<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>klenteng &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/klenteng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2026 12:22:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>klenteng &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Perayaan TITD Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Tekankan Pentingnya Jaga Harmoni</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni</link>
					<comments>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231797</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sabtu (18/04/2026) tadi. Kedatangan Bupati Ipuk di momen itu, disambut hangat dengan atraksi barongsai yang memukau. Rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ini, berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan umat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sabtu (18/04/2026) tadi. Kedatangan Bupati Ipuk di momen itu, disambut hangat dengan atraksi barongsai yang memukau.</p>



<p>Rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ini, berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan umat Tri Dharma dari berbagai daerah Indonesia. Seperti Jatim, Jawa Tengah, Bali dan NTB.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk mengajak seluruh umat Tri Dharma untuk bersama-sama menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat. Dirinya berharap, kegiatan ini mampu mempererat tali persaudaraan serta melestarikan nilai-nilai luhur.</p>



<p>&#8220;Bahwa harmoni adalah nilai paling utama. Makna ini mengajarkan kita semua bahwa dalam perbedaan keyakinan dan budaya, yang harus dijaga adalah harmoni,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, harmoni akan melahirkan perdamaian yang menjadi dasar kesejahteraan rakyat. Sebagaimana yang diajarkan sosok Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin, dalam memberikan kebajikan, keteladanan serta pengabdian.</p>



<p>&#8220;Semoga doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini membawa keberkahan, kedamaian dan kemakmuran bagi Banyuwangi,&#8221; papar Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mendorong penguatan ekonomi kreatif, lewat kolaborasi bersama pelaku UMKM lokal. Diharapkan, berkah peringatan ini turut dirasakan langsung oleh pedagang kecil di sekitar klenteng.</p>



<p>Ketua TITD Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sylvia Ekawati, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Dirinya mengapresiasi, dukungan semua pihak sehingga rangkaian HUT ke-242 berjalan sangat sukses.</p>



<p>&#8220;Sinergi dan gotong royong kita adalah kunci eksistensi klenteng ini. Perayaan ini merupakan momentum untuk meningkatkan rasa syukur serta mempererat tali persaudaraan atas bimbingan para dewa-dewi,&#8221; ungkap Sylvia.</p>



<p>Tahun ini, acara mengusung konsep unik bernama &#8216;Euni Kimsin&#8217;. Konsep tersebut, mengharuskan setiap klenteng yang datang membawa rupang atau patung dewa-dewi masing-masing ke altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi.</p>



<p>Sebanyak delapan klenteng dari berbagai wilayah di Indonesia, pun turut berpartisipasi. Kehadiran patung dewa ini, bertujuan mempererat hubungan antar pengurus serta seluruh umat.</p>



<p>&#8220;Saya berharap klenteng ini terus menjadi rumah yang teduh bagi umat. Pusat pelestarian, tradisi dan wadah untuk menebar kebajikan di tengah masyarakat. Di tengah keberagamaan, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat sikap saling menghormati dan toleransi,&#8221; imbuh Sylvia. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong, Umat Tri Dharma Harapkan Indonesia Aman dan Makmur</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-baru-imlek-2577-di-klenteng-eng-an-kiong-umat-tri-dharma-harapkan-indonesia-aman-dan-makmur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kiong]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api, Umat Tri Dharma memadati Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, untuk bersembahyang, Selasa (17/02/2026) tadi. Sekitar 100 umat mengikuti ibadah dengan khidmat, sejak pagi hingga siang hari. Humas Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa rangkaian perayaan dimulai pukul 11.00 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api, Umat Tri Dharma memadati Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, untuk bersembahyang, Selasa (17/02/2026) tadi. Sekitar 100 umat mengikuti ibadah dengan khidmat, sejak pagi hingga siang hari.</p>



<p>Humas Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa rangkaian perayaan dimulai pukul 11.00 WIB dengan sembahyang bersama sebagai ungkapan syukur atas tahun yang telah dilewati. “Hari ini kami bersembahyang bersama untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2577. Kurang lebih hampir 100 umat hadir. Selain sembayang juga ada hiburan barongsai dan pertunjukan pentas budaya sekitar jam 20.00,” ujar David.</p>



<p>Menurutnya, Imlek di tahun ini menjadi momentum refleksi dan harapan baru bagi umat. Dirinya berharap agar Indonesia, khususnya Kota Malang selalu jaya.</p>



<p>“Kami bersyukur masih bisa melewati Tahun Baru Imlek dalam keadaan baik. Harapan kami Kota Malang tetap aman dan tenteram, sehingga masyarakat dapat bekerja dengan tenang,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rangkaian ritual Tahun Baru Imlek ini diawali dengan sembahyang kepada Thian Gong (Tuhan), dilanjutkan kepada Dewa Tuan Rumah, serta penghormatan kepada Buddha Maitreya yang bertepatan dengan hari kelahirannya. “Tahun ini adalah hari pertama musim semi dalam penanggalan Tiongkok, tanggal 1 bulan 1. Kami memulai tahun dengan penuh harapan,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut David juga memaparkan, makna Tahun Kuda Api (Bing Wu), yang dalam filosofi Tiongkok melambangkan energi api besar berunsur Yang aktif, kuat, namun juga berpotensi memicu emosi. &#8220;Kami berharap energi besar ini membawa kebaikan. Tetapi secara pribadi juga harus menjaga emosi dan tutur kata,” lanjutnya.</p>



<p>Menurutnya, tahun dengan kombinasi Bing Wu pernah terjadi pada 1966 yang identik dengan berbagai gejolak di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, umat memanjatkan doa agar tahun 2026 tidak diwarnai peristiwa serupa.</p>



<p>“Kami memohon Indonesia tetap makmur dan terhindar dari hal-hal yang kurang baik. Jika negara stabil, ekonomi juga akan baik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Dongkrak Okupansi Hotel dan Resto di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-dongkrak-okupansi-hotel-dan-resto-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang.</p>



<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel di Kota Malang mengalami kenaikan signifikan. Yakni, peningkatannya dibandingkan hari biasa mencapai 80 hingga 90 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, okupansi bagus. Karena memang weekend dan untuk event di Klenteng Eng An Kiong ini juga memberi dampak. Okupansi hotel meningkat signifikan di angka 80-90 persen,&#8221; jelas Agoes, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya perhotelan, namun menurutnya sektor kuliner dan restoran juga ikut terdongkrak. &#8220;Untuk resto juga cukup bagus. Jadi dampak event ini memang terasa luas,” tambahnya.</p>



<p>Agoes menegaskan, konsistensi penyelenggaraan event budaya seperti ini memberikan dampak langsung terhadap pariwisata di Kota Malang. &#8220;Setiap ada event besar seperti ini, okupansi dan kunjungan di Kota Malang pasti naik. Sehingga kami harapkan event serupa bisa terus terselenggara di Kota Malang untuk turut meningkatkan okupansi hotel,” imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati 200 Tahun dan 14th World Tua Pek Kong Festival, Klenteng Eng An Kiong Gelar Kirab Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-200-tahun-dan-14th-world-tua-pek-kong-festival-klenteng-eng-an-kiong-gelar-kirab-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226296</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati 200 tahun berdirinya klenteng sekaligus menjadi bagian dari rangkaian 14th World Tua Pek Kong Festival, Sabtu (27/09/2025) tadi. Dalam perayaan akbar ini, hadir ribuan tamu internasional dari Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei, Makau, Hongkong hingga Tiongkok. Sementara tamu dalam negeri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati 200 tahun berdirinya klenteng sekaligus menjadi bagian dari rangkaian 14th World Tua Pek Kong Festival, Sabtu (27/09/2025) tadi. Dalam perayaan akbar ini, hadir ribuan tamu internasional dari Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei, Makau, Hongkong hingga Tiongkok. Sementara tamu dalam negeri, diperkirakan mencapai 2 ribu hingga 2.500 orang, di luar masyarakat umum yang akan memadati jalur kirab.</p>



<p>Perwakilan panitia, Kevin Chistian Chandra, menyampaikan bahwa rangkaian acara dimulai dengan doa pagi bersama untuk memohon kelancaran dan keselamatan. Kemudian, dilanjutkan dengan kirab yang mengelilingi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tua Pek Kong itu dewa utama yang dipercaya sebagai simbol perlindungan, kesuburan dan keberkahan bagi masyarakat. Nantinya kirab dilakukan dari depan Klenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, melewati Jalan Gatot Subroto – Jalan Trunojoyo – Jalan Kertanegara – Alun-Alun Tugu – Jalan Mgr Sugiyopranoto – Jalan Kauman – Perempatan Kasin – Jalan Ade Irma Suryani – Jalan Pasar Besar dan kembali ke Klenteng Eng An Kiong,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama perjalanan, kirab menyuguhkan beragam atraksi kesenian. Seperti barongsai, reog Malang, hingga topeng Malangan. Prosesi syukuran dengan polo pendem serta peragaan 12 busana adat Nusantara juga turut meramaikan perayaan.</p>



<p>“Tema kirab tahun ini menunjukkan bahwa Kota Malang layak menjadi destinasi wisata budaya,” lanjut Kevin.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta asal Jombang, Febriana, mengaku bangga dapat ikut serta dalam perayaan tersebut. &#8220;Kami ikut parade festival Tua Pek Kong, dalam rangka ulang tahun Tua Pek Kong yang ke-14 sekaligus HUT ke-200 Klenteng Eng An Kiong Malang. Kami menyiapkan diri sekitar seminggu. Dalam kirab, kami juga mengajak Mak Co untuk ikut jalan sepanjang rute. Kalau beliau berkenan, biasanya telapak tangannya berbalik sebagai tanda persetujuan. Kalau tidak, tangannya menengadah,” tutur Febriana.</p>



<p>Dengan ribuan peserta dan penonton, perayaan tersebut bukan hanya menjadi wujud syukur. Namun, juga menegaskan posisi Kota Malang sebagai kota dengan kekayaan tradisi dan destinasi wisata budaya internasional. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Umat Tridharma Lakukan Ibadah Perayaan Imlek dengan Khidmat di Klenteng Eng An Kiong</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-umat-tridharma-lakukan-ibadah-perayaan-imlek-dengan-khidmat-di-klenteng-eng-an-kiong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tridharma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi. Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya pada sembahyang bersama pukul 11.00 WIB. Itu diikuti oleh beragam umat, mulai Taoisme, Konghucu dan Buddha.</p>



<p>&#8220;Sebagian umat memilih sembahyang sendiri sejak pagi, sementara yang tidak memiliki kesibukan keluarga atau tamu di rumah mengikuti sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB,” ujar Herman.</p>



<p>Dalam sembahyang bersama diawali dengan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan penghormatan kepada dewa utama dan diakhiri dengan doa kepada dewa-dewa lainnya. Tradisi ini mencerminkan keyakinan bahwa meskipun terdapat berbagai dewa dalam kepercayaan Tridharma, semuanya tetap berpusat pada satu kekuatan tertinggi.</p>



<p><strong>Baca juga L</strong></p>





<p>&#8220;Jadi memang waktu yang tepat untuk sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB karena dianggap yang paling cerah dalam sehari. Semua klenteng juga serentak melakulan sembahyang bersama di pukul 11.00 WIB itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imlek sendiri sudah dirayakan sejak sekitar 4600 tahun lalu, ditetapkan oleh Raja Huang Ti pada tanggal 1 bulan pertama sebagai perayaan awal tahun. Untuk umat yang datang ke Klenteng Eng An Kiong sebagian besar berasal dari Kota Malang, meskipun ada juga yang berasal dari daerah lain.</p>



<p>&#8220;Mereka melakukan sembahyang di berbagai altar yang ada di klenteng, yang menampung hingga 24 dewa dari berbagai kepercayaan. Setiap klenteng memiliki jumlah dewa yang berbeda, tergantung sejarah dan asal-usul umatnya. Di sini, banyak umat dari provinsi Hokkien dan Guangdong, sehingga dewa-dewa yang dihormati pun berasal dari daerah tersebut,” imbuh Herman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Imlek, Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Gelar Tradisi Pencucian Patung Dewa</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-imlek-klenteng-eng-an-kiong-kota-malang-gelar-tradisi-pencucian-patung-dewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pencucian]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218629</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576, Klenteng Eng An Kiong menggelar tradisi pencucian patung dewa yang menjadi bagian dari ritual Sembayang Song Sen. Pelaksanaan itu digelar, selama tiga hari, yaitu mulai Kamis (23/01/2025) hingga Sabtu (25/01/2025) mendatang. Pembantu muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Sembayang Song Sen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576, Klenteng Eng An Kiong menggelar tradisi pencucian patung dewa yang menjadi bagian dari ritual Sembayang Song Sen. Pelaksanaan itu digelar, selama tiga hari, yaitu mulai Kamis (23/01/2025) hingga Sabtu (25/01/2025) mendatang.</p>



<p>Pembantu muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Sembayang Song Sen memiliki filosofi mendalam sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima selama setahun terakhir. Sekaligus, juga mengantarkan roh para dewa ke langit.</p>



<p>&#8220;Inikan momen imlek, jadi kami melakukan Sembayang Song Sen. Diharapkan tahun depan mendapatkan hal-hal yang lebih baik,&#8221; ucap David.</p>



<p>Di Klenteng Eng An Kiong sendiri, saat ini memiliki 25 patung dewa, termasuk Dewa Po Te Koh, dewa bumi yang menjadi tuan rumah utama klenteng. Patung tersebut berusia lebih dari 200 tahun dan lebih tua dari usia klenteng yang kini genap 200 tahun. Patung-patung lainnya termasuk Dewa Chaw Kun Kong, dewa dapur, serta beberapa patung tambahan yang usianya lebih muda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Patung-patung ini diturunkan dari altar, dibuka pakaiannya, lalu dibersihkan menggunakan air bunga. Pembersihan dilakukan oleh pengurus dan umat secara sukarela.Tradisi ini dilakukan karena roh suci para dewa dianggap sedang naik ke langit, sehingga patung-patung dapat dibersihkan,” ujarnya.</p>



<p>Selain Sembayang Song Sen, juga diadakan berbagai kegiatan lain, termasuk ritual kias untuk menetralisir keberuntungan bagi shio yang diprediksi kurang baik tahun ini, seperti ular, harimau, dan babi. “Kias ini seperti ruwatan dalam budaya Jawa, dilakukan di awal tahun untuk memastikan keberuntungan berjalan mulus,” tambahnya.</p>



<p>Rangkaian perayaan Imlek nantinya akan dimeriahkan oleh atraksi barongsai dan pertunjukan wayang potehi, serta diakhiri dengan Cap Go Meh. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati tradisi meramal nasib menggunakan bambu dan mencicipi kue keranjang yang melambangkan harapan akan hal-hal manis di tahun mendatang.</p>



<p>&#8220;Kami berharap imlek di tahun ini dan yang akan datang semakin baik, khususnya untuk warga Malang. Semoga warga Malang mendapatkan banyak berkah, Indonesia lebih maju dan semakin makmur,&#8221; imbuh David. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Imlek, Umat Klenteng Eng An Kiong Lakukan Sembahyangan dan Pembersihan Patung</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-imlek-umat-klenteng-eng-an-kiong-lakukan-sembahyangan-dan-pembersihan-patung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pembersihan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebelum melakukan penurunan dan pembersihan patung-patung yang ada di Klenteng Eng An Kiong, para umat Konghucu melakukan sembahyangan Sin Beng atau Para Suci. Prosesi ini diadakan, sebagai persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2024. Humas Kelenteng Eng An Kiong, Chong Nguk Choi, menyampaikan jika sembahyangan itu juga sebagai bentuk pembersihan diri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebelum melakukan penurunan dan pembersihan patung-patung yang ada di Klenteng Eng An Kiong, para umat Konghucu melakukan sembahyangan Sin Beng atau Para Suci. Prosesi ini diadakan, sebagai persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2024.</p>



<p>Humas Kelenteng Eng An Kiong, Chong Nguk Choi, menyampaikan jika sembahyangan itu juga sebagai bentuk pembersihan diri. Apalagi menyambut Tahun Baru Imlek, semua harus diperbarui dan dibersihkan.</p>



<p>“Karena tradisinya orang kuno waktu Song Sen (Sembahyang), itu kalau di dapur masih ada barang-barang yang sudah tidak layak pakai itu harus dibuang. Menjelang Tahun Baru Imlek, itu semuanya harus diperbarui dan dibersihkan,” jelas perempuan yang akrab dipanggil Luluk Indraningsih, Sabtu (03/02/2024) tadi.</p>



<p>Pembersihan patung itu dilakukan, lanjutnya, diseluruh ruangan yang ada di Klenteng. Namun, khusus di hari ini hanya untuk Para Suci yang berada di altar depan dan yang pertama kali ada di Klenteng Eng An Kiong.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Untuk di Altar ini, itu ada satu patung Fu De Cheng Shen dan enam pendamping. Jadi, total ada tujuh patung untuk yang dibersihkan di altar ini. Setelah dicuci nanti bajunya juga diganti, karena kalau setahun kan sudah kotor,” jelasnya.</p>



<p>Untuk umat yang hadir mengikuti sembahyangan di Klenteng tersebut, paparnya, ada sekitar 50 orang. Sembahyangan para umat itu, dilakukan dengan berpindah-pindah dari altar satu ke altar lainnya, dengan menyebut nama Para Suci satu persatu.</p>



<p>“Para suci disini ada 15-16, di setiap ruangan yang ada para suci disembahyangi terlebih dahulu,” ujarnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, agar dalam perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, Negara Indonesia bisa damai dan tentram, apalagi menjelang Pemilu 2024. “Nanti yang terpilih dalam Pemilu mau siapapun itu, semoga yang terbaik, rakyatnya tidak merasa terganggu dan rakyat damai sentosa,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk perayaan Imlek di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tidak mengadakan acara Wayang Potehi dan Cap Go Meh. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Imlek, Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Percantik Diri</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-imlek-klenteng-eng-an-kiong-kota-malang-percantik-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan tahun baru Imlek, Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, melakukan sejumlah kesiapan &#8216;mempercantik diri&#8217;. Mulai dari pengecatan, membersihkan dinding ornamen hingga memasang lampu-lampu. Ketua Pengelola Yayasan Kelenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, menyampaikan jika pembenahan itu dilakukan agar saat hari H Perayaan Imlek, umat yang datang dapat merasa nyaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan tahun baru Imlek, Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, melakukan sejumlah kesiapan &#8216;mempercantik diri&#8217;. Mulai dari pengecatan, membersihkan dinding ornamen hingga memasang lampu-lampu.</p>



<p>Ketua Pengelola Yayasan Kelenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, menyampaikan jika pembenahan itu dilakukan agar saat hari H Perayaan Imlek, umat yang datang dapat merasa nyaman melihat kondisi kelenteng. Apalagi, pada Sabtu besok (04/02/2024), juga akan dilakukan pembersihan puluhan patung yang ada di setiap ruangan Klenteng.</p>



<p>“Ini supaya umat yang datang merasa nyaman karena kelihatan bersih. Jadi, banyak yang lapuk-lapuk kita ganti yang baru, terutama dalam pemasangan lampion. Kemudian juga, akan dilakukan pembersihan patung di setiap ruangan. Tentunya, dari yang usianya paling tua akan diturunkan lebih dulu. Seperti Dewa Bumi dari Tiongkok yang usianya sudah 200 tahun,” kata Rudi Phan, Jumat (02/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya jika rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek 2024 di Kelenteng Eng An Kiong, saat ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, di tahun ini tidak mengadakan acara Wayang Potehi dan Cap Go Meh.</p>



<p>&#8220;Jadi, puncak Tahun Baru Imlek kan di tanggal 10 Februari. Umat datang pagi, sembahyang bersama terus langsung pulang. Jadi tidak ada acara Cap Go Meh, karena masa Pemilu dan kita menyesuaikan kondisi supaya kondusif,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sedangkan, rangkaian kegiatan pada tanggal 10 Februari mendatang, akan diawali dengan adanya atraksi Barongsai pada pukul 08.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan dengan doa bersama pada pukul 10.00 WIB pagi. Untuk umat yang akan datang, diperkirakan jumlahnya ratusan orang secara bergantian.</p>



<p>&#8220;Kita silih berganti. Ada yang siang, mungkin pukul 09.00 sampai 11.00 WIB ada ratusan orang. Mereka dari Malang sini, karena dari luar kota sudah banyak klenteng seperti Banyuwangi, Pasuruan, Probolinggo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Rudi berharap, agar di Tahun Baru Imlek 2024, kegiatan Pesta Demokrasi 2024 di Indonesia bisa berjalan dengan lancar. “Semoga pemilu di tahun ini bisa berjalan dengan lancar,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Kerukunan, Pemkot Malang Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-kerukunan-pemkot-malang-gelar-silaturahmi-dengan-tokoh-non-muslim-di-klenteng-eng-an-kiong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[kiong]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, melakukan silaturahmi bersama dengan Tokoh dan Umat Beragama Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata No 1 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, melakukan silaturahmi bersama dengan Tokoh dan Umat Beragama Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata No 1 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rinawati, yang mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Mabrur, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma serta Tokoh dan Umat Beragama Konghucu.</p>



<p>Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Rinawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna untuk menciptakan kerukunan bersama antara umat dan tokoh agama. Selain itu, juga untuk bersinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang.</p>



<p>“Ini yang menyelanggarakan dari Kabag Kesra, Pak Mabrur. Jadi ini memang agenda bapak Wali Kota silaturahmi ke tempat ibadah non muslim. Tujuannya tentu untuk menciptakan bersama-sama kerukunan umat dan tokoh agama, serta bersinergi untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang,” kata Rinawati, seusai memberikan sambutan.</p>



<p>Wanita yang kerap disapa Rina, juga menyampaikan bahwa memasuki tahun-tahun politik maka seluruh tokoh dan umat beragama juga berperan serta mengawal proses demokrasi, agar berjalan dengan damai. Karena itu pihaknya berpesan agar mereka tidak terpengaruh provokasi.</p>



<p>“Karena memasuki tahun-tahun politik ada kemungkinan-kemungkinan yang begini dan begitu, jadi jangan sampai terpengaruh oleh provokasi. Maka, kami bersama-sama harus menciptakan kerukunan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sehingga, melalui forum tersebut, Rina berharap para tokoh bisa meneruskan dan menginformasikan kepada para umatnya untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang. “Menyukseskan itu juga menggunakan hak suara, jadi jangan gampang terprovokasi informasi yang bisa menyesatkan dan memecah belah. Apalagi di era saat ini media sosial yang sedang berkembang itu informasinya luar biasa dan bisa mempengaruhi pola pikir, pola tindak. Maka itu yang harus diantisipasi. Gunakan medsos dengan bijak,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma, mengatakan bahwa umat beragam mempunyai posisi strategis untuk mewujudkan situasi kondusif. Terlebih, menurutnya mereka adalah orang yang berwibawa untuk menyampaikan pesan kepada umatnya.</p>



<p>“Karena keberadaan mereka itu sangat vital dan sangat penting untuk memberikan kontribusi terwujudnya situasi yang damai, aman, nyaman dan kondusif. Apalagi di konghucu selama ini juga sangat konusif, tidak pernah terjadi permasalahan walaupun itu kecil, sehingga ini dapat kita jadikan sebuah contoh,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang, para umat beragama harus tetap menjaga kerukunan dengan sebaik-baiknya, disamping menggunakan hak suaranya.</p>



<p>“Saya rasa tokoh umat beragama ini sangat penting untuk menyampaikan pesannya kepada umatnya masing-masing. Agat mereka nantinya menjaga kerukunan dengan sebaik baiknya dan juga meredam adanya gesekan-gesekan kecil yang muncul,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
