<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ketangguhan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ketangguhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 09:11:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ketangguhan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Audiensi bersama Yayasan IIF, Pemkab Lumajang Sampaikan Penguatan Ketangguhan Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-yayasan-iif-pemkab-lumajang-sampaikan-penguatan-ketangguhan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[ketangguhan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang terus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya erupsi Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah wilayah rawan. Penguatan mitigasi tidak hanya diarahkan pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pendampingan dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka, dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Lumajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang terus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya erupsi Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah wilayah rawan. Penguatan mitigasi tidak hanya diarahkan pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pendampingan dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan.</p>



<p>Komitmen tersebut mengemuka, dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Yayasan Megamind Project dan Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF), yang memperkenalkan Program Benteng Mitigasi Bencana Indonesia, bertempat di Ruang Kertanegara Kantor Bappeda Kabupaten Lumajang, Kamis (29/01/2026) tadi. Dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, dirinya menegaskan bahwa Lumajang membutuhkan penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak, sebagai bagian dari strategi membangun budaya sadar bencana.</p>



<p>Mengawali pertemuan, Hari Susiati menyampaikan bahwa Gunung Semeru hampir setiap tahun mengalami erupsi. Sehingga, Lumajang harus terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.</p>



<p>Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan penting, karena keselamatan warga sangat ditentukan oleh kesiapan sejak dini dan pemahaman yang benar tentang langkah-langkah menghadapi situasi darurat. “Karena Gunung Semeru hampir setiap tahun mengalami erupsi, dibutuhkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat bagi warga di wilayah yang kerap terdampak,” ujarnya.</p>



<p>Dari sudut pandang Lumajang, Program Benteng Mitigasi Bencana Indonesia dinilai relevan karena membawa pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi kebencanaan tidak hanya disampaikan melalui forum formal, namun dikemas dengan metode yang mudah dipahami dan menjangkau langsung desa-desa yang berada di kawasan rawan.</p>



<p>Dalam audiensi tersebut, Hari Susiati meminta jajaran perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan dan penguatan koordinasi, mengingat keberhasilan program mitigasi sangat bergantung pada kerja bersama lintas sektor. “Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan mitigasi bencana yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama antar perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga pemuda desa, diharapkan masyarakat dapat lebih siap, tanggap dan berdaya menghadapi ancaman bencana alam,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mewakili Pemerintah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Megamind Project dan Yayasan IIF atas kepedulian dan dukungannya terhadap Lumajang, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. “Terima kasih atas perhatiannya kepada Kabupaten Lumajang. Semoga program ini membantu mengurangi dampak bencana secara berkelanjutan di Kabupaten Lumajang,” harapnya.</p>



<p>Melalui penguatan edukasi, pendampingan komunitas, riset akademis, dan keterlibatan pemuda desa, Lumajang meneguhkan langkah membangun ketangguhan masyarakat Semeru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang semakin siap, berdaya, dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.</p>



<p>Founder Megamind Project, Yuri Romero Hurtado, menyampaikan kesiapan pihaknya bersama Yayasan IIF beserta tim untuk mendukung Lumajang dalam penguatan edukasi kebencanaan. Dirinya menekankan pentingnya membangun kewaspadaan masyarakat melalui pemahaman terhadap tanda-tanda alam sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.</p>



<p>“Pilot project program ini dilaksanakan di Kabupaten Lumajang, tepatnya di kawasan rawan bencana Gunung Semeru. Ini adalah bentuk respons nyata terhadap potensi bencana yang terjadi hampir setiap tahun,” tambahnya.</p>



<p>Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian Pemkab Lumajang ialah Museum Keliling, yang akan menyasar desa-desa rawan bencana, khususnya di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Melalui museum keliling, masyarakat mendapatkan pembelajaran kebencanaan secara langsung, interaktif dan kontekstual sesuai pengalaman serta risiko yang dihadapi wilayah setempat.</p>



<p>Program ini juga memperkuat sisi ilmiah dan pembelajaran jangka panjang dengan menggandeng Universitas Brawijaya untuk melakukan penelitian akademis terkait warisan bencana. Penelitian tersebut diharapkan memperkaya dokumentasi, memperkuat basis pengetahuan kebencanaan, serta menjadi rujukan untuk pengembangan program mitigasi yang semakin tepat di Lumajang.</p>



<p>Selain itu, program ini akan menjalankan Capacity Building sebagai upaya menyiapkan penggerak mitigasi dari tingkat komunitas. Peserta yang telah mendapatkan pembekalan akan menjadi penguat edukasi di lingkungannya, dengan melibatkan pemuda-pemudi Karang Taruna desa untuk menyebarluaskan pengetahuan dan praktik mitigasi bencana kepada masyarakat sekitar.</p>



<p>Rangkaian museum keliling dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Juli 2026, serta akan dilengkapi dengan program pendidikan mitigasi bencana di sekolah-sekolah. Langkah ini dinilai penting karena membangun kesadaran sejak dini, sekaligus menyiapkan generasi muda Lumajang agar lebih siap menghadapi risiko bencana. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Aspek Ketangguhan Hadapi Bencana, Wali Kota Malang Jadi Nara Sumber Pelatihan Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-aspek-ketangguhan-hadapi-bencana-wali-kota-malang-jadi-nara-sumber-pelatihan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aspek]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[ketangguhan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[nara]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (18/07/2023) tadi. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan aspek ketangguhan dalam menghadapi bencana di Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir menjadi nara sumber [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (18/07/2023) tadi. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan aspek ketangguhan dalam menghadapi bencana di Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir menjadi nara sumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa manajemen penanggulangan bencana di Kota Malang, harus diperkuat dan mitigasi pencegahan juga harus dilakukan. &#8220;Di Kota Malang sendiri tahun 2022, ada 481 bencana. Padahal, di Kota Malang tidak ada tebing dan gunung. Sehingga, manajemen penanggulangan bencana harus diperkuat,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya, jika ada empat bagian yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana. Diantaranya, yaitu rehabilitasi dan rekontruksi, tanggap darurat, pencegahan dan mitigasi, serta kesiapsiagaan.</p>



<p>“Bencana itu memang unperdiktif. Maka, kita selalu meningkatkan ketrampilan dan penguatan indentitas diri, termasuk juga relawan dan semua yang terlibat di dalamnya. Sehingga, manajemen kelurahan tangguh, manajemen masyarakat tangguh itu benar- benar dilaksanakan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini, juga selalu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kota Malang. Termasuk, salah satunya pelatihan masalah dapur umum, yang juga dilakukan.</p>



<p>“Jadikan di sini juga ada pelatihan bagaimana terkait dengan masalah dapur umum, bagaimana dia menangani masalah dan manajemen konflik. Sehingga ini harus ditata benar dan terus menerus dilakukan penguatan,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 20 relawan dari lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Dengan dilakukannya pelatihan tersebut, diharapkan nantinya bisa maksimal dalam menangani kebencanaan.</p>



<p>“Jadi personel kami di unit operasional itu hanya 12 orang. Sehingga, kurang kalau untuk menangani di beberapa tempat bencana. Diharapkan para relawan nanti bisa maksimal saat menangani kebencanaan. Terlebih, SOP kami yang disebut satu jam baru datang, itu bisa dipercepat dengan adanya pelatihan ini yang melibatkan 20 personel,” jelas Prayitno.</p>



<p>Sehingga, dengan pelatihan yang diberikan tersebut, nantinya di masing-masing kecamatan memiliki relawan yang ahli asesmen, ahli dapur umum dan ahli kesehatan. Maka, upaya tersebut akan dibangkitkan terus.</p>



<p>“Kami tidak mungkin memberikan pelatihan hanya satu kali, ini pemantiknya saja. Nanti pelatihan berkala akan dilakukan di masing-masing kecamatan. Walaupun dengan anggaran yang sangat terbatas, tetapi bagaimana caranya agar pelatihan bisa berjalan sehingga kami harus berkolaborasi dengan Camat dan Lurah,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut lima kecamatan di Kota Malang secara simbolis diberikan piagam apresiasi, peralatan keposkoan, tenda pengungsian dan peralatan dapur umum. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193537</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
