<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>keynote &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/keynote/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jul 2025 14:30:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>keynote &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jadi Keynote Speech Malang BI Youth Tiful Festival 2025, Wali Kota Malang Dorong Pertumbuhan UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-keynote-speech-malang-bi-youth-tiful-festival-2025-wali-kota-malang-dorong-pertumbuhan-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[keynote]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[speech]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi keynote speech dalam kegiatan Malang BI Youth Tiful Festival 2025, yang digelar di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menggandeng puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah, seperti Malang Raya hingga Pasuruan dan Probolinggo. Dalam sambutannya, Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi keynote speech dalam kegiatan Malang BI Youth Tiful Festival 2025, yang digelar di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menggandeng puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah, seperti Malang Raya hingga Pasuruan dan Probolinggo.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa Kota Malang memiliki posisi yang strategis untuk memperkuat jejaring usaha dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dari pelaku UMKM. “Semoga Kota Malang menjadi tempat strategis dalam memperluas jaringan usaha dan mendorong inovasi yang mampu mengangkat potensi UMKM lokal,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap UMKM bukan sekadar seremonial. Sebab, perhatian terhadap sektor ini sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah. Termasuk, dalam hal promosi UMKM melalui berbagai strategi, salah satunya melalui penguatan sektor pariwisata.</p>



<p>“Event hari ini adalah salah satu bentuk nyata. Kita ingin menjadikan Kota Malang sebagai tempat unggulan bagi berbagai produk UMKM, yang pada akhirnya menguatkan ekosistem daya saing mereka,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang juga telah menghadirkan kebijakan yang mendukung pelaku UMKM. Salah satunya, melalui program Kamis Mbois, yang mewajibkan penggunaan produk UMKM lokal dalam kegiatan pemerintahan.</p>



<p>“Ini adalah bentuk perhatian nyata dari Pemkot Malang. Kami berkomitmen menumbuhkan ekosistem UMKM melalui aspek kebijakan, pembinaan, pembiayaan, hingga digitalisasi,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya pertumbuhan UMKM juga membutuhkan sinergi dari seluruh pihak. Karena itu, Wahyu mengajak seluruh stakeholder lintas daerah untuk terus menjalin kolaborasi regional berbasis potensi lokal.</p>



<p>&#8220;Ini bukan hanya semangat Kota Malang, tetapi semangat lintas daerah. Mari manfaatkan potensi bersama untuk menjadikan momen ini sebagai awal perubahan besar bagi pertumbuhan UMKM,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Generasi Emas 2045, Pj Wali Kota Wahyu Jadi Keynote Speaker Pembinaan Keterampilan Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-generasi-emas-2045-pj-wali-kota-wahyu-jadi-keynote-speaker-pembinaan-keterampilan-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan]]></category>
		<category><![CDATA[keynote]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[speaker]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 375 pemuda di Kota Malang, mengikuti gelaran sosialisasi pembinaan keterampilan wirausaha yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), Senin (26/02/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang didapuk menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan sosialisasi itu, menyampaikan bahwa keterampilan wirausaha bagi generasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 375 pemuda di Kota Malang, mengikuti gelaran sosialisasi pembinaan keterampilan wirausaha yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), Senin (26/02/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang didapuk menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan sosialisasi itu, menyampaikan bahwa keterampilan wirausaha bagi generasi muda tersebut sangat dibutuhkan. Apalagi, hal itu juga untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>



<p>“Jadi ini sebagai bentuk usulan dari Musrenbang Tematik dan dari Pokir. Yang kemudian difasilitasi oleh Disporapar untuk bisa melaksanakan terkait dengan kewirausahaan. Untuk wirausaha ini ada dua, terkait enterpreneur dan konten kreator. Dua ini memang yang saat ini sedang digemari oleh pemuda saat ini,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa ada empat peran penting bagi kewirausahaan. Diantaranya, menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan produktivitas. &#8220;Tentunya kami Pemkot Malang akan terus berkomitmen untuk menguatkan ekosistem tumbuh kembang wirausaha tersebut. Kemudian dukungan infrastruktur juga kami berikan dan dukungan pemasaran. Terutama di Kota Malang saat ini juga sudah ada Gedung Malang Creative Center (MCC) sebagai wadah para pemuda,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diberikan tersebut, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar para pemuda di Kota Malang, nantinya dapat meningkatkan kualitasnya. Baik sebagai enterpreneur, maupun sebagai konten kreator. Termasuk juga bagi para penyandang disabilitas.</p>



<p>“Tentu kita tidak akan membeda-bedakan, semua punya kesempatan yang sama. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini kita akan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mereka semua,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa usai dilakukan sosialisasi dan pelatihan tersebut, nanti juga akan diberikan pendampingan ke depannya. Sehingga, akan terus dilakukan pemantauan dan evaluasi.</p>



<p>“Dari yang sudah terdaftar ini masuk ke bank data kami dan nanti akan kami lakukan pemantauan, evaluasi, monitoring dan terus kita pantau mereka. Termasuk juga yang sudah terjun ke masyarakat. Sehingga tidak hanya terputus di sini saja dan nanti ada lanjutan program untuk meningkatkan terus ke depannya,” jelas Baihaqi.</p>



<p>Dalam hal ini menurut Baihaqi, antusiasme para pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut sangat luar biasa, kreatif dan penuh semangat. Sehingga peserta hanya tinggal diarahkan untuk lebih meningkatkan kompetensi di bidang kreatifitasnya.</p>



<p>“Semangatnya luar biasa, bukti dari kehadiran saja hampir 100 persen. Itu sebagai indikator mereka punya semangat luar biasa terjun di dunia usaha. Ini adalah peluang luar biasa yang kita manfaatkan karena di era digital kan kreativitas, inovasi ditantang untuk berkiprah lebih baik lagi,” imbuh Baihaqi.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206857</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Sandiaga Jadi Keynote Workshop Kata Kreatif Probolinggo dan Menang Challenge Rujak Erok-erok</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-sandiaga-jadi-keynote-workshop-kata-kreatif-probolinggo-dan-menang-challenge-rujak-erok-erok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[erok-erok]]></category>
		<category><![CDATA[keynote]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195674</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Posisinya yang strategis, menjadi alasan dipilihnya Kota Probolinggo sebagai lokasi Workshop Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan nara sumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno. Mas Menteri-sapaan akrabnya, itu mengungkapkan jika Kota Probolinggo merupakan gerbang menuju destinasi wisata prioritas. Hal tersebut, diungkapnya dalam workshop &#8216;Kata&#8217; kreatif. Yaitu, pengembangan kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Posisinya yang strategis, menjadi alasan dipilihnya Kota Probolinggo sebagai lokasi Workshop Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan nara sumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno. Mas Menteri-sapaan akrabnya, itu mengungkapkan jika Kota Probolinggo merupakan gerbang menuju destinasi wisata prioritas.</p>



<p>Hal tersebut, diungkapnya dalam workshop &#8216;Kata&#8217; kreatif. Yaitu, pengembangan kabupaten atau kota (Kata) kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Sabtu (12/08/2023) tadi. &#8220;Bromo, Tengger, Semeru. Oleh karena itu, kita bidik workshop ini untuk menyiapkan dari segi ekosistem agar Kota Probolinggo menjadi gerbang untuk menuju destinasi prioritas dunia tersebut,” jelas pria berdarah Gorontalo dan Jawa ini.</p>



<p>Melalui acara ini, Kemenparekraf berharap dapat menggali, memanfaatkan dan menumbuhkembangkan ekonomi kreatif unggulan daerah. Serta, membangun kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Sehingga, tercipta ekosistem pengembangan kabupaten atau kota kreatif yang kondusif.</p>



<p>Di depan 146 peserta, Mas Menteri yang memiliki latar belakang sebagi pelaku UMKM dari Kota dan Kabupaten Probolinggo, menjelaskan beberapa tips. Ada 3si yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi yang harus dimiliki peserta.</p>



<p>&#8220;Kita harus mempunyai 3si, kalau ingin produk kita semakin maju dan dikenal oleh masyarakat. Jangan lupa untuk membingkainya dengan 3G,” jelasnya.</p>



<p>Di sini, paparnya, 3G yang dimaksud ialah Gercep (gerak cepat), Gema (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua untuk ciptakan lapangan kerja). Selain itu, dirinya juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk membuat satu acara khusus setiap bulannya agar dapat menggerakkan perputaran ekonomi daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, mewakili Wali Kota Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo, Retno Fadjar Winarti, hadir dalam kegiatan ini. Dirinya membacakan laporan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin.</p>



<p>“Kami memiliki harapan besar dengan kehadiran Bapak Menteri dan tim, mudah-mudahan dapat memberikan pengetahuan baru bagi warga Kota Probolinggo. Khususnya para pengusaha atau entrepeneur yang hadir pada hari ini. Sehingga, agar dapat mengembangkan usahanya dengan cara-cara yang baru, adaptif terhadap teknologi dan tentunya lebih kreatif. Harapannya, pengetahuan baru tersebut dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya sehingga berdampak pula pada perkembangan ekonomi di Kota Probolinggo menjadi lebih maju,” kata Retno.</p>



<p>Diketahui, Sandiaga Uno telah tiba malam sebelumnya dan menginap di Kota Probolinggo. Sabtu paginya, Mas Menteri berkeliling ke Alun-Alun Kota Probolinggo dan menyapa pelaku UMKM di Pasar Sabtu-Minggu.</p>



<p>“Keren banget ya, saya bertemu para pelaku UMKM. Dan ini ya, ada destinasi Gereja Merah. Itu cagar budaya luar biasa. Saya ke Museum Probolinggo. Jadi ada beberapa destinasi yang kami kunjungi dan saya optimis masyarakat di sini adalah masyarakat yang kreatif, dan UMKM akan menjadi lokomotif untuk menggerakkan ekonomi kita,” ungkap Mas Menteri.</p>



<p>Tidak hanya memberikan workshop, di acara yang sama, mantan Wagub DKI Jakarta itu turut ditantang untuk membuat Rujak Erok-erok, salah satu makanan khas di Kota Probolinggo. Tidak disangka, Rujak Erok-erok dibuat oleh Mas Menteri dan salah satu peserta workshop dan berhasil menang. Rujak buatannya itu, mengalahkan rujak racikan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Susiati.</p>



<p>“Ini creative challenge,” selorohnya, yang disambut gelak undangan yang hadir.</p>



<p>Meski baru pertama kali, namun Mas Menteri piawai mengulek rujak berbahan dasar petis ikan tersebut. Ditanya tentang makanan khas Kota Mangga tersebut, Mas Menteri langsung menjawab sangat enak. “Rasanya pedes, tapi ada manisnya dan tadi buatan saya menanglah. Tadi menang karena komentarnya ada pedasnya, ada manisnya dan ada crunchynya juga,” tambahnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195674</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
