<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kiong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kiong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 16:59:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kiong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong, Umat Tri Dharma Harapkan Indonesia Aman dan Makmur</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-baru-imlek-2577-di-klenteng-eng-an-kiong-umat-tri-dharma-harapkan-indonesia-aman-dan-makmur</link>
					<comments>https://memontum.com/tahun-baru-imlek-2577-di-klenteng-eng-an-kiong-umat-tri-dharma-harapkan-indonesia-aman-dan-makmur#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kiong]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api, Umat Tri Dharma memadati Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, untuk bersembahyang, Selasa (17/02/2026) tadi. Sekitar 100 umat mengikuti ibadah dengan khidmat, sejak pagi hingga siang hari. Humas Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa rangkaian perayaan dimulai pukul 11.00 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api, Umat Tri Dharma memadati Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, untuk bersembahyang, Selasa (17/02/2026) tadi. Sekitar 100 umat mengikuti ibadah dengan khidmat, sejak pagi hingga siang hari.</p>



<p>Humas Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa rangkaian perayaan dimulai pukul 11.00 WIB dengan sembahyang bersama sebagai ungkapan syukur atas tahun yang telah dilewati. “Hari ini kami bersembahyang bersama untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2577. Kurang lebih hampir 100 umat hadir. Selain sembayang juga ada hiburan barongsai dan pertunjukan pentas budaya sekitar jam 20.00,” ujar David.</p>



<p>Menurutnya, Imlek di tahun ini menjadi momentum refleksi dan harapan baru bagi umat. Dirinya berharap agar Indonesia, khususnya Kota Malang selalu jaya.</p>



<p>“Kami bersyukur masih bisa melewati Tahun Baru Imlek dalam keadaan baik. Harapan kami Kota Malang tetap aman dan tenteram, sehingga masyarakat dapat bekerja dengan tenang,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rangkaian ritual Tahun Baru Imlek ini diawali dengan sembahyang kepada Thian Gong (Tuhan), dilanjutkan kepada Dewa Tuan Rumah, serta penghormatan kepada Buddha Maitreya yang bertepatan dengan hari kelahirannya. “Tahun ini adalah hari pertama musim semi dalam penanggalan Tiongkok, tanggal 1 bulan 1. Kami memulai tahun dengan penuh harapan,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut David juga memaparkan, makna Tahun Kuda Api (Bing Wu), yang dalam filosofi Tiongkok melambangkan energi api besar berunsur Yang aktif, kuat, namun juga berpotensi memicu emosi. &#8220;Kami berharap energi besar ini membawa kebaikan. Tetapi secara pribadi juga harus menjaga emosi dan tutur kata,” lanjutnya.</p>



<p>Menurutnya, tahun dengan kombinasi Bing Wu pernah terjadi pada 1966 yang identik dengan berbagai gejolak di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, umat memanjatkan doa agar tahun 2026 tidak diwarnai peristiwa serupa.</p>



<p>“Kami memohon Indonesia tetap makmur dan terhindar dari hal-hal yang kurang baik. Jika negara stabil, ekonomi juga akan baik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tahun-baru-imlek-2577-di-klenteng-eng-an-kiong-umat-tri-dharma-harapkan-indonesia-aman-dan-makmur/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Kerukunan, Pemkot Malang Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-kerukunan-pemkot-malang-gelar-silaturahmi-dengan-tokoh-non-muslim-di-klenteng-eng-an-kiong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[kiong]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, melakukan silaturahmi bersama dengan Tokoh dan Umat Beragama Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata No 1 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, melakukan silaturahmi bersama dengan Tokoh dan Umat Beragama Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata No 1 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rinawati, yang mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Mabrur, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma serta Tokoh dan Umat Beragama Konghucu.</p>



<p>Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Rinawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna untuk menciptakan kerukunan bersama antara umat dan tokoh agama. Selain itu, juga untuk bersinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang.</p>



<p>“Ini yang menyelanggarakan dari Kabag Kesra, Pak Mabrur. Jadi ini memang agenda bapak Wali Kota silaturahmi ke tempat ibadah non muslim. Tujuannya tentu untuk menciptakan bersama-sama kerukunan umat dan tokoh agama, serta bersinergi untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang,” kata Rinawati, seusai memberikan sambutan.</p>



<p>Wanita yang kerap disapa Rina, juga menyampaikan bahwa memasuki tahun-tahun politik maka seluruh tokoh dan umat beragama juga berperan serta mengawal proses demokrasi, agar berjalan dengan damai. Karena itu pihaknya berpesan agar mereka tidak terpengaruh provokasi.</p>



<p>“Karena memasuki tahun-tahun politik ada kemungkinan-kemungkinan yang begini dan begitu, jadi jangan sampai terpengaruh oleh provokasi. Maka, kami bersama-sama harus menciptakan kerukunan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sehingga, melalui forum tersebut, Rina berharap para tokoh bisa meneruskan dan menginformasikan kepada para umatnya untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang. “Menyukseskan itu juga menggunakan hak suara, jadi jangan gampang terprovokasi informasi yang bisa menyesatkan dan memecah belah. Apalagi di era saat ini media sosial yang sedang berkembang itu informasinya luar biasa dan bisa mempengaruhi pola pikir, pola tindak. Maka itu yang harus diantisipasi. Gunakan medsos dengan bijak,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma, mengatakan bahwa umat beragam mempunyai posisi strategis untuk mewujudkan situasi kondusif. Terlebih, menurutnya mereka adalah orang yang berwibawa untuk menyampaikan pesan kepada umatnya.</p>



<p>“Karena keberadaan mereka itu sangat vital dan sangat penting untuk memberikan kontribusi terwujudnya situasi yang damai, aman, nyaman dan kondusif. Apalagi di konghucu selama ini juga sangat konusif, tidak pernah terjadi permasalahan walaupun itu kecil, sehingga ini dapat kita jadikan sebuah contoh,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang, para umat beragama harus tetap menjaga kerukunan dengan sebaik-baiknya, disamping menggunakan hak suaranya.</p>



<p>“Saya rasa tokoh umat beragama ini sangat penting untuk menyampaikan pesannya kepada umatnya masing-masing. Agat mereka nantinya menjaga kerukunan dengan sebaik baiknya dan juga meredam adanya gesekan-gesekan kecil yang muncul,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
