<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Khas Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/khas-lumajang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2020 10:58:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Khas Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tari Uling Hutan Bambu Lumajang Kearifan Lokal Perlu Dilestarikan</title>
		<link>https://memontum.com/tari-uling-hutan-bambu-lumajang-kearifan-lokal-perlu-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 10:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Uling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121216-tari-uling-hutan-bambu-lumajang-kearifan-lokal-perlu-dilestarikan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sejumlah anak sekolah dasar yang tergabung dalam Sanggar Seni Villa Dancer sedang memperagakan Seni Tari Uling Hutan Bambu. Tarian ini untuk membawa pengaruh positif terhadap perkembangan budaya, dan menginformasikan tentang cerita sejarah Ikan Uling berukuran besar yang ada di sumber mata air destinasi Wisata Hutan Bambu. Pimpinan Sanggar Seni Villa Dancer Tutik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sejumlah anak sekolah dasar yang tergabung dalam Sanggar Seni Villa Dancer sedang memperagakan Seni Tari Uling Hutan Bambu. Tarian ini untuk membawa pengaruh positif terhadap perkembangan budaya, dan menginformasikan tentang cerita sejarah Ikan Uling berukuran besar yang ada di sumber mata air destinasi Wisata Hutan Bambu.</p>
<p>Pimpinan Sanggar Seni Villa Dancer Tutik Pusparini, S.Pd., S.Sn, Selasa (11/8/2020) mengatakan, Tari Uling merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang saat ini dikembangkan oleh Sanggar Seni Villa Dancer.</p>
<p>“Saat ini, kami sedang mengembangkan Tarian Uling untuk bisa dikenalkan kepada generasi muda tentang cerita sejarah Ikan Uling berukuran besar penghuni sumber mata air di wisata Hutan Bambu,” terangnya</p>
<p>Dijelaskannya, dengan mengembangkan kesenian yang mempunyai nilai cerita sejarah, dapat memberikan informasi kepada generasi muda agar tidak melupakan tentang adat istiadat atau kearifan lokal, sekaligus dapat memfilter budaya asing yang sangat cepat dan sangat mudah masuk dalam sisi kehidupan.</p>
<p>&#8220;Saya mendirikan sanggar ini sudah 10 tahun, dan Minggu (9/8/2020) kemarin kami memperingati ulang tahun yang ke-10, yang kebetulan ditempatkan di Destinasi Wisata Alam Hutan Bambu Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro,” ujar Tutik.</p>
<p>Ia mengungkapkan, bahwa agar Tari Uling semakin disukai dan dikenal banyak orang, dukungan dari pemerintah menjadi kunci utama seni tradisional untuk tetap bertahan, dan semakin diminati oleh masyarakat umum maupun pelaku seni.</p>
<p>Selain dukungan pemerintah, Tutik juga berharap agar masyarakat luas khususnya orang tua, bersedia memperkenalkan budaya tradisional kepada anak-anak, karena dengan mengenalkan sejak dini kesenian tradisional pada anak, maka akan dapat menjadi fondasi yang kuat dari orang tua untuk mengajarkan anaknya mencintai seni budaya tanah air.</p>
<p>Menurut dia, dengan banyaknya kegiatan atau acara yang menghadirkan seni tradisional diyakini akan semakin memperkokoh posisi tarian khas daerah.</p>
<p>“Selama ini selain Tari Uling, kami telah menciptakan dan mengajarkan jenis tarian yang memiliki nilai sejarah Kabupaten Lumajang diantaranya, Tari Gunung Wayang, Tari Candi Gedong Putri. Dan, saat ini kami juga melatih Seni Karawitan kepada pelajar yang tergabung dalam kelompok Karawitan &#8216;Puspa Ning Budoyo&#8217;,&#8221; pungkasnya.<strong>(adi/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121216</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Akan Pasarkan Kopi Khas Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-akan-pasarkan-kopi-khas-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 03:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100889-pemkab-lumajang-akan-pasarkan-kopi-khas-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Tak heran, Kopi ini banyak diminati oleh masyarakat sebagai kegiatan nongkrong dalam sehari &#8211; harinya. Dalam acara yang bertajuk Ngombe Kopi (NGOKOP) Bareng Sewu Gelas, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., mengatakan akan terus berupaya untuk memaksimalkan produksi kopi dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Tak heran, Kopi ini banyak diminati oleh masyarakat sebagai kegiatan nongkrong dalam sehari &#8211; harinya.</p>
<p>Dalam acara yang bertajuk Ngombe Kopi (NGOKOP) Bareng Sewu Gelas, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., mengatakan akan terus berupaya untuk memaksimalkan produksi kopi dengan memasarkan kopi khas Lumajang dengan berbagai program, salah satunya seperti intervensi kemasan bubuk kopi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100865" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Saya dan Bunda Indah terus akan mencari pasar kopi yang sekiranya kopi Lumajang mendapatkan pasar yang benar, sehingga para petani kopi semakin produktif dan semakin meningkatkan kualitas produksinya,&#8221; kata bupati saat membuka acara, di Lapangan Kecamatan Pasrujambe, Sabtu (30/11/19).</p>
<p>Sejumlah 18 stand yang terdiri dari para kelompok tani, PKK serta berbagai komunitas lainnya, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Beragam kopi jenis Robusta, Exselsa /kopi nangka serta berbagai produk &#8211; produk UMKM khas Daerah Pasrujambe telah dihidangkan dimasing masing stand tersebut</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Thoriq itu menilai, bahwa masyarakat Pasrujambe konsisten dalam memproduksi kopi, sehingga memunculkan farian kopi organik, seperti kopi jenis Robusta dan Exselsa.</p>
<p>Oleh karena itu, Pemkab Lumajang akan menjadikan kegiatan itu sebagai agenda tahunan di Kabupaten Lumajang. &#8220;Tahun depan, saya berkeinginan acara ini akan kami ambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang,&#8221; katanya.</p>
<p>Cak Thoriq berharap, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ngopi bareng, namun juga harus memunculkan produksi &#8211; produksi kopi yang berkualitas.</p>
<p>Sementara Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menambahkan, bahwa selain ngopi bareng, kegiatan itu juga mengandung arti menjalin kerukunan antara warga masyarakat.</p>
<p>&#8220;Jadi ini tidak hanya sekedar ngopi bareng tetapi juga saling menjaga kerukunan antara satu sama lain,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Camat Pasrujambe, Dian Nurwisudah Kurniawan Jadi Pamujo, S.Psi., mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kopi khas Pasrujambe agar dapat lebih dikenali, baik di dalam maupun luar Kabupaten Lumajang.</p>
<p>&#8220;Lumajang punya ikon sendiri untuk kopi organik, Pasru ini terluas. Kurang lebih 170 hektar data terakhir dari Dinas Pertanian, jadi kita unggul untuk kopi organik,&#8221; ujarnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100889</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
