<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kewaspadaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kewaspadaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 12:41:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kewaspadaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Perkuat Kewaspadaan Kasus Super Flu</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-perkuat-kewaspadaan-kasus-super-flu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan hingga kini belum ditemukan virus Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di Kota Malang. Meski begitu, upaya pemantauan dan kewaspadaan terus diperketat untuk mengantisipasi potensi penularan. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh layanan kesehatan yang ada. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan hingga kini belum ditemukan virus Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di Kota Malang. Meski begitu, upaya pemantauan dan kewaspadaan terus diperketat untuk mengantisipasi potensi penularan.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh layanan kesehatan yang ada. Mulai dari 16 Puskesmas, 33 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 642 Posyandu yang tersebar di 57 kelurahan. Termasuk, 29 rumah sakit dan sekitar 156 klinik yang dapat diakses masyarakat.</p>



<p>“Tenaga kesehatan sudah kami bekali informasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari mengenali gejala flu yang lebih berat hingga langkah pencegahan,” kata Husnul, Senin (05/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, Husnul juga menekankan agar masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan, antara lain menggunakan masker saat berada di kerumunan, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga asupan gizi seimbang, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan.</p>



<p>“Prinsipnya waspada, bukan takut. Kalau ada keluhan, segera ke faskes agar bisa ditangani sejak dini,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa kasus Super Flu telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mendeteksi dini, Kota Malang memiliki dua fasilitas sentinel. Pemantauan Influenza Like Illness (ILI) dilakukan di Puskesmas Dinoyo, sedangkan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan berat dipantau melalui RSUD Saiful Anwar.</p>



<p>“Kedua fasilitas tersebut secara rutin mengirimkan sampel pasien ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.</p>



<p>Saat ini, Dinkes Kota Malang juga tengah meminta rekapitulasi hasil pemeriksaan periode Juli hingga Desember 2025, guna memastikan ada atau tidaknya temuan virus H3N2 varian terbaru di daerah.</p>



<p>“Sampai sekarang belum ada laporan kasus suspek yang mengarah ke superflu. Tapi kami tetap menunggu hasil rekap dan koordinasi dengan BBLKM Surabaya,” lanjut Husnul.</p>



<p>Sebagai informasi, menurutnya Super Flu merupakan virus influenza A yang mengalami mutasi. Sehingga, memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa.</p>



<p>Secara medis, terdapat tiga tahapan penanganan, yakni suspek, probable, hingga konfirmasi yang hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Bahkan, mutasi virus ini dapat diperparah oleh cuaca ekstrem dan gaya hidup masyarakat yang mulai longgar terhadap protokol kesehatan.</p>



<p>“Gejalanya mirip flu, tapi lebih berat. Badan bisa terasa sangat lemah, nyeri hebat, sulit beraktivitas, serta muncul gangguan pernapasan akibat produksi lendir yang meningkat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musyarawah Besar FPRB, Wali Kota Probolinggo Tegaskan Kewaspadaan Resiko Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/musyarawah-besar-fprb-wali-kota-probolinggo-tegaskan-kewaspadaan-resiko-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[musyarawah]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228461</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Meskipun selama ini Kota Probolinggo relatif aman dari resiko bencana besar, namun Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menegaskan pentingnya kewaspadaan. Hal ini karena, Kota Probolinggo tetap berada di wilayah rawan bencana dan berpotensi terdampak cuaca ekstrem. “Kita patut bersyukur, karena tekanan cuaca di wilayah kita mampu dinetralisir oleh angin Gending. Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Meskipun selama ini Kota Probolinggo relatif aman dari resiko bencana besar, namun Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menegaskan pentingnya kewaspadaan. Hal ini karena, Kota Probolinggo tetap berada di wilayah rawan bencana dan berpotensi terdampak cuaca ekstrem.</p>



<p>“Kita patut bersyukur, karena tekanan cuaca di wilayah kita mampu dinetralisir oleh angin Gending. Ini adalah anugerah bagi Kota Probolinggo, namun bukan alasan untuk lengah. Mitigasi harus terus kita lakukan,” kata Wali Kota Aminuddin, dalam Musyawarah Besar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana serta memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dalam program pembangunan. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin juga mengajak seluruh komponen masyarakat, untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana melalui forum ini.</p>



<p>“Pencegahan adalah kata kunci dalam mengurangi dampak terhadap kesehatan, ekonomi dan aspek lainnya. Sinergi seluruh unsur yang ada akan melahirkan kolaborasi yang harmonis, tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Aminuddin turut menyinggung, Program Probolinggo Bersolek, yang menjadi visi dirinya bersama Wakil Wali Kota, Ina, untuk mewujudkan Kota Probolinggo bebas banjir melalui fokus perbaikan dan optimalisasi drainase. Termasuk, meningkatkan sarana prasarana, sosialisasi dan edukasi kebencanaan termasuk bagi dunia pendidikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Harapan saya, forum ini dapat membangun jaringan informasi mitigasi dan pencegahan agar Kota Probolinggo terhindar dari risiko bencana. Konsolidasi yang baik harus terus dilakukan, terutama karena kita adalah kota kecil yang perlu bergerak kompak,” tambahnya.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dirinya menegaskan, bahwa langkah-langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang tangguh bencana dan bebas banjir.</p>



<p>“Upaya pengurangan risiko bencana diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat, penguatan sinergi pentahelix dan optimalisasi koordinasi antar pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan FPRB, pelaksanaan pencegahan maupun penanganan bencana dapat berlangsung lebih efektif dan efisien,” ujarnya.</p>



<p>Melalui musyawarah besar ini, Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas tiap unsur pentahelix dan menjaga kesinambungan sinergi bersama provinsi dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini, diharapkan semakin memantapkan Kota Probolinggo sebagai kota yang aman, siap dan tangguh dalam menghadapi bencana di masa mendatang.</p>



<p>Pelaksanaan acara ini, juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, Sekjen FPRB Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda, asisten dan staf ahli, serta kepala OPD terkait. Sebanyak 60 peserta dari unsur dunia usaha, organisasi dan relawan masyarakat, akademisi, serta media massa turut berpartisipasi. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan kuatnya sinergi pentahelix dalam upaya mewujudkan kota yang lebih siap menghadapi risiko bencana. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228461</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Ingatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan untuk Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-ingatkan-kewaspadaan-dan-kesiapsiagaan-untuk-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227931</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap Gunung Semeru, terutama seiring penurunan jumlah pengungsi, seusai paska kejadian. Data terbaru di lokasi pengungsian mencatat, jumlah pengungsi berkurang dari sebelumnya sekitar 807 jiwa menjadi 346 jiwa, karena sebagian warga kembali ke rumah masing-masing, sementara status gunung tetap di Level IV (Awas). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap Gunung Semeru, terutama seiring penurunan jumlah pengungsi, seusai paska kejadian. Data terbaru di lokasi pengungsian mencatat, jumlah pengungsi berkurang dari sebelumnya sekitar 807 jiwa menjadi 346 jiwa, karena sebagian warga kembali ke rumah masing-masing, sementara status gunung tetap di Level IV (Awas).</p>



<p>“Penurunan jumlah pengungsi ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap informasi resmi dan pemantauan pemerintah. Namun, kewaspadaan harus tetap dijaga, karena potensi ancaman masih ada,” tegas Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, di lokasi terdampak Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Di Kecamatan Candipuro, semua titik pengungsian perpagi ini sudah nihil pengungsi. Lokasi sebelumnya termasuk Kantor Kecamatan Candipuro, serta Balai Desa Sumberwuluh, Penanggal, Jarit dan Sumbermujur. Pemerintah daerah terus memantau situasi untuk memastikan warga kembali dengan aman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara di Kecamatan Pronojiwo, pengungsi pagi ini hanya tersisa di SD Supiturang 4. Titik pengungsian lain, seperti Kantor Kecamatan, Masjid Supiturang, SD Pemukiman 3, Balai Desa Oro-Ombo dan SD Sumberurip 2, kini sudah kosong. Pemerintah tetap menyiapkan dukungan logistik dan layanan darurat untuk warga yang masih berada di lokasi.</p>



<p>Bunda Indah juga menekankan, pentingnya distribusi bantuan yang terarah melalui lokasi Distribusi Utama (DU) di Balai Desa Sumberurip, Pronojiwo dan UPK Kecamatan Candipuro. Sistem ini, untuk memastikan bantuan logistik sampai dengan cepat dan tepat sasaran kepada pengungsi yang masih membutuhkan.</p>



<p>Pemkab Lumajang menegaskan, bahwa kesiapsiagaan bencana adalah prioritas utama. Selain pemantauan harian terhadap Gunung Semeru, pemerintah terus memastikan komunikasi antar instansi berjalan lancar, informasi resmi tersampaikan ke masyarakat dan semua langkah penanganan dilakukan dengan cepat, tepat dan terukur, mengutamakan keselamatan warga.</p>



<p>“Keselamatan warga tetap menjadi fokus kami. Semua tindakan di lapangan diarahkan untuk memastikan setiap warga terlindungi, baik yang kembali ke rumah maupun yang masih mengungsi,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227931</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Lumajang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Cuaca Ektrem</title>
		<link>https://memontum.com/warga-lumajang-diimbau-tingkatkan-kewaspadaan-potensi-cuaca-ektrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[ektrem]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227247</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025.</p>



<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.</p>



<p>Beberapa wilayah yang masuk kategori rawan, antara lain Lumajang, Malang, Jember, Sidoarjo, Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, Sumenep, Kediri, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan dan Pamekasan. Taufiq Hermawan menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem ini muncul akibat gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, ditambah suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi ini, mendorong pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat.</p>



<p>“Penting bagi masyarakat untuk memahami fenomena ini bukan sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai sinyal bagi kita semua agar bersiap. Dengan informasi yang tepat, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan terjaga,” tegas Taufiq.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menekankan kesiapsiagaan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Kami telah menyiagakan pos pantau banjir dan longsor di titik-titik rawan. Petugas memantau sungai, tanggul dan tebing secara berkala. Masyarakat pun perlu aktif memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor bila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ujarnya, Kamis (30/10/2025) tadi.</p>



<p>Yudhi menambahkan, edukasi publik menjadi inti strategi antisipasi. “Memahami tanda-tanda alam, mengetahui jalur evakuasi dan menyiapkan kebutuhan darurat bukan sekadar persiapan, tapi investasi keselamatan. Semakin banyak warga yang sadar, semakin aman lingkungan kita,” tambahnya.</p>



<p>BMKG Juanda juga mengajak warga untuk memanfaatkan kanal resmi informasi cuaca Website radar cuaca WOFI, stamet-juanda.bmkg.go.id/radar. Peringatan dini 3 harian dan 2–3 jam ke depan, stamet-juanda.bmkg.go.id. Kemudian media sosial @infobmkgjuanda. Telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp layanan cepat tanggap di nomer 0895-8003-00011.</p>



<p>Dengan edukasi yang jelas dan tindakan antisipatif, masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga lebih memahami proses alam dan cara menjaga keselamatan diri serta lingkungan. “Cuaca ekstrem bisa menjadi pembelajaran bagi kita, menata lingkungan, memanfaatkan informasi, dan menyiapkan diri sejak dini. Kesadaran kolektif inilah yang membuat bencana bisa diminimalkan,” imbuh Yudhi.</p>



<p>Langkah antisipatif ini, diharapkan membuat masyarakat Jawa Timur, khususnya Lumajang, lebih siap, tanggap dan bijak dalam menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Stabilitas, Forkopimda Probolinggo Gelar Peningkatan Kewaspadaan Dini</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-stabilitas-forkopimda-probolinggo-gelar-peningkatan-kewaspadaan-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226028</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Pemerintahan Kota (Pemkot) Probolinggo, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, menggelar kegiatan peningkatan kewaspadaan dini masyarakat bersama Forkopimda, Selasa (16/09/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Pendapa Kecamatan Kademangan dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, itu dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintahan Kota (Pemkot) Probolinggo, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, menggelar kegiatan peningkatan kewaspadaan dini masyarakat bersama Forkopimda, Selasa (16/09/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Pendapa Kecamatan Kademangan dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, itu dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah.</p>



<p>Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dalam momen itu menekankan akan pentingnya kewaspadaan dini. Terlebih, setelah adanya sejumlah aksi penyampaian aspirasi yang berujung pengrusakan.</p>



<p>“Alhamdulillah, di Kota Probolinggo aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, dapat kita mediasi dan salurkan secara baik. Ini yang harus terus kita pertahankan,” kata Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Dirinya juga mengingatkan, bahwa situasi kondusif bukan berarti membuat semua pihak lengah. Menurutnya, gelombang aspirasi dari generasi muda yang merasa belum tersampaikan secara baik, harus dikelola secara bijak.</p>



<p>“Kita tidak boleh alergi, karena mereka adalah bagian dari proses menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Wali Kota juga menyebut, bahwa ada empat potensi besar di Indonesia, dalam menyongsong masa depan. Yaitu jumlah penduduk, luas wilayah, kekayaan sumber daya alam dan keamanan wilayah. Keamanan inilah yang menjadi kunci utama agar potensi lainnya bisa berkembang maksimal.</p>



<p>Pemerintah Kota Probolinggo pun berkomitmen, akan terus memperkuat sistem deteksi dini melalui berbagai langkah, mulai dari pemberdayaan RT/RW, peningkatan insentif linmas, hingga pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi. “Mulai tahun 2026, RT dan RW akan menerima insentif Rp 1 juta. Linmas akan mendapat BPJS Ketenagakerjaan dan santunan kematian. Honor Linmas juga akan kita naikkan 100 persen,” ungkap Wali Kota.</p>



<p>Pemkot juga telah bekerja sama dengan Polres Probolinggo Kota, untuk menyediakan 200 unit motor bagi Polisi RW, serta merencanakan pemasangan CCTV secara menyeluruh di tahun 2027. “Dengan sistem pemantauan 24 jam, kita bisa mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Aries Rachmanto, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow Bakesbangpol ke berbagai kecamatan. Tujuannya, adalah mendeteksi dan mencegah secara dini berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu ketertiban umum. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226028</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggapi SE Kewaspadaan Lonjakan Covid-19, Wali Kota Wahyu Imbau Warga untuk Tak Panik</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-se-kewaspadaan-lonjakan-covid-19-wali-kota-wahyu-imbau-warga-untuk-tak-panik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 05:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan lonjakan Covid-19. Sebab, di beberapa kawasan Asia, mulai dari Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura, telah menunjukkan peningkatan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespon kondisi itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, SE tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan lonjakan Covid-19. Sebab, di beberapa kawasan Asia, mulai dari Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura, telah menunjukkan peningkatan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespon kondisi itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, SE tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan, melainkan sebagai langkah antisipatif.</p>



<p>&#8220;Langkah-langkah selanjutnya harus kita koordinasikan untuk menjabarkan dan mengimplementasikan SE dari Kemenkes. Jangan sampai menimbulkan kepanikan atau kecemasan di masyarakat. Kita harus bersikap bijak dan memberikan pemahaman yang tepat,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (02/06/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa virus yang saat ini diwaspadai bukanlah Covid-19, seperti pada masa pandemi lalu. Namun, Kemenkes tetap menyarankan langkah-langkah pencegahan. Itu dilakukan, guna mencegah penyebaran penyakit yang memiliki gejala serupa.</p>



<p>&#8220;Ini memang dikhawatirkan seperti Covid, padahal bukan. Virusnya berbeda dan lebih aman. Tapi tetap ada upaya pencegahan agar tidak menyebar, itu yang harus kita lakukan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menekankan, bahwa penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) tetap menjadi anjuran, terutama bagi masyarakat yang mengalami gejala. Selain itu, petugas kesehatan juga telah menggunakan masker khusus saat menangani pasien dengan gejala tersebut.</p>



<p>&#8220;Yang sudah mengalami gejala diminta memakai masker. Tenaga kesehatan juga harus pakai masker khusus karena mereka bersentuhan langsung dengan pasien. Itu saja langkah-langkahnya,&#8221; tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu dilakukan. Dengan memakai handsanitizer, cuci tangan dan menggunakan masker saat di tempat-tempat umum.</p>



<p>&#8220;Kemudian kalau merasa sakit, sebaiknya itu menghindar biar tidak menulari ke orang lain. Imunitasnya kita juga harus ditingkatkan. Sebanyak apapun virus yang beredar kalau imunitas kita kuat, tidak tertular di sana. Minum vitamin, istirahat cukup dan makan bergizi,&#8221; ujar Meifta.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, apabila ada masalah kesehatan disarankan untuk segera menuju Puskesmas atau klinik. Apalagi, layanan Rumah Sakit di Kota Malang menurutnya sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) dan semua warga sudah tercover oleh BPJS Kesehatan.</p>



<p>&#8220;Jadi tidak ada alasan untuk kita melakukan cek kesehatan pada diri kita sendiri dan cakupan vaksinasi dosis pertama serta kedua di Kota Malang juga sudah lebih dari 100 persen. Insyaallah imunitasnya baik. Untuk penyebaran dan penularan insyaallah tidak, cuma memang ada SE kewaspadaan saja,&#8221; imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-imbau-masyarakat-tingkatkan-kewaspadaan-hadapi-potensi-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222260</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyikapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Lumajang, pada periode 18 hingga 27 Mei 2025. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah telah bersiaga dan siap merespons cepat berbagai kemungkinan. “Kami telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyikapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Lumajang, pada periode 18 hingga 27 Mei 2025.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah telah bersiaga dan siap merespons cepat berbagai kemungkinan. “Kami telah berkoordinasi erat dengan BPBD dan seluruh pihak terkait. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan keselamatan warga. Tetaplah tenang, saling mengingatkan. Mari kita hadapi ini dengan kebersamaan,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Rabu (21/05/2025) tadi.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengingatkan warga, agar untuk sementara menghindari daerah rawan longsor. Termasuk, tidak memaksakan perjalanan saat hujan lebat, serta segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika terjadi situasi darurat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Cuaca ekstrem bukan hal baru bagi kita. Yang penting adalah kesiapsiagaan, ketenangan, dan saling menjaga. Dengan doa dan gotong royong, kita bisa melewati ini bersama,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resminya menyampaikan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat berdampak pada kondisi lingkungan. Meski begitu, BMKG menekankan bahwa ini merupakan peringatan dini agar masyarakat lebih siap dan tidak perlu panik.</p>



<p>Fenomena cuaca ini, menurut BMKG, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti pola angin dan aktivitas gelombang atmosfer yang memperkuat pembentukan awan hujan. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan cuaca dari sumber-sumber resmi dan menghindari informasi yang tidak terpercaya.</p>



<p>Informasi resmi BMKG dapat diakses melalui situs www.stamet-juanda.bmkg.go.id, media sosial @infobmkgjuanda, serta WhatsApp layanan BMKG Juanda di 0895 8003 00011. Dengan informasi yang akurat dan semangat kebersamaan, masyarakat Lumajang diharapkan dapat menjalani masa ini dengan rasa aman dan penuh optimisme. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222260</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wilayah Trenggalek Terdampak Bencana, Bupati Arifin Ingatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://memontum.com/wilayah-trenggalek-terdampak-bencana-bupati-arifin-ingatkan-kewaspadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan himbauan kepada masyarakat dalam rangka mengantisipasi kerawanan bencana alam. Seperti diketahui, jika saat ini intensitas hujan cukup tinggi, sehingga mengakibatkan bencana alam di Kota Keripik Tempe. Saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Panggul, Bupati Arifin meminta masyarakat untuk berhati-hati dan lebih meningkatkan kewaspadaan. Utamanya, bagi masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan himbauan kepada masyarakat dalam rangka mengantisipasi kerawanan bencana alam. Seperti diketahui, jika saat ini intensitas hujan cukup tinggi, sehingga mengakibatkan bencana alam di Kota Keripik Tempe.</p>



<p>Saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Panggul, Bupati Arifin meminta masyarakat untuk berhati-hati dan lebih meningkatkan kewaspadaan. Utamanya, bagi masyarakat yang tinggal di lereng-lereng perbukitan. Kemiringan serta kontur tanah di Kabupaten Trenggalek menjadikan kerawanan terhadap longsor dan tanah gerak di musim penghujan. Untuk itu, menurutnya kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Curah hujan yang tinggi ini, saya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati. Khususnya yang berada di daerah lereng ya. Kemudian untuk jangka panjang, dikawasan hutan jangan lagi ada perubahan pemanfaatan,&#8221; kata Bupati Trenggalek, saat dikonfirmasi Rabu (04/12/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, jika daerah tersebut masuk kawasan hutan. Sehingga, setidaknya ditanami tanaman yang produktif. Jadi tidak, perlu dirubah menjadi lahan tegalan pangan. Apalagi jika dikeruk dan diambil batu dan lain sebagainya tentu itu lebih ilegal.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita mengecek beberapa lokasi. Kemarin juga dinas teknis sudah mengecek langsung. Yang terpenting sekarang, warga-warga yang terdampak dipastikan kita kolaborasi pendanaannya hanya untuk meringankan teknis,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, infrastruktur-infrastruktur yang terdampak ini perlu cost (anggaran) yang nggak sedikit. Jadi Pemerintah Daerah harus putar otak bagaimana percepatan pemulihan infrastruktur tersebut.</p>



<p>&#8220;Yang tahun-tahun kemarin saja kita masih punya beberapa PR. Sembari melihat kondisi yang begini, nanti saya bisa menugaskan atau kita mencari sumber pembiayaan untuk membiayai defisit sekian banyaknya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ibaratnya, sambung suami Novita Hardiny ini, membangun yang belum terbangun saja, finansialnya cukup sulit. Lebih-lebih yang sudah terbangun. &#8220;Jika seperti ini, jalannya masih bagus, terus terkena longsor inikan ibaratnya kerja dua kali. Bahasa Jawanya mindon gaweni,&#8221; tegas Mas Ipin.</p>



<p>Sementara itu, Camat Panggul, Darmujiadi menambahkan ini kejadian beruntun tersebut karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi setelah Pilkada. Kebetulan, setelah Pilkada selesai kejadiannya.</p>



<p>&#8220;Mulai tanggal 27 atau 28 November hingga tanggal 1 Desember, intensitas curah hujan cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan beberapa kejadian bencana. Beberapa titik mengalami tanah longsor, banjir dan juga pergeseran abrasi sungai,&#8221; paparnya</p>



<p>Selain melakukan peninjauan dan pendataan, bupati muda itu juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak. Kemudian juga membagikan buku tulis kepada siswa-siswa di SD terdampak longsor di Kecamatan Panggul. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Rilis Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://memontum.com/respon-rilis-cuaca-ekstrem-bpbd-lumajang-minta-masyarakat-tingkatkan-kewaspadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, merilis kewaspadaan cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Mensikapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. &#8220;Kami mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, merilis kewaspadaan cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Mensikapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan,&#8221; kata Yudhi Cahyono, Sabtu (16/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Lumajang, dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung serta hujan es pada periode 16 hingga 22 November 2024.</p>



<p>&#8220;Wilayah dengan topografi curam, bergunung dan tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Sementara untuk masyarakat, disilakan menghubungi call center Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang bila terjadi dampak melalui 081234570077,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website <a href="https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/mcrc.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/mcrc.html</a> dan informasi peringatan dini melalui website. juanda.bmkg.go.id. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216558</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
