<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kilometer &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kilometer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 14:15:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kilometer &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Acara Silaturahmi, Bunda Indah Sebut Penanganan Jalan Lumajang 260 Kilometer untuk Mobilitas Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/acara-silaturahmi-bunda-indah-sebut-penanganan-jalan-lumajang-260-kilometer-untuk-mobilitas-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah. Saat ini, ujar Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah daerah telah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah.</p>



<p>Saat ini, ujar Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah daerah telah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa. Perbaikan ratusan kilometer jalan tersebut, tidak semata berorientasi pada fisik infrastruktur, melainkan dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.</p>



<p>“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses jalan membaik, distribusi barang lebih lancar, mobilitas warga meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh,” kata Bunda Indah, dalam acara silaturahmi Purnawirawan Polisi (PP) Cabang Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menjelaskan, bahwa penanganan 260 kilometer jalan rusak dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan berbasis prioritas. Ruas-ruas strategis yang memiliki fungsi penghubung antar wilayah dan pusat aktivitas ekonomi menjadi fokus utama, diantaranya Jalan Kali Semut dan Pasrujambe yang telah rampung, serta jalur Tempursari–Gesang hingga Pasru yang menjadi prioritas lanjutan.</p>



<p>Diuraikannya, pembangunan jalan di jalur tersebut memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pasar, serta konektivitas antar kecamatan. Pemerintah daerah sendiri, ingin memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.</p>



<p>“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya. Dengan akses yang terbuka, biaya distribusi bisa ditekan dan ekonomi warga bergerak lebih cepat,” ujarnya.</p>



<p>Melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terencana dan berbasis akses ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya menjadikan infrastruktur sebagai pengungkit pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rapat Penanganan Darurat, PVMBG Sebut Potensi Awan Panas 4 Kilometer dan Bahaya Lahar 20 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/rapat-penanganan-darurat-pvmbg-sebut-potensi-awan-panas-4-kilometer-dan-bahaya-lahar-20-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Upaya penanganan darurat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terus diperkuat dengan keputusan berbasis data yang menekankan keselamatan manusia. Hal ini terungkap, dalam Rapat Evaluasi Pos Komando Penanganan Darurat, di Pendopo Kecamatan Candipuro, yang dipimpin Deputi I BNPB Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, Minggu (23/11/2025) tadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Upaya penanganan darurat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terus diperkuat dengan keputusan berbasis data yang menekankan keselamatan manusia. Hal ini terungkap, dalam Rapat Evaluasi Pos Komando Penanganan Darurat, di Pendopo Kecamatan Candipuro, yang dipimpin Deputi I BNPB Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, Minggu (23/11/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa Pemkab Lumajang telah menerbitkan SK Tanggap Darurat dan SK Komando Tanggap Darurat, yang menjadi dasar penguatan struktur kendali operasi. Setiap kebijakan, diarahkan melalui Satgas agar keputusan cepat, tepat dan berbasis data akurat.</p>



<p>PVMBG memaparkan, perkembangan aktivitas Semeru, termasuk potensi awan panas hingga 4 kilometer dari puncak dan bahaya lahar sejauh 20 kilometer dari hulu sungai. Informasi ini, menjadi acuan pemerintah daerah dalam menetapkan zona aman, rute evakuasi, dan lokasi hunian sementara bagi warga terdampak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Deputi I BNPB, Raditya Jati, menegaskan bahwa data satu pintu dan sinkronisasi informasi menjadi kunci agar layanan darurat berjalan efektif. Dirinya menekankan pentingnya kenyamanan pengungsi, penataan logistik yang teratur, serta pemanfaatan media centre untuk memastikan informasi valid sampai ke masyarakat.</p>



<p>“Keputusan berbasis data memungkinkan kita memprioritaskan keselamatan manusia di atas segalanya. Setiap langkah, mulai dari penataan pengungsi, distribusi bantuan, hingga validasi Data Terpadu Hunian (DTH), dirancang untuk melindungi warga,” kata Raditya Jati.</p>



<p>Rapat sendiri, diakhiri dengan arahan percepatan validasi DTH dan penegasan bahwa seluruh operasi darurat harus terukur, terkoordinasi dan fokus pada keselamatan warga. Sehingga, setiap intervensi dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak.</p>



<p>Dengan pendekatan ini, Lumajang menunjukkan bahwa penanganan bencana modern tidak hanya cepat, tetapi juga cermat, berbasis bukti, dan manusiawi, memberikan harapan dan rasa aman bagi seluruh penyintas erupsi Semeru. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran Capai Radius 17 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-keluarkan-awan-panas-guguran-capai-radius-17-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[guguran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[radius]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, sekaligus Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru, yang kini meningkat menjadi Level IV (Awas), sejak Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00. Diketahui, bahwa sebelumnya status berada di Level II (Waspada) dan Level III (Siaga). Peningkatan status [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, sekaligus Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru, yang kini meningkat menjadi Level IV (Awas), sejak Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00. Diketahui, bahwa sebelumnya status berada di Level II (Waspada) dan Level III (Siaga). Peningkatan status ini, bersifat antisipatif.</p>



<p>BPBD merekomendasikan, agar masyarakat tidak berada dalam radius 8 kilometer dari kawah, serta memperhatikan sektor selatan hingga tenggara sejauh 20 kilometer dari pusat aktivitas. Pemantauan intensif terus dilakukan, untuk memastikan keselamatan warga.</p>



<p>Sebelumnya, saat berada di Level III (Siaga) pukul 16.00 , awan panas guguran Semeru terpantau sejauh 17 kilometer hingga area Gladak Perak. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati kawasan rawan dan memahami informasi resmi yang disampaikan oleh BPBD.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekda Agus menekankan, bahwa setiap kenaikan status adalah langkah kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti. “Dengan kesiapsiagaan sederhana dan mengikuti arahan resmi, kita bisa menghadapi kondisi ini dengan tenang dan aman,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>BPBD Lumajang akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi dan media lokal. Warga diingatkan, untuk mengandalkan informasi resmi dan menghindari rumor yang belum terverifikasi.</p>



<p>“Pengetahuan dan kesiapsiagaan adalah kunci menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Aliran Sungai Brantas hingga 125 Kilometer, Jenazah Warga Kediri Ditemukan di Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-aliran-sungai-brantas-hingga-125-kilometer-jenazah-warga-kediri-ditemukan-di-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi. Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi.</p>



<p>Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari potensi SAR di Kabupaten Mojokerto, menemukan satu jenazah di aliran Sungai Brantas, wilayah Kabupaten Mojokerto. Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi ke darat dan selanjutnya Tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.</p>



<p>&#8220;Hasil identifikasi dari petugas, terkonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah korban yang dicari di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Lokasi penemuan korban ini berjarak sekitar 125 kilometer dari lokasi awal korban di laporkan hanyut di sungai,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di Sungai Brantas. Penyisiran dilakukan di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari lokasi kejadian menuju ke arah hilir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, Tim SAR gabungan menyebarluaskan informasi kejadian yang dialami korban ini kepada warga yang beraktivitas di sungai. Hal ini bertujuan jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya.</p>



<p>Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat keterlibatan sejumlah pihak, diantaranya Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kabupaten Kediri, Satbrimob Kediri, Polsek Mojo, Koramil Mojo, Wana Rescue, Gusdurian, PBNU, Tagana, Satpol PP, PMI, SAR MTA, Pemdes Ngadi, SAKA SAR, Semar Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Relawan Birunya Cinta, LPBI NU Mojokerto, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Diketahui, kejadian nahas yang dialami korban ini berawal saat hendak menyeberangi sungai, Minggu (18/05/2025) tadi. Awalnya, Karmuji sedang duduk di atas sepeda motor dan bersandar pada tiang bambu yang ada di dermaga penyeberangan sambil menunggu perahu datang. Karena kondisi tiang tidak stabil, mengakibatkan korban terjatuh ke sungai beserta motornya.</p>



<p>Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. &#8220;Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih lagi saat musim hujan, dimana debit air meningkat dan arusnya menjadi lebih deras,” terang Didit. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan HUT Ke-111 Kota Malang, Pemkot Malang dan GCR Gelar Ride For 111 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-hut-ke-111-kota-malang-pemkot-malang-dan-gcr-gelar-ride-for-111-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ke-111]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221249</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi bersama komunitas sepeda Go Cycling and Racing (GCR), memeriahkan Hari Jadi ke-111 Kota Malang, dengan menggelar Ride For 111 KM ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’, Minggu (20/04/2025) tadi. Gowes bareng tersebut, mengambil start dan finish di Balai Kota Malang. Diikuti ratusan pesepeda, rute [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi bersama komunitas sepeda Go Cycling and Racing (GCR), memeriahkan Hari Jadi ke-111 Kota Malang, dengan menggelar Ride For 111 KM ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’, Minggu (20/04/2025) tadi. Gowes bareng tersebut, mengambil start dan finish di Balai Kota Malang.</p>



<p>Diikuti ratusan pesepeda, rute yang dilewati tidak hanya di Kota Malang. Namun, juga melintasi wilayah Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Pakis, Turen, Kepanjen, Bendungan Lahor dan melewati wilayah Kecamatan Kepanjen lagi hingga akhirnya kembali lagi ke Balai Kota Malang dengan total jarak tempuh 111 kilometer.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir sekaligus memberangkatkan peserta, mengatakan bahwa acara Ride For 111KM, ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’ ini dapat memberikan wawasan bagi masyarakat. “Dengan kegiatan ini, tentunya sekaligus membuat masyarakat bisa tahu bahwa Kota Malang sudah berusia 111 tahun. Di usia tersebut, banyak harapan dan keinginan untuk menjadikan Kota Malang lebih maju dan berkembang sesuai dengan visi misi Mbois Berkelas,” kata Wali Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa selain merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 Kota Malang, event gowes ini juga merupakan wujud dari program unggulan Dasa Bakti, yaitu Ngalam Tahes yang juga sekaligus bisa meningkatkan sport tourism di Kota Malang. “Jadi sekalian gowes, sekalian menikmati wisata-wisata dan indahnya lanskap alam di Malang. Mudah-mudahan dari acara gowes ini tidak hanya menjadikan sehat, tapi juga bonus bisa menikmati pemandangan di sekitar jalur gowes,” tambah Wali Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang juga merupakan ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa penyelenggaraan event ini merupakan upaya mewujudkan salah satu Dasa Bakti dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, yaitu Ngalam Tahes, yaitu untuk menciptakan Kota Malang menjadi kota yang sehat dan juga Mbois Berkelas. “Artinya sehatnya plus plus. Mbois artinya warga masyarakat itu bisa berpartisipasi aktif membangun Kota Malang, tidak hanya secara infrastruktur dan fisik semata, tetapi juga non fisik, sehingga warga Kota Malang tidak hanya sehat raganya tapi juga sehat jiwanya. Nantinya kesemuanya bersinergi untuk memajukan Kota Malang menjadi semakin berkelas,” ujarnya.</p>



<p>Sekda Erik menjelaskan, bahwa kegiatan bersepeda ini merupakan agenda yang rutin dilaksanakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Kota Malang setiap tahunnya. Di tahun ini, tercatat sebanyak 21 komunitas sepeda di seluruh wilayah Malang Raya dan beberapa kota di Jawa Timur, turut memeriahkan gowes yang juga dinamakan collabs ride ini.</p>



<p>Banyaknya komunitas yang turut bergabung, dikatakan Sekda Erik, merupakan wujud kesatuan mencintai Kota Malang dari berbagai elemen di dalamnya. “Jadi ada banyak komunitas sepeda dengan berbagai genre-nya. Ini merupakan simbolisasi kita berbeda, beragam, tapi tetap satu kesatuan mencintai Kota Malang, yang kali ini wujudnya yaitu rolling together, bersepeda bersama sejauh 111 kilometer,” imbuhnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221249</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Dilarang Aktivitas di Sektor Tenggara Dalam Radius 8 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-dilarang-aktivitas-di-sektor-tenggara-dalam-radius-8-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[radius]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.</p>



<p>Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mengarah ke timur dan tenggara dengan intensitas tebal. Erupsi tersebut, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hampir dua menit. Kendati begitu, aktivitas masyarakat di beberapa wilayah terdampak tetap berjalan dengan tenang di bawah pemantauan petugas.</p>



<p>Anggota Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, menegaskan bahwa masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru saat ini tetap kondusif dan tidak menunjukkan kepanikan. &#8220;Kami terus memantau perkembangan situasi dan meminta warga untuk tidak panik. Proses evakuasi dan penanganan risiko dilakukan secara hati-hati. Masyarakat juga kami imbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat,&#8221; kata Samsul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, pemerintah telah mengeluarkan rekomendasi, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi aliran awan panas dan lahar bisa menjangkau hingga 13 kilometer. Aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah atau puncak juga sangat tidak disarankan karena bahaya lontaran material pijar.</p>



<p>Upaya mitigasi terus dilakukan bersama-sama, baik oleh pihak pemerintah, relawan, maupun warga yang telah dibekali pelatihan kesiapsiagaan. Edukasi dan penyebaran informasi terkini secara berkala, juga dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.</p>



<p>Dengan kondisi yang masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu dan senantiasa waspada terhadap potensi bahaya lanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Proyek Drainase Suhat dengan Jalan Kaki 1 Kilometer, Wali Kota Malang Pastikan Minim Penebangan</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-proyek-drainase-suhat-dengan-jalan-kaki-1-kilometer-wali-kota-malang-pastikan-minim-penebangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220162</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso dan jajaran perangkat daerah terkait, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (12/03/2025) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu memastikan bahwa dalam pembangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso dan jajaran perangkat daerah terkait, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (12/03/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu memastikan bahwa dalam pembangunan proyek tersebut nantinya tidak akan menyebabkan penebangan pohon dalam jumlah besar. Tentunya, itu akan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan menjaga pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami sudah lihat ada beberapa alternatif, nanti akan dikoordinasikan, melihat perencanaannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemerintam Provinsi Jawa Timur untuk nanti ada Contract Change Order (CCO), jadi perubahan perencanaan. Tidak akan sampai banyak pohon yang ditebang, tidak sampai ratusan pohon,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Meskipun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan luas proyek sudah ditetapkan, namun jumlah pohon yang ditebang nantinya akan disesuaikan dengan titik-titik yang ada. Yang mana, sebagian pohon tetap harus dipotong, namun jumlahnya jauh lebih sedikit dan tidak sampai ratusan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita tidak punya alternatif lain, karenanya penebangan itu memang tidak bisa kita hindari. Tapi, dipastikan jumlahnya jauh di bawah ratusan. Nanti saya minta Pak Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menghitung kembali, karena kami sudah ada alternatif terkait dengan titik-titik mana saja. Kita juga punya tiga kebun bibit yang di situ pohonnya sudah tinggi-tinggi. Nanti itu untuk mengganti pohon yang terimbas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam peninjauan yang dilakukan dengan berjalan kaki sejauh hampir 1 km, Wali Kota Wahyu juga mencatat bahwa masih ada beberapa titik yang sebenarnya bisa disesuaikan tanpa perlu menebang pohon. &#8220;Belok sedikit tidak masalah, apalagi ada lahan yang merupakan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) milik kita. Drainase bisa sedikit digeser untuk menghindari pohon,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga menegaskan bahwa proyek tersebut tidak akan menghilangkan pedestrian di kawasan Suhat. Saluran drainase akan dibuat dengan sistem box culvert, sehingga bisa ditutup dan tetap dimanfaatkan untuk pejalan kaki. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dieksekusi setelah Lebaran, menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. <strong>(rsy/cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220162</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Hanyut Warga Jember Ditemukan Tak Bernyawa 15 Kilometer dari TKP</title>
		<link>https://memontum.com/korban-hanyut-warga-jember-ditemukan-tak-bernyawa-15-kilometer-dari-tkp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220054</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Setelah sempat dalam pencarian selama tiga hari, nenek Tima (75), warga Dusun Bedadung Wetan, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Bedadung, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Senin (10/03/2025) sekitar pukul 08.00. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coorsinator (SMC) dalam operasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Setelah sempat dalam pencarian selama tiga hari, nenek Tima (75), warga Dusun Bedadung Wetan, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Bedadung, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Senin (10/03/2025) sekitar pukul 08.00.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coorsinator (SMC) dalam operasi SAR, mengatakan bahwa jenazah nenek Tima ditemukan Tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, di lokasi yang berjarak sekitar 15,39 kilometer dari lokasi awal hanyut. &#8220;Proses evakuasi jenazah korban dilakukan Tim SAR gabungan dibantu warga sekitar. Selanjutnya, jenazah dibawa dengan menggunakan ambulance ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, hanyutnya nenek Nima di Sungai Bedudung, diketahui oleh warga pada Sabtu (08/03/2025) pagi. Kejadian yang dialami korban, ini berawal saat warga melihat ada seorang yang hanyut di Sungai Bedadung, pada Sabtu (08/03/2025) pagi.</p>



<p>&#8220;Informasi dari warga, bahwa korban saat hanyut terlihat memakai baju warna hijau dan rok warna cokelat. Warga sekitar sudah berusaha untuk menolong korban, namun gagal karena kondisi arus sungai yang deras,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR gabungan telah mengerahkan 2 Search and Rescue (RSU) air untuk menyisir aliran Sungai Bedadung. SRU air pertama melakukan pencarian sejauh 2,71 kilometer dengan menggunakan perahu karet. SRU air kedua melakukan pencarian sejauh 3,59 kilometer dengan menggu nakan perahu rafting.</p>



<p>&#8220;SRU air pertama melakukan manuver perahu karet di beberapa lokasi yang dicurigai. Melalui manuver ini, diharapkan akan timbul gelombang air yang besar, kemudian akan mengangkat benda-benda yang ada di dalam atau dasar sungai, termasuk korban yang dicurigai ada di dalamnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari darat dan di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran Sungai Bedadung.</p>



<p>&#8220;Juga menyebarkan informasi peristiwa ini kepada warga sekitar dengan maksud agar warga melaporkan jika melihat keberadaan korban. Keberhasilan proses pencarian hingga evakuasi korban ini berkat kerjasama yang baik dari sejumlah pihak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diantaranya Pos SAR Jember, BPBD kabupaten Jember, Polsek Rambipuji, Polsek Balung, Koramil Rambipuji, Siluman Rescue, Brandal Alas Rescue, Relawan Bensromben, SAR OPA, Baret Rescue, warga sekitar dan potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220054</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Dua Bocah SD Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Sejauh 12,2 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-dua-bocah-sd-hanyut-di-sungai-brantas-ditemukan-sejauh-122-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sejauh]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Setelah melalui proses pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rf (10), satu dari dua bocah SD yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Brantas, di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, Rabu (21/6) sekitar pukul 07.30. Lokasi penemuan korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Setelah melalui proses pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rf (10), satu dari dua bocah SD yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Brantas, di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, Rabu (21/6) sekitar pukul 07.30. Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 12,2 km dari lokasi kejadian awal. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, ujarnya, selanjutnya jenazah Rf dibawa ke RS Syaiful Anwar, guna diproses lebih lanjut oleh petugas yang berwenang, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>



<p>Dalam upaya pencarian kedua korban, Rf (10) dan PW (10), paparnya, tim SAR gabungan mengerahkan sebanyak tiga SRU air untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Brantas, yang melintas di kota Malang. SRU air pertama melakukan penyisiran dengan tehnik tubing dari lokasi kejadian menuju ke Jembatan Kendalpayak di koordinat 8° 03&#8242; 19.0” S 112° 37&#8242; 42.5” E, jarak tempuh sekitar 3,4 km. SRU air kedua dan ketiga, melakukan penyisiran dengan perahu rafting dari Jembatan Kendal Payak menuju ke DAM Blobo di koordinat 8° 07&#8242; 09.4” S 112° 35&#8242; 54.0” E, jarak tempuh sekitar 9,4 km.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Tim SAR gabungan menggunakan perahu rafting, sebab kondisi Sungai Brantas yang dangkal serta banyak batuan dan jeram. Jadi, tidak mungkin menggunakan perahu karet dengan mesin motor tempel,” jelas Hariyadi.</p>



<p>Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel tim SAR gabungan melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran Sungai Brantas. Tim darat ini juga menyebarluaskan informasi hanyutnya korban kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai.</p>



<p>“Melalui upaya penyebarluasan informasi ini, diharapkan pada warga yang melihat korban untuk melaporkannya kepada petugas SAR gabungan, agar kemudian dilaksanakan evakuasi,” ungkap Hariyadi.</p>



<p>Sejumlah pihak ikut terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban. Di antaranya Tim Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Malang, Polsek dan Koramil Kedungkandang, Linmas, PPMR, Satria Rescue, PSR, SAR Trenggana, SAR MTA, RTA, Rescue 020, IOF, TAGANA, RAPI, PMI, Bakorsiskom, SAKA SAR Malang, BP 13.32, Lintamal Rescue, SAR Kanjuruhan, SAR Awangga, SAR Pakem, warga sekitar dan sejumlah potensi SAR lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini disebarkan, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian satu korban lain yang belum ditemukan. SAR masih melakukan penyisiran mencari satu korban lainnya berinisial PW yang hingga saat ini belum ditemukan.</p>



<p>Diberitakan sebelumnya, dua siswa sekolah dasar berinisial PW (10) dan Rf (10), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) lusa. Kejadian itu, berlangsung saat korban baru pulang dari sekolah. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191450</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
