<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Klaster Keluarga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/klaster-keluarga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 May 2021 11:01:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Klaster Keluarga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Klaster Keluarga Lowokdoro Malang 2 Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/klaster-keluarga-lowokdoro-malang-2-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2021 11:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Klaster Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=143264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Kluster keluarga yang terjadi di Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun sebelumnya dinyatakan 1 orang meninggal dunia. Namun Camat Sukun, Widi Wirawan, mengkonfirmasi bahwa ternyata ada dua warga yang terpapar covid-19 meninggal dunia. “Yang meninggal ternyata ada dua orang. Tapi beda Rt,” ungkap Widi melalui sambungan pesan WhatsApp, Senin (24/05). Baca Juga: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Kluster keluarga yang terjadi di Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun sebelumnya dinyatakan 1 orang meninggal dunia. Namun Camat Sukun, Widi Wirawan, mengkonfirmasi bahwa ternyata ada dua warga yang terpapar covid-19 meninggal dunia.</p>



<p>“Yang meninggal ternyata ada dua orang. Tapi beda Rt,” ungkap Widi melalui sambungan pesan WhatsApp, Senin (24/05).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran">Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menjelaskan bahwa pasien Covid-19 pertama yang meninggal berinisial N, (83) warga Rt 04 Rw 06, Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun. N sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Tentara Soepraoen.</p>



<p>Dari hasil diagnosa disebutkan bahwa, pasien N berstatus probable plus pneumonia dan meninggal dunia pada Jumat (14/05) pukul 02.20 WIB.</p>



<p>&#8220;Yang kedua adalah warga berinisial RR (46) juga dikonfirmasikan meninggal dunia sebagai suspect Covid-19. RR merupakan warga Rt 05 Rw 04 Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, dirawat di RSI Aisyiyah Kota Malang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, dari hasil foto thorax yang dilakukan RR, menunjukkan bahwa dirinya juga menderita edema pulmonum. Hingga akhirnya RR meninggal dunia pada Kamis (20/05) pukul 08.05.</p>



<p>Seperti diketahui sebelumnya, warga Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun saat ini masuk ke dalam zona orange. Akibat dari beberapa keluarga yang terpapar Covid-19. Dimana ada 10 orang yang terpapar, 2 diantaranya meninggal dunia. Saat ini, Widi telah menginstruksikan warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, diharapkan segera melakukan swab PCR di Puskesmas Ciptomulyo. “Swabnya hari ini dan besok. Untuk hari ini total ada 9 warga yang sudah swab. Nanti keluarnya swab Kamis (27/05),” kata Widi. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">143264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Klaster Keluarga, Dua Pasien Covid-19 Dijemput Tim Covid Hunter Polresta Makota</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-klaster-keluarga-dua-pasien-covid-19-dijemput-tim-covid-hunter-polresta-makota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2020 15:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Klaster Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Jumat (11/12/2020) pukul 12.45 WIB melakukan penjemputan dua pasien Covid-19 isolasi mandiri. Kedua pasien yang memakukan isolasi mandiri di rumah ini dijemput petugas untuk dibawa Rumah Isolasi Pemkot Malang (Safe house), Jl. Kawi No. 41 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen, Kota Malang. Penjemputan ini dilakukan agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Jumat (11/12/2020) pukul 12.45 WIB melakukan penjemputan dua pasien Covid-19 isolasi mandiri.</p>
<p>Kedua pasien yang memakukan isolasi mandiri di rumah ini dijemput petugas untuk dibawa Rumah Isolasi Pemkot Malang (Safe house), Jl. Kawi No. 41 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Penjemputan ini dilakukan agar tidak terjadi klaster keluarga. Keduanya adalah HN (38) warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan NN(44) warga Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Marhaeni mengatakan bahwa penjemputan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster keluarga.</p>
<p>&#8220;Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah untuk dibawa ke safe house Jl Kawi,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Sebelum penjemputan, pihak Polsek melalui Bhabinkamtibmas telah memberitahukan kepada pasien agar melakukan isolasi di safe house.</p>
<p>&#8220;Kami telah memberikan imbauan kepada yang bersangkutan untuk tidak melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Karena resiko untuk menularkan Covid-19 kepada orang lain sangatlah tinggi. Kami meminta mereka untuk melaksanakan isolasi di Rumah Isolasi Jalan Kawi. Setelah keduanya berkenan langsung kami lakukan penjemputan,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Pihaknya juga mengatakan bahwa kedua pasien ini merasa senang untuk dibawa ke rumah isolasi safe house Jl Kawi.<br />
&#8220;Salah satu penuturan pasien metasa senang karena nantinya akan mendapatkan treatment dari tenaga kesehatan di rumah isolasi,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Iptu Marhaeni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. &#8220;Selalu patuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan selalu hindari kerumunan,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Batu Masuk Zona Merah</title>
		<link>https://memontum.com/kota-batu-masuk-zona-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 03:55:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Klaster Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128873</guid>

					<description><![CDATA[Klaster Baru Bukan dari Pariwisata, Tetapi dari Klaster keluarga Memontum Kota Batu – Kota Batu kembali pada zona merah. Hal itu, secara resmi disampaikan Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, seusai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama Forkopimda, Rabu (2/12). Terkait status tersebut, dirinya menegaskan bahwa status zona merah yang terjadi, bukan dari klaster pariwisata. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Klaster Baru Bukan dari Pariwisata, Tetapi dari Klaster keluarga</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> – Kota Batu kembali pada zona merah. Hal itu, secara resmi disampaikan Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, seusai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama Forkopimda, Rabu (2/12).</p>
<p>Terkait status tersebut, dirinya menegaskan bahwa status zona merah yang terjadi, bukan dari klaster pariwisata. Namun, murni dari klaster keluarga.</p>
<p>“Bukan klaster patiwisata, namun klaster keluarga. Ini kelalaian kita semua termasuk satgas pencegahan Covid-19 Kota Batu, karena mulai kendor tingkat kewaspadaannya. Tidak masif seperti di awal satgas ini dikukuhkan, kedepannya harus melakukan tupoksinya secara masif,” ungkap wanita yang akrab disapa Bude tersebut.</p>
<p>Dirinya juga menekankan, bahwa kedepannya, masyarakat juga diharapkan untuk lebih terbuka ketika keluarganya merasa kurang enak badan. Sehingga, bisa ditangani secara tepat.</p>
<p>Meski tidak memberikan kebijakan-kebijakan tambahan akibat dari kembalinya Kota Batu ke zona merah, Bude mewanti-wanti agar destinasi wisata, harus tetap menerapkan protokol kesehatan.</p>
<p>Yakni seperti pengecekan suhu, kebiasaan mencuci tangan, pembatasan kunjungan dengan daya tampung 50 persen dari daya tampung normal, serta penyiapan ruang isolasi ditempat wisata.</p>
<p>“Apalagi kami mendengar, kalau rumah sakit di Kota Batu, sudah full. Untungnya, kita se-Jatim selalu terconnect. Sehingga, bukan tidak mungkin ketika pasien dari Kota Batu di tampung di rumah sakit luar kota selama masih di Jatim,” imbuhnya.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu juga menekankan, bahwa pihaknya tidak mungkin menambah shelter. Alasannya, karena jumlah SDM Nakes yang kurang memadai. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128873</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
