<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>KIPI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kipi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jun 2023 10:08:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>KIPI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polisi Hentikan Pengaduan Kasus Bayi Meninggal Usai Imunisasi di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-hentikan-pengaduan-kasus-bayi-meninggal-usai-imunisasi-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 09:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[KIPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kasus pengaduan bayi meninggal pasca mengikuti imunisasi di Trenggalek, dihentikan oleh polisi. Salah satu alasan, karena dari hasil kajian Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan hasil autopsi dari Tim Dokkes Polda Jatim, tidak menunjukkan adanya tindak pidana. Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, mengatakan bahwa berdasarkan kajian dari Komnas KIPI, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Kasus pengaduan bayi meninggal pasca mengikuti imunisasi di Trenggalek, dihentikan oleh polisi. Salah satu alasan, karena dari hasil kajian Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan hasil autopsi dari Tim Dokkes Polda Jatim, tidak menunjukkan adanya tindak pidana.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, mengatakan bahwa berdasarkan kajian dari Komnas KIPI, meninggalnya bayi ini dikarenakan mengalami dehidrasi berat akibat kejadian ikutan pasca imunisasi. Artinya, bukan imunisasi yang menyebabkan kematian korban.</p>



<p>&#8220;Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh Dokpol Polda Jatim, pada tubuh vital korban ditemukan virus aktif. Jika dugaan kematian akibat imunisasi, itu tidak relevan. Pasalnya, imunisasi itu adalah virus yang dilemahkan,&#8221; ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim saat dikonfirmasi Senin (05/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Berdasarkan hasil tersebut, ujarnya, polisi melakukan gelar perkara atas kasus kematian bayi seusai mendapatkan imunisasi. Alhasil gelar perkara di tingkat Polres Trenggalek ataupun di Polda Jatim, memutuskan bahwa kasus ini dihentikan. &#8220;Berdasarkan gelar perkara di tingkat Polres dan Polda, diputuskan perkara ini dihentikan per 2 Juni 2022 kemarin,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebelumnya, pada 27 Maret 2023 orang tua bayi yakni Mukono (48) dan Adelia (17) melaporkan kematian anaknya usai mendapatkan imunisasi ke Polres Trenggalek. Saat itu, orang tua korban menceritakan bahwa anaknya mengalami panas hingga kejang usai imunisasi. Bayi mengalami demam tinggi setelah menerima suntikan vaksinasi hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 23 Maret lalu.<strong> (mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Minggu Digunakan, KIPI AstraZeneca Berikan Efek Demam dan Sakit di Lokasi Suntik</title>
		<link>https://memontum.com/dua-minggu-digunakan-kipi-astrazeneca-berikan-efek-demam-dan-sakit-di-lokasi-suntik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 09:29:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[KIPI]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144086</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sudah dua minggu lebih vaksin jenis AstraZeneca digunakan di Kota Malang, sejak 17 Mei 2021 lalu. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, hingga saat ini keluhan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) hanya demam dan rasa sakit di lokasi vaksinasi. &#8220;Sejauh ini laporan yang diterima Dinkes berkaitan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Sudah dua minggu lebih vaksin jenis AstraZeneca digunakan di Kota Malang, sejak 17 Mei 2021 lalu. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, hingga saat ini keluhan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) hanya demam dan rasa sakit di lokasi vaksinasi.</p>



<p>&#8220;Sejauh ini laporan yang diterima Dinkes berkaitan dengan KIPI vaksin AstraZeneca sebagian besar adalah demam dan rasa sakit pada bagian yang disuntik. Masih belum ada laporan masuk KIPI sakit kepala,&#8221; ungkap dr Husnul, Kamis (03/06).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan pria yang pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang itu, KIPI yang diakibatkan karena vaksin Sinovac dan AstraZeneca berbeda. Bahkan antar penerima vaksin pun gejala KIPI yang dirasakan akan berbeda.</p>



<p>&#8220;Makanya saat vaksinasi ada screening. Jadi ketika kondisi penerima tidak fit, lebih baik tidak mengikuti vaksinasi. Insyaallah kalau lolos screening, KIPInya ringan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, dari 100.000 dosis AstraZeneca, nantinya akan disalurkan untuk ojek online juga.<br>&#8220;Karena ojek online juga termasuk pelayan publik,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Namun untuk jumlahnya, dr Husnul mengaku masih belum bisa memastikan. Pasalnya, pendataan masih akan dilakukan dalam waktu dekat ini.</p>



<p>&#8220;Yang pasti sudah disiapkan di 16 puskesmas yang tersebar. Semuanya mampu dicukupi untuk vaksinasi ojek online nantinya,&#8221; kata dr Husnul.</p>



<p>Sementara untuk progres vaksinasi bagi jumlah sasaran pelayanan publik yang sudah terdata sekitar 76 persen.<strong> (mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144086</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
