<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>khoziny &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/khoziny/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2025 09:43:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>khoziny &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alami Trauma Berat, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Dampingi Korban Ponpes Al Khoziny</title>
		<link>https://memontum.com/alami-trauma-berat-dinsos-p3ap2kb-kota-malang-dampingi-korban-ponpes-al-khoziny</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang, telah memberikan bantuan pendampingan psikologis pada korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Dari hasil pendataan, terdapat tiga korban yang membutuhkan pendampingan. Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa ketiganya itu berdomisili di Kecamatan Kedungkandang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang, telah memberikan bantuan pendampingan psikologis pada korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Dari hasil pendataan, terdapat tiga korban yang membutuhkan pendampingan.</p>



<p>Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa ketiganya itu berdomisili di Kecamatan Kedungkandang. Namun, dua diantaranya itu tidak memerlukan pendampingan khusus, hanya satu korban saja yang masih mengalami trauma berat.</p>



<p>&#8220;Jadi yang atas nama Nanang dan Muhammad, itu tidak memerlukan pendampingan khusus. Yang perlu pendampingan khusus ada 1 anak, siswa kelas 1 SMP. Itu traumanya lumayan. Karena saat kejadian itu, anak ini berada di shaf ke lima sedangkan teman-temannya yang sekamar berada di shaf belakang. Sejak itu, dia mengalami trauma dan tidak berani tidur atau pergi sendiri,&#8221; jelas Donny, Rabu (08/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pendampingan itu sudah dilakukan sejak Selasa (07/10/2025) kemarin. Menurutnya, juga tidak ada korban yang mengalami luka fisik berat. Terkait keberlanjutan pendidikan para korban di Ponpes yang sama, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apa pun.</p>



<p>“Kami masih menunggu kabar dari pihak Ponpes. Dua korban yang sudah kelas 3 SMP kemungkinan tetap melanjutkan. Sedangkan yang kelas 1 SMP masih menunggu keputusan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Donny juga menyebut, bahwa siswa kelas 1 SMP tersebut tercatat sebagai penerima manfaat desil 1. Apabila, tidak kembali ke Ponpes, menurutnya masih ada kemungkinan anak tersebut bisa masuk ke Sekolah Rakyat (SR), namun tentunya dengan pengawasan langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos).</p>



<p>&#8220;Ya bisa jadi masuk SR. Karena semua korban ini kan juga dipantau oleh Kemensos,&#8221; imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Operasi Pencarian Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, Korban Meninggal 67 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/operasi-pencarian-korban-runtuhnya-bangunan-ponpes-al-khoziny-resmi-ditutup-korban-meninggal-67-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[runtuhnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226569</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Operasi SAR Gabungan runtuhnya Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khozini, Budhuran, Kabupaten Sidoarjo, resmi ditutup pada hari kesembilan, Selasa (07/10/2025) tadi. Operasi ini ditutup langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam apel penutupan yang dihadiri seluruh unsur yang terlibat dalam sembilan hari operasi SAR Hadir juga dalam apel penutupan ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Operasi SAR Gabungan runtuhnya Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khozini, Budhuran, Kabupaten Sidoarjo, resmi ditutup pada hari kesembilan, Selasa (07/10/2025) tadi. Operasi ini ditutup langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam apel penutupan yang dihadiri seluruh unsur yang terlibat dalam sembilan hari operasi SAR</p>



<p>Hadir juga dalam apel penutupan ini, Sekda Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Direktur DSDD BNPB, Agus Rianto, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Czi Shobirin Setio Utomo. Termasuk, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Forkopimda Sidoarjo, perwakilan Ponpes Al Khoziny, serta jajaran pimpinan tinggi Basarnas.</p>



<p>Penutupan operasi SAR ini, diputuskan setelah tidak ada lagi korban yang ditemukan setelah penemuan korban terakhir pada Senin (06/10/2025) pukul 21.03 kemarin. Pembongkaran material reruntuhan demi pencarian korban, juga telah mencapai 100 persen.</p>



<p>“Atas dasar Undang Undang serta pertimbangan dan masukan dari semua pihak maka saya Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan selaku Search Coordinator, pada hari ini, Selasa 7 Oktober 2025, dengan ini menyatakan operasi SAR kondisi membahayakan manusia bangunan runtuh atau collapse structure Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo ditutup,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada tahap akhir pencarian, Tim SAR melakukan pengecekan ulang dan memastikan lagi tidak ada tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR sendiri, ditutup dengan data korban terakhir dalam kejadian ini tercatat ada 171 orang korban.</p>



<p>Dengan rincian, 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, diantaranya termasuk 8 body part yang ditemukan. Seluruh jenazah korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi reruntuhan, juga telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Timur untuk dilakukan proses identifikasi.</p>



<p>Dalam apel penutupan ini, Kabasarnas juga memberikan apresiasi kepada seluruh instansi dan unsur SAR yang tergabung dalam proses pencarian sejak hari pertama. Kabasarnas memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan unsur SAR atas kerja keras dan kolaborasi selama operasi SAR ini. “Selaku Kepala Basarnas, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur Tim Gabungan SAR Nasional yang telah bekerja tanpa kenal lelah” ucapnya.</p>



<p>Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain Basarnas, BNPB, Kantor SAR Surabaya, BSG, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Prov Jatim, unsur TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Sidoarjo, BPBD Kota Surabaya, SAR Surabaya, BDRT 27, PMI, Damkar Kabupaten Sidoarjo, Damkar Kota Surabaya.</p>



<p>PT Gun, PT Freeport Indonesia, PT Bumi Suksesindo, Rendan, TSA Gerpik, SAR MTA, Banser, DMC, Hujung Galuh Rescue, Kanjuruhan Rescue, IOF Rescue, Rescue 79, Resob, Baznas, LPBI NU, SDI, SAR Astra, MDMC, Jasa Marga, Resita, Rescue 020, Relawan Sese, Semar, SAR Kanjuruhan, SAR Relindo, BJC, RBC, Nawasena, dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Musibah Serupa Ponpes Al Khoziny, Pemkot Malang Akan Verifikasi PBG dan SLF</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-musibah-serupa-ponpes-al-khoziny-pemkot-malang-akan-verifikasi-pbg-dan-slf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[serupa]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan verifikasi dan pendampingan terhadap seluruh Pondok Pesantren (Ponpes), masjid dan musala di Kota Malang, terutama terkait kelengkapan perizinan bangunan. Hal ini dilakukan, sebagai upaya evaluasi agar tidak terjadi musibah serupa dengan yang ada di Ponpes Khoziny, Sidoarjo. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan verifikasi dan pendampingan terhadap seluruh Pondok Pesantren (Ponpes), masjid dan musala di Kota Malang, terutama terkait kelengkapan perizinan bangunan. Hal ini dilakukan, sebagai upaya evaluasi agar tidak terjadi musibah serupa dengan yang ada di Ponpes Khoziny, Sidoarjo.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa hal ini nantinya akan dikoordinasikan bersama DPUPRPKP serta Disnaker PMPTSP Kota Malang. Dari hasil inventarisasi awal, menurutnya ada 91 Ponpes, 900 masjid dan 1.200 musala yang akan diverifikasi terkait kelengkapan dokumen bangunannya.</p>



<p>“Kadangkala mereka sudah punya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tapi belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Biasanya proses untuk SLF ini yang agak sulit. Karena itu, kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membantu konsultasi dan penghitungan konstruksi,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa keberadaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) menjadi jaminan penting dalam memastikan keamanan dan kelayakan konstruksi bangunan. Pemkot Malang juga berencana memfasilitasi penyusunan SLF melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, bahkan dengan kemungkinan digratiskan.</p>



<p>“Bisa jadi digratiskan, yang penting perhitungannya benar dan sesuai konstruksi. Nantinya perguruan tinggi akan kami gandeng untuk membantu penyusunan analisis konstruksinya,” imbuh Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya Wali Kota Wahyu melakukan audiensi bersama dengan Pembina Yayasan Masjid Agung Jami. Dalam kesempatan itu, juga ditegaskan bahwa kejadian Ponpes Al Khoziny menjadi pelajaran penting mengenai urgensi penerapan SLF bagi bangunan Ponpes, masjid dan musala. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Santri Kota Malang Jadi Korban Musibah Ponpes Al Khoziny, Wali Kota Wahyu Pastikan Penanganan</title>
		<link>https://memontum.com/tujuh-santri-kota-malang-jadi-korban-musibah-ponpes-al-khoziny-wali-kota-wahyu-pastikan-penanganan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan seluruh santri asal Kota Malang yang menjadi korban dalam musibah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, mendapat penanganan dan pendampingan penuh. Dari hasil pendataan, ada tujuh santri asal Kota Malang yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dari tujuh santri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan seluruh santri asal Kota Malang yang menjadi korban dalam musibah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, mendapat penanganan dan pendampingan penuh. Dari hasil pendataan, ada tujuh santri asal Kota Malang yang terdampak dalam peristiwa tersebut.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dari tujuh santri itu, lima mengalami luka ringan, satu luka berat dan satu lagi tidak terluka sama sekali. “Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal dunia dari Kota Malang. Semua dalam penanganan. Bahkan sebagian besar sudah pulih dan beraktivitas kembali,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (06/10/2025) tadi.</p>



<p>Satu santri yang mengalami luka berat, diketahui bernama Muhammad bin Syamsul Arifin, warga Kedungkandang. Dirinya terkena hantaman batu dan sempat dirawat di RS Mojokerto.</p>



<p>&#8220;Tadi malam saya jenguk langsung. Mas Muhammad ini sempat di-gips, tapi sudah dilepas agar lebih nyaman istirahat. Kondisinya membaik, hanya masih trauma,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memastikan pemulihan berjalan optimal, Wali Kota Wahyu menginstruksikan agar pemeriksaan lanjutan dilakukan di RSUD Kota Malang tanpa biaya. Padahal, sesuai jadwal, pemeriksaan seharusnya dilakukan pada hari ini, di RS Mojokerto.</p>



<p>&#8220;Saya minta RSUD datang langsung ke rumahnya. Pemeriksaan dan pengobatan gratis, semuanya ditanggung Pemkot,” tuturnya.</p>



<p>Selain penanganan medis, Pemkot Malang melalui Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB Kota Malang juga memberikan pendampingan psikologis. Itu karena santri tersebut masih dalam keadaan trauma.</p>



<p>&#8220;Anak ini belum bisa diajak bicara karena masih syok. Saya minta Kadinsos untuk dampingi sampai benar-benar pulih,” tambahnya.</p>



<p>Sementara, menurutnya ada dua santri asal Kota Malang yang merupakan pengurus Ponpes telah kembali ke lokasi untuk membantu proses pemulihan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Jenguk Santri Asal Kota Malang Jadi Korban Musibah Ponpes Al Khoziny</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-jenguk-santri-asal-kota-malang-jadi-korban-musibah-ponpes-al-khoziny</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai bentuk empati dan upaya memastikan perlindungan bagi warganya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjenguk salah satu santri korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (05/10/2025) malam. Dalam kunjungannya itu, Wali Kota Wahyu didampingi kepala perangkat daerah terkait. Seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai bentuk empati dan upaya memastikan perlindungan bagi warganya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjenguk salah satu santri korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (05/10/2025) malam.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Wali Kota Wahyu didampingi kepala perangkat daerah terkait. Seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial P3AP2KP, Kepala Bagian Kesra, Camat Kedungkandang dan Lurah.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama Pemkot Malang turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa para santri di Ponpes Al Khoziny. Kami berharap ananda segera sembuh dan bisa kembali belajar seperti biasa. Pemkot Malang akan memastikan pendampingan yang dibutuhkan selama masa pemulihan,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengintruksikan puskesmas setempat, untuk melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap korban. Apabila diperlukan, nantinya RSUD Kota Malang siap memberikan perawatan lanjutan dengan tepat. Selain itu, Dinas Sosial P3AP2KB juga akan menurunkan tim pendamping trauma healing guna membantu pemulihan psikologis korban dan keluarganya.</p>



<p>Di samping itu, Wali Kota Wahyu juga meminta camat dan lurah di seluruh wilayah Kota Malang, agar segera melakukan pendataan dan melaporkan apabila terdapat warga lain yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Kami ingin memastikan seluruh warga Kota Malang yang terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan sebaik-baiknya,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, salah satu korban tersebut merupakan santri yang duduk dibangku kelas 3 MTs dan telah menimba ilmu selama tiga tahun di pondok tersebut. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mojokerto, setelah kondisinya berangsur membaik, kini telah kembali ke rumah orang tuanya di Kota Malang. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-korban-reruntuhan-bangunan-ponpes-al-khoziny-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[reruntuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226509</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Upaya pencarian korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, masih berlangsung hingga Sabtu (04/10/2025) tadi. Pada hari keenam pencarian ini, SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dalam kondisi meninggal dunia. Setelah membutuhkan waktu untuk menghancurkan beton dan rangka dengan menggunakan alat ekstrikasi dan peralatan las, akhirnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Upaya pencarian korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, masih berlangsung hingga Sabtu (04/10/2025) tadi. Pada hari keenam pencarian ini, SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Setelah membutuhkan waktu untuk menghancurkan beton dan rangka dengan menggunakan alat ekstrikasi dan peralatan las, akhirnya korban ke 28 berhasil di evakuasi sekitar pukul 14.35 WIB dan korban ke 29 dievakuasi sekitar pukul 16.15 WIB.</p>



<p>Pada pukul 17.35 WIB, Tim SAR gabungan mendapatkan penemuan berupa satu body part. Kedua korban dan satu body part tersebut ditemukan dari sektor pencarian A4.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH, selaku On Scene Coordinator (OSC), menjelaskan bahwa proses evakuasi kali ini tidak mudah. Tim harus bekerja hati-hati, karena korban tertimbun material di bawah reruntuhan bangunan.</p>



<p>“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian baru bisa mengevakuasi korban dari timbunan material,” jelas Nanang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam prosesnya, tim SAR gabungan menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi. Penggunaan alat berat sendiri, sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual demi faktor keselamatan.</p>



<p>Setelah berhasil dievakuasi, tambahnya, seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya, untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Dengan temuan terbaru ini, total korban reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 121 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, sementara 17 orang lainnya meninggal dunia.</p>



<p>Dalam operasi SAR ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Kantor SAR Surabaya, BSG, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Prov Jatim, unsur TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Sidoarjo, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kabupaten Jombang, PMI, DAMKAR Kabupaten Sidoarjo. Termasuk, dari unsur Damkar Kota Surabaya, PT Gun, PT Freeport Indonesia, PT Bumi Suksesindo, BDRT 27, TSA Gerpik, SAR MTA, Banser, DMC, Hujung Galuh Rescue, Kanjuruhan Rescue, IOF Rescue, Rescue 79, Sarnatra, Baznas, LPBI NU, SDI, SAR Surabaya, SAR Astra, MDMC, Jasa Marga, Baznas, Resita, Rescue 020, Relawan Sese, Semar, SAR Kanjuruhan, SAR Relindo, BJC, RBC, Nawasena, dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini dikabarkan, alat berat tampak masih bekerja untuk mengurangi material reruntuhan. <strong>(hms/sar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226509</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
