<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kiai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kiai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jul 2023 14:11:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kiai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Viral, Foto Kiai Hasan Sepuh Genggong Utuh di Warung yang Hangus Terbakar di Paiton</title>
		<link>https://memontum.com/viral-foto-kiai-hasan-sepuh-genggong-utuh-di-warung-yang-hangus-terbakar-di-paiton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 14:10:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[genggong]]></category>
		<category><![CDATA[hangus]]></category>
		<category><![CDATA[hasan]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sepuh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[utuh]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sebuah video viral berdurasi 52 detik, memperlihatkan sebuah foto ulama Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong bernama KH Muhammad Hasan Genggong, yang tidak terbakar saat peristiwa kebakaran empat warung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton-Probolinggo. Padahal, ke empat warung tersebut ludes terbakar, tetapi foto KH Muhammad Hasan Genggong, yang berada di salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sebuah video viral berdurasi 52 detik, memperlihatkan sebuah foto ulama Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong bernama KH Muhammad Hasan Genggong, yang tidak terbakar saat peristiwa kebakaran empat warung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton-Probolinggo. Padahal, ke empat warung tersebut ludes terbakar, tetapi foto KH Muhammad Hasan Genggong, yang berada di salah satu warung, tetap utuh.</p>



<p>Dalam video tersebut, mengatakan bahwa &#8220;Beda kalau fotonya kiai, kebakaran hangus, foto kiai sepuh ini tidak kenapa-napa, hanya kacanya yang pecah sama wadahnya,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Perangkat Desa Sumberanyar, Slamet, membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengatakan, pasca terjadinya kebakaran, warga membersihkan sisa material yang hangus. Saat itulah, ditemukan foto tokoh ulama tersebut masih utuh tak terbakar.</p>



<p>&#8220;Usai ditemukan, kemarin foto itu dititipkan ke pos ikan di TPI. Tapi untuk sekarang kemana, saya kurang paham,&#8221; katanya, Kamis (06/07/2023) tadi. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketum PBNU Sambangi Sejumlah Kiai di Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/ketum-pbnu-sambangi-sejumlah-kiai-di-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169272</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menggelar silaturahmi ke sejumlah kiai dan pondok pesantren besar di Jawa Timur. Silaturahmi dimulai dengan ziarah ke Makam KH R Asad Syamsul Arifin, KH R Syamsul Arifin dan KH R Fawaid Asad, yang ada di Pesantren Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo Asembagus, Kabupaten Situbondo. Di Pesantren [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menggelar silaturahmi ke sejumlah kiai dan pondok pesantren besar di Jawa Timur. Silaturahmi dimulai dengan ziarah ke Makam KH R Asad Syamsul Arifin, KH R Syamsul Arifin dan KH R Fawaid Asad, yang ada di Pesantren Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo Asembagus, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Di Pesantren Sukorejo, kedatangan Gus Yahya langsung disambut KH R Ahmad Azaim Ibrahimy, serta sejumlah ulama Pengasuh Pesantren Sukorejo, Rabu (18/05/2022) tadi. Gus Yahya yang datang ditemani Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PBNU, Amin Said Husni, melakukan ziarah dan turut mengikuti salat Duhur berjamaah dan silaturahmi ke Ndalem KH Azaim.</p>



<p>“Momentum kedatangan Ketua Umum PBNU semacam inilah, yang kami rindukan. Di tempat ini, ada banyak sejarah panjang Nahdlatul Ulama,” kata KH Azaim ketika menyambut Gus Yahya.</p>



<p>KH Azaim lantas menceritakan, momen KH R Asad Syamsul Arifin menerima mandat tongkat dan tasbih dari Syaichona Cholil Bangkalan, sebelum NU didirikan. KH Asad pula yang dipercaya oleh Hadratusyech Hasyim Asyari, untuk mengkonsultasikan tentang NU dan lambangnya.</p>



<p>Sementara itu, Gus Yahya, mengatakan bahwa kedatangannya ke sejumlah kiai dan pesantren kali ini, untuk mendapatkan keberkahan dari para muazis pendiri NU, yang salah satunya di Situbondo. &#8220;Kita mewakili mandat yang berat dari para muazis jamiah ini. Barokah kebaikan hadir dalam jamiyah ini. Khusus dari KH Syamsul Arifin, apa yang kita lakukan semoga mendapatkan kemudahan dan keberkahan,” kata Gus Yahya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Dalam kesempatan ini, Gus Yahya juga mengungkapkan, PBNU saat ini sedang berusaha meningkatkan disiplin organisasi serta mempererat kebaikan. Mulai ranting hingga ke atas sampai PBNU, diupayakan tidak ada nada yang tidak seirama dengan keseluruhannya.</p>



<p>“Mudah-Mudahan dengan barokah para muazis, semuanya bisa tercapai,” kata Gus Yahya.</p>



<p>Usai silaturahmi di kediaman KH Azaim, Gus Yahya lantas melanjutkan sowan ke kediaman Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir, yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari pesantren Sukorejo. Silaturahmi Gus Yahya, kemudian dilanjutkan ke kediaman KH R Muhammad Kholil Asad (Ra Kholil), yang ada di pesantren Wali Songo Situbondo.</p>



<p>“Kegiatan kumpul para kiai seperti ini penting. Jadi, bisa saling bersilaturahmi saling tukar pemikiran. Saya bangga, Ketum PBNU menghidupkan budaya keliling ke kiai-kiai,” kata Ra Kholil.</p>



<p>Keliling ke kiai seperti yang dilakukan Gus Yahya, kata Ra Kholil, mengingatkan pada KH Wahab Hasbullah dan KH Abdurrahman Wahid, yang juga suka keliling ke pesantren dan kiai-kiai. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>AUMA Lapor Polisi, HILMA Audiensi</title>
		<link>https://memontum.com/auma-lapor-polisi-hilma-audiensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 10:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[HILMA]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123187</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Sejumlah kiai dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA) mendatangi Mapolres Pamekasan, Selasa (25/08/2020). Kedatangan AUMA untuk melaporkan kasus adanya dugaan pencatutan foto atau pemalsuan dokumen foto KH. Ali Karrar Sinhaji dan KH. Fadholi Moh Ruham pada izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) Kota Cinema Mall (KCM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Sejumlah kiai dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA) mendatangi Mapolres Pamekasan, Selasa (25/08/2020). Kedatangan AUMA untuk melaporkan kasus adanya dugaan pencatutan foto atau pemalsuan dokumen foto KH. Ali Karrar Sinhaji dan KH. Fadholi Moh Ruham pada izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) Kota Cinema Mall (KCM) Pamekasan.</p>
<p>Seminggu setelah itu, Himpunan Lora Madura (Hilma) juga mendatangi korps Bhayangkara. Tujuannya, untuk audiensi mengurai permasalahan yang dilaporkan AUMA.</p>
<p>Dalam rilisnya, terkait dengan kasus AUMA dan KCM, yang telah masuk ke ranah hukum, Hilma menyampaikan keprihatinan dan kekhawatiran akan munculnya gesekan diantara masyarakat. Untuk itu, HILMA menyampaikan permohonan kepada Polres, antara lain meminta Polres melaksanakan proses hukum sesuai ketentuan yg berlaku dengan se adil-adilnya serta menjunjung tinggi netralitas dan profesionalitas kepolisian. &#8220;Polres mengupayakan mediasi antara AUMA dan KCM untuk mengambil keputusan/kesepakatan diantara keduanya agar kasus ini bisa selesai secara kekeluargaan atau jalan damai bila kedua belah pihak sama-sama sepakat,&#8221; pinta Ketua Hilma Lora Jakfar Sodiq Fauzi.</p>
<p>Tidak hanya itu, Hilma mengaku bersedia menjadi mitra pihak kepolisian dalam menemukan solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Demi kebaikan bagi masyarakat umum untuk kejayaan Pamekasan di masa yg akan datang. &#8220;Kapolres menyambut baik masukan dari masyarakat khususnya Hilma. Kapolres siap mengawal proses hukum secara profesional. Kapolres berharap dukungan dan partisipasi seluruh tokoh d pamekasan, untuk menciptakan kondusifitas kamtibmas,&#8221; paparnya. <strong>(adi/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123187</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sang Kiai Wafat Ketika Ceramah</title>
		<link>https://memontum.com/sang-kiai-wafat-ketika-ceramah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2018 13:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[obituary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/68660-sang-kiai-wafat-ketika-ceramah</guid>

					<description><![CDATA[Kiai Buchori Amin, Sabtu (15/12/2018) siang tutup usia (75 tahun). Haru menyeruak dan takbir menggema di tengah ribuan santri saat sang kiai berceramah mendadak pingsan. Sekitar pukul 14.30, Kiai Bukhori yang juga Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang ini mendadak pingsan di tempat duduk saat ceramah. Ia melepaskan mix dari tangannya. Drs KH M Buchori [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kiai Buchori Amin, Sabtu (15/12/2018) siang tutup usia (75 tahun). Haru menyeruak dan takbir menggema di tengah ribuan santri saat sang kiai berceramah mendadak pingsan.</p>
<p>Sekitar pukul 14.30, Kiai Bukhori yang juga Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang ini mendadak pingsan di tempat duduk saat ceramah. Ia melepaskan mix dari tangannya.</p>
<p>Drs KH M Buchori Amin Msi kemudian sempat mendapat pertolongan pertama sejumlah santri. Namun sang kiai kemudian berpulang ke Rahmatullah.</p>
<p>Drs KH M Buchori Amin Msi, Selasa (15/12/2018) siang menjadi penceramah Di acara Maulid Nabi PP Al Ishlahiyah, yang bertempat di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Diceritakan Ahsani F Rahman kepada wartawan Jurnalis Malang Raya melalui wartawan salah satu media bahwa ia menyaksikan peristiwa mengharukan sejak kiai pingsan di tempat duduk saat berceramah di hadapan 1500 orang.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/jAcyVB6qNDo" width="850" height="500" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>&#8220;Kuasa Allah mengambil nyawa beliau saat terbaik, saat beliau ceramah dan disaksikan 1500-an orang,&#8221; tutur dr Gus Sani, cucu pendiri Pondok Al Islahiyah Singosari.</p>
<p>Sepengetahuan Gus Sani, dahulu Kiai Bukhori asli Singosari dan pernah mengajar di Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari. Kiai Bukhori yang beralamat di Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, merupakan sahabat akrab KH Kholil Mahfudz, pendiri PP Al Ishlahiyah.</p>
<p>Sekitar pukul 17.54, jenazah Kiai berada di BKIA Muslimat NU Singosari, rencananya pukul 18.00 akan di bawa ke rumah duka di Druju, Sumbermanjing Malang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kata Gus Sani, Kiai Bukhori diperkirakan meninggal sekitar pukul 14.30. Saat pingsan, kiai Bukhori sempat terekam. Ia saat itu menjelaskan satu uraian hadis.</p>
<p>Kata terakhir beliau dalam rekaman itu : &#8220;&#8230; nuli bejo, nuli bejo, wong sing gak tau kepetuk aku,&#8230; (lebih beruntung, lebih beruntung, orang yang tak pernah bertemu aku).</p>
<p>Sekitar pukul 18.10, jenazah dibawa menuju rumah duka di RT08/RW02, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kiai Buchori pernah menjadi anggota DPRD Kab Malang periode 1990 &#8211; 1998. Beliau pernah dijuluki Singa Podium.</p>
<p>Keluarga besar Memontum.com, menghaturkan turut berduka dan meyakini, beliau wafat dan berpulang ke Rahmatullah dalam husnul khotimah. Tak terhitung doa tuk sang kiai. Selamat jalan Kiai. <strong>(*tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68660</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
