<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keterbukaan informasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keterbukaan-informasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Dec 2018 17:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keterbukaan informasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jember Masuk 4 Besar dari 38 Kabupaten, &#8220;dari Bawah&#8221;, Lho Kok?</title>
		<link>https://memontum.com/jember-masuk-4-besar-dari-38-kabupaten-dari-bawah-lho-kok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 17:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[AJI Kota Jember]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[keterbukaan informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tertutupnya Informasi terkait pengelolaan anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) disinyalir penyebab terjadinya penyelewengan dana Hibah dan Bansos ternak di Jember. Demikian disampaikan wartawan Antara, Zumrotun Sholichah, salah-satu penulis buku Mengawasi dana hibah dan Bansos yang biasa disapa Zika, saat diskusi &#8220;Mengawal Dana Publik&#8221; yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tertutupnya Informasi terkait pengelolaan anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) disinyalir penyebab terjadinya penyelewengan dana Hibah dan Bansos ternak di Jember.</p>
<p>Demikian disampaikan wartawan Antara, Zumrotun Sholichah, salah-satu penulis buku Mengawasi dana hibah dan Bansos yang biasa disapa Zika, saat diskusi &#8220;Mengawal Dana Publik&#8221; yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember di Warung Ndalung , Jumat (28/12/2018) malam.</p>
<p>Sehingga Lanjut Zika Untuk mencari kelompok penerima bantuan dana hibah ini tidak mudah, seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Arjasa yang diketahui hingga menyeret Mantan Ketua DPRD dan Mantan Sekda Jember ke Rana Hukum</p>
<p>&#8220;Dari kepala Dusun hingga kepala Desa Setempat tidak mengetahui nama kelompok penerima dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) Tahun 2015 itu, &#8221; ujar Zika.</p>
<p>Hal itu dibenarkan Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur, Mahbub Junaidi, menurutnya tidak semua lembaga publik mentaati  Undang-undang Nomor 14 Tahun 2018.</p>
<p> “Dari 38 Kabupaten / Kota di Jawa Timur, hanya 10 yang menerapkan melalui Websitenya,“ katanya.</p>
<p>Yang masuk kategori A, sambung Mahbub hanya empat Kabupaten Yakni Bojonegoro, Madiun kota, Blitar dan Kabupaten Pacitan. </p>
<p>“Untuk Kabupaten Jember, jangankan soal anggaran, belanja rutin saja tidak ada, semenjak saya di KIP tahun 2014, Jember masuk urutan ke 5 besar dari bawah (urutan ke 33) dan tahun 2018 urutan ke 34, Jember masuk katagori E,&#8221; jlentrehnya. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70886</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
