<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keterbatasan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keterbatasan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 09:06:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keterbatasan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Keterbatasan Anggaran, DLH Kota Malang Andalkan CSR untuk Revitalisasi TPS</title>
		<link>https://memontum.com/keterbatasan-anggaran-dlh-kota-malang-andalkan-csr-untuk-revitalisasi-tps</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[andalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[keterbatasan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229402</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Malang sepertinya tidak semua tersentuh revitalisasi di tahun 2026. Itu karena, baru satu TPS yang dipastikan akan direvitalisasi melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Malang sepertinya tidak semua tersentuh revitalisasi di tahun 2026. Itu karena, baru satu TPS yang dipastikan akan direvitalisasi melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).</p>



<p>Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam perbaikan TPS. Sementara hingga saat ini, DLH baru mengantongi satu komitmen CSR dari pihak swasta.</p>



<p>“Kalau CSR, sejauh ini baru satu yang masuk, yaitu untuk perbaikan TPS di dekat Sardo, dekat Hotel Pelangi,” kata Raymond, Senin (12/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa bantuan CSR tersebut berasal dari salah satu hotel di Kota Malang dan diperuntukkan bagi revitalisasi TPS di kawasan Jalan Simpang Gajayana, Kecamatan Lowokwaru. Nilai bantuan sendiri, diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta dan direncanakan direalisasikan pada tahun 2026. Sementara besaran anggaran, menurutnya jumlah itu masih jauh dari kebutuhan ideal, mengingat banyaknya TPS yang memerlukan pembenahan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Masih banyak TPS yang perlu diperbaiki. Seperti TPS Jatimulyo, TPS Pandanwangi dan TPS Simpang Wilis. TPS Simpang Wilis kemarin sempat mendapat CSR, tapi pekerjaannya belum selesai, karena sudah berganti tahun,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, DLH juga masih mengupayakan perbaikan TPS di kawasan Bunulrejo, sementara TPS Mulyorejo disebut sudah rampung diperbaiki. Beberapa TPS di wilayah Kecamatan Lowokwaru, juga masuk dalam daftar prioritas karena membutuhkan atap penutup agar sampah tidak menimbulkan bau, terutama saat musim hujan.</p>



<p>&#8220;Termasuk juga TPS Gunung Muria, Kawasan Hutan Malabar juga telah diusulkan untuk diperbaiki. Tetapi karena belum ada anggaran, masih kami upayakan apakah bisa masuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau kemungkinan di 2027,” katanya.</p>



<p>Untuk mempercepat penanganan, DLH Kota Malang berencana lebih aktif melakukan pendekatan ke sektor swasta. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun proposal dan mendatangi perusahaan-perusahaan yang berpotensi memberikan dukungan CSR.</p>



<p>“Tahun kemarin konsentrasi kami menyelesaikan kegiatan yang sudah berjalan. Ini tahun baru, kami akan mulai lagi, mengajukan proposal ke perusahaan atau swasta yang kemungkinan bisa membantu,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229402</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkit dari Keterbatasan, Angga Jadi Striker Timnas Sepak Bola Amputasi dan Siap Berlaga di Bangladesh</title>
		<link>https://memontum.com/bangkit-dari-keterbatasan-angga-jadi-striker-timnas-sepak-bola-amputasi-dan-siap-berlaga-di-bangladesh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[amputasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[berlaga]]></category>
		<category><![CDATA[keterbatasan,]]></category>
		<category><![CDATA[striker]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217518</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah satu pemain Sepak Bola Amputasi dari Kota Malang, Moch Angga Rifanto, tidak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi bagian dari pemain Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Amputasi Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat ini, juga akan berlaga di Bangladesh dalam Piala Asia. Pria asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ini sebelum terjun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu pemain Sepak Bola Amputasi dari Kota Malang, Moch Angga Rifanto, tidak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi bagian dari pemain Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Amputasi Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat ini, juga akan berlaga di Bangladesh dalam Piala Asia.</p>



<p>Pria asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ini sebelum terjun ke dunia Sepak Bola Amputasi, hanya bekerja sebagai pengukir kayu. Walaupun hanya lulusan SMP, dirinya sangat bangga dengan pencapaiannya saat ini.</p>



<p>&#8220;Saya tidak menyangka bisa di tahap seperti ini, soalnya baru pertama kali merasakan ini. Apalagi, juga banyak anak baru di sini. Tetapi, alhamdulillah bangga,&#8221; kata Angga, saat ditemui, Jumat (13/12/2024) tadi.</p>



<p>Angga sendiri mulai bermain sepak bola amputasi sejak Persatuan Sepak Bola Amputasi Malang Raya (Persama) dibentuk pada tahun 2022. Setahun kemudian, dirinya dipanggil bergabung ke tim nasional sebagai striker utama. Tentunya perjalanan tersebut juga penuh lika-liku.</p>



<p>&#8220;Waktu itu sempat mengalami cedera dan merasa tidak mungkin bisa masuk Timnas. Tapi ternyata setelah Piala Polresta, saya dipanggil. Ibu saya sampai menangis bahagia,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kecelakaan pada tahun 2016 silam, yang menyebabkan amputasi kaki dan tidak membuat Angga menyerah. Justru, dirinya menemukan semangat baru dalam sepak bola amputasi.</p>



<p>“Di klub ini, kami semua seperti keluarga. Latihan selalu dibuat menyenangkan, dan pelatih sangat baik,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai satu-satunya striker utama di Timnas, Angga mengaku tidak merasa terbebani. Semua yang dilakukan dibuat santai. Untuk saat ini dirinya tengah menjalani pemusatan latihan (TC) untuk Piala Asia di Januari 2025.</p>



<p>“Sudah menjalani TC sejak Agustus 2024 hingga Januari 2025 mendatang. Persiapannya latihan terus dan menjaga kesehatan. Persaingan di Timnas juga cukup ketat, terutama dengan pemain dari Jakarta,” ungkapnya.</p>



<p>Angga berharap, keikutsertaannya di Timnas dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda lain, khususnya di Kota Malang. “Saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Semua bisa dicapai kalau kita mau berusaha,” imbuh Angga. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217518</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
