<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kirab Budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kirab-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Aug 2022 12:59:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kirab Budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kirab Budaya Ke-204 Hari Jadi Kabupaten Situbondo Dimeriahkan Iringan Kereta Kencana</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-ke-204-hari-jadi-kabupaten-situbondo-dimeriahkan-iringan-kereta-kencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2022 01:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[forkopimda situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kirab Budaya HUT Ke-204 Kabupaten Situbondo tahun 2022 dimeriahkan iring-iringan kereta kencana yang ditimpangi Bupati Situbondo, Karna Suswandi bersama istri serta Forkopimda Situbondo, Jumat (12/08/2022) malam. Iring-iringan rombongan kemudian diikuti dengan para kepala OPD menaiki becak hias. Pemandangan itu, pun menambah kemeriahan kirab budaya Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Kirab Harjakasi ke-204 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Kirab Budaya HUT Ke-204 Kabupaten Situbondo tahun 2022 dimeriahkan iring-iringan kereta kencana yang ditimpangi Bupati Situbondo, Karna Suswandi bersama istri serta Forkopimda Situbondo, Jumat (12/08/2022) malam. Iring-iringan rombongan kemudian diikuti dengan para kepala OPD menaiki becak hias. Pemandangan itu, pun menambah kemeriahan kirab budaya Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi).</p>



<p>Kirab Harjakasi ke-204 ini, juga menyuguhkan beragam pertunjukan. Mulai dari tarian-tarian hingga penampilan musik tradisional serta pertunjukan ojhung yang dimainkan oleh sejumlah pelajar. Selain itu juga dilaksanakan tradisi penyerahan Bendera Pataka dari Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi, kepada Bupati Karna Suswandi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kirab Budaya Ke-204 Hari Jadi Kabupaten Situbondo Dimeriahkan Iringan Kereta KencanaRead" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/TqWWaKMmMA8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kirab budaya ini, mengambil start di Pendopo Aryo Situbondo, lalu melewati rute Jalan Cendrawadih, Jalan Merak, Jalan PB Sudirman dan finish kembali di Pendopo Aryo Situbondo. Sepanjang rute yang dilalui Kirab Harjakasi, disambut antusias oleh ribuan masyarakat.</p>



<p>Tampak Bupati Situbondo dan Forkopimda Kabupaten Situbondo, terus melambaikan tangan ke masyarakat. Di belakang rombongan kereta kencana, terlihat para kepala OPD, camat dan perwakilan dari sekolah-sekolah SMP, SMA menaiki becak hias juga menjadi perhatian masyarakat.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa kegiatan ini rangkaian peringatan Hari Jadi ke-240 Kabupaten Situbondo. Bung Karna-panggilan akrab Bupati Situbondo, berharap bahwa rasa cinta kepada Kabupaten Situbondo dari masyarakat Situbondo, tumbuh dan bisa terus semakin mencintai Kabupaten Situbondo.</p>



<p>&#8220;Diharapkan partisipasi masyarakat dan keterpaduan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan akan semakin membaik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa keterpaduan dan kebersamaan Forkopimda bersama seluruh masyarakat akan terus memupuk rasa gotong royong di dalam berbagai pelaksanaan pembangunan di Situbondo.</p>



<p>Sementara itu, luapan rasa gembira disampaikan Ratna, warga Jalan Wijaya Kusuma Dawuhan, Situbondo. Dirinya mengaku terpesona dengan iring-iringan kereta kencana yang dinaiki Bupati Situbondo dan Forkopimda Situbondo. “Kirab kereta kencana dan iring-iringan becak hias ini, sangat meriah. Saya merasa terhibur menyaksikan kirab Harjakasi ini. Apalagi, selama dua tahun terakhir hampir tidak pernah terlihat,” jelas Ratna.<strong> (her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diangkat Jadi Raja ke -XII, Bupati Bangkalan Diarak dalam Kirab Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/diangkat-jadi-raja-ke-xii-bupati-bangkalan-diarak-dalam-kirab-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 03:33:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98765-diangkat-jadi-raja-ke-xii-bupati-bangkalan-diarak-dalam-kirab-budaya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Momen kirab budaya dalam rangka hari jadi Bangkalan ke 488 sekaligus menjadi momentum Raja baru Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron untuk menyapa langsung masyarakat Bangkalan. Raja sekaligus Bupati Bangkalan itu resmi menjadi raja sejak 24 oktober lalu oleh yayasan kesultanan Bangkalan. Kabar tersebut disampaikan kepala dinas budaya dan pariwisata, Moh Hasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Momen kirab budaya dalam rangka hari jadi Bangkalan ke 488 sekaligus menjadi momentum Raja baru Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron untuk menyapa langsung masyarakat Bangkalan. Raja sekaligus Bupati Bangkalan itu resmi menjadi raja sejak 24 oktober lalu oleh yayasan kesultanan Bangkalan.</p>
<p>Kabar tersebut disampaikan kepala dinas budaya dan pariwisata, Moh Hasan Faisol dalam sambutannya membuka kirab budaya hari ini. Ia menyampaikan, orang nomor satu di Bangkalan itu mendapat gelar baru yang diberikan Yayasan.</p>
<p>&#8220;Ra Latif diberikan gelar baru yaitu Rahardian Pinuji yang artinya orang berahlak mulia. Jadi untuk lengkapnya Rahardian Pinuji Abdul Latif Amin Imron,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu,sesepuh keluarga besar kesultanan Bangkalan, R. Panji Abdul Hamid Mustari Cakradiningrat menyampaikan masa jabatan raja akan berakhir saat masa jabatannya sebagai bupati telah habis.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan masa jabatan beliau sebagai bupati, jadi mengikuti,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia berharap, dengan disandangnya gelar baru sebagai Raja, bupati Bangkalan mampu memberikan berbagai dampak baik bagi Bangkalan. Baik dari segi pembangunan, kesejahteraan masyarakat dan hal lain yang dapat membawa Bangkalan lebih maju. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Kabupaten Disorot Netijen, DLH Segera Bersihkan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-kabupaten-disorot-netijen-dlh-segera-bersihkan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 11:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94832-kirab-budaya-kabupaten-disorot-netijen-dlh-segera-bersihkan-sampah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kemeriahan Kirab Budaya Malang Beach Festival (MBF), yang digelar pada Sabtu (28/9/2019) kemarin di Jalan Lintas Barat (Jalibar) dalam rangka memperingati HUT ke-1259 Kabupaten Malang, mendapat sorotan netijen. Pasalnya, kondisi sampah yang berserakan paska pelaksanaan Kirab budaya tersebut menjadi perbincangan hangat warganet setelah adanya salah satu postingan di grup media sosial (Medsos) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kemeriahan Kirab Budaya Malang Beach Festival (MBF), yang digelar pada Sabtu (28/9/2019) kemarin di Jalan Lintas Barat (Jalibar) dalam rangka memperingati HUT ke-1259 Kabupaten Malang, mendapat sorotan netijen.</p>
<p>Pasalnya, kondisi sampah yang berserakan paska pelaksanaan Kirab budaya tersebut menjadi perbincangan hangat warganet setelah adanya salah satu postingan di grup media sosial (Medsos) melaui akun Tiwir Nor Hidayat yang menunjukkan kondisi jalan di Jalibar yang terlihat tidak karuan lantaran sampah berserakan hingga ke tengah jalan, Minggu (29/9/2019) kemarin.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-94833" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dalam postingan tersebut dicantumkan, &#8216;Mohon diloloskan min. Tema kegiatan Kirab Budaya sudah bagus, pelaksanaan acara sudah bagus. Tapi kesadaran warga akan kebersihan masih &#8220;Nol&#8221; dan belum ada perubahan perbaikan kesana. Padahal didekat Jalibar ada TPA Wisata Edukasi Talangagung. Ayo kita jaga bersama kebersihan lingkungan, minimal bawa kembali sampahmu bila tidak menemukan tempat sampah didekatmu&#8217;.</p>
<p>Menanggap cuitan netijen itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, langsung menanggapinya dengan mengintruksikan Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk melakukan pembersihan sampah.</p>
<p>&#8220;Masih ada sampah kah? padahal sudah dibersihkan oleh petugas. Bahkan video dan foto saya kgiatan tersebut (membersihkan sampah di Jalibar) sudah saya posting ke akun facebook saya. Bisa di cek, tapi kalau memang masih ada sampah berserakan tolong saya dikabari, dikirim fotonya nanti langsung kami tindak lanjuti,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) DLH Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji, saat dihubungi memontum.com, Senin (30/9/2019) kemarin.</p>
<p>Lanjut Renung, pihaknya telah mensiagakan petugas kebersihan membersihkan sampah baik ketika acara kirab maupun setelahnya. Namun, jika kenyataannya masih banyak sampah yang berserakan, pihaknya bakal kembali menerjunkan petugas UPT untuk membersihkannya kembali.</p>
<p>”Itu memang sudah tugas kami, sigap membersihkan dan mengelola sampah. Apalagi saat ada hal yang darurat, seperti acara Kirab Budaya kemarin. Petugas pasti akan kami siagakan,” tegasnya.</p>
<p>Akan tetapi dalam kegiatan Kirab Budaya tersebut, tambah Renung, pihaknya telah membersihkan Sampah sedikitnya sekitar 18 meter kubik sampah.</p>
<p>”Disana (Jalibar) ada UPT-nya (Unit Pelayanan Teknis). Kemarin (Minggu 39/9/2019) pihak UPT sudah dikerahkan ke lokasi. Total ada 18 meter kubik sampah yang terkumpul,” pungkasnya.<strong> (Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94832</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Tradisi, Desa Tanjungan Gelar Kirab Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-tradisi-desa-tanjungan-gelar-kirab-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2018 21:42:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/06]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/60922-lestarikan-tradisi-desa-tanjungan-gelar-kirab-budaya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Danramil 0815/06 Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Eko Wahyudi bersama Forpimka Kemlagi mengikuti tradisi Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung IV “1.000 Takir”yang berlangsung di Balai Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (21/10/2019). Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tanjungan ini, dihadiri Camat Kemlagi Tri Cahyo Hariyanto, S.Sos, Kapolsek Kemlagi AKP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Danramil 0815/06 Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Eko Wahyudi bersama Forpimka Kemlagi mengikuti tradisi Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung IV “1.000 Takir”yang berlangsung di Balai Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (21/10/2019).</p>
<p>Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tanjungan ini, dihadiri Camat Kemlagi Tri Cahyo Hariyanto, S.Sos, Kapolsek Kemlagi AKP Edi Purwo Santoso, SH, Perwakilan Dinas Parporabudpar Kabupaten Mojokerto, Andi Cahyono, Kades Tanjungan, Suparlik, SP., Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan warga masyarakat dari Dusun Sukomulyo, Dusun Jeruk dan Dusun Tanjungan Desa Tanjungan sedikitnya 1.500 orang.</p>
<p>Dalam kirab budaya kali ini disuguhkan arak-arakan / kirab gunungan hasil bumi dan 1.000 takir beragam makanan yang diawali dari Balai Desa Tanjungan kemudian keliling dusun dan berakhir dengan prosesi larung sesaji di Waduk Tanjungan.  </p>
<p>Saat acara tersebut, selain bentangan bendera merah putih, tampak para peserta menyuguhkan berbagai kreasi seni dengan memakai kostum cukup bervariasi.</p>
<p>Kades Tanjungan, Suparlik, SP., mengatakan, Kirab Budaya Dewi Sekar tanjung merupakan simbolisasi dari seorang putri yang membawa kemakmuran dan seribu takir merupakan perlambang pangan yang bisa dinikmati semua warga desa sehingga akan ikatan rasa kebersamaan.  </p>
<p>“Ini merupakan ungkapan syukur atas semua nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sekaligus memohon agar bumi yang ditempati diberi kemakmuran. Kirab budaya sekaligus sedekah bumi ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan akan mengundang lebih banyak pengunjung terlebih di Desa Tanjungan ada Ekowisata Waduk Tanjungan,” ungkapnya. </p>
<p>Sementara Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Eko Wahyudi yang berada di lokasi, ketika diminta pendapatnya mengungkapkan, yang kita petik dari kegiatan ini diantaranya semangat kebersamaan dan gotong royong dan kekompakan, bila kondisi ini diterapkan dalam kesehariaan maka akan tercipta kerukunan antar sesama warga masyarakat.   </p>
<p>“Kirab budaya atau apapun istilahnya yang didalamnya ada tradisi sedekah bumi yang merupakan warisan leluhur patut dilestarikan. Hal ini bentuk kecintaan kita terhadap tata nilai atau kearifan lokal yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.  Melestarikan tradisi dan budaya merupakan salah satu bentuk konkret dari cinta tanah air dan bela negara,” tandasnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60922</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Kabupaten Malang Ajang Promosi Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-kabupaten-malang-ajang-promosi-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2018 14:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/58035-kirab-budaya-kabupaten-malang-ajang-promosi-wisata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang Dr Rendra Kresna mengatakan, kirab budaya itu sengaja digelar di kawasan pantai Selatan, tidak lain agar keindahan pantai di sepanjang JLS bisa &#8216;terjual&#8217; kepada masyarakat luas. &#8220;Karena kita tahu salah satu realisasi pembangunan Kabupaten Malang adalah pariwisata. Kita juga tahu, wisata itu menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa, daerah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Bupati Malang Dr Rendra Kresna mengatakan, kirab budaya itu sengaja digelar di kawasan pantai Selatan, tidak lain agar keindahan pantai di sepanjang JLS bisa &#8216;terjual&#8217; kepada masyarakat luas. </p>
<p>&#8220;Karena kita tahu salah satu realisasi pembangunan Kabupaten Malang adalah pariwisata. Kita juga tahu, wisata itu menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa, daerah, bahkan nasional. Di tingkat nasional itu sudah jelas dan nyata, sumbangsih dari kepariwisataan itu justru lebih besar dari migas, maka di Kabupaten Malang juga sama,&#8221;tambah Bupati ditemui Memontum.com (Memo X grup) ditengah berlangsungnya acara Sabtu (29/9/2018) kemaren. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13c.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-58039" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13c.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13c.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lanjut Bupati, kirab budaya itu sendiri tidak hanya diikuti peserta dari Kabupaten Malang, ada peserta yang jauh-jauh dari luar daerah, salah satunya &#8221;Atas nama Pemkab Malang dan Bupati Malang, saya menyampaikan terima kasih atas partisipasi para peserta Pawai Kirab Budaya tahun 2018. Luar biasa kreatifitas para peserta dalam menyemarakkan kegiatan yang digelar sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian memperingati Hari Jadi ke-1258 Kabupaten Malang. Terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya yang ikut menyaksikan kegiatan pawai kirab budaya tahun ini sampai tuntas, &#8221; pintanya. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13b.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-58038" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13b.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13b.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pantauan langsung dilokasi acara, Pawai yang mengambil tema Fashion Carnival ini diawali tampilan marching band SMA Taruna Nala. Kemudian peserta tamu undangan dari Kota Kediri dan Kota Malang yang saling unjuk gigi dalam tema kerajaan. Seakan tak mau kalah, rombongan Sekretariat DPRD, Sekretaris Daerah, Bank Jatim, Indosat dan PT Gudang Baru juga mampu menarik perhatian penonton dengan fashion carnival-nya. Berlanjut giliran 72 kelompok peserta pawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Kecamatan se Kabupaten Malang.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13d.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-58037" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13d.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13d.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-30-at-9.13d.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebagai urutan pertama Kecamatan Karangploso dengan tema fashion unggulan Batik Kalosa dengan motif bunga Kalosa yang tumbuh di kaki gunung Arjuno.Begitu halnya dengan OPD yang lain juga kreatif. Salah satunya, Dinas Perikanan Kabupaten Malang mengusung tema kegiatan pasca tangkap ikan dan di tempat pelelangan ikan para nelayan Kabupaten Malang. Bupati Rendra juga mendapatkan hadiah ikan tuna berukuran besar dengan bobot seberat 70 kg. </p>
<p><div id="attachment_58036" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-58036" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_20180929_094023-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Bupati Malang Dr.H.RendraKresna Bersma Istri Hj.Jajuk dan Jajaran OPD (Sur) " width="650" height="366" class="size-full wp-image-58036" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_20180929_094023-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_20180929_094023-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_20180929_094023-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-58036" class="wp-caption-text"><em><strong>Bupati Malang Dr.H.RendraKresna Bersma Istri Hj.Jajuk dan Jajaran OPD (Sur) </strong></em></p></div></p>
<p>Setelah itu, Kecamatan Singosari yang dipimpin Camat setempat mengusung tema Singosari Bangkit dengan gemerlap fashion carnival-nya. Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara berharap, aneka ragam budaya yang ditampilkan para peserta kirab budaya dapat berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya sepanjang pantai Selatan. </p>
<p>&#8220;Harapannya,kepada masyarakat sepanjang pantai ini, kita sebagai tuan rumah harus bisa menyambut tamu dengan sabaik mungkin. Kedepannya, bagaimana kita sebagai tuan rumah melayani tamu dengan sapta pesona. Seperti hari ini untuk kedua kalinya ada event ini,&#8221; terang Made.<strong>(sur/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya 2018, Jenggolo Kembali Wakili Kepanjen</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-2018-jenggolo-kembali-wakili-kepanjen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2018 12:09:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jenggolo]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=57002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Untuk ketiga kalinya,Desa Jenggolo wakili Kecamatan Kepanjen tampil dalam giat Kirab Budaya dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang ke-1258 Sabtu(29/9/2018)mendatang. Salah satunya berupa tugas yang harus ia emban,dan itu bukan untuk desa Jenggolo semata,namun satu kata,yaitu Kecamatan Kepanjen. H.Lisdyanto Kepala Desa Jenggolo Senen(24/9/2018)siang tadi mengatakan,Desa Jenggolo selama 3 kali berturut-turut mewakili Kirab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Untuk ketiga kalinya,Desa Jenggolo wakili Kecamatan Kepanjen tampil dalam giat Kirab Budaya dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang ke-1258 Sabtu(29/9/2018)mendatang. </p>
<p>Salah satunya berupa tugas yang harus ia emban,dan itu bukan untuk desa Jenggolo semata,namun satu kata,yaitu Kecamatan Kepanjen. </p>
<p><div id="attachment_57005" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/57002-kirab-budaya-2018-jenggolo-kembali-wakili-kepanjen/img-20180907-wa0014-copy" rel="attachment wp-att-57005"><img aria-describedby="caption-attachment-57005" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG-20180907-WA0014-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="H.Lisdyanto Kades Jenggolo" width="650" height="333" class="size-full wp-image-57005" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG-20180907-WA0014-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG-20180907-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-57005" class="wp-caption-text"><em><strong>H.Lisdyanto Kades Jenggolo</strong></em></p></div></p>
<p>H.Lisdyanto Kepala Desa Jenggolo Senen(24/9/2018)siang tadi mengatakan,Desa Jenggolo selama 3 kali berturut-turut mewakili Kirab Budaya di pantai selatan. Dengan prestasi tersebut pihaknya berkomitmen, Kirab Budaya di Kabupaten Malang ini terus ia kembangkan dan pertahankan, karena itu satu ikon Kabupaten Malang,sebuah Kabupaten besar yang nantinya berbicara lebih banyak dipentas nasional tentang wisata di Indonesia. </p>
<p>Juga dijelaskan sekilas desa Jenggolo,sebuah desa berpenduduk sekitar 6000 jiwa,31RT dan 3Rw,ikonnya berbasis kerajaan yang dulu merupakan pecahan kerajaan Kediri.</p>
<p>&#8220;Itu suatu bentuk kita nguri-nguri budoyo.Karen kerajaan merupakan identitas bagi kita.Kita tunjukkan bahwa Jenggolo ini banyak tampil beda dibanding desa-desa lain&#8221;,terang Kades. </p>
<p>Lepas dari itu,Kades juga antusias jadikan Jenggolo sebagai desa wisata,desa mandiri yang nantinya mampu memberikan yang terbaik terhadap warga serta banyak perubahan yang ia gadang-gadang lewat lisan. Namun demikian,nantinya bisa jadi kenyataan,menjadi desa yang lebih Maju,lebih baik dan bersaing dengan desa-desa lain. </p>
<p>Sebagai pemangku kepentingan,Kades berharap,Jenggolo menjadi desa yang sangat dan sangat berpotensi,baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusianya kedepan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mencanangkan,tahun 2018 ini untuk memaksimalkan sumberdaya alam yang ada kami kemas,khususnya mata air Sumbersongo untuk menjadi Air Minum Dalam Kemasan(ADK) yang kedepan menjadi Pendapatan Asli Desa&#8221;,ulas Lisdyanto mengakhiri. <strong>(sur/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Kota Probolinggo, Diramaikan Peserta Luar Kota</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-kota-probolinggo-diramaikan-peserta-luar-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2018 12:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Memperingati hari kemerdekaan RI ke 73, pemerintah kota Probolinggo mengadakan Perayaan Kirab Pawai Budaya di Kota Probolinggo, dalam acara tersebut diikuti puluhan peserta dari forkopimda kota Probolinggo dan berbagai daerah di Jawa Timur. Tak ketinggalan pula peserta dari Kabupaten Sleman Jogjakarta dan Kabupaten Malang juga ikut menyemarakkan pawai budaya tersebut. Pelepasan Kirab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Memperingati hari kemerdekaan RI ke 73, pemerintah kota Probolinggo mengadakan Perayaan Kirab Pawai Budaya di Kota Probolinggo, dalam acara tersebut diikuti puluhan peserta dari forkopimda kota Probolinggo dan berbagai daerah di Jawa Timur. Tak ketinggalan pula peserta dari Kabupaten Sleman Jogjakarta dan Kabupaten Malang juga ikut menyemarakkan pawai budaya tersebut. </p>
<p>Pelepasan Kirab Pawai Budaya tersebut di buka langsung oleh Walikota  Probolinggo, Hj Rukmini. Dan perlu di ketahui, kurap  pawai budaya ini juga menjadi salah satu rangkaian semipro 2018 di Kota Probolinggo.</p>
<p><div id="attachment_53180" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/53177-kirab-budaya-kota-probolinggo-diramaikan-peserta-luar-kota/img_20180826_135439-copy" rel="attachment wp-att-53180"><img aria-describedby="caption-attachment-53180" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180826_135439-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Salah Satu delegasi peserta Karnaval dari Kabupaten Malang saat menampilkan atraksinya di depan Panggung kehormatan Walikota Probolinggo (pix)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-53180" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180826_135439-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180826_135439-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-53180" class="wp-caption-text"><em><strong>Salah Satu delegasi peserta Karnaval dari Kabupaten Malang saat menampilkan atraksinya di depan Panggung kehormatan Walikota Probolinggo (pix)</strong></em></p></div></p>
<p>Memang untuk kegiatan Kali ini kirab pawai budaya nusantara rutenya berjarak tidak lebih dari 500 meter, dari pertigaan Dokter Soetomo ke arah barat finish Kantor Walikota Probolinggo. Beda dengan tahun yang sudah sudah-sudah, bisa berjarak sampai dua kilo meter.</p>
<p>Kirab ini diikuti 37 kontingen dari satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Masing-masing kontingen menampilkan kesenian khas nusantara.</p>
<p>Salah satu penampil mempertunjukkan tari kreasi asli kota mangga, yakni Tari Gurung atau tari memetik buah mangga menggunakan gala bambu diujungnya menyerupai kurungan atau biasa disebut gurung. Selain itu pertunjukan yang tak kalah meriahnya yang disuguhkan oleh Kabupaten Malang Dan Kabupaten Sleman Yogyakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya, Ratusan Polisi di Trenggalek Kenakan Pakaian Adat</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-budaya-ratusan-polisi-di-trenggalek-kenakan-pakaian-adat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2018 13:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Gunakan pakaian adat nusantara, ratusan personel Polres Trenggalek ikuti Kirap Budaya dalam rangka peringatan Hari Kartini. Suasana berbeda nampak terlihat di halaman Polres Trenggalek. Jika biasanya aparat kepolisian ini memakai segaram khas berwarna coklat, namun kali ini nampak berbeda. Mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Kalimantan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Gunakan pakaian adat nusantara, ratusan personel Polres Trenggalek ikuti Kirap Budaya dalam rangka peringatan Hari Kartini. </p>
<p>Suasana berbeda nampak terlihat di halaman Polres Trenggalek. Jika biasanya aparat kepolisian ini memakai segaram khas berwarna coklat, namun kali ini nampak berbeda. Mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Kalimantan, Bali, Jawa, bahkan ada yang memakai pakaian tradisonal kreasi sendiri, anggota kepolisian ini terlihat unik dan ekspresif dalam kegiatan ini. </p>
<p>Tak heran, jika masyarakat nampak antusias menyaksikan Kirab Budaya yang mengambil garis start di Mapolres dan berbasis finish di Alun &#8211; Alun Trenggalek. </p>
<p>Sepanjang rute dari start hingga finish, masyarakat tampak berjubel dan memadai kawasan di jalur protokol ini.  bersamaan dengan gelaran Car Free Day (CFD).</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, acara yang bertajuk Kirab Budaya ini sengaja digelar untuk memperingati Hari Kartini sekaligus menyongsong Hari Bhayangkara ke 72. </p>
<p>&#8220;Acara ini sengaja dilaksanakan masih dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus menyongsong Hari Bhayangkara ke 72. Demi memeriahkan acara ini, kita juga menghadirkan grup marchingband dan penari barong khas Trenggalek, &#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (30/04/2018).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40283</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
