<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ketawanggede &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ketawanggede/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Feb 2025 23:03:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ketawanggede &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Rehabilitasi SDN Ketawanggede Rampung, Pj Wali Kota Malang Apresiasi Sinergi dengan Pelaku Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/rehabilitasi-sdn-ketawanggede-rampung-pj-wali-kota-malang-apresiasi-sinergi-dengan-pelaku-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ketawanggede]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219276</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, meninjau progres penyelesaian rehabilitasi sekolah rusak di SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (14/02/2025) tadi. Sekolah rusak tersebut, telah diperbaiki selama dua bulan sejak November 2024 hingga Januari 2025 dengan menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) sebesar Rp 611 juta. Pria yang akrab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, meninjau progres penyelesaian rehabilitasi sekolah rusak di SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (14/02/2025) tadi. Sekolah rusak tersebut, telah diperbaiki selama dua bulan sejak November 2024 hingga Januari 2025 dengan menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) sebesar Rp 611 juta.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Iwan, itu menyampaikan bahwa perbaikan itu menjadi salah satu contoh nyata adanya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan pelaku usaha di Kota Malang. Sehingga, dapat mempercepat pembangunan tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kita datang dua atau tiga bulan lalu melihat kondisi sekolah yang rusak. Kemudian satu bulan setelahnya, pembangunan mulai dilakukan dan dalam dua bulan pembangunan selesai, serta sudah dimanfaatkan pembelajaran oleh para siswa,” kata Pj Wali Kota Iwan.</p>



<p>Dalam perbaikan pembangunan tersebut, menurutnya bukan hanya sekedar perbaikan ringan saja. Namun, pembangunan ulang dengan struktur yang lebih tahan lama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini bukan hanya mengecat atau mengganti plafon. Kami membangun ulang dengan kerangka baja ringan agar lebih kokoh dan bisa bertahan 10 hingga 20 tahun ke depan,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, keberhasilan ini dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam mencari solusi cepat dan efektif untuk pembangunan, termasuk dengan melibatkan dunia usaha. “Kalau ada yang darurat, pembiayaan bisa didukung oleh pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap pembangunan Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa di tahun 2025 ini akan ada 30 dari 51 sekolah yang akan diperbaiki, dengan anggaran Rp 5 miliar. Dengan kerusakan ringan, sedang sampai berat.</p>



<p>&#8220;Ini yang kami prioritaskan adalah sekolah dengan atap-atap yang rusak. Karena kalau sudah berbicara keamanan, itu kan atap. Ada 30 sekolah itu tersebar di 5 kecamatan, ada SD dan SMP,&#8221; imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219276</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbaikan SDN Ketawanggede Capai 80 Persen, Tiga Kelas Siap Ditempati</title>
		<link>https://memontum.com/perbaikan-sdn-ketawanggede-capai-80-persen-tiga-kelas-siap-ditempati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ditempati]]></category>
		<category><![CDATA[ketawanggede]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Progres perbaikan sekolah dengan rusak berat di SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana. Pria yang kerap disapa Suwarjana, itu menyampaikan bahwa pengerjaan yang dimulai sejak November 2024 ini dapat berjalan sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Progres perbaikan sekolah dengan rusak berat di SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Suwarjana, itu menyampaikan bahwa pengerjaan yang dimulai sejak November 2024 ini dapat berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga, diharapkan pada akhir Januari 2025 ini dapat segera terselesaikan semua.</p>



<p>&#8220;Insyaallah perbaikannya ini semua selesai pada akhir Januari 2025 ini. Kerusakannya kemarin kebanyakan itu di bagian atap dan kalau tembok rata-rata masih aman,&#8221; kata Suwarjana, Rabu (08/01/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, penjaga sekolah, Badik Ul Ulum, menambahkan bahwa tiga dari tujuh ruang kelas dan musala yang sudah dilakukan perbaikan sudah selesai. Namun, hanya tinggal proses pembersihan agar dapat segera ditempati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Senin pekan depan mungkin sudah bisa ditempati. Hari Jumat ini, anak-anak akan kerja bakti memasukkan bangku, tetapi tetap menunggu arahan dari kepala sekolah,” ujar Badik.</p>



<p>Untuk saat ini, ujarnya, empat ruangan lain masih dalam tahap pemasangan plafon dan instalasi listrik. Dalam pengerjaan ini, menurutnya juga diawasi secara ketat oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.</p>



<p>“Bahan-bahan yang digunakan ini berkualitas bagus dan diawasi langsung oleh DPUPR. Sehingga, hasilnya terjamin,” tambahnya.</p>



<p>Selama masa perbaikan berlangsung, lanjutnya, siswa Kelas 4 A, B dan C sementara digabung dalam satu ruang kelas di lantai atas. Kondisi ini melibatkan sekitar 60 siswa. “Jika renovasi berjalan sesuai jadwal, tiga kelas yang telah selesai dapat digunakan mulai pekan depan,” imbuh Badik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SDN Ketawanggede Jadi Prioritas Perbaikan Pemkot Malang</title>
		<link>https://memontum.com/sdn-ketawanggede-jadi-prioritas-perbaikan-pemkot-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ketawanggede]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; SDN Ketawanggede yang terletak di Jalan Kerto Leksono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjadi salah satu sekolah yang menjadi prioritas perbaikan di tahun 2024 ini. Hal itu, dikatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Malang, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim. Pria yang kerap disapa Adhim, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; SDN Ketawanggede yang terletak di Jalan Kerto Leksono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjadi salah satu sekolah yang menjadi prioritas perbaikan di tahun 2024 ini. Hal itu, dikatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Malang, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Adhim, itu menyampaikan bahwa Disdikbud Kota Malang telah melakukan survei bersama dengan konsultan perencanaan untuk memetakan beberapa ruangan yang mengalami kerusakan. Dari 33 ruang kelas, 23 diantaranya rusak ringan, dua rusak sedang dan delapan lainnya rusak berat.</p>



<p>“Karena memang di SDN Ketawanggede ini sekolah re-grouping dan beberapa bangunan memang sudah berdiri lama. Sehingga, tingkat kerusakannya juga semakin besar, di tahun 2024 ini menjadi prioritas perbaikan kita,” kata Adhim, saat ditemui di Disdikbud Kota Malang, Rabu (04/09/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Adhim, apabila kerusakan yang terjadi sangat parah, maka tidak diperbolehkan untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar. Karena, itu rentan terjadi sesuatu pada siswa. Sehingga, harus menggunakan ruangan lain untuk aktivitas belajar tersebut.</p>



<p>“Jadi kalau sudah diberi tanda atau garis rafia itu tidak boleh ada pembelajaran di situ. Jadi harus memanfaatkan ruangan lain, seperti perpustakaan atau musola yang bisa dipakai,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam perbaikan tersebut, rencananya Disdikbud Kota Malang akan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan. Itu juga sesuai dengan arahan dari Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan.</p>



<p>“Arahan dari Bapak Pj tadi, untuk perbaikan jangka pendek di tahun 2024 ini kita akan menggandeng CSR. Ini juga sudah kita paparkan ke Pak Pj Wali Kota Malang pada pagi tadi di Balai Kota,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, penjaga sekolah SDN Ketawanggede, Badi’ul Ulum, menyampaikan rasa syukurnya karena kerusakan yang terjadi di SDN tersebut sangat diperhatikan oleh Disdikbud Kota Malang. Apalagi, sebentar lagi akan memasuki musim hujan yang biasanya terjadi kebocoran sehingga menyebabkan banjir.</p>



<p>“Alhamdulillah, kalau memang di SDN Ketawanggede ini menjadi prioritas perbaikan oleh Disdikbud Kota Malang. Karena memang ada beberapa ruangan yang rusak parah dan beberapa waktu lalu memang sudah disurvei dari tim Disdikbud,” ucap Badi.</p>



<p>Saat memontum.com mendatangi sekolah tersebut, memang ada sejumlah ruangan kerusakan yang terlihat. Bahkan, salah satu ruangan tidak dipergunakan untuk kegiatan belajar karena atap kayu sudah mulai keropos dan plafon rawan jebol.</p>



<p>“Yang di ruangan ini memang tidak digunakan, karena kayunya sudah keropos. Takutnya kalau dibuat siswa belajar terjadi apa-apa. Memang ini bangunannya sudah lama,” imbuh Badi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jenazah Bayi Laki-Laki Gegerkan Ketawanggede Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/jenazah-bayi-laki-laki-gegerkan-ketawanggede-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gegerkan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[ketawanggede]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sesosok jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan tersangkut ranting bambu di aliran Sungai Brantas, Jalan MT Haryono,  RT 1/ RW 5, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (20/11/2023) siang. Penemuan ini, kontan membuat kaget warga sekitar hingga sempat memadati lokasi kejadian. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Sesosok jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan tersangkut ranting bambu di aliran Sungai Brantas, Jalan MT Haryono,  RT 1/ RW 5, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (20/11/2023) siang.</p>



<p>Penemuan ini, kontan membuat kaget warga sekitar hingga sempat memadati lokasi kejadian. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga petugas segera tiba di lokasi. Jenazah bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa jenazah bayi ini ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. &#8220;Ditemukan sekitar pukul 11.00,&#8221; ujar Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sempat dikira boneka, ujarnya, namun setelah dilihat lebih dekat dipastikan benda mengambang tersebut adalah mayat bayi laki-laki yang kondisinya sudah memucat. Setelah dilaporkan ke RT dan RW, banyak warga sempat mendatangi lokasi untuk melihat langsung penemuan ini.</p>



<p>Petugas Polsek Lowokwaru dan Inafis Polresta Malang Kota juga sudah tiba di lokasi melakukan penyelidikan. &#8220;Kondisinya masih lengkap dengan tali pusarnya. Diperkirakan, sudah lebih dari satu hari sejak dilahirkan. Namun untuk lebih pastinya, menunggu hasil visum dari pihak dokter. Kami masih terus melakukan penyelidikan,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201880</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
