahman Saleh, Malang.</p>
<p>Setelah dilakukan pendataan oleh Dinsos Kota Probolinggo, dan dapat beristirahat di rumahnya masing-masing, paginya Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin langsung mengunjungi delapan orang tersebut. Kali pertama yang dikunjungi adalah Nur Faizin, warga Jalan Semeru, Kecamatan Kademangan. Pagi itu Nur sedang tidak enak badan, mengalami demam.</p>
<p>Di rumahnya, Nur bercerita, kepada Habib Hadi, ia harus pulang ke Kota Probolinggo karena kondisi di Wamena tidak memungkinkan untuknya dan warga bukan Papua. Lelaki berusia 52 tahun itu pulang dengan pesawat Hercules milik TNI AU bersama rombongan warga lainnya pada 30 September lalu dari Jayapura menuju Biak (bermalam satu malam).</p>
<p>Lalu pesawat berhenti di Ambon untuk mengisi BBM, sampai akhirnya tiba di Bandara Abdurahman Saleh Malang disambut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Nur Faizin tinggal di Wisaput, Wamena sejak 1,5 tahun lalu. Kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek dengan pendapatan sekitar Rp 200 ribu per hari. Kini ia mengaku tidak akan kembali ke Papua.</p>
<p>“Saya tetap disini saja, cari yang Rp 50 ribuan-lah, kembali nukang saja. Mau cari pendapatan yang besar tapi kayak begini,” ujar Nur Faizin.</p>
<p>Habib Hadi lalu bertemu dengan M Lutfi, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok. Usia M Lutfi lebih muda, ia juga sudah empat tahun tinggal di Wamena sebagai tukang bangunan. Setiap bercerita, pria berambut gondrong ini matanya memerah dan berkaca-kaca.</p>
<p>Lutfi mengaku agak sedih karena ia merantau bertahun-tahun tapi belum bisa menunjukkan keberhasilannya kepada keluarga.</p>
<p>“Yang penting selamat, rejeki bisa dicari,” ujar Habib Hadi menenangkan Lutfi.</p>
<p>Dari delapan warga yang dipulangkan, dua diantaranya satu keluarga. Seperti Abdullah bersama istri Supainah dan anaknya Hairul Wildan, yang bertempat di Jalan Cokroaminoto, Kanigaran. Abdullah dan istrinya Dewi, warga Jalan KH Hasan Genggong Gang Lele.</p>
<p>Sedangkan Abdullah Sihabudin, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih pulang sendirian. Istri dan kedua anaknya menggunakan pesawat komersil, yang diperkirakan sampai di Surabaya pada pukul 14.00 hari ini.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi juga menyerahkan tali asih untuk membantu kebutuhan sehari-sehari sesampainya di Kota Probolinggo. Bantuan itu berupa beras 20 kg dan nutrisi tambahan seperti telur, susu, gula, teh, kopi dan mie instan.</p>
<p>“Mon setiah kan la oneng, gik a belia poleh? (kalau sudah tahu begini apa masih mau kembali?),” tanya Habib Hadi ke Abdullah. Seketika pun pria yang punya toko di Papua ini menjawab,”Insyaallah pun enten (insyaallah tidak).”</p>
<p>Wali kota bersyukur delapan warga Kota Probolinggo yang terdampak konflik di Wamena sudah sampai di rumah masing-masing. Ia berkeliling untuk mengetahui kondisi langsung semua warga yang pulang tanpa membawa harta benda.</p>
<p>“Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat. Kami juga akan menugaskan tim medis dari puskesmas untuk memeriksa kesehatan mereka. Mereka harus tenang, tanpa tekanan psikis karena kondisi di Wamena membuat mereka trauma,” kata Habib Hadi.</p>
<p>Selanjutnya, yang menjadi tantangan Pemerintah Kota Probolinggo adalah bagaimana mereka bisa tetap mempunyai pendapatan dengan skill yang dimiliki.</p>
<p>“Senyampang dengan program pemerintah kota menggerakkan 500 UMKM per tahun, kami akan lihat keluarga ini punya keahlian apa lalu kita fasilitasi untuk yang terbaik bagi warga Kota Probolinggo. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh cukup di Kota Probolinggo saja,” tegas wali kota. <strong>(Pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95825</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
