<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ketemu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ketemu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 12:12:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ketemu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketemu Pengurus dan Anggota KPPUK, Mas Dhito Gagas Pendirian Kawasan Budidaya</title>
		<link>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya</link>
					<comments>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[ketemu]]></category>
		<category><![CDATA[kppuk,]]></category>
		<category><![CDATA[pendirian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230792</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sebagai salah satu sentra budi daya ayam petelur, peternak layer di Kabupaten Kediri, masih menghadapi kendala lahan pendirian kandang yang ideal untuk pengembangan usaha sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Menyikapi kondisi itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap di periode kedua kepemimpinannya, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan yang masih dialami para peternak ayam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sebagai salah satu sentra budi daya ayam petelur, peternak layer di Kabupaten Kediri, masih menghadapi kendala lahan pendirian kandang yang ideal untuk pengembangan usaha sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Menyikapi kondisi itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap di periode kedua kepemimpinannya, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan yang masih dialami para peternak ayam petelur ini dalam melakukan pengembangan usaha.</p>



<p>&#8220;Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan, ini bagus tapi mengapa tidak sekalian kawasan budi daya,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat bertemu dengan jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (06/03/2026) tadi.</p>



<p>Dengan pendirian kawasan budi daya tersebut, menurut Mas Dhito, tidak hanya mengatasi persoalan peternak layer. Sebab, kawasan budi daya itu juga bisa mencakup budi daya sektor lain seperti perikanan air tawar maupun pertanian.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, populasi layer atau ayam petelur per 6 Maret 2026 ada 7.569.539 ekor dengan produksi telur 5.917.100 kg perbulan. Dari jumlah produksi itu, Kediri tiap bulannya mengalami surplus karena kebutuhan telur hanya 891.700 kg perbulan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun jumlah peternak unggas besar di Kediri hingga saat ini, lanjutnya, kurang lebih ada 60 orang dan untuk pengusaha kecil atau mikro kurang lebih mencapai 2.800 orang. Dari usaha ini, anggota KPPUK dapat menyerap tenaga kerja antara 1000 hingga 1200 orang.</p>



<p>&#8220;Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi, ini perlu nanti dijadikan satu kawasan dan 2026 ini dibuat kajiannya,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p>Sementara itu Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, mengapresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Mas Dhito untuk kemajuan KPPUK. Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus melakukan pendampingan.</p>



<p>&#8220;Kami berharap KPPUK ini dapat terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,&#8221; ucapnya. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230792</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketemu Pelaku Usaha dan Wisata, Bupati Fawait Sebut Jember Dilirik Investasi Lebih dari Rp 300 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/ketemu-pelaku-usaha-dan-wisata-bupati-fawait-sebut-jember-dilirik-investasi-lebih-dari-rp-300-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dilirik]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ketemu]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226280</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Jember. Bahkan, kini membuat para calon investor atau para pemilik modal terkesima, agar tergerak untuk menanamkan modal mereka di kota berlogo daun tembakau tersebut. Disampaikan Bupati Fawait, saat ini telah ada investor yang siap untuk berbisnis di Jember, dengan menggelontorkan anggaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Jember. Bahkan, kini membuat para calon investor atau para pemilik modal terkesima, agar tergerak untuk menanamkan modal mereka di kota berlogo daun tembakau tersebut.</p>



<p>Disampaikan Bupati Fawait, saat ini telah ada investor yang siap untuk berbisnis di Jember, dengan menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 300 miliar. Anggaran itu, rencananya untuk membangun hotel dan rumah sakit. Mengenai rencana ini, disampaikan Bupati saat bertemu dengan pengusaha dan pelaku bisnis wisata, Kamis (25/09/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, tadi saya telah menerima investor dari India. Tahun ini saja, sudah mengeluarkan investasi senilai Rp 300 miliar. Tadi sore, saya mendapatkan komitmen dari pengusaha sekaligus ketua umum partai akan membangun hotel baru dan saya mintanya Hotel Bintang 5,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fawait memastikan, bahwa dirinya sangat membuka lebar peluang investor untuk berinvestasi dan membangun perekonomian di kabupaten yang dipimpinnya. &#8220;Jadi saya sangat terbuka (untuk investasi) demi Kabupaten Jember,&#8221; tambahnya</p>



<p>Gus Fawait-sapaan Bupati Jember juga menegaskan, jika para pengusaha ada yang dipersulit saat mengurus perizinan untuk berinvestasi, agar tidak segan untuk melaporkan kepadanya. &#8220;Kalau ada kesulitan apapun di Kabupaten Jember, kalau itu dipersulit, bilang saya. Panjenengan (anda, red) bisa sampaikan apalagi (terkait) investasi. Dan yakinlah, apapun yang saya lakukan untuk kemajuan Kabupaten Jember,&#8221; tegasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226280</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terkendala Keluarga, Bocah Kelas 1 SD Akhirnya Bisa Kembali Sekolah Usai Ketemu Bupati Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/terkendala-keluarga-bocah-kelas-1-sd-akhirnya-bisa-kembali-sekolah-usai-ketemu-bupati-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[akhirnya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[ketemu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[terkendala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226013</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sehari setelah bertemu dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, seorang bocah bernama berinisial RR, sudah mulai kembali bersekolah di SDN Kawedusan 1, Kecamatan Plosoklaten. Di hari pertama sekolahnya, RR terlihat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru. RR sendiri, yang mengenakan seragam pemberian Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito, red) langsung mengikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sehari setelah bertemu dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, seorang bocah bernama berinisial RR, sudah mulai kembali bersekolah di SDN Kawedusan 1, Kecamatan Plosoklaten.</p>



<p>Di hari pertama sekolahnya, RR terlihat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru. RR sendiri, yang mengenakan seragam pemberian Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito, red) langsung mengikuti kegiatan belajar seperti kebanyakan siswa lain.</p>



<p>Wali Kelas 1, Fitri Nur&#8217;Aini, mengatakan bahwa RR (inisial, red) terbilang cepat dalam membaca meski sudah beberapa waktu tidak masuk sekolah. Begitu juga, dalam kemampuan untuk menulis.</p>



<p>Fitri menilai, tidak ada kendala yang dialami oleh bocah berusia 8 tahun tersebut. &#8220;RR masih bisa menulis walaupun masih sedikit kaku,&#8221; terang Fitri, Selasa (16/09/2025) tadi.</p>



<p>Bahkan, tidak perlu banyak waktu bagi RR, untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan kegiatan sekolah. Saat jam istirahat misalnya, RR langsung bermain bersama teman-teman yang baru dan juga menuju ke kantin bersama untuk hanya sekadar membeli jajanan.</p>



<p>Saat senam pagi, tambah Fitri, RR juga bersemangat dan ceria. Hal ini membuat dirinya sebagai wali kelas, tidak memiliki kendala sedikit pun untuk mendidik anak yang sekarang tinggal bersama tetangganya ini.</p>



<p>&#8220;Tanpa malu RR langsung bisa bersosialisasi (dengan siswa lain),&#8221; jelas Fitri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>RR sendiri saat ditanya, juga mengaku bersyukur bisa kembali bersekolah. Menurutnya, dengan kembali bersekolah dirinya bisa kembali melanjutkan kemampuan membaca dan menulisnya.</p>



<p>&#8220;Tadi diajari menulis, lumayan bisa,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Mas Dhito menemui RR di tempat tetangganya, Mujiastuti dan Siswanto. Pasangan suami istri tersebut, dititipi RR oleh sang ayah sejak 5 bulan yang lalu. Orang tua RR sendiri dikabarkan telah berpisah. Ayahnya menjadi driver truk, sedang ibunya berada di Bandung.</p>



<p>Mujiastuti dan Siswanto, pun mengaku terkendala untuk menyekolahkan RR, karena anak ini tak memiliki identitas akta kelahiran. Setelah mendengar kabar ini, Mas Dhito langsung ke lokasi, Senin (15/09/2025) kemarin. Mas Dhito kemudian memfasilitasi supaya RR dapat kembali bersekolah.</p>



<p>Saat bertemu, Mas Dhito saat itu juga mengajak RR berkomunikasi hingga diperoleh pengakuan bahwa anak tersebut dahulunya pernah sekolah dan duduk di kelas 1 SD. Namun, baru masuk dua pekan, anak ini tidak melanjutkan sekolah.</p>



<p>“Usianya 8 tahun, terakhir SD kelas 1. Karenanya, mulai besok sudah kita siapkan sekolah lagi di SD terdekat,” kata Mas Dhito. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226013</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
